656 Unit Rumah Tidak Layak Huni Di Labuan Bajo Dijadikan Homestay

Juni 15, 2021

RumahCom – Berbagai program perumahan dari Kementerian PUPR terus dilakukan salah satunya program Sarhunta yang menata rumah tidak layak huni menjadi lebih baik sekaligus dijadikan homestay untuk menggiatkan sektor wisata. Konsep ini dilakukan di kawasan pariwisata Labuan Bajo sehingga masyarakat memiliki penghasilan tambahan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan program sarana hunian pariwisata (Sarhunta) sebanyak 656 unit di destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sarhunta di Labuan Bajo ini diharapkan bisa mendorong geliat pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian masayrakat.

Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, program Sarhunta dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keswadayaan masyarakat untuk mewujudkan rumah layak huni dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lokasi destinasi pariwisata prioritas.

“Untuk melancarkan program ini diperlukan pemenuhan akses bagi masyarakat terhadap rumah sebagai pendukung kegiatan pariwisata. Sarhunta dibangun sebagai upaya mengoptimalkan fungsi hunian dan membentuk konektivitas antar bangunan sekaligus penataan lingkungan berbasis pada pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Bukan hanya membangun Sarhunta, Ditjen Perumahan juga telah menyiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk usaha pondok wisata (homestay) dan usaha pariwisata lainnya dalam mendukung kawasan strategis pariwisata nasional.

Lokasi kegiatan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk usaha pondok wisata dan usaha pariwisata lainnya dalam mendukung kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) tahun 2020 dilaksanakan di lima destinasi pariwisata prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Lombok-Mandalika, Labuann Bajo, dan Manado-Likupang.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahaan (P2P) Nusa Tenggara II Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Yulina D. Bunga mengatakan, 656 unit Sarhunta dibangun sebagai dukungan terhadap daerah wisata super prioritas Labuan Bajo. 656 unit Sarhunta ini dibangun dengan anggaran lebih dari Rp53 miliar.

“Program Sarhunta ini sekaligus untuk peningkatan kualitas hunian di Labuan Bajo dan juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Jadi ini untuk mendorong sektor pariwisata Indonesia yang terus menggeliat di masa pandemi Covid-19 dan kami mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas huniannya menjadi lebih layak huni khususnya untuk wisatawan lokal maupun internasional,” katanya.

Karena itu Balai P2P Nusa Tenggara II sebagai perwakilan dari Ditjen Perumahan Kementerian PUPR di wilayah NTT bersama pemerintah daerah setempat terus mendorong masyarakat untuk mengubah rumah yang sebelumnya tidak layak huni menjadi homestay sehingga bisa dimanfaatkan oleh wisatawan.

Program Sarhunta sendiri telah dilaksanakan di wilayah ini sejak tahun 2020 dan telah dilakukan di dua wilayah yaitu Kabupaten Manggarai Barat di empat kecamatan dan 12 desa dan Kabupaten Manggarai di satu kecamatan dan empat desa. Telah banyak juga wisatawan yang memanfaatkan Sarhunta ini sebagai homestay dan menjadi alternatif hunian yang lebih nyaman dan terjangkau.

Dampak lainnya, masyarakat menjadi memiliki pemasukan tambahan dari uang sewa homestay yang dikelolanya. Sebelumnya masyarakat hanya mengandalkan pendapatan dari hasil nelayan yang tidak seberapa dan tidak tetap. Dengan tempat tinggal yang dimanfaatkan sebagai homestay ini perekonomiannya bisa lebih terjamin.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Asuransi Untuk Properti

RumahCom – Perkembangan bisnis properti  khususnya sektor perumahan tidak diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk mengasuransikan unitnya. Mindset premi yang mahal bisa disiasati dengan tanggunga

Lanjutkan membacaJuni 14, 2021

Township Ini Terus Perkuat Konsep Integrated Smart Digital City

RumahCom – Pengembang SML menggandeng Dana sebuah perusahaan start up di bidang digital payment untuk terus mengembangkan konsep integrated smart digital city di township BSD City dari hulu hingga k

Lanjutkan membacaJuni 14, 2021

Banyak Yang Ingin Menyalurkan KPR, Salah Satunya Bank Ini

RumahCom – Pembiayaan perumahan atau KPR telah menjadi bisnis yang sangat baik karena pasarnya yang besar. Bukan hanya bank umum, BRI Agro misalnya, ikut menyalurkan KPR bahkan telah menjadi porsi b

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Tantangan Climate Changes, Green Certificate Untuk Perumahan Harus Terus Didorong

RumahCom – Bencana alam yang terjadi karena perubahan iklim (climate changes) harus disikapi oleh semua pihak termasuk pelaku bisnis dengan strategi maupun program mitigasi. SMF dengan fokus pembiay

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Setahun Pandemi Pengembang Mulai Pede Atur Strategi

RumahCom – Berbagai penyesuaian terus dilakukan kalangan pengembang saat pandemi Covid-19. Setelah setahun lebih pandemi dijalani kalangan pengembang sudah lebih adaptif dan melakukan banyak penyesu

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Masukan