Dry Dam Ini Untuk Pengendali Banjir Jakarta Sekaligus Ecotourism Park

April 16, 2021

RumahCom – Bendungan kering atau dry dam yang saat ini tengah dibangun Kementerian PUPR akan memiliki multifungsi sebagai pengendali banjir, perlindungan ekosistem, kawasan konservasi, hingga tempat wisata. Bendungan Sukamahi ini juga menjadi dry dam pertama yang dibangun di Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengembangkan konsep ecotourism park atau taman ekowisata dengan memanfaatkan kawasan konservasi pada Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal ini membuat pembangunan bendungan tidak hanya sebagai pengendalian banjir di Jakarta tapi juga pengembangan ekowisata kawasan Puncak, Bogor, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam sekaligus perlundungan ekosistem.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, tujuan utama dari pengembangan ecotourism park ini memiliki banyak fungsi mulai mempromosikan kawasan, meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar, hingga mengembangkan potensi dengan cara yang berkelanjutan (sustainable).

“Konsep Taman Ekowisata Bendungan Sukamahi ini akan memanfaatkan kawasan terpadu pada bendungan itu sendiri seperti  konservasi alam pada area sabuk hijau (greenbelt) yang dikembangkan menjadi forest conservation park atau hutan konservasi. Tempat ini akan memiliki fungsi utama untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan tumbuhan khas setempat seperti pohon Suren, Damar, dan lainnya,” ujarnya.

Lebih dari itu, kawasannya juga akan dilengkapi dengan fasilitas garden in the forest, trail-track, rest area, dek wisata, toilet, signage dan pusat informasi, dan lainnya. Dengan penataan seperti ini kawasan bendungan bisa berfungsi untuk kegiatan wisata seperti outdoor recreation, bushwalking, jogging, cycling, horse riding, bird watching, dan sebagainya.

Secara teknis, pengembangan ekowisata Bendungan Sukamahi ini akan memanfaatkan badan air bendungan menjadi natural river valley basin. Bendungan Sukamahi akan berfungsi sebagai pengendali banjir dengan menerapkan konsep bendungan kering atau dry dam sehingga saat awal musim hujan elevasi muka air waduk diatur berada pada elevasi yang rendah atau kosong. Saat nanti terjadi hujan, debit air yang lebih besar ini akan langsung diteruskan ke hilir.

Manfaat bendungan kering seperti ini juga bisa dikembangkan menjadi area penampungan air pada saat hujan dan area lansekap pada saat kering. Lansekap yang dikembangkan dapat berupa tanaman yang memiliki toleransi genangan dan mampu self regenerated seperti tanaman Datura.

Pengaturannya seperti ini, untuk kawasan konservasi pada aliran Sungai Ciliwung dari bagian hulu Bendungan Sukamahi hingga hilir dikembangkan menjadi natural creek. Area genangan atau pasang surut bagian hulu Sungai Ciliwung dengan pemandangan ekosistem alami sungai dapat sebagai wisata river valley. Selanjutnya aliran sungai anak Ciliwung berupa hutan lansekap pada bantaran sungai dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata susur sungai.

Bendungan Sukamahi ini memiliki volume tampung sebesar 1,68 m3 dan luas area genangan 5,23 ha. Pembangunan bendungan ini sudah direncanakan sejak tahun 1990-an dan mulai dibangun pada tahun 2017 lalu dengan progres konstruksi hingga saat ini mencapai 71,21 persen.

“Bendungan kering Sukamahi ini menjadi dry dam pertama yang dibangun di Indonesia dengan nilai kontrak Rp447,39 miliar dengan kontraktor PT Wijaya Karya-Basuki KSO. Bendungan ini bukan untuk keperluan irigasi atau air baku tapi untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir,” jelas Basuki.

Nantinya untuk Taman Ekowisata di bendungan ini juga bisa dikembangkan sebagai pusat budidaya tanaman hidroponik dan aquaponik sekaligus sebagai tempat wisata edukasi dengan suasana alam. Pengunjung bisa menikmati view Gunung Gede, Pangrango, dan Gunung Salak dengan akses dengan kendaraan bermotor, sepeda, maupun jalan kaki. Nantinya kawasan ini juga akan terhubung dengan spot-spot menarik seperti Dam Recreation Circle Drive.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pensertifikatan Tanah Beres Tahun 2025, Tidak Akan Ada Lagi Konflik Pertanahan

RumahhCom – erja sama Kementerian ATR/BPN dan Kepolisian terus berlanjut untuk penyelesaian berbagai masalah pertanahan dan mafia tanah. Kementerian ATR/BPN akan menyelesaiakan permasalahan di hulu

Lanjutkan membacaApril 15, 2021

Menggunakan Material Precast Bisa Bangun Rumah 75 Hari Untuk Dapatkan Pembebasan PPN

RumahCom – Pengembang terus memanfaatkan berbagai insentif yang diberikan pemerintah seperti pembebasan PPN untuk rumah seharga di bawah Rp2 miliar. Karena berbatas waktu, pengembang membangun produ

Lanjutkan membacaApril 15, 2021

Rumah Yang Adaptif Terhadap Pandemi Lebih Digemari

RumahCom – Pandemi Covid-19 telah membuat beberapa produk lebih dipilih oleh konsumen dan pengembang memfokuskan pada pemasaran produk tersebut. Summarecon Bandung cukup sukses meluncurkan klaster b

Lanjutkan membacaApril 15, 2021

Berdampak Positif, Pemerintah Didorong Keluarkan Lagi Stimulus Properti

RumahCom – Berbagai kalangan mengapresiasi stimulus yang diberikan pemerintah untuk sektor properti. Konsultan properti JLL mendorong agar pemerintah mengeluarkan lagi relaksasi maupun stimulus untu

Lanjutkan membacaApril 16, 2021

Masukan