Rp6 Triliun Disalurkan 11 Bank Untuk Biaya Tol Serang-Panimbang

Juni 21, 2021

RumahCom – Proyek jalan Tol Serang-Panimbang mendapatkan pembiayaan sindikasi dari 11 bank senilai Rp6 triliun. Jalan tol sepanjang lebih dari 80 km ini merupakan proyek strategis nasional untuk meningkatkan perekonomian di wilayah Banten selain aksesibilitas dan konektivitas wilayah ini.

Proyek infrasrtuktur jalan tol merupakan salah satu prioritas pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah untuk terus meningkatkan kemudahan aksesibilitas antar kawasan dan meningkatkan daya saing bangsa. Proyek jalan tol Serang-Panimbang misalnya, telah melewati progres baru dengan telah ditandatanganinya perjanjian untuk pembangunannya.

PT Wijaya Karya Serang Panimbang sebagai entitas anak usaha BUMN PT Wijaya Karya (Wika/Persero) Tbk telah meneken perjanjian kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi senilai Rp6 triliun untuk pembangunan jalan tol ini.

Penandatanganan telah dilakukan oleh Direktur Utama Wika Serang Panimbang Mulyana dengan perwakilan 11 bank penyalur kredit sindikasi yaitu Bank Mandiri, Bank Jateng, Bank Papua, Bank Sumut, Bank BJB, Bank Sulselbar, BSI, Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Bank Aceh, Bank Panin Dubai Syariah, dan Bank Sumut Syariah.

Dalam hal ini Bank Mandiri dan BSI juga bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB). Mulyana mengatakan, penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi ini merupakan bentuk dukungan perbankan terhadap pembangunan jalan tol Serang-Panimbang dan dana yang dihimpun akan digunakan untuk fase konstruksi sekaligus persiapan operasi jalan tol ini.

“Tahun ini tol Serang-Panimbang Seksi 1 sepanjang 26,5 km antara Serang-Rangkasbitung akan beroperasi. Untuk Seksi 2 sepanjanng 24,2 km antara Rangkasbitung-Cileles saat ini mulai dilaksanakan. Jalan tol ini merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan di wilayah Banten dan mendukung terciptanya aksesibilitas dan konektivitas,” katanya.

Statusnya sebagai karyawan lepasan mengganjal pengajuan KPR untuk miliki rumah. Lalu bagaimana cara ia bisa mewujudkan rumah idamannya? simak video berikut ini.

Nantinya, Wika Serang Panimbang selaku Badan Usahha Jalan Tol (BUJT) memiliki kewajiban untuk membagun dan mengoperasikan tol ruas Serang-Panimbang ini yang akan memiliki peran penting untuk peningkatan konektivitas di wilayah Banten. Perjanjian pembangunan jalan tol ini telah dimulai sejak tahun 2017 lalu.

Tol Serang-Panimbang akan melintasi empat kabupaten/kota yaitu Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang dengan panjang 50,7 km (Seksi 1 dan 2) dari total panjang mencapai 83,7 km. Pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol ini memiliki masa konsesi selama 50 tahun.

“Saat ini progres pembangunan Seksi 1 ruas Serang-Rangkasbitung (26,5 km) telah mencapai 97 persen. Untuk Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles saat ini telah dimulai pekerjaan land clearing, galian, timbunan, dan pekerjaan struktur lainya. Sementara pekerjaan Seksi 3 Cileles-Panimbang akan dimulau semester kedua tahun ini,” jelas Mulyana.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Bank Dituntut Aktif Pastikan Program Rumah Subsidi Diterima Kalangan Yang Berhak

RumahCom – Berbagai program perumahan terlebih yang menyangkut dana subsidi harus dipastikan diterima oleh kalangan yang berhak. Karena itu, Kementerian PUPR mendorong perbankan untuk ikut mengawasi

Lanjutkan membacaJuni 21, 2021

Berbagai Proyek TOD Akan Dikembangkan Anak Usaha BUMN Dan BUMD

RumahCom – Anak perusahaan BUMN dan perusahaan BUMD meneken perjanjian kerja sama untuk pengembangan bersama berbagai proyek properti. PT ACP dan Pembangunan Sarana Jaya akan memaksimalkan potensi l

Lanjutkan membacaJuni 21, 2021

Desain Biofilik Untuk Hunian Saat Pandemi, Seperti Apa?

RumahCom – Berbagai penerapan new normal terkait pandemi Covid-19 terus berkembang termasuk desain hunian untuk menjamin virus tidak mudah berkembang dan penguni rumah tetap sehat. Pengembang Austra

Lanjutkan membacaJuni 21, 2021

Aset Rusun Dan Rusus Diserahterimakan Antar Dua Kementerian

RumahCom – Aset hunian berupa bangunan tower Rusun dan Rusus diserahkan Kementerian PUPR ke Kemenkumham untuk digunakan para pegawai. Hingga saat ini masih banyak kebutuhan hunian para pegawai kemen

Lanjutkan membacaJuni 21, 2021

Masukan