Perkantoran Hingga Ritel Masih Berat, Tapi Mulai Bergerak

Februari 15, 2021

RumahCom – Beberapa sektor properti memiliki kinerja yang berat pada periode tahun 2020 lalu akibat pandemi Covid-19. Riset JLL menyebutkan, kendati situasinya masih cukup berat, sektor perkantoran maupun pusat perbelanjaan mulai terlihat aktif.

Saat situasi bisnis yang berat sebagai dampak pandemi Covid-19, menurut laporan perusahaan manajemen, riset, dan konsultan properti JLL sektor perkantoran masih mencatatkan transaksi yang cukup aktif. Sepanjang tahun 2020, untuk perkantoran di kawasan bisnis (CBD) Jakarta masih terserap sebesar 33 ribu m2 kendati tingkat huniannya turun 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Secara umum situasinya masih berat, tingkat harga sewa untuk perkantoran grade A juga masih mengalami penurunan sekitar 1,7 persen pada tahun 2020 lalu dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi penyerapan 33 ribu m2 ini relatif baik untuk kondisi seperti ini,” ujar Yunus Karim, Head of Research JLL Indonesia.

Head of Markets JLLL Indonesia Angela Wibawa menambahkan, transaksi ruang perkantoran ini cenderung masih cukup aktif yang didorong oleh perkembengan perusahaan-perusahaan berbasis teknologi. Jenis usaha ini masih mencatatkan pertumbuhan saat situasi pandemi dan membutuhkan ruang perkantoran baru untuk pengembangan usahanya.

Penting sebelum beli rumah, pahami 5 hal yang penting perlu dipertimbangkan saat membeli rumah agar tak salah pilih. Selengkapnya lihat di video berikut ini.

“Tingkat hunian perkantoran CBD Jakarta berada di angka 74 persen sementara untuk kawasan non CBD ada suplai baru sebesar 27 ribu m2 dari kawasan Tendean, Jakarta Selatan. Hal ini akhirnya membuat tingkat hunian perkantoran di kawasan non CBD menurun,” katanya.

Sementara itu untuk sektor ritel, jelas Angela, masih mengalami sedikit penurunan dibandingkan triwulan ketiga tepatnya berada di angka 87 persen. Sektor ini masih disebut melemah dengan banyaknya penutupan beberapa usaha namun pembukaan gerai baru juga masih terjadi khususnya untuk segmen pusat perbelanjaan menengah ke atas.

“Sektor yang masih cukup aktif saat ini atau pada situasi penuh hambatan karena pandemi Covid-19 yaitu food and beverage (F&B). Akan ada pasok pusat perbelanjaan baru sebesar 13 ribu m2 pada tahun 2021 ini,” imbuh Angela.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Rumah Susun Seperti Ini Akan Jadi Standar Hidup Layak Masyarakat Tidak Mampu

RumahCom – Kementerian PUPR membangun rumah susun untuk masyarakat tidak mampu. Hunian seperti ini juga dijadikan percontohan untuk standar hidup yang lebih layak dengan menggandeng Kemensos untuk b

Lanjutkan membacaFebruari 10, 2021

Pengembang Optimistis Vaksin Covid Akan Dongkrak Bisnis Properti

RumahCom – Vaksin Covid-19 telah dimulai di beberapa negara termasuk di Indonesia. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri untuk sektor bisnis properti dan dengan potensi yang sangat besar di sek

Lanjutkan membacaFebruari 11, 2021

Pintu Tidak Harus Selalu Kayu, Material Alternatif Ini Tampilannya Juga Seperti Kayu

RumahCom – Material bahan bangunan alternatif telah bisa menggantikan material konvensional bahkan memiliki beberapa kelebihan yang lebih baik. Pintu Fortress misalnya, menggunakan material plat baj

Lanjutkan membacaFebruari 11, 2021

Vaksin Covid-19 Bikin Pengembang Lebih Optimistis Jalani Bisnis

RumahCom – Kalangan pengembang menjadi lebih optimistis dengan telah dimulainya program vaksinasi untuk memutus pandemi Covid-19. Situasi pasar yang tertekan cukup lama akan lebih bergairah dengan p

Lanjutkan membacaFebruari 11, 2021

Masukan