Tapera Mulai Bergulir, Dana Rp8 Triliunan Masuk Pasar Modal

Juni 15, 2021

RumahCom – BP Tapera telah menggandeng KSEI dan Bank BRI untuk mengelola dana Tapera. Kerja sama ini akan memperkuat sistem pencatatan dan pengelolaan dana Tapera dan bisa dipantau setiap saat oleh peserta melalui kontrak pengelolaan dana Tapera.

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggandeng PT Kustodiaon Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI) untuk mengelola penyimpanan dan pengadministrasian dana maupun data peserta Tapera. Kerja sama ini dilaksanakan dengan Kontrak Pengelolaan Dana Tapera dengan penandatanganan perjanjian penggunaan layanan jasa sistem multi investasi terpadu (S-Multivest).

Menurut Komisioner BP Tapera Adi Setianto, dalam kerja sama ini KSEI berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur serta sistem dan mekanisme pencatatan pengelolaan dana Tapera. Karena itu digandeng pula Bank BRI selaku bank kustodian dengan bentuk kerja sama melalui kontrak pengelolaan dana Tapera (KPDT).

“Penandatanganan kerja sama ini penting dilakukan untuk mewujudkan proses penyimpanan dan administrasi dana Tapera secara transparan, akuntabel, dan efisien. Dalam kerja sama ini Tapera mengikat perjanjian untuk menggunakan layanan sistem multivest  dan nantinya KSEI berkewajiban untuk menyediakan sistem untuk menerbitkan satu single investor identification (SID) atau nomor tunggal identitas pemodal bagi setiap peserta Tapera,” katanya.

Dengan memiliki nomor SID ini setiap peserta Tapera dapat melihat dan memantau perkembangan unit penyertaan dana Tapera (UP-DT) miliknya masing-masing. BP Tapera akan melakukan pembukuan dan pendaftaran rekening multivest atas nama masing-masing peserta Tapera melalui S-Multivest termasuk pengelolaan proses adiministrasi.

Adi menyebut, hal ini dilakukan sesuai dengan amanat UU yang berlaku di mana setiap transkasi yang terjadi di pasar modal harus tercatat dan teradministrasi melalui Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) yaitu KSEI sehingga dapat dipastikan investor aman untuk berinvestasi di pasar modal karena dana dan efek yang ditransaksikan ditangani oleh suatu sistem yang kredibel.

Inilah kebijakan pemerintah yang akan bantu masyarakat agar punya rumah. Selengkapnya nonton yuk di video berikut ini.

Sementara itu Bank BRI selaku bank kustodian yang telah memeroleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keungan (OJK) dalam menjalankan usaha jasa penitipan efek, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili rekening yang menjadi nasabahnya. Isi perjanjian telah dibahas dan disepakati oleh para pihak untuk selanjutnya harus ditandatangani sebelum beroperasinya pengelolaan KPDT.

Untuk tahap pertama subscription dana Tapera berjumlah sekitar Rp8,05 triliun dengan jumlah peserta sebanyak 3,47 juta. Peserta Tapera bisa melihat catatan nilai unit penyertaan serta akumulasi saldo dan hasil pemupukannya di aplikasi  yang disediakan oleh KSEI maupun portal Tapera.

KSEI dan bank kustodian Bank BRI juga merupakan dua lembaga yang sepak terjangnya tidak  perlu dipertanyakan lagi. Kedua entitas ini merupakan entitas yang kredibel dan prudent. Lewat kolaborasi dengan KSEI dan Bank BRI, BP Tapera optimistis bisa menambah jumlah investor ritel pasar modal.

“Selain kredibilitas dalam mengelola dana peserta kami berharap terjadi multiplayer effect dari program Tapera ini sehingga bisa mengungkit perekonomian nasional yang masih dalam tahap pemulihan. Program pemulihan ekonomi ini juga kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19,” beber Adi.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Setahun Pandemi Pengembang Mulai Pede Atur Strategi

RumahCom – Berbagai penyesuaian terus dilakukan kalangan pengembang saat pandemi Covid-19. Setelah setahun lebih pandemi dijalani kalangan pengembang sudah lebih adaptif dan melakukan banyak penyesu

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

656 Unit Rumah Tidak Layak Huni Di Labuan Bajo Dijadikan Homestay

RumahCom – Berbagai program perumahan dari Kementerian PUPR terus dilakukan salah satunya program Sarhunta yang menata rumah tidak layak huni menjadi lebih baik sekaligus dijadikan homestay untuk me

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Program Padat Karya Permukiman: Pengairan, Pengolahan Sampah, Hingga Kota Tanpa Kumuh

RumahCom – Program cash for work Kementerian PUPR dilaksanakan oleh Ditjen Cipta Karya untuk berbagai program di bidang permukiman mulai pengairan, drainase, pengolahan sampah, dan sebagainya. Total

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Rumah Hunian Bergaya Jepang di Tangerang New City

RumahCom – Kala membeli rumah, hampir semua orang akan mempertimbangkan sejumlah aspek utama. Selain lokasi dan harga, desain rumah juga merupakan aspek yang tak luput dari pertimbangan. Pasalnya, d

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Penghuni Rusun Harus Jadi Duta Sosialisasi-Edukasi Berhunian Vertikal

RumahCom – Kementerian PUPR terus memperbanyak pembangunan Rusun khususnya untuk kalangan ASN dan kali ini yang siap diserahterimakan Rusun ASN di Kota Ambon. ASN yang tinggal di Rusun juga harus ik

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Masukan