Masyarakat Miskin Juga Harus Mendapatkan Akses Terhadap Hunian Di Perkotaan

Juli 27, 2021

RumahCom – Pemerintah harus bisa memfasilitasi kebutuhan hunian untuk seluruh masyarakat. Saat ini masyarakat miskin dan berdaya beli rendah kian terpinggirkan fasilitas huniannya karena hunian di kawasan perkotaan hanya bisa diakses oleh masyarakat menengah atas.

Kawasan perkotaan maupun wilayah lainnya yang berkembang dengan berbagai sarana infrastruktur dan fasilitas lengkap menjadikan harga lahan terus meningkat. Berbagai produk properti yang ditawarkan di kawasan-kawasan seperti ini harganya pasti cukup tinggi sehingga hanya kalangan tertentu yang memiliki daya beli kuat yang bisa mengaksesnya.

Hal ini akhirnya membuat segmen perumahan yang bisa disediakan kian terbatas. Untuk rumah-rumah murah bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak akan bisa mengakses hunian di kawasan perkotaan sehingga hanya memiliki alternatif untuk mengontrak atau kos. Kalaupun bisa membeli lokasinya pasti semakin jauh yang menyebabkan biaya transportasi untuk menuju ke tempat kerja maupun pusat aktifitas lainnya menjadi lebih tinggi.

Kondisi ini akhirnya membuat diskriminasi atas tempat tinggal kelompok miskin dan berpendapatan rendah di perkotaan semakin lebar dan situasi ini akan menghambat kemajuan kota. Hal ini dikemukakan oleh Pengamat Perumahan dari Sekolah Arsitektur, Perencanaa dan Pengembangann Kebijakan Institut Teknologi Bandung (SAPPK-ITB) Jehansyah Siregar.

Menurutnya, masyarakat miskin dan yang berpendapatan rendah di perkotaan menjadi tidak memiliki kepastiann masa depan khususnya untuk berinvestasi dan terlibat di dalam prospek perkembangan kota yang ditinggalinya. Hal ini membuat perkembangan perkotaan justru akan semakin suram.

“Ada 20-30 persen orang yang tinggal di kawasan perkotaan di negara berkembang yang huniannya di kawasan kumuh dan fenomena ini akan terus bertambah hingga 50 persen pada tahun 2030 nanti. Pemerintah sendiri memandang kawasan kumuh ini ditinggali oleh warga ilegal sehingga menjadikan ini sebagai pemukiman ilegal juga,” ujarnya.

Hal ini membuat pemerintah kota maupun daerah di banyak wilayah Indonesia tidak merencanakan maupun mengelola kawasan pemukiman kumuh di wilayahnya. Bahkan masih banyak yang mengabaikan warga yang tinggal di kawasan kumuh ini karena dianggap ilegal sehingga pendekatan yang dilakukan dengan pendekatan hukum untuk penertiban dan bukan mengelola kawasannya menjadi sebuah kawasan yang lebih baik.

Hampir bisa dipastikan, masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh perkotaan tidak mendapatkan akses yang baik ke sarana, prasarana, maupun fasilitas kota. Berbagai akses yang baik akhirnya hanya bisa dinikmati warga kelas menengah seperti jaringan listrik, air bersih, sanitasi lingkungan, dan sebagainya.

Paradigma yang melihat masyarakat dan pemukiman kumuh menjadi sesuatu yang ilegal ini membuat fenomena ini tidak berubah dan seperti ada pembiaran yang akhirnya berdampak pada suasana kota secara keseluruhan. Inilah yang akan menghambat laju perkembangan perkotaan dan kawasan kumuh akan selalu menjadi kendala dan masalah perkotaan.

Jehansyah menyarankan agar ada upaya menangani pemukiman kumuh dengan paradigma pengelolaan kawasan kota menjadi lebih baik. Penataan kota tidak bisa lagi dijalankan secara ekslusif dan perlu dilakukan pendekatan yang lebih inklusif. Dengan begitu pembangunan kota bisa dirancang dan dilakukan secara berkelanjutan, tanpa disriminasi, dan mampu menopang semua penduduk yang tinggal di dalamnya.

“Rumah itu kebutuhan dasar seperti juga pangan dan sandang dan menjadi kewajiban pemerintah untuk merumuskan filosofi perumahan rakyat seperti amanat UUD. Pemerintah dan pemerintah daerah harus  memandang seluruh warga kota adalah masyarakatnya yang harus diayomi dan difasilitasi termasuk  untuk sarana huniannya,”  bebernya.

Beli rumah dengan cicilan KPR Ringan, bisa dan mudah kok. Simak video berikut ini untuk tau triknya! 

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Rumah Tapak Jadi Penopang Saat Pandemi

RumahCom – Rumah tapak menjadi segmen produk properti yang tetap digemari bahkan mengalami peningkatan penjualan saat situasi pandemi Covid-19. Situasi ini terjadi sejak tahun lalu dan diprediksi ak

Lanjutkan membacaJuli 26, 2021

Progres Cepat Pembangunan Perumahan Tidak Boleh Mengurangi Kualitas

RumahCom – Pembangunan perumahan khususnya untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus berjalan dengan progres yang sangat baik. Percepatan pembangunan perumahan ini tidak boleh foku

Lanjutkan membacaJuli 26, 2021

789 Agen China Siap Pasarkan Proyek Properti Indonesia

RumahCom – Gelaran China Solutions Live Streaming perdana di Indonesia yang berlangsung pada Kamis, 1 Juli 2021 berjalan sukses. Swancity selaku sponsor acara mengaku puas dengan keseluruhan rangkai

Lanjutkan membacaJuli 26, 2021

Ini Target Besar Sektor Pertanahan

RumahCom – Sektor pertanahan merupakan salah satu instrumen pembangunan yang sangat penting. Untuk masyarakat, legalitas pertanahan juga bisa menjadi akses untuk mendapatkan pembiayaan. Berbagai fun

Lanjutkan membacaJuli 26, 2021

Ada Promo Kemudahan Dan Vaksin Di Proyek TOD

RumahCom – Berbagai aktivitas yang dijalankan kalangan pengembang bukan hanya memberikan promo untuk kemudahan pembelian produknya. Di LRT City Ciracas selain promo juga diadakan program vaksin untu

Lanjutkan membacaJuli 27, 2021

Masukan