Penjualan Apartemen Masih Berat, Rata-Rata Penyerapan 60 Persen

Juli 23, 2021

RumahCom – Unit apartemen merupakan salah satu instrumen produk properti yang paling terpukul penjualannya saat pandemi. Dari rata-rata penyerapan mencapai 75 persen, saat ini penyerapannya hanya 60 persen. Berbagai insentif maupun stimulus juga seperti tidak berdampak untuk sektor ini.

Pandemi Covid-19 telah membuat sektor properti tertekan cukup dalam dengan minimnya aktivitas penjualan. Produk residensial merupakan salah satu sektor yang masih bisa bertahan bahkan beberapa pengembang bisa mencatatkan penjualan yang meningkat saat situasi pandemi ini.

Namun peningkatan transaksi untuk produk residensial terjadi pada jenis landed house (rumah tapak). Untuk produk residensial tipe highrise atau apartemen penjualannya masih suffer dengan sedikitnya absorp untuk segmen ini. Stok unit apartemen yang tidak terserap maksimal ini membuat pengembang menunda peluncuran proyek barunya dan hanya fokus untuk penjualan proyek yang tengah berjalan.

Berbagai insentif maupun stimulus yang dikeluarkan pemerintah untuk menggairahkan sektor properti seperti tidak berdampak pada segmen apartemen. Menurut Yunus Karim, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL), saat ini penjualan apartemen masih sangat lemah dan konsumen sangat berhati-hati untuk membeli produk properti ini.

“Kondisi penjualan apartemen yang bagus saat tahun 2014 dengan penyerapan produk di  pasar mencapai 75 persen. Seiring  waktu tingkat penjualan terus menurun hingga di rata-rata 60 persen dan itu diperparah dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini. Akhirnya level 60 persen menjadi capaian terbaik yang bisa diraih untuk produk apartemen,” ujarnya.

Hal ini juga yang akhirnya membuat kalangan pengembang sangat berhati-hati untuk mengeluarkan produk apartemen. Karena itu suplai atau pasokan unit apartemen untuk periode 2015 hingga 2020 terus menurun dan hingga saat ini hampir tidak ada proyek baru yang ditawarkan.

Tahun 2020 juga menjadi titik paling rendah untuk produk apartemen yang dipasarkan. Dari sekitar seribu unit yang diluncurkan ke pasar, penyerapannya hanya mencapai 10 persen dan hal itu membuat pengembang lebih selektif lagi untuk menawarkan produk hunian vertikal ini. Saat ini pengembang hanya fokus memasarkan produk yang menjadi stoknya.

Pada periode kuartal pertama tahun 2021 ada proyek apartemen yang mendapatkan respon cukup baik dan itupun karena berbagai aktivitas marketing dan promo yang dilakukan sejak tahun sebelumnya. Hal ini akhirnya membuat kalangan pengembang hanya memunculkan produk ini untuk waktu dan kondisi yang paling tepat.

Saat ini suplai unit apartemen yang dipasarkan jumlahnya mencapai 37 ribu unit dengan tingkat penyerapan yang sangat rendah. Hal ini karena konsumen juga sangat berhati-hati untuk membeli jenis produk ini dann banyak faktor yang akan dipertimbangkan. Misalnya, apakah potensi sewanya cukup, harga jual kembalinya masih akan meningkat, hingga biaya maintenance bila unit yang dibeli ini nantinya kosong lama.

Karena itu berbagai insentif maupun stimulus seperti tidak berdampak pada sektor ini. Terlebih lagi harga apartemen yang cenderung flat atau stabil dan tidak mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir sehingga dianggap kurang menarik. Ini yang membuat kalangan konsumen terus melakukan aksi wait and see.

“Ini berbeda dengan rumah tapak yang kondisinya justru meningkat salah satunya berkat berbagai stimulus seperti pembebasan PPN dari pemerintah. Untuk apartemen stimulus seperti ini kurang berhasil dan akhirnya pengembang lebih fokus pada upaya-upaya untuk menarik konsumen seperti alternatif cara bayar yang menarik dan hampir pasti tidak akan berani menaikan harga,” beber Yunus.

Masih bingung perbedaan antara SHM dan HGB dalam properti? Simak informasi selengkapnya di videonya berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ada Potensi 81 Juta Milenial, Pengembang BUMN Ini Fokus Pada Konsep TOD

RumahCom – Kalangan pengembang terus merumuskan berbagai konsep hunian untuk menyasar segmen pasar besar dari kalangan milenial. Perumnas misalnya, menyasar khusus kalangan milenial dengan produk hu

Lanjutkan membacaJuli 22, 2021

Pengembang Ini Catatkan Kenaikan Penjualan Saat Pandemi

RumahCom – Kalangan pengembang berhasil mencatatkan kenaikan penjualan di saat berbagai kendala karena pandemi Covid-19. Pengembang nasional seperti Bumi Serpong Damai dan Agung Podomoro Land mencat

Lanjutkan membacaJuli 22, 2021

Prajurit TNI Di Manado Dapat Fasilitas Rusun

RumahCom – Pembangunan fasilitas hunian untuk berbagai kalangan terus diperbanyak oleh Kementerian PUPR. Salah satunya untuk aggota TNI Angkatan Darat di Manado yang mendapatkan fasilitas Rusun sehi

Lanjutkan membacaJuli 22, 2021

Kolaborasi Pengembang-Perbankan Ini Hadirkan Bunga KPR 0,75 Persen

RumahCom – Berbagai program promo dan kemudahan untuk pembelian produk properti terus dihadirkan bahkan dengan konsep kolaborasi pengembang-perbankan sehingga kemudahan yang ditawarkan lebih banyak

Lanjutkan membacaJuli 22, 2021

Jangan Sampai Jadi Korban, Ketahui Berbagai Praktik Mafia Tanah

RumahCom – Supaya tidak dirugikan dan menjadi korban dari praktik kejahatan mafia tanah, masyarakat perlu waspada dan memahami berbagai praktik yang kerap dijalankan mafia tanah. Kementerian ATR/BPN

Lanjutkan membacaJuli 23, 2021

Masukan