RumahCom – Penyerapan anggaran untuk program perumahan terserap 37,36 persen dari total anggaran sebesar Rp7,44 persen dan progres fisik mencapai hampir 34 persen. Ditjen Perumahan akan terus mendorong serapan anggaran maupun progres fisik program perumahan.

Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan penyerapan anggaran perumahan untuk program perumahan tahun ini. Hingga periode triwulan kedua 2021 atau pada awal Juni, dari total anggaran Ditjen Perumahan sebesar Rp7,44 triliun progresnya telah terserap mencapai 37,36 persen dan progres fisik 33,94 persen.

“Capaian program perumahan Kementerian PUPR terus meningkat apalagi dengan dukungan dari Komisi V DPR sehingga semua pelaksanaan program perumahan di lapangan bisa berjalan dengan baik. Memasuki periode semester kedua tahun ini kita dorong terus sehingga anggaran perumahan bisa terserap lebih cepat,” ujar Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Menurut Khalawi, capaian program perumahan pada tahun ini lebih baik dibandingkan capaian tahun lalu untuk periode yang sama. Berdasarkan data, tahun lalu pada bulan Juni, capaian pembangunan fisik baru mencapai 18,57 persen dan progres keuangan sebesar 19,29 persen.

Ditjen Perumahan juga pada tahun ini mendapatkan anggaran lain untuk program padat karya sebesar Rp600 miliar. Program ini diberikan dengan format cash for work sehingga bisa mendorong perekonomian masyarakat di bawah dan karenanya program ini dijalankan untuk mempercepat program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Banyak lika liku yang dihadapi saat membeli rumah namun tetap bisa terwujudkan. Simak cerita para pencari rumah di video singkat berikut ini.

 

Untuk anggaran cash for work ini ditetapkan melalui Surat Menteri Keuangan No. S-108/MK.2/2021 tanggal 3 Juni 2021 perihal penetapan satuan anggaran bagian anggaran pengelolaan belanja lainnya. Anggaran ini memang difokuskan untuk mendukung program PEN tahun anggaran 2021.

Anggaran sebesar Rp600 miliar ini penggunaannya juga dibagi dua yaitu untuk kegiatan padat karya rumah swadaya dan kegiatan padat karya rumah khusus masing-masing sebesar Rp300 miliar. Program padat karya maupun PEN rumah swadaya yang menjadi tugas Ditjen Perumahan ini untuk menyasar sekitar 11.600 unit rumah tidak layak huni di berbagai wilayah Indonesia.

“Khusus untuk program dan anggaran PEN ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 23.200 orang. Sementara itu untuk kegiatan padat karya PEN rumah khusus diharapkan bisa membangun sebanyak 1.457 unit rumah dan menyerap tenaga kerja hingga 5.828 orang sehingga program ini juga bisa dimaksimalkan untuk membuka lapangan pekerjaan khususnya di masa sulit pandemi Covid-19,” jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR