Masyarakat NTB Dapat Bantuan Program Bedah Rumah 968 Unit

Juni 16, 2021

RumahCom – Kementerian PUPR kembali melaksanakan program BSPS atau bedah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 968 unit rumah yang dibedah dengan total anggaran Rp19,36 miliar dilakukan di lima kabupaten/kota NTB.

Sebanyak 968 unit rumah tidak  layak huni di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program BSPS dilakukan dengan pola padat karya tunai atau cash for work sehingga membuka lapangan pekerjaan dan mendorong keswadayaan masyarakat untuk membangun hunian di wilayahnya.

Setiap rumah dalam program BSPS atau bedah rumah ini berhak mendapatkan dana sebesar Rp20 juta per unit rumah. Dana ini tidak diberikan tunai tapi Rp17,5 juta berupa material bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah pekerja. Program BSPS menjadi program perumahan andalan Kementerian PUPR karena bisa meningkatkan hunian masyarakat menjadi lebih layak huni sekaligus mendorong perekonomian lokal dengan sifat program yang cash for work.

“Makanya kami terus mendorong pelaksanaan program BSPS ini khususnya di Provinsi NTB karena program ini sangat diperlukan oleh masyarakat. Rumah yang tadinya tidak layak huni menjadi lebih sehat dan siap huni sekaligus membantu program penataan lingkungan,” ujar Direktur Rumah Swadaya Ditjen Perumahan Kementerian PUPR K.M. Arsyad.

Program BSPS di Provinsi NTB ini dilakukan di lima kabupaten/kota dan hingga saat ini progresnya juga sangat baik yaitu telah mencapai 39,22 persen. Program ini juga sangat pro rakyat karena pemilik rumah penerima program bantuan harus membentuk kelompok masyarakat yang akan mengerjakan perbaikan secara gotong royong dengan didampingi tenaga fasilitator lapangan (TFL) dari Kementerian PUPR.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara I Rini Dyah Mawarty mengatakan, sebanyak 968 unit rumah yang mendapatkan program ini tersebar di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 543 unit, Kabupaten Lombok Tengah 285 unit, Kabupaten Lombok Barat 75 unit, Kabupaten Lombok Utara 20 unit, dan Kota Mataram 45 unit.

“Total anggaran untuk program BSPS di NTB ini mencapai Rp19,36 miliar dengan setiap rumah mendapatkan Rp20 juta. Memang tidak besar, tapi ini sifatnya stimulan sehingga mendorong keswadayaan dan semangat gotong royong yang sangat baik  untuk lingkungan masyarakat penerima bantuan,” katanya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Program Padat Karya Permukiman: Pengairan, Pengolahan Sampah, Hingga Kota Tanpa Kumuh

RumahCom – Program cash for work Kementerian PUPR dilaksanakan oleh Ditjen Cipta Karya untuk berbagai program di bidang permukiman mulai pengairan, drainase, pengolahan sampah, dan sebagainya. Total

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Rumah Hunian Bergaya Jepang di Tangerang New City

RumahCom – Kala membeli rumah, hampir semua orang akan mempertimbangkan sejumlah aspek utama. Selain lokasi dan harga, desain rumah juga merupakan aspek yang tak luput dari pertimbangan. Pasalnya, d

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Penghuni Rusun Harus Jadi Duta Sosialisasi-Edukasi Berhunian Vertikal

RumahCom – Kementerian PUPR terus memperbanyak pembangunan Rusun khususnya untuk kalangan ASN dan kali ini yang siap diserahterimakan Rusun ASN di Kota Ambon. ASN yang tinggal di Rusun juga harus ik

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Tapera Mulai Bergulir, Dana Rp8 Triliunan Masuk Pasar Modal

RumahCom – BP Tapera telah menggandeng KSEI dan Bank BRI untuk mengelola dana Tapera. Kerja sama ini akan memperkuat sistem pencatatan dan pengelolaan dana Tapera dan bisa dipantau setiap saat oleh

Lanjutkan membacaJuni 15, 2021

Siap-siap, Bank Penyalur KPR FLPP Yang Tidak Perform Akan Dikurangi Kuotanya

RumahCom – Lembaga penyalur KPR subsidi FLPP, PPDPP, kembali melakukan evaluasi untuk penyaluran FLPP oleh bank pelaksana. Bank yang tidak perform akan dikurangi kuota FLPP-nya dan dialihkan kepada

Lanjutkan membacaJuni 16, 2021

Masukan