Pengembang Manfaatkan Stimulus PPN Untuk Tingkatkan Penjualan

Juni 14, 2021

RumahCom – Kalangan pengembang terus memanfaatkan stimulus pembebasan PPN 10 persen yang membuat produk ready stock-nya bisa dipasarkan lebih murah. Township Harvest City salah satu yang sukses penjualannya dengan adanya stimulus ini ditambah dengan promo dari pengembang sehingga penjualannya meningkat sejak April lalu.

Kalangan pengembang terus memanfaatkan stimulus fiskal pembebasan PPN 10 persen untuk produk properti yang siap huni (ready stock) seharga maksimal Rp2 miliar. Dengan stimulus ini masyarakat bisa membeli produk properti, perumahan misalnya, dengan harga yang lebih murah 10 persen dan bila ditambah dengan tambahan promo dari pengembangnya maka harganya bisa lebih ringan lagi.

Salah satu yang memanfaatkan stimulus ini yaitu di township Harvest City (1.350 ha) di Jalan Raya Transyogi yang memanfaatkan relaksasi bebas PPN 10 persen. Harvest City juga menawarkan banyak produk ready stock sehingga masyarakat bisa langsung menghuni rumahnya.

Menurut CEO  Harvest City Hendry Nurhalim, konsumen bisa mendapatkan diskon langsung dari price list mencapai Rp40 juta hingga Rp100 juta hingga akhir Agustus 2021 atau batas waktu penerapan stimulus PPN dari pemerintah. Produk seperti ini juga menjadi salah satu produk yang banyak dicari oleh masyarakat.

“Kami punya produk yang beragam dari harga Rp400 juta hingga Rp1,3 miliar dan pembeli bisa mendapatkan rumah cukup dengan hanya membayar depe dan akad kredit. Dengan pembebasan PPN 10 persen ditambah subsidi biaya KPR 4 persen dan uang muka 5 persen dari kami konsumen bisa mengakses rumah ini jauh lebih ringan,” ujarnya.

Ada banyak insentif yang diberikan Harvest City untuk semakin memudahkan konsumen bisa memiliki rumah secepat mungkin. Misalnya pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), gratis biaya pengurusan sertifikat hak milik, dan lainnya. Total biaya-biaya yang digratiskan ini mencapai nilai Rp40 juta hingga lebih dari Rp100 juta tergantung harga unit rumahnya.

Berbagai kemudahan ini juga telah mendongkrak angka penjualan Harvest City khususnya dengan momentum pembebasan PPN yang juga didukung dengan tren suku bunga yang terus turun. Karena itu Harvest City menargetkan angka penjualan mencapai Rp300 miliar pada tahun ini.

GM Marketing & Sales Harvest City Rymond Santoso mangatakan, Harvest City juga tengah menawarkan produk terbaru yang merupakan andalan saat situasi pandemi Covid-19 yaitu hunian yang dikonsep smart home di Klaster Sakura Indica. Produk baru ini dirilis untuk memenuhi pasar dengan segmen Rp500 juta hingga Rp800 juta yang pasarnya cukup besar.

“Klaster rumah pintar Sakura Indica ini dibangun di atas lahan seluas 5 ha dan rencananya akan dibangun sebanyak 400 unit. Untuk unit di klaster terbaru ini masyarakat bisa mendapatkan diskon hingga lebih dari Rp50 juta bahkan untuk rumah yang harganya Rp800 juta diskonnya bisa lebih dari Rp100 juta,” katanya.

Respon untuk klaster terbaru ini juga cukup baik dengan angka penjualan telah mencapai 12 unit dari 20 unit yang ditawarkan untuk tahap pertama. Harvest City juga memberikan diskon sebesar 4 persen untuk produk  indent, subsidi biaya KPR, dan hadiah voucher belanja senilai Rp5 juta.

“Penjualan kami meningkat sejak bulan April 2021 atau setelah pemberlakuan stimulus pembebasan PPN. Kalangan konsumen yang membeli juga 69 persen dari kalangan milenial dan itu sesuai dengan target pasar yang kami sasar karena kebutuhan untuk kalangan ini memang besar,” beber Rymond.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Demi Kelancaran Pembangunan, Sektor Pertanahan Dan Tata Ruang Harus Lebih Baik

RumahCom – Kementerian ATR/BPN terus melakukan sosialisasi terkait pengendalian dan penertiban tanah dan ruang khususnya untuk kelancaran program pembangunan dan mengurangi potensi konflik pertanaha

Lanjutkan membacaJuni 11, 2021

Anggaran Diperketat, Tahun Depan Tidak Ada Proyek Infrastruktur Baru

RumahCom – Berbagai pengetatan anggaran untuk program kerja tahun 2022 akan berimbas pada pengerjaan proyek infrastruktur. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR misalnya, tidak lagi mengerjakan proyek

Lanjutkan membacaJuni 11, 2021

Pengembang Kian Pede Lansir Produk Komersial

RumahCom – Pengembang mulai menawarkan jenis produk yang lebih beragam di tengah situasi pandemi. Hal ini tidak terlepas dari berbagai adaptasi maupun penyesuaian di sektor properti sehingga produk

Lanjutkan membacaJuni 11, 2021

Bank Tanah Ditargetkan Operasional Tahun Depan

RumahCom – Bank tanah terus menjadi isu yang hangat sejak beberapa tahun terakhir dan Kementerian ATR/BPN memastikan bank tanah akan efektif mulai tahun depan. Saat ini masih terus disusun berbagai

Lanjutkan membacaJuni 12, 2021

1.805 Unit Rumah Di Kabupaten Bandung Dapat Jatah Program Bedah Rumah

RumahCom – Program bedah rumah kembali dilakukan Kementerian PUPR di wilayah Kabupaten Bandung. Program ini bisa disinkronkan dengan program perumahan pemerintah daerah sehingga bisa lebih banyak la

Lanjutkan membacaJuni 12, 2021

Masukan