RumahCom – Aplikasi  SiKumbang memudahkan pengembang menampilkan listing produk rumah bersubsidi dan memudahkan masyarakat melihat hingga memilih rumah yang akan dibelinya. Hingga saat ini SiKumbang telah menampilakn listing rumah bersubsidi lebih dari sejuta unit.

Lembaga penyalur KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BP PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut data perumahan yang masuk ke dalam aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) terus bertambah.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, saat ini terdapat 1,08 juta listing rumah tapak yang tercatat di dalam aplikasi SiKumbang dan angka ini terus bertambah. Hal ini menjadi memudahkan kalangan pengembang menampilkan listing produknya maupun masyarakat yang mencari dan memilih unit rumah yang diinginkannya.

“Hingga saat ini ada 21 asosiasi yang membawahi 9.436 pengembang dari  seluruh Indonesia yang terdaftar dalam SiKumbang. Aplikasi SiKumbang ini diluncurkan pertengahan tahun lalu dan saat ini sudah ada sejutaan listing, jadi dalam waktu kurang dari setahun sudah begitu banyak perumahan terdaftar yang bisa dipilih oleh masyarakat,” ujarnya.

Di dalam aplikasi SiKumbang ini juga masyarakat bukan hanya melihat daftar perumahan tapi juga bisa melihat progres setiap rumah yang dibangun oleh pengembang. Aplikasi SiKumbang menyajikan data secara real time terkait stok perumahan, unit yang tengah dibangun, yang sudah terjual, dan sebagainya.

Ada peta hunian yang dibedakan dengan sistem warna. Misalnya warna kuning menunjukan stok rumah yang masih tersedia, warna hitam untuk rumah non subsidi atau komersial, dan warna merah untuk rumah yang sudah terjual. Ini membuat masyarakat yang mengakses aplikasi ini menjadi sangat dimudahkan.

Di sisi lain, kalangan pengembang juga dimudahkan dengan melihat lokasi di mana saja yang telah dibangun atau yang menyediakan stok rumah subsidi yang berlimpah sehingga bisa mencari alternatif lokasi lainnya. Ini juga mencegah kalangan pengembang berkumpul di dalam lokasi  yang sama dan sama-sama membangun rumah subsidi.

“SiKumbang akan memudahkan pengembang untuk melihat sebaran target pasar dan ini bisa digunakan untuk menentukan lokasi pengembangan proyeknya. Pengembang yang membangun bersama di lokasi yang berdekatan akan memicu over supply dan penjualannya pasti akan lebih lama. Aplikasi ini juga memudahkan pemerintah untuk membangun infrastruktur penunjang rumah subsidi termasuk pemerintah daerah mengetahui persis lokasi  maupun kebutuhan hunian untuk rakyatnya,” beber Arief.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR