Pos Lintas Batas Negara Di Natuna Ini Dibangun Di Atas Laut

Juni 24, 2021

RumahCom – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) memiliki banyak nilai strategis mulai  memperbaiki kawasan terluar, mendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat, hingga pemerataan pembangunan. PLBN di Natuna misalnya, sangat strategis karena berbatasan dengan Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Malaysia yang dibangun di atas laut.

Berbagai pembangunan yang dilakukan tidak hanya fokus di perkotaan maupun pedesaan. Wilayah-wilayah perbatasan juga menjadi perhatian untuk ikut dikembangkan dan diharapkan bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru d wilayah perbatasan atau dikenal dengan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Pembangunan kawasan 3T juga merupakan instruksi presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Seperti PLBN Terpadu Serasan yang dibangun di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, pembangunan kawasan perbatasan untuk terus mendukung dan meningkatkan kegiatan sosial ekonomi masyarakat sebagai beranda terdepan Indonesia.

“Pengembangan PLBN tidak hanya menjadi kebanggan kita sebagai bangsa besar tapi yang terpenting adalah fungsi pertahanan keamanan sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan yang selama ini tertinggal dan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Pembangunan PLBN Terpadu Serasan mulai dikerjakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau yang dilakukan sejak bulan November 2020. Targetnya, proyek PLBN ini akan diselesaikan pada akhir Februari 2022 dan saat ini progres pembangunan fisiknya telah mencapai lebih dari 31 persen.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas layanan PLBN dibangun juga berbagai fasilitas diantaranya gudang barang, gudang transit, mes dan wisma pegawai. Selain itu ada juga kantor administrasi, tower air, empat rumah dinas, pos jaga, power house, tempat pengelolaan sampah, rumah pompa air, dan bangunan penunjang lainnya. Total untuk proyek ini membutuhkan anggaran mencapai Rp133,1 miliar.

Yang unik, PLBN Terpadu Serasan merupakan pos lintas batas negara yang berada di laut sehingga bisa diakses melalui jalur perairan laut. Karena itu dalam pelaksanaan pembangunannya harus memerhatikan berbagai hal khusus terkait regulasi bangunan gedung negara dan bangunan gedung hijau untuk memudahkan operasional dan pemeliharaannya.

Berdasarkan data, jumlah pelintas melalui PLBN Serasan ini sekitar 30 orang setiap minggunya. Namun begitu, PLBN Terpadu Serasan ini memiliki nilai strategis sebagai beranda terdepan Indonesia karena berbatasan langsung dengan negara Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, Singapura di bagian barat, dan Malaysia di bagian timur.

Ke depan, Basuki menyebut pembangunan kawasan perbatasan PLBN Terpadu seperti  ini tidak hanya bangunan pos lintas batas saja tapi juga Kantor Syahbandar untuk mendukung pengawasan transportasi laut. PLBN Serasan berjarak sekitar 536,61 km dari Pelabuhan Sri Bintan Pura di Kota Tanjung Pinang.

“Pengembangan PLBN merupakan wujud  nyata implemmentasi pembangunan Indonesia dari wilayah pinggiran dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI. Untuk itu pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja tapi juga di kawasan perbatasan maupun pulau-pulau terdepann Nusantara seperti di Kabupaten Natuna ini,” imbuhnya.

Beli rumah dengan cicilan KPR Ringan, bisa dan mudah kok. Simak video berikut ini untuk tau triknya!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kementerian ATR/BPN Gandeng PPAT Untuk Percepat Legalisasi Pertanahan

RumahCom – Kementerian ATR/BPN menggandeng kalangan PPAT untuk mempercepat pendaftaran pertanahan. PPAT dinilai memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung percepatan legalisasi aset perta

Lanjutkan membacaJuni 23, 2021

Vila Di Bali Masih Oke Untuk Investasi

RumahCom – Sektor perhotelan di Bali yang disebut melemah nyatanya untuk produk tertentu masih menawarkan potensi yang menjanjikan khususnya untuk jenis vila. Hal ini karena di Bali lebih banyak yan

Lanjutkan membacaJuni 23, 2021

Apartemen Ini Hadirkan Layanan Serviced University, Seperti Apa?

RumahCom – Proyek Apartemen Kingland Avenue menggandeng Omega Hotel Management untuk mengusung layanan serviced university dengan konsep pengembangan proyeknya yang dijadikan University Town. Layana

Lanjutkan membacaJuni 23, 2021

Ini Berbagai Strategi Yang Diterapkan Pengembang Untuk Tetap Eksis Saat Pandemi

RumahCom – Beberapa produk properti khususnya landed house dengan penerapan konsep khusus untuk mengusung konsep hunian sehat cukup menarik minat pasar saat situasi pandemi. Ciputra Residence meraih

Lanjutkan membacaJuni 24, 2021

Tenaga Medis Di Gorontalo Utara Dapat Fasilitas Rusun

RumahCom – Kementerian PUPR terus  memperbanyak pembangunan Rusun untuk berbagai kalangan. Kali  ini tenaga medis yang bekerja menangani pasien Covid-19 di Gorontalo Utara mendapatkan fasilitas Ru

Lanjutkan membacaJuni 24, 2021

Masukan