Sertifikat Elektronik Akan Mudah Mencocokkan Data Pertanahan

Maret 10, 2021

RumahCom – Pemerintah kembali memaparkan beberapa keuntungan dengan penerapan sertifikat elektronik. Mulai dari memudahkan pemeriksaan karena terekam pada sistem online hingga menghindari penerbitan sertifikat ganda yang kerap menimbulkan konflik pertanahan.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mengembangkan format digitalisasi salah satunya dengan penerapan sertifikat elektronik. Dalam berbagai kesempatan, Kementerian ATR/BPN kerap menyatakan keamanan mekanisme ini dan akan diawasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) maupun Badan Sertifikasi Elektronik (BSRE).

Sertifikat elektronik juga bisa mencegah konflik maupun sengketa pertanahan hingga menutup celah mafia pertanahan yang selama ini menggunakan dokumen palsu maupun berbagai kelonggaran aturan. Dengan sertifikat elektronik, akan ada kode identitas yang menjelaskan detil kepemilikan pemegang hak tanah sehingga akan sulit dimanipulasi.

Menurut Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward OS Hiariej, sertifikat merupakan tanda bukti kepemilikan sehingga dengan konsep elektronik sebenarnya hanya mengubah medianya dan tidak mengurangi status legalitas maupun kepemilikan sah seseorang atas tanah maupun propertinya.

“Dalam konteks sertifikat elektronik ini secara hukum tetap mengakui kepemilikan dan ini diatur oleh UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Artinya, sertifikat elektronik juga merupakan dokumen yang hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah. Dari sisi hukum, persoalan bukti kepemilikan ini tidak ada masalah sama sekali,” ujarnya.

Sebelum membeli tanah, sebaiknya Anda cek dulu legalitas atau keabsahan tanah tersebut. Caranya? simak penjelasan di video berikut ini.

Karena itu masyarakat tidak perlu merasa ragu maupun khawatir terkait status maupun legalitas sertifikatnya. Penerapan sertifikat elektronik juga tidak tergesa-gesa dan akan dilakukan bertahap untuk tanah-tanah yang belum didaftarkan, tanah milik negara, BUMN, dan dilakukan untuk wilayah-wilayah yang kantor pertanahannya telah lebih siap.

“Dengan sistem elektronik malah ada banyak kemudahan. Tanah kita terdaftar secara online di dalam sistem sehingga akan mudah ditemukan data tanahnya untuk dicocokkan maupun diperiksa pihak-pihak yang membutuhkan dibandingkan dengan data manual. Sistem keamanannya berlapis sehingga bisa mengurangi kecenderungan sertifikat tanah ganda,” imbuhnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kolaborasi Perusahaan BUMN-Swasta Ini Perkuat Konsep TOD

RumahCom – Kolaborasi antara perusahaan BUMN PT KAI dan swasta PT BSD untuk membangun stasiun kereta baru di Jatake dan menjadikan sebuah kawasan hunian menjadi kawasan TOD. Kolaborasi ini diharapka

Lanjutkan membacaMaret 10, 2021

Pencarian Rumah Di Daerah Tangerang Sekitarnya Meningkat Dua Kali Lipat

RumahCom – Pasar properti memunculkan segmen khusus yang mencari produk-produk rumah menengah di bawah Rp1 miliar. Selama ini pasar banyak menyediakan segmen bawah dan atas sehingga untuk kelas mene

Lanjutkan membacaMaret 10, 2021

Ini Beberapa Kendala Yang Menghambat Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan

RumahCom – Proses pembangunan kerap terkendala karena berbelitnya proses pengadaan tanah. Berbagai aturan terkait pengadaan tanah belum bisa mengatasi permasalahan di lapangan karena itu pemerintah

Lanjutkan membacaMaret 10, 2021

Pengembang Mulai Catatkan Transaksi Penjualan Meningkat Dampak Relaksasi PPN

RumahCom – Relaksasi yang dikeluarkan pemerintah berupa diskon PPN hingga 100 persen mulai menunjukan hasil di lapangan. Pengembang SML meraih penjualan hingga Rp210 miliar hanya dalam dua hari deng

Lanjutkan membacaMaret 10, 2021

Bank BUMN Ini Kembali Salurkan Dana Bantuan Program Bedah Rumah Di Kalimantan Selatan

RumahCom -  Bank Mandiri kembali dipercaya untuk menyalurkann program BSPS atau program bedah rumah di wilayah Kalimantan Selatan. Program ini membuat rumah masyarakat yang tidak layak menjadi lebih

Lanjutkan membacaMaret 10, 2021

Masukan