4.675 Akad KPR Subsidi Dilakukan Serentak Oleh Bank BUMN

Maret 31, 2021

RumahCom – Kalangan perbankan terus meningkatkan penyaluran KPR bersubsidi FLPP seperti yang dilakukan oleh Bank BNI. Bank BUMN ini melakukan akad kredit masal dan serentak untuk 4.675 kredit yang membuat bank ini di posisi  kedua terbesar bank penyalur KPR subsidi.

Program pembiayaan KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) telah menjadi penopang bisnis bagi kalangan pengembang maupun perbankan. Bank BNI misalnya, pada tahun ini mendapatkan kuota penyaluran KPR bersubsidi FLPP yang cukup besar dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bank BNI juga telah melakukan akad kredit secara masal dan serentak untuk sebanyak 4.675 debitur dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kegiatan akad kredit masal ini dipusatkan di Pendopo Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang diikuti juga di 56 kota lain di Indonesia.

Menurut Direktur Layanan dan Jaringan Bank BNI Ronny Venir, Bank BNI telah menyalurkan KPR FLPP sejak tahun 2011 lalu dan hingga akhir Desember 2020 telah menyalurkan FLPP mencapai Rp3,7 triliun. Dana sebesar ini untuk membiayai KPR kalangan MBR sebanyak 38.293 unit rumah.

“Untuk tahun 2021 ini kami mendapatkan alokasi kuota penyaluran FLPP dari PPDPP sebanyak 17.500 unit dengan nilai Rp2,5 triliun. KPR FLPP ini telah menjadi engine kredit konsumer Bank BNI dan telah menempatkan kami sebagai bank BUMN kedua terbesar yang menyalurkan KPR FLPP,” ujarnya.

Berbagai kota yang ikut menandatangani akad kredit masal ini mulai dari Medan, Tanjung Balai Asahan, Tebing Tinggi, Padang, Rengat, Tanjung Balai Karimun, Pekanbaru, Palembang, Jambi, Bengkulu, Tanjung Karang, Lubuk Linggau, Pangkal Pinang, Purwakarta, Cianjur, Garut, Sukabumi, Tasikmalaya,Sumedang, Majalaya, Semarang.

Kemudian dilakukan juga di Pekalongan, Tuban, Pamekasan, Gresik, Makassar, Sampit, Palangkaraya, Pangkalan Bun, Muara Teweh, Jabodetabek, Serang, Boyolali, Solo, Purbalingga, Wonosobo, Wonogiri, Probolinggo, Banyuwangi, Kediri, Manado, Tomohon, Gorontalo, Palu Sorong, hingga Jayapura.

Penandatanganan KPR FLPP masal ini juga turut dihadiri oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko D. Heripoerwanto, Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, hingga Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

Anne mengatakan, sebagai kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat, pihaknya terus memberikan dukungan berupa kemudahan regulasi dengan menyediakan Mall Pelayanan Publik untuk memudahkan proses perizinan. Untuk sektor perumahan telah diatur lima hal yaitu lebar akses jalan, pengelolaan sampah, fasilitas kesehatan warga, sanitasi, dan fasilitas keagamaan.

Banyak lika liku yang dihadapi saat membeli rumah namun tetap bisa terwujudkan. Simak cerita para pencari rumah di video singkat berikut ini.

“Kami berharap pemerintah pusat terus memperkuat regulasi yang dapat mewajibkan kalangan pengembang untuk melengkapi fasilitas umum dan fasilitas sosial di pengembangan proyeknya sehingga bisa menjamin kenyamanan masyarakat,” katanya.

Sementara menurut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Eko Haripoerwanto, saat ini sektor properti menjadi rigid sektor karena meliputi konstruksi dan real estat yang dapat menimbulkan multiplier effect atas pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan berbagai usaha mikro dan menengah khususnya di sektot bahan bangunan hingga tenaga kerja.

“KPR subsidi FLPP ini menjadi soko guru tumbuhnya perekonomian di Indonesia dan kami selalu mengapresiasi para stakeholder perumahan yang saat ini terus bahu membahu menjaga sektor perumahan ini tetap berjalan. Dana FLPP yang telah disalurkan PPDPP hingga 30 Maret ini mencapai Rp2,29 triliun untuk 21.030 unit rumah atau 13,5 persen dari target 2021,” pungkasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

NTB Dapat Bantuan PSU Sebanyak 2.063 Unit Rumah

RumahCom – Pemerintah telah menganggarkan program bantuan PSU untuk sebanyak 262.345 unit rumah dengan anggaran senilai Rp3,9 triliun hingga tahun 2024 mendatang. Salah satu wilayah yang menjadi pri

Lanjutkan membacaMaret 30, 2021

Kolaborasi Developer-Bank, Permudah Milenial Beli Rumah

RumahCom – Kolaborasi dua perusahaan BUMN antara pengembang Perumnas dan Bank BNI kembali menjalin kerja sama untuk pembiayaan produk-produk Perumnas. Dengan kerja  sama ini bisa dihadirkan banyak

Lanjutkan membacaMaret 30, 2021

Ini Beberapa Kelebihan Jalur Pansela Dibandingkan Pantura

RumahCom – Kementerian PUPR terus mendorong masyarakat untuk menggunakan jalur pantai selatan (Pansela) sebagai alternatif jalur Pantura. Jalur Pansela juga memiliki beberapa kelebihan seperti keman

Lanjutkan membacaMaret 31, 2021

Produk Rumah Sehat Kompak Yang Terjangkau Kian Digemari Saat Pandemi

RumahCom – Pengembang Ciputra Group kembali mencatatkan kesuksesan untuk peluncuran klaster rumah kompak di CitraRaya Tangerang. Konsep pengembangan yang menawarkan rumah sehat, segmen harga, fasili

Lanjutkan membacaMaret 31, 2021

Pemerintah Bangun Rusun Untuk Pelajar, Dukungan Sektor Pendidikan Hingga Pembiasaan Berhunian Vertikal

RumahCom – Kementerian PUPR bukan hanya membangun rumah susun untuk kalangan pekerja maupun keluarga tapi juga kalangan pelajar. Beberapa manfaat dengan membangun Rusun untuk kalangan pelajar yaitu

Lanjutkan membacaMaret 31, 2021

Masukan