7.089 Unit Rumah Tidak Layak Huni Di Kabupaten Bireuen Dibedah

Juli 31, 2021

RumahCom – Program bedah rumah atau BSPS terus dilakukan untuk memperbaiki rumah-rumah masyarakat yang tidak layak huni menjadi lebih sehat dan layak huni. Program bedah rumah kali ini dilaksanakan di Kabupaten Bireuen untuk sebanyak 7.089 unit.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan menargetkan sebanyak 7.089 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Bireuen akan mendapatkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Melalui Program BSPS ini, setidaknya setiap unit RTLH akan mendapatkan bantuan stimulan senilai Rp20 juta untuk pembelian bahan bangunan dan upah tukang.

Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, program BSPS atau bedah rumah ini mengubah rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tidak layak huni dan tidak memiliki kemampuan untuk merenovasi, menjadi hunian yang lebih sehat dan layak.

“Karena itu program ini sangat dibutuhkan dan dinantikan masyarakat terlebih di masa pandemi ini rumah yang sehat menjadi kebutuhan kita semua. Program bedah rumah ini dilaksanakan dengan aneka persyaratan seperti keselamatan bangunan, kecukupan minimal luas bangunan, dan lainnya untuk menjamin kesehatan penghuni,” ujarnya.

Program BSPS juga merupakan bagian dari program perumahan yang dijalankan pemerintah yaitu program pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan sejak tahun 2015 lalu. Satu hal lagi, program BSPS ini bisa meningkatkan keswadayaan masyarakat sehingga dalam setiap prosesnya selain merevitalis hunian dan kawasan juga bisa menggerakkan perekonomian masyarakat di lapangan.

Selain memperbaiki hunian masyarakat, program ini sekaligus juga mendorong untuk perbaikan fasilitas prasarana, sarana, dan utilitas lingkungan sehingga program ini juga bisa untuk mendorong revitalisasi kawasan. Pemerintah daerah juga diharapkan bisa secara aktif menyampaikan data rumah-rumah yang tidak layak di daerahnya sehingga bisa tersentuh dengan program yang sangat baik ini.

Beberapa kriteria maupun kalangan MBR yang berhak menerima program bantuan ini yaitu warga negara Indonesia yang telah berkeluarga, memiliki atau menguasai tanah dengan hak yang sah, menempati satu-satunya rumah tidak layak huni, belum pernah memperoleh program BSPS atau program bantuan perumahan lain dari perumahan, dan memiliki kategori upah minimum provinsi (UMP).

Kemudian masyarakat penerima bantuan akan dibentuk kelompok untuk mendapatkan pendampingan dari tim pendamping atau tenaga fasilitator lapangan (TFL) untuk melaksanakan pembangunan rumahnya. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan skema padat karya tunai (PKT) untuk mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat di tengah pandemi ini.

“Dalam pelaksanaannya kami juga menghimbau agar masyarakat maupun tenaga pendamping masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Meskipun jumlah bantuan yang diberikan tidak terlalu besar, namun kami ingin agar masyarakat bisa tinggal di rumah impiannya dengan keswadayaan antar masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera I Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Teuku Faisal Riza mengatakan, pada tahun ini pihaknya siap menyalurkan dana Program BSPS sebanyak 7.089 unit RTLH di Kabupaten Bireuen. Lokasi pelaksanaannya akan tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Bireuen antara lain Pandrah, Mamplam, Simpang Mamplam, Peusangan, Peusangan Selatan, Puesangan Siblah Krueng, Makmur, Peulimbang dan Samalanga.

“Kami juga terus mendorong pemerintah daerah untuk dapat mereplikasikan program perumahan sejenis di wilayahnya dan mendorong lembaga-lembaga yang peduli terhadap perumahan untuk mengalokasikan dananya untuk membangun atau memperbaiki RTLH di wilayahnya masing-masing. Adapun jumlah bantuan Program BSPS yang akan diberikan kepada masyarakat sebesar Rp 20 juta per unit, dan jumlah bantuan tersebut merupakan dana untuk bahan bangunan sebesar Rp17,5 juta dan pembayaran upah kerja tukang sebesar Rp2,5 juta,” terangnya.

Cek lima langkah mudah mengurus balik nama sertifikat rumah lewat video berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Saat Pandemi, Properti Tetap Investasi Paling Stabil

RumahCom – Saat pandemi mayoritas masyarakat menahan dananya dan lebih selektif untuk urusan investasi. Berbagai laporan menyebut, produk properti merupakan salah satu instrumen yang stabil dan aman

Lanjutkan membacaJuli 30, 2021

Bukan Hanya Developer, Rumah Subsidi Juga Jadi Penopang Bisnis Bank

RumahCom – Segmen rumah menengah ke bawah hingga rumah subsidi kebutuhannya sangat besar dan tela menjadi penopang bisnis untuk developer dan perbankan. Bank BTN kinerja bisnisnya meningkat ditopang

Lanjutkan membacaJuli 30, 2021

KPR Subsidi FLPP Dari PPDPP Ke Tapera, Seperti Apa Prosesnya?

RumahCom – Lembaga penyalur KPR subsidi FLPP PPDPP akan mengalihkan ke  lembaga baru yaitu Tapera. PPDPP menjamin proses pemindahan ini tidak akan mengganggu penyaluran FLPP yang sudah berjalan kar

Lanjutkan membacaJuli 30, 2021

DP 0 Persen Hingga Bebas Biaya Juga Diterapkan Untuk Produk Apartemen

RumahCom – Konsumen kembali dimudahkan dengan berbagai promo yang ditawarkan termasuk untuk unit apartemen yang hampir jadi seperti di JP Apartment Bogor. Konsumen cukup membayar booking Rp5 juta bi

Lanjutkan membacaJuli 30, 2021

New Normal, Akad Kredit KPR Dilakukan Drive Thru

RumahCom – Saat situasi serba terbatas karena pandemi, berbagai inovasi terus dilakukan termasuk untuk proses akad kredit yang dilakukan secara drive thru di perumahan Graha Laras Sentul. Konsep ini

Lanjutkan membacaJuli 31, 2021

Masukan