Beberapa Negara Yang Berlakukan Layanan Pertanahan Elektronik Seperti Indonesia

April 7, 2021

RumahCom – Layanan pertanahan terus didorong dengan menerapkan aplikasi teknologi untuk menjamin kecepatan, keamanan, serta transparansi. Beberapa negara telah menerapkan layanan elektronik untuk bidang pertanahan seperti di Indonesia yang layanan pertanahannya 54 persenan telah menggunakan elektronik.

Teknologi telah mendorong berbagai hal menjadi lebih cepat, mudah, dan berbagai kepraktisan lainnya. Karena itu hampir semua hal saat ini telah melibatkan teknologi dan hal itu terus berkembang seiring perkembangan teknologi itu sendiri. Saat pandemi Covid-19 misalnya, peran teknologi menjadi kian penting termasuk untuk sektor pertanahan.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menjadikan teknologi sebagai dasar untuk melakukan berbagai layanan pertanahan sehingga memudahkan, praktis, dan transparan. Layanan digital yang disebut Digital Melayani (Dilan) terus diupayakan dalam hal pelayanan publik sehingga bisa mengurangi tatap muka dan hal ini menjadi lebih penting diterapkan saat situasi pandemi.

Menurut Staf Khusus Menteri ATR/BPN Bidang Pengembangan Teknologi Informasi Della R. Abdullah, Kementerian ATR/BPN terus mengupayakan layanan digital dan saat ini telah ada empat layanan pertanahan yang bisa dilakukan dengan berbasis elektronik.

“Beberapa layanan yang sudah bisa dilakukan dengan basis elektronik yaitu hak tanggunga, informasi zona nilai tanah (ZNT), pengecekan sertifikat tanah, dann pembuatan surat keterangan pendaftaran tanah. Keempat layanan berbasis elektronik ini sudah berlaku di seluruh kantor pertanahan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Perkembangan teknologi ini pada dasarnya untuk mengintegrasikan layanan dari konvensional menjadi digital dan untuk itu tentunya membutuhkan peningkatan mutu layanan. Dengan berbasis digital, seluruh layanan pertanahan bisa memberikan keamanan sehingga lebih dipercaya oleh masyarakat.

Della menyebut beberapa contoh penerapan layanan pertanahan berbasis elektronik di luar negeri. Negara-negara seperti Korea Selatan, Australia, Turki, Malaysia, Selandia Baru, maupun Singapura telah menerapkan layanan digital hingga menerapkan sertifikat tanah elektronik.

Di Korea Selatan, digitalisasi sertifikat tanah telah dimulai sejak tahun 1998 oleh instansi yang disebut Korea Land Information System yang bertugas untuk melakukan duplikasi dan konsistensi data pertanahan.

Selandia Baru memberlakukan sertifikat tanah elektronik sejak tahun 1996 dan salah satu terobosan negara ini yaitu platform data pertanahannya bisa diakses oleh publik termasuk berbagai peta dan data topografi serta melakukan e-dealing untuk transaksi pertanahan secara online.

Sebelum membeli tanah, sebaiknya Anda cek dulu legalitas atau keabsahan tanah tersebut. Caranya? simak penjelasan di video berikut ini.

Di Malaysia saat ini tengah merintis program sertifikat elektronik yang memulai proses digitalisasi data pertanahan sejak tahun 2018. Penerapan digitalisasi  pertanahan di Malaysia  memunculkan beberapa aplikasi seperti e-Tanah, e-Kadaster, serta MyGeoName.

Di Kementerian ATR/BPN sendiri pelayanan digital seperti ini bukan hal baru dan kenyataan bahwa 54,1 persen dari total layanan pertanhanan di Kementerian ATR/BPN telah dilaksanakan secara elektronik. Pemerintah juga terus melakukan berbagai transformasi dari sertifikat analog menjadi sertifikat elektronik.

“Tapi akhirnya penerapan sertifikat elektronik yang telah dirintis akhirnya harus ditunda karena berbagai reaksi pro-kontra khususnya masih banyaknya kesalahpahaman terkait penerapan konsep ini di masyarakat. Kami menganggap ini sebagai challenge dan ke depannya akan terus meyakinkan bahwa penerapan digitalisasi ini merupakan keniscayaan,” bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

15 Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah Per Juni 2021

RumahCom – Di bulan Juni 2021, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga KPR rendah. Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan KPR, kesempatan bagus ini tentu sayang jika dilewatkan begitu s

Lanjutkan membacaJuni 7, 2021

Bekasi Terus Diburu, Pengembang Kejar Target

RumahCom – Tren Indeks Harga Properti di Bekasi pada kuartal tiga (Q3) 2020 mencapai angka 119,6 yang menjadi raihan tertinggi selama tiga tahun belakangan. Dinamika pasar properti di Kota Patriot i

Lanjutkan membacaApril 5, 2021

Banyak Relaksasi Di Sektor Properti Tapi Apa Masyarakat Tahu?

RumahCom – Pemerintah telah mengeluarkan banyak relaksasi dan stimulus untuk sektor properti untuk memajukan sektor bisnis. Hanya saja masih banyak masyarakat yang belum mengetahui berbagai program

Lanjutkan membacaApril 6, 2021

Bocoran Pengembang Bisa Tetap Laris Jualan Saat Pandemi

RumahCom – Beberapa pengembang tetap bisa membukukan penjualan yang baik saat situasi bisnis sulit karena pandemi. Ciputra Group misalnya, cukup sukses memasarkan dua klaster di township CitraRaya T

Lanjutkan membacaApril 6, 2021

Dapat Pinjaman Sindikasi Rp3,28 Triliun, Tol Serpong-Balaraja Segera Beroperasi

RumahCom – Jalan tol Serpong-Balaraja mendapatkan suntikan kredit sindikasi senilai triliunan rupiah untuk pembangunan jalan tol yang akan memudahkan akses kawasan Tangerang Selatan, Tangerang, hing

Lanjutkan membacaApril 7, 2021

Masukan