Bank Tanah Ditargetkan Operasional Tahun Depan

Juni 12, 2021

RumahCom – Bank tanah terus menjadi isu yang hangat sejak beberapa tahun terakhir dan Kementerian ATR/BPN memastikan bank tanah akan efektif mulai tahun depan. Saat ini masih terus disusun berbagai aturan perundangan dari PP bank tanah yang telah terbentuk diikuti dengan perpres dan aturan lainnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Abdul Djalil memastikan program bank tanah akan mulai efektif dikerjakan tahun depan. Konsep bank tanah pada tahun ini masih terus dilakukan berbagai persiapan awal dan ditargetkan bisa terlaksana pada tahun depan.

“Sejauh ini pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang pelaksanaan proyek bank tanah melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 64 Tahun 2021 tentang badan bank tanah yang baru berlaku akhir April lalu. Namun begitu untuk pelaksanaannya masih dibutuhkan aturan lain seperti peraturan presiden (Perpres) dan lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan PP mengenai bank tanah yang telah terbit, nantinya bank tanah akan bertanggung jawab langsung kepada presiden melalui Komite Bank Tanah. Komite tersebut selanjutnya akan mengemban tugas untuk menetapkan berbagai kebijakan strategis seputar bank tanah. Sofyan sendiri telah ditunjuk sebagai ketua sekaligus anggota komite tersebut beberapa menteri dan pejabat terkait lainnya.

PP yang sudah tersedia dan tinggal beberapa aturan turunan lain seperti perpres untuk kelembagaan masih terus disiapkan. Beberapa masukan juga terus disaring termasuk dari masyarakat dan setelah nanti bank tanah ini beroperasi pada tahun depan bisa langsung bekerja efektif seperti yang diharapkan UU.

Program bank tanah sendiri telah masuk ke dalam program kerja Kementerian ATR/BPN untuk tahun anggaran 2022. Lembaga bank tanah ini juga sebagai perwujudan dari amanat UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang salah satunya diarahkan untuk mempermudah bisnis.

Nantinya bank tanah akan diberikan wewenang khusus untuk menjamin ketersediaan untuk berbagai proses pembangunan. Penekanan lainnya, bank tanah haruslah berkeadilan untuk kepentingan umum, kepentingan sosial, kepentingan pembangunan nasional, pemerataan ekonomi, konsolidasi lahan, dan reforma agraria.

“Untuk kepentingan umum misalnya, bank tanah akan mendapatkan mandat untuk mendukung ketersediaan tanah guna berbagai program pembangunan infrastruktur yang tersebar di seluruh pelosok. Mulai dari pembangunan jalan, bendungan, pelabuhan, bandara, rumah sakit, sekolah, kantor pemerintah, hingga pasar, atau kebutuhan lainnya,” bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Mau Investasi Properti Dengan Mudah, Bisa Dimulai Dari Rumah Seken

RumahCom – Tidak perlu ragu untuk memulai investasi properti, salah satunya dengan mencari rumah seken yang harganya murah, renovasi kecil, dan dijual kembali. Keuntungan 20-30 persen bisa diraih da

Lanjutkan membacaJuni 10, 2021

Demi Kelancaran Pembangunan, Sektor Pertanahan Dan Tata Ruang Harus Lebih Baik

RumahCom – Kementerian ATR/BPN terus melakukan sosialisasi terkait pengendalian dan penertiban tanah dan ruang khususnya untuk kelancaran program pembangunan dan mengurangi potensi konflik pertanaha

Lanjutkan membacaJuni 11, 2021

Anggaran Diperketat, Tahun Depan Tidak Ada Proyek Infrastruktur Baru

RumahCom – Berbagai pengetatan anggaran untuk program kerja tahun 2022 akan berimbas pada pengerjaan proyek infrastruktur. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR misalnya, tidak lagi mengerjakan proyek

Lanjutkan membacaJuni 11, 2021

Pengembang Kian Pede Lansir Produk Komersial

RumahCom – Pengembang mulai menawarkan jenis produk yang lebih beragam di tengah situasi pandemi. Hal ini tidak terlepas dari berbagai adaptasi maupun penyesuaian di sektor properti sehingga produk

Lanjutkan membacaJuni 11, 2021

Masukan