Pemerintah Gelontor Sektor Perumahan Lebih Rp33 Triliun

Maret 12, 2021

RumahCom – Pemerintah telah menjadikan sektor properti sebagai prioritas karena merupakan lokomotif perekonomian yang bisa mendorong banyak sektor bisnis. Anggaran besar dari APBN hingga berbagai regulasi terus dikeluarkan untuk menggairahkan sektor properti.

Perumahan menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah. Hal ini tidak terlepas dari ada 174 industri turunan yang akan ikut bergerak saat industri properti bergerak. Karena itu sektor ini dijadikan lokomotif perekonomian untuk mendorong geliat ekonomi yang terpuruk karena pandemi Covid-19.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pemerintah memberikan perhatian yang sangat besar untuk sektor perumahan dengan memberikan berbagai anggaran, dana stimulan, hingga berbagai regulasi. Untuk tahun ini saja anggaran yang dialokasikan dari APBN untuk sektor perumahan mencapai Rp33,1 triliun.

“Anggaran sebesar ini untuk digunakan berbagai program yang telah disusun dan dianggarkan untuk tahun ini. Berbagai program perumahan seperti pembiayaan berbasis tabungan (BP2BT), bantuan stimulan perumahan swadaya, pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah susun sederhana, subsidi selisih bungan, hingga bantuan uang muka untuk empat juta rumah,” ujarnya.

Bahkan, APBN juga ada yang dialokasikan menggunakan instrumen transfer ke daerah dalam bentuk dana alokasi  khusus (DAK) untuk pembangunan swadaya. APBN juga memberikan dana bergulir untuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan berbagai program sarana prasarana utilitas (PSU).

Penting sebelum beli rumah, pahami 5 hal yang penting perlu dipertimbangkan saat membeli rumah agar tak salah pilih. Selengkapnya lihat di video berikut ini.

Pemerintah juga terus  memperkuat PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan di bidang perumahan dengan memberikan penyertaan modal negara (PMN). Terakhir, pemerintan juga mengeluarkan belied yang menghapus PPN untuk rumah seharga maksimal Rp2 miliar dan diskon PPN 50 persen untuk produk seharga maksimal Rp5 miliar.

“Data dari  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukan kredit kepemilikan properti hanya tumbuh 2,8 persen dan ini lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir yang selalu tumbuh di atas 10 persen. Makanya pemerintah mengeluarkan berbagai regulasi dan stimulus seperti ini untuk menggerakkan sektor ini,” beber Sri.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Produk Rumah Kompak Jadi Andalan Pengembang Saat Pandemi

RumahCom – Pengembang terus melansir produk-produk rumah kompak supaya harganya menjadi lebih terjangkau khususnya bagi kalangan milenial yang daya belinya masih terbatas. PT Jaya Real Property misa

Lanjutkan membacaMaret 10, 2021

Pengembang Ini Tawarkan Ruko Plus Bantuan Modal Usaha

RumahCom – Permintaan produk komersial untuk ruang usaha masih cukup tinggi saat situasi pandemi ini. Bukan hanya menyediakan produk sesuai kebutuhan pasar, pengembang Summarecon memberikan bantuan

Lanjutkan membacaMaret 10, 2021

Ini Beberapa Peluang Untuk Sektor Properti Saat Situasi Pandemi

RumahCom – Kendati pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian termasuk bisnis properti, beberapa peluang yang ada tetap membuat optimistis sektor properti akan lebih baik pada tahun ini. Program va

Lanjutkan membacaMaret 10, 2021

Relaksasi PPN Direspon Pengembang Dengan Memberikan Diskon Hingga 30 Persen

RumahCom – Pengembang Agung Podomoro Group memberikan kemudahan diskon harga hingga 30 persen di 11 proyek yang dikembangkannya di seluruh Indonesia. Diskon ini sebagai respon dari relaksasi pemerin

Lanjutkan membacaMaret 12, 2021

Masukan