Pemerintah Tidak Akan Tarik Sertifikat Lama, Ini Tahapan Sertifikat Elektronik

Boy LeonardFebruari 10, 2021

Pemerintah Tidak Akan Tarik Sertifikat Lama, Ini Tahapan Sertifikat Elektronik

RumahCom – Pemerintah menjamin pemberlakukan sertifikat elektronik tidak akan merugikan masyarakat. Sertifikat yang dipegang masyarakat tidak akan ditarik, tetap berlaku, dan penerapannya untuk tanah-tanah pemerintah terlebih dahulu sambil terus melakukan sosialisasi dan edukasi.

Banyaknya kesimpangsiuran yang beredar di masyarakat terkait akan diberlakukannya sertifikat elektronik, salah satunya yaitu pemerintah akan menarik seluruh sertifikat yang dipegang oleh masyarakat. Sertifikat elektronik merupakan salah satu program reforma agraria dan transformasi digital Kementerian ATR/BPN.

Menurut Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, pemerintah tidak akan menarik sertifikat yang dipegang oleh masyarakat tapi program transformasi ini akan dilakukan bertahap dalam rangka perbaikan dan pelayanan yang lebih baik kepada publik. Saat ini misalnya, sudah ada beberapa layanan berbasis elektronik seperti pengecekan tanah, zona nilai tanah, hak tanggungan, dan roya.

“Tidak mungkin pemerintah menarik semua sertifikat yang dipegang masyarakat, ini hanya merupakan langkah awal untuk memulai dan sebelum itu tentunya harus ada landasan hukumnya. Dengan dasar hukum itu baru kita melangkah pada perbaikan-perbaikan infrastruktur pertanahan,” ujarnya.

Pemberlakuan sertifikat elektronik ini juga akan bertahap dan dilakukan uji coba untuk beberapa kota yang memiliki infrastruktur pelayanan pertanahan yang baik. Uji coba ini telah dilakukan di lima kantor pertanahan di Jakarta, dua di Surabaya, dan beberapa wilayah lain yang kantor pertanahannya sudah lebih siap.

Penting sebelum beli rumah, pahami 5 hal yang penting perlu dipertimbangkan saat membeli rumah agar tak salah pilih. Selengkapnya lihat di video berikut ini.

Untuk penerapannya akan dilakukan bertahap untuk tanah-tanah pemerintah dulu termasuk fasilitas-fasilitas umum yang akan disertifikatkan dan dikeluarkann sertifikat elektronik. Kemudian tanah-tanah milik lembaga ataupun perusahaan yang akan diperpanjang akan dikeluarkan sertifikat elektroniknya. Hal ini akan terus dilakukan bertahap sambil melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Sertifikat yang lama juga dipastikan masih berlaku hanya saja nanti formatnya berubah menjadi digital. Kita juga tidak akan memaksa masyarakat untuk mengubah sertifikatnya menjadi elektronik, biar masyarakat melihat dulu, datang ke kantor pertanahan, nyaman, mudah, efisien, yakin, baru kita ubah,” jelas Sofyan.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

TOD Bisa Jadi Ciri Sunrise Property

RumahCom – TOD merupakan konsep hunian yang menggabungkan residensial dengan berbagai sarana pendukung yang ditunjang dengan transportasi publik modern. Konsep pengembangan hunian modern seperti ini

Lanjutkan membacaFebruari 10, 2021

Pandemi Bukan Alasan Tak Luncurkan Produk  Baru

RumahCom – Kalangan pengembang terus melakukan adaptasi terkait konsep produk hingga pola marketing untuk terus meningkatkan transaksi penjualan saat situasi pandemi. Pengembang Citra Swarna Group d

Lanjutkan membacaFebruari 10, 2021

Peran BPR Syariah Bisa Dimaksimalkan Untuk Memperluas Akses Masyarakat Pada Pembiayaan Perumahan

RumahCom – SMF terus mendorong peran BPR Syariah untuk menyalurkan pembiayaan perumahan. Jumlah BPR Syariah yang banyak dan tersebar akan lebih mudah untuk menjangkau masyarakat luas di berbagai pel

Lanjutkan membacaFebruari 10, 2021

Sektor Perkantoran Surabaya Mulai Bangkit

RumahCom – Sektor properti mulai menggeliat dengan didorong dari segmen perkantoran untuk wilayah Surabaya. Berbagai adaptasi dan penyesuaian selain kebutuhan akan ruang perkantoran telah membuat ge

Lanjutkan membacaFebruari 10, 2021

Setelah Direnovasi, Gedung Sarinah Akan Dikembalikan Seperti Aslinya Tahun 1960-an

 RumahCom – Gedung Sarinah yang merupakan salah satu cagar budaya akan dikembalikan seperti bentuk aslinya sebagaimana yang digagas oleh Presiden Soekarno. Targetnya, gedung ini akan kembali dibuka

Lanjutkan membacaFebruari 10, 2021

Masukan