BI: Sektor Properti Digas Pol

Mei 27, 2021

RumahCom – Banyaknya sektor terkait yang akan ikut berkembang saat bisnis properti maju membuat pemerintah fokus pada sektor riil ini. Bank Indonesia (BI) ikut mendukung perbaikan di sektor properti dengan merelaksasi LTV dan lainnya yang membuat sektor ini terus didorong supaya terus meningkatkan transaksinya.

Ada banyak indikator positif untuk perekonomian setelah terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19. Bahkan untuk sektor riil seperti bisnis properti di dalamnya, tanda-tanda pemulihan yang terjadi di pasar lebih baik lagi dan hal ini diharapkan bisa terus mendorong semakin positifnya perekonomian nasional.

Pandemi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun dan telah dimulainya program vaksin secara global, membuat pasar menjadi lebih konfiden dan beberapa sektor perekonomian terus menunjukan tanda-tanda pemulihan yang semakin progresif. Hal itu juga dipaparkan oleh Bank Indonesia (BI) dalam acara AskGuru Webinar Review Property Market Q1 2021 di Tengah Upaya Kebangkitan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan oleh Rumah.com

Menurut Asisten Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Dhaha P. Kuantan, secara umum negara-negara yang telah melakukan program vaksin seperti di Indonesia relatif lebih baik pemulihan perekonomiannya dan karena itu berbagai risiko perlu terus dicermati khususnya terkait efektivitas vaksin, distribusi, mutasi virus, hingga berbagai mitigasinya.

“Kita bisa lihat sektor riil telah mulai pulih malah beberapa perusahaan telah memiliki likuiditas yang tinggi dan itu juga tercermin dari belanja konsumsi rumah tangga yang juga terus membaik. Sektor perbankan juga memiliki profitabilitas terjaga bahkan likuiditas melimpah dan saat ini ada masalah di intermediasi yang harus dikelola supaya likuiditas melimpah ini bisa berperan maksimal,” ujarnya.

Cek lima langkah mudah mengurus balik nama sertifikat rumah lewat video berikut ini.

Sektor riil dengan berbagai perusahaan telah menunjukan angka penjualan yang terus bergerak normal. Likuiditas ini juga termasuk kemampuan membayar berbagai kewajiban yang terjaga saat situasi ekonomi berat ditambah level belanja  rumah tangga yang sudah cukup membaik untuk segmen middle hingga lower yang juga terus menunjukan perbaikan.

Untuk sektor properti, Dhaha menyebut situasinya seperti industri otomotif yang terus beranjak normal dengan berbagai indikator yang ada. Pemerintah juga sangat menyadari tren perbaikan untuk sektor properti dengan terus memberikan berbagai insentif karena sektor ini memiliki industri ikutan yang besar mencapai 174 industri.

Banyaknya industri  ikutan properti ini menjadikan sektor ini dijadikan pendorong yang memiliki backward-forward linked untuk terus mendorong perbaikan perekonomian nasional. Properti juga menyerap tenaga kerja sangat besar mencapai lebih dari 30 juta tenaga kerja.

Bahkan, sektor properti untuk segmen lower sekalipun tetap memiliki daya dorong yang baik untuk perekonomian nasional. Hal ini kembali ke berbagai sektor lain yang menjadi ikutannya. Properti yang meningkat akan membuat pabrik semen meningkatkan kapasitas produksinya belum sektor lainnya. Karena itu sangat jelas kalau pemerintah sangat fokus untuk perbaikan sektor ini.

“Itu termasuk BI yang juga fokus untuk terus mendorong sektor ini maju seperti kebijakan loan to value (LTV) hingga berbagai kemudahan untuk pembiayaan produk properti indent. Bank yang memiliki syarat khusus untuk menyalurkan depe nol persen juga dibuat kriteria khusus untuk memudahkan masyarakat membeli properti. Jadi ini istilahnya kita sudah gas pol  untuk kemajuan sektor properti,”  tandasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Indeks Harga Apartemen Turun, Rumah Tapak Naik Tipis, Saat Bagus Beli Properti

RumahCom – Periode Q1 2021 mencatatkan penurunan indeks harga properti dan kenaikan suplai yang membuat harga menjadi terkoreksi. Rangkuman Review Property Market Q1 2021 dari Rumah.com ini menjadi

Lanjutkan membacaMei 25, 2021

Kampung Pelangi Semarang yang Ikonik Dipercantik Ulang

RumahCom -  Kampung Pelangi Semarang memang bukan kampung sembarang, setiap sudutnya yang dicat warna-warni sehingga kaya visual warna membuat kampung yang berada di Jalan DR. Sutomo Nomor 89, Randus

Lanjutkan membacaMei 26, 2021

Insentif PPN Digabung Promo Pengembang, Ini Kemudahan Beli Apartemen Yang Ditawarkan

RumahCom – Insentif pembebasan PPN dan berbagai kemudahan yang ditawarkan pengembang menjadi waktu tepat untuk memberli produk properti saat ini. Bundling insentif dan promo pengembang ini akan mer

Lanjutkan membacaMei 27, 2021

Pemda Digandeng Untuk Mencari Alternatif Pembiayaan Rumah Rakyat

RumahCom – PPDPP terus mencari alternatif pendanaan KPR subsidi FLPP dari saat ini porsinya 75:25 antara PPDPP dan bank pelaksana. Salah satunya inisiasi kerja sama dengan pemda seperti Provinsi Jaw

Lanjutkan membacaMei 27, 2021

750 Unit Rumah Tidak Layak Huni Di Provinsi Riau Kini Sudah Lebih Baik

RumahCom – Kementerian PUPR kembali melaksanakan program bedah rumah untuk rumah-rumah yang tidak layak huni di Provinsi Riau. Di wilayah ini program bedah rumah dilaksanakan untuk 750 unit rumah di

Lanjutkan membacaMei 27, 2021

Masukan