Puluhan Hektar Lahan Disiapkan Untuk Relokasi Hunian Korban Longsor Sumedang

Februari 25, 2021

RumahCom – Kementerian PUPR telah meninjau tiga lokasi di wilayah Sumedang yang akan dijadikan lokasi baru untuk relokasi korban longsor masyarakat Sumedang. Lahan seluas puluhan ha tersebut akan dibangun oleh Kementerian PUPR dengan produk rumah Risha.

Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mencari dan melakukan peninjauan untuk lahan-lahan yang bisa digunakan sebagai alternatif relokasi masyarakat yang terkena bencana. Dalam hal ini yaitu relokasi lahan untuk masyarakat yang terdampak bencana longsor di Sumedang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Menurut Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Fitrah Nur, ada tiga lokasi yang telah dilihat untuk relokasi kawasan hunian warga Sumedang. Lahannya cukup luas dan salah satunya dimiliki oleh kantor kas Desa Tegal Manggung pemda setempat.

“Lahannya cukup luas mencapai 27,26 ha bekas lahan kebun dan ladang dan nantinya lokasi ini digunakan untuk relokasi terpusat.  Lokasi ini juga diminati oleh masyarakat yang akan direlokasi karena tidak jauh dari pemukiman mereka sebelumnya yang terkena bencana,” ujarnya.

Lokasi kedua berada di kawasan Perumahan El Hago Residence milik perusahaan developer PT Altha Land Property yang juga anggota asosiasi pengembang Asprumnas. Di lokasi ini akan digunakan untuk relokasi mandiri dengan lahan seluas 10 ha. Saat ini masih terus dilakukan proses negosiasi untuk pembiayaan pembangunan rumahnya.

Sementaran itu lokasi ketiga juga berada di kawasan perumahan yang juga akan digunakan untuk relokasi mandiri. Lokasi lahannya milik PT SBG seluas 14 ha dan saat ini ada kondisi eksisting untuk perumahan. Ketiga lokasi ini juga telah direkomendasikan oleh ahli geologi kendati masih perlu dilakukan pematangan lebih lanjut.

Banyak lika liku yang dihadapi saat membeli rumah namun tetap bisa terwujudkan. Simak cerita para pencari rumah di video singkat berikut ini.

“Makanya kami meminta pemda untuk segera memutuskan lokasi relokasi yang tepat untuk warga. Kalau lokasi telah ditentukan dan skema akuisisis lahannya sudah beres, kami dari Kementerian PUPR akan segera membangun huniannya dengan produk rumah instan sederhana sehat (Risha),” beber Fitrah.

Untuk diketahui, bencana longsor yang terjadi di Sumedang terjadi pada akhir Januari 2021 lalu dengan korban sebanyak 129 KK. Jumlah ini masih terus bertambah seiring hasil identifikasi Tim Penanganan Bencana Kabupaten Sumedang dan hingga medio Februari lalu mencapai 139 KK. Korban yang telah terdata ini yang akan menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan perumahan.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Suntikan Investasi Asing Dorong Sektor Perhotelan

RumahCom – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat pencapaian realisasi investasi tahun 2020 (Januari-Desember) sebesar Rp826,3 triliun atau 101,1% dari target Rp817,2 triliun. Dari total n

Lanjutkan membacaFebruari 24, 2021

Apartemen Ini Terapkan Desain Unit Pasca Pandemi

RumahCom – Kalangan pengembang terus melakukan adaptasi terkait desain produk hunian yang ditawarkan. Apartemen The Veranda Lebak Bulus misalnya, membuat ceiling yang lebih tinggi dan jendela besar

Lanjutkan membacaFebruari 25, 2021

Baru Merger, Bank Syariah Ini Berikan Kemudahan Luar Biasa Untuk Pembiayaan Perumahan

RumahCom – Bank Syariah Indonesia hasil merger tiga bank syariah BUMN langsung tancap gas dengan menjadikan pembiayaan perumahan sebagai salah satu pendorong pertumbuhannya. Beberapa kemudahan yang

Lanjutkan membacaFebruari 25, 2021

Lagi, Kisah Kesuksesan Penjualan Pengembang Saat Pandemi Covid-19

RumahCom – Saat transaksi bisnis properti mengalami penurunan yang dalam akibat pandemi Covid-19, kisah-kisah kesuksesan penjualan menjadi lebih menarik. Umumnya produk yang ditawarkan yaitu rumah t

Lanjutkan membacaFebruari 25, 2021

Masukan