Properti Sepekan: Gen X dan Gen Y Target Konsumen Terbesar, Crazy Rich Indonesia Makin Banyak dan Terus Belanja Properti

Wahyu ArdiyantoMaret 22, 2021

Properti Sepekan: Gen X dan Gen Y Target Konsumen Terbesar, Crazy Rich Indonesia Makin Banyak dan Terus Belanja Properti

Hai, Developer. Gen X dan Gen Y Target Konsumen Terbesar Lho!

Gen X adalah kelompok generasi yang lahir antara tahun 1965-1980 atau yang pada tahun ini berusia 41-55 tahun. Sementara gen Y merupakan kelompok generasi yang lahir pada rentang tahun 1980 hingga 1995 atau yang saat ini berusia 27-40 tahun.

Kedua kelompok ini, dilansir dari Bisnis.com, merupakan target konsumen properti yang akan mendominasi, menggantikan baby boomers, generasi yang lahir pada periode tahun 1946-1964 atau yang tahun ini berusia sekitar 57-75 tahun.

Managing Director Strategic Business & Service Sinar Mas Land Alim Gunadi mengatakan bahwa , pengembang perumahan terutama di tengah masa krisis akibat pandemi Covid-19 harus lebih waspada dan berhati-hati mengatur cashflow, salah satunya dengan membuat produk hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemungkinan diminati sehingga diserap pasar. 

Dia menyebutkan rumah yang diminati dengan harga Rp1,5 miliar. Hal itu terbukti dari penjualan terbanyak unit rumah yang dibangun Sinar Mas sejak 2018 hingga 2020 yaitu sekitar Rp1,5 miliar. 

Rumah.com Indonesia Properti Market Index Q1 2021 Pencarian properti di pada kuartal keempat 2020 turun sebesar 14% dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, secara tahunan, masih meningkat hingga dua kali lipat.

Turunnya tren pencarian properti pada wilayah-wilayah di Jabodetabek ini memang erat kaitannya dengan siklus properti tahunan. “ Pada kuartal keempat 2020 ini Kecamatan Tangerang dan Cikarang menjadi dua area yang paling prospektif di Jabodetabek karena paling banyak peminatnya. 

Dan khusus harga Rp1 M – Rp1,5 M, Tangerang dan Tangerang Selatan merupakan area yang paling banyak diburu dibandingkan kawasan lainnya di Jabodetabek,” kata Marine. 

Crazy Rich Indonesia Makin Banyak dan Terus Belanja Properti

aling banyak diburu dibandingkan kawasan lainnya di Jabodetabek,” kata Marine.  Crazy Rich Indonesia Makin Banyak dan Terus Belanja Properti

Pola belanja kalangan tajir ini umumnya menginvestasikan sekitar 25 persen hingga 28 persen dananya di sektor properti.

Para miliarder yang jumlahnya cuma 1 persen dari total populasi global punya peran sentral dalam menentukan kondisi dan kinerja pasar. Dan di Indonesia, jumlah orang kategori ini semakin banyak.  Lembaga Riset Knight Frank mengingatkan, jika pemangku kebijakan dan investor memiliki wawasan yang kurang tentang perilaku mereka, berisiko menyebabkan kesalahan serius dalam membaca tren ekonomi.

Dilansir dari Kontan, Indonesia menjadi motor pertumbuhan dan memimpin Asia dengan lonjakan sebesar 67 persen menjadi 1.125 orang. Dan pola belanja kalangan tajir ini umumnya menginvestasikan sekitar 25 persen hingga 28 persen dananya di sektor properti. Mereka umumnya menyatakan bahwa sektor properti yang paling menarik adalah perkantoran, fasilitas kesehatan, dan properti untuk masa pensiun.

Meski sudah memiliki rumah pertama, mereka juga mengincar rumah kedua, ketiga, dan seterusnya. Mereka lebih memilih rumah baru dengan kelengkapan fasilitas leisure seperti taman dan kolam renang, serta akses transportasi.

Berdasarkan Rumah.com Indonesia Properti Market Index Q1 2021,  pencarian properti di pada kuartal keempat 2020 turun sebesar 14% dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, secara tahunan, masih meningkat hingga dua kali lipat.

Turunnya tren pencarian properti pada wilayah-wilayah di Jabodetabek ini memang erat kaitannya dengan siklus properti tahunan.

“Pada kuartal keempat 2020 ini Kecamatan Tangerang dan Cikarang menjadi dua area yang paling prospektif di Jabodetabek karena paling banyak peminatnya. Dan khusus harga Rp1 M – Rp1,5 M, Tangerang dan Tangerang Selatan merupakan area yang paling banyak diburu dibandingkan kawasan lainnya di Jabodetabek,” ujar Marine Novita, Country Manager Rumah.com.

Food Estate Mengancam Lingkungan Ibukota Baru

Food Estate Mengancam Lingkungan Ibukota Baru

Pemerintah berencana menciptakan kawasan yang mengintegrasikan pertanian, perkebunan, dan peternakan atau food estate guna menjamin kebutuhan dan ketahanan pangan Nasional di Kalimantan Tengah.

Kalimantan kini menjadi primadona baru bagi pengembang properti, setelah Kalimantan Timur diputuskan akan menjadi ibukota baru di masa depan. Dan untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah berencana menciptakan kawasan yang mengintegrasikan pertanian, perkebunan, dan peternakan atau food estate guna menjamin kebutuhan dan ketahanan pangan Nasional di Kalimantan Tengah. Namun sebagian pihak merasa wacana ini dapat mengancam hilangnya potensi lahan. 

Dikutip dari Kompas.com, Manajer Pengelolaan Pengetahuan Yayasan Madani Berkelanjutan Anggalia Putri, mengatakan bahwa jika melihat dari Area of Interest (AOI) food estate di empat provinsi, lebih dari 1,57 juta hektar merupakan hutan alam dan hampir 40 persen tersebar di fungsi ekosistem gambut. Seandainya area itu dibuka dapat melepaskan karbon dalam jumlah besar dan menghambat ketercapaian komitmen iklim Indonesia khususnya di sektor kehutanan.

Tak hanya Kalimantan, kawasan Papua, Nusa Tenggara Timur dan Sumatra Selatan juga akan menjadi target food estate berikutnya. Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa menyampaikan, pengelolaan sagu oleh masyarakat Papua sudah sustainable, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yang perlu dikhawatirkan adalah jika lahan sagu beralih fungsi, misalnya menjadi lahan properti komersial atau kawasan industri berskala besar. Selain membuat bumi jadi makin panas, emisi karbon juga mendorong perubahan iklim yang ujung-ujungnya bisa mendatangkan bencana alam bagi lingkungan hidup dan manusia.

Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Properti Market Index Q1 2021, untuk indeks tren harga di Kalimantan Timur hingga Q4 2020 bisa dibilang sangat positif di masa pandemi ini. 

“Tercatat indeks harganya ada di angka 127,2, naik sekitar 6,35% secara kuartalan (QoQ) jika dibandingkan Q4 2020 yang indeksnya di angka 119,6. Secara tahunan atau Year on Year, indeks di Q4 2020 juga naik sebanyak 8,61% jika dibandingkan Q4 2019 yang indeksnya 117,1,” ungkap Marine. Hal ini mungkin diperkuat dengan keyakinan para developer properti untuk mulai menggarap proyek di kawasan ini.

Inspirasi Solusi Banjir Jakarta dari Jepang

Inspirasi Solusi Banjir Jakarta dari Jepang

Tokyo merupakan kota dengan pertemuan banyak sungai dan pernah banjir. Pemerintah setempat membuat sumur bawah tanah dengan ukuran raksasa agar dapat menampung ribuan kubik air.

Ketua Dewan Pembina Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat membuat  bendungan bawah tanah raksasa sebagai sistem pengendali banjir, alih-alih sumur resapan.

Tokyo merupakan kota dengan pertemuan banyak sungai dan pernah banjir. Pemerintah setempat membuat sumur bawah tanah dengan ukuran raksasa agar dapat menampung ribuan kubik air. Dilansir dari Kompas,  konsep ini disebut parthenon.

Air hujan yang biasa menggenangi ibu kota akan masuk terlebih dahulu ke bendungan tersebut. Sehingga, dapat menghindarkan wilayah pemukiman dari banjir. Setelah hujan reda, air tersebut bisa dipompa, dan dikeluarkan lagi ke sungai, tapi besarnya luar biasa. Bukan sumur resapan yang kecil. 

Di dalam bendungan ini terdapat pilar-pilar besar seberat 500 ton, masing-masing menopang waduk utama berupa tangki beton sepanjang dua kali lapangan bola. Selanjutnya, di atas tanah terdapat bangunan seperti katedral yang membentuk reservoir utama tangki banjir.

Jika mengacu pada Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021, Marine menambahkan, maka yang menjadi pertimbangan utama dalam membeli properti adalah status kepemilikan. Faktor ini dipilih oleh 63% responden. Selanjutnya adalah harga (48%), dan fasilitas yang ditawarkan hunian tersebut (41%).

Mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Properti Sepekan: Bedah Rumah ala Pemerintah dan Konsumsi Air Meningkat Selama Pandemi

Bedah Rumah ala Pemerintah melalui BSPSKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki program bantuan lain untuk mewujudkan impian Anda memiliki rumah sendiri, yaitu bedah rumah melal

Lanjutkan membacaMaret 1, 2021

Properti Sepekan: Izin Bangun Rumah 14 Hari, Tol Serpong-Pamulang Bisa Dilintasi Lebaran 2021

Izin Bangunan Rumah Hanya 14 HariPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan kemudahan perizinan bagi bangunan gedung dan perumahan di Jakarta. Peraturan ini akan menjadi basis alur perizinan

Lanjutkan membacaFebruari 22, 2021

Properti Sepekan: Konsumen Tak Perlu Bayar Uang Muka, WFH Bikin Perusahaan Pangkas Sewa Kantor

Penanganan Banjir Kini Tak Kenal Batasan AdministrasiBanjir yang mengguyur kawasan Jabodetabek bulan ini diwarnai perubahan kebijakan dari pemerintah pusat. Selama ini, pelaksanaan program penanganan

Lanjutkan membacaMaret 8, 2021

Properti Sepekan: Tahun Ini Tol Jagorawi Tersambung Ruas Cigombong-Cibadak, Beli Rumah Baru Pajaknya Gratis

Tahun Ini, Tol Jagorawi Tersambung Ruas Cigombong-CibadakPenantian warga Sukabumi dan Ciawi segera berakhir. Pembangunan Pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi II, Jawa Barat, dengan total panjang

Lanjutkan membacaMaret 15, 2021

Masukan