Properti Sepekan: Bedah Rumah ala Pemerintah dan Konsumsi Air Meningkat Selama Pandemi

Wahyu ArdiyantoMaret 1, 2021

Properti Sepekan: Bedah Rumah ala Pemerintah dan Konsumsi Air Meningkat Selama Pandemi

Bedah Rumah ala Pemerintah melalui BSPS

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki program bantuan lain untuk mewujudkan impian Anda memiliki rumah sendiri, yaitu bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Anggaran bedah rumah 2020 dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan mencapai 208.000 unit RTLH di seluruh Indonesia senilai Rp 4,35 triliun dan membangun baru 12.000 unit RTLH senilai Rp 459 miliar. Dalam program ini pemerintah tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, namun berupa bahan bangunan. Dalam pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat dengan membentuk kelompok untuk memperbaiki atau membangun rumah secara gotong royong. 

Kabar baik bagi warga Jambi. Seperti dilansir dari Kompas.com, pemerintah akan mengucurkan anggaran Rp 90 miliar untuk membedah 4.500 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Provinsi Jambi pada tahun ini. 

Untuk mendapatkan bantuan perumahan dari pemerintah tersebut masyarakat setidaknya harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, seperti Warga Negara Indonesia (WNI), mempunyai Nomor Induk Kependudukan ( NIK) dan Kartu Keluarga ( KK), kategori masyarakat berpenghasilan rendah ( MBR). 

Syarat penting lain, Anda wajib bersedia melaksanakan pembangunan rumah secara berswadaya, hanya memiliki tempat tinggal yang kondisinya tidak layak huni, serta belum pernah mendapatkan bantuan perumahan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penerima bantuan ini akan mendapatkan dana bantuan BSPS senilai Rp 20 juta per unit.

“Mengacu kepada Rumah.com Indonesia Properti Market Index Q1 2021, tren pencarian rumah harga di bawah Rp300 juta di Sumatera per bulan (MoM) pada akhir 2020, sempat meningkat pada November, sekitar 23,3% dan menurun 5,7% pada Desember,” ujar Marine Novita, Country Manager Rumah.com. Sedangkan pencarian untuk kategori rumah di bawah Rp300 juta di luar pulau Jawa sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar 20% jika dibandingkan pencarian dengan kisaran harga lainnya.

Konsumsi Air Meningkat Selama Pandemi

Konsumsi Air Meningkat Selama Pandemi

Berdasarkan Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 saat ini konsumen tidak menempatkan kondisi air sebagai prioritas, namun menghindari membeli hunian di zona merah.

Riset terbaru Indonesia Water Institute mengungkapkan bahwa telah terdapat peningkatan kebutuhan air bersih sebanyak 2 hingga 3 kali dari keadaan normal selama pandemi. 

Dilansir dari Antara, peningkatan kebutuhan itu berhubungan dengan penerapan protokol kesehatan selama masa pandemi. Selain itu, air bersih tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk air minum di beberapa daerah yang tidak terjangkau oleh air minum dalam kemasan (AMDK).

Temuan IWI ini makin memperlihatkan pentingnya memutakhirkan infrastruktur air bersih di Indonesia agar terhindar dari krisis air bersih yang lebih dalam lagi. Pasalnya, sebelum pandemi Covid-19 Indonesia sudah berada dalam kondisi krisis air bersih. Saat ini air bersih perpipaan (yang disediakan perusahaan air minum) baru menjangkau 21,8 persen dari total penduduk Indonesia 270,2 juta jiwa (data BPS, Januari 2021).

Berdasarkan Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 saat ini konsumen tidak menempatkan kondisi air sebagai prioritas, namun menghindari membeli hunian di zona merah. Lebih banyak calon pembeli, terutama generasi milenial, yang cenderung menghindari zona merah penyebaran virus COVID-19.

“Sebanyak 57% responden mengatakan kedekatan lokasi perumahan dengan sarana transportasi umum seperti stasiun, terminal, atau halte bus menjadi faktor eksternal utama dalam membeli properti. Sementara itu, sebanyak 77% responden mengaku tak mempermasalahkan properti dengan fasilitas minimum, asal harganya lebih murah,” tambah Marine.

Rumah dengan 2-3 Kamar Tidur Paling Diminati

Rumah dengan 2-3 Kamar Tidur Paling Diminati

Rumah dengan fasilitas dua hingga tiga kamar tidur merupakan tipe yang paling diminati dengan masing-masing mengambil porsi 56 persen 22 persen.

JLL Indonesia mencatat bahwa perumahan tapak merupakan sektor properti paling tangguh selama pandemi. Pada 2020, terdapat 16.000 unit baru yang diluncurkan. Sementara dari total 13.000 unit yang masuk pasar, 72 persen atau 9.360 unit di antaranya terserap.

Rumah dengan fasilitas dua hingga tiga kamar tidur merupakan tipe yang paling diminati dengan masing-masing mengambil porsi 56 persen 22 persen. Sementara rumah dengan satu dan empat kamar tidur berbagi kontribusi dengan angka sama, masing-masing 10 persen. 

Dari segi harga, rumah yang dipatok pada kisaran Rp 600 juta hingga Rp 1,3 miliar mendominasi penjualan sebesar 49 persen. Menyusul rumah dengan patokan harga kurang dari Rp 600 juta sebesar 31 persen. Kemudian di bawahnya adalah rumah Rp 1,3 miliar-Rp 2 miliar dengan penjualan 11 persen. Dan rumah seharga Rp 2 miliar-Rp 3 miliar serta lebih dari Rp 3 miliar menyumbang penjualan masing-masing sebesar 6 persen dan 3 persen. 

Bogor tampil sebagai wilayah favorit dengan dominasi penjualan 80 persen. Diikuti Tangerang 78 persen, Bekasi 56 persen, Jakarta 42 persen, dan Depok 26 persen.

Di area Tangerang, median harga saat ini mencapai Rp9.845.959,60/meter persegi. Kawasan ini memiliki fasilitas umum dan infrastruktur yang lengkap, mulai dari akses tol, KRL, hingga banyak mal. Sementara itu, pada kawasan Cikarang, kisaran harga mencapai Rp8.333.333,33/meter persegi.

Berdasarkan Rumah.com Indonesia Properti Market Index Q1 2021, minat pencarian properti turun di masa liburan. Pencarian properti di Rumah.com pada kuartal keempat 2020 turun sebesar 14% dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, secara tahunan, pencarian properti di Rumah.com masih meningkat hingga dua kali lipat.

“Turunnya tren pencarian properti pada wilayah-wilayah di Jabodetabek ini memang erat kaitannya dengan siklus properti tahunan, di mana Q4 merupakan masa di mana permintaan properti memang rendah akibat banyaknya pengeluaran orang di akhir tahun terkait kebutuhan belanja konsumtif dan liburan,” ungkap Marine. Tambah lagi, pandemi COVID-19 juga belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir sehingga orang juga menahan diri untuk pengeluaran besar.

Nilai Properti di Gresik dan Lido Diprediksi Melesat 

Nilai Properti di Gresik dan Lido Diprediksi Melesat

Pengembangan KEK JIIPE diperuntukan bagi bisnis dan industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik.

Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyetujui pembentukan dua KEK baru yaitu KEK Lido di Bogor, Provinsi Jawa Barat, dan KEK Java Integrated Industrial and Ports Estate ( JIIPE) di Gresik, Provinsi Jawa Timur. 

Kedua usulan KEK ini menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada Presiden, dan diharapkan mampu menjadi peluang besar dan potensial untuk pengembangan bisnis properti dan turunannya. 

Dilansir dari CNBC, pengembangan KEK JIIPE diperuntukan bagi bisnis dan industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik. Hasil produksi pelaku usaha tersebut diproyeksikan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar 10,1 miliar dollar AS per tahun atau setara Rp 141,1 triliun dan substitusi impor pada produk industri metal dan kimia. 

KEK JIIPE dikembangkan di atas lahan seluas 3.000 hektar, mencakup kawasan industri 1.761 hektar, pelabuhan multiguna 400 hektar, pusat logistik, kawasan berikat, kawasan rekreasi, kawasan komersial, dan perumahan Grand Marina Estate (GEM) City 800 hektar.

Sementara KEK Lido adalah KEK Pariwisata dengan rencana bisnis pengembangan atraksi (theme park kelas dunia, lapangan golf, serta retail and dining), pengembangan akomodasi (six stars luxury resort, hotel berbintang lainnya, serta pengembangan TOD), dan pengembangan ekonomi kreatif (studio film dan festival musik).

Berdasarkan Rumah.com Indonesia Properti Market Index Q1 2021, untuk tren harga Sukabumi di Q4 2020 ada di angka indeks 71,6. Naik sebanyak 43% secara kuartalan (QoQ) atau 20% secara tahunan (YoY).

“Di wilayah Sukabumi, sepanjang tahun 2020 terjadi peningkatan pencarian di Kecamatan Warudoyong dengan pencarian sebanyak 43%, kedua Kecamatan Cikole 20%, dan ketiga Kecamatan Baros dengan pencarian 17%,” tambah Marine.

Mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Saat Pandemi, Komitmen Pengembangan Proyek Lebih Penting Dibanding Gimmick Marketing

RumahCom – Komitmen pengembangan proyek dari developer menjadi faktor yang sangat penting saat situasi pandemi ini. Gimmick marketing yang diberikan untuk minat pasar bisa tidak berarti bila komitme

Lanjutkan membacaMaret 1, 2021

Sektor Apartemen Akan Lebih Baik Pada Tahun Ini

RumahCom – Berbagai adaptasi hingga telah dimulainya program vaksin untuk pandemi Covid-19 akan terus meningkatkan potensi bisnis hingga kepercayaan pasar. Sektor apartemen yang selama ini transaksi

Lanjutkan membacaMaret 1, 2021

Sertifikat Elektronik Bakal Tutup Celah Mafia Tanah

RumahCom – Kementerian ATR/BPN kembali menekankan pentingnya penerapan sertifikat elektronik. Sistem digitalisasi yang diterapkan akan membuat pendataan tanah lebih cepat dan terekam dengan baik seh

Lanjutkan membacaMaret 1, 2021

Sinergi PII-SMF Untuk Perbesar Pembiayaan Perumahan Non APBN

RumahCom – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan PT Sarana Multigriya Financial meneken MOU untuk memperkuat sinergi terkait pembiayaan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Lanjutkan membacaMaret 1, 2021

Masukan