Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang Diresmikan, Manfaatnya Bukan Hanya Untuk Kendaraan Pribadi Tapi Transportasi Publik

25 Agu 2021

RumahCom – Kementerian PUPR kembali meresmikan ruas jalan tol baru di Kelapa Gading-Pulo Gebang sepanjang 9,3 km. Jalan tol ini menjadi bagian dari enam ruas jalan tol dalam kota hingga JIUT dan JORR yang akan memperlancar aksesibilitas antar kawasan termasuk untuk jalur transportasi publik.                            

Pemerintah kembali meresmikan beroperasinya jalan tol dan kali ini tol di wilayah Jakarta yaitu Kelapa Gading-Pulo Gebang yang merupakan bagian dari tol lingkar luar Jakarta atau JORR. Dengan beroperasinya jalan tol ini diharapkan bisa meningkatkan kecepatan distribusi logistik dan meningkatkan potensi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Marunda dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, peresmian jalan tol segmen Kelapa Gading-Pulo Gebang sepanjang 9,3 km ini merupakan bagian dari enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta yang akan semakin melengkapi ruas jalan tol di lingkar metropolitan wilayah besar Jabodetabek.

“Hari ini kita kembali meresmikan ruas jalan tol di Kelapa Gading-Pulo Gebang dan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Jalan tol ini akan semakin memperkuat dan meningkatkan daya saing kita utamanya mobilitas orang dan jasa termasuk aksesibilitas antar kawasan juga akan semakin mudah,” ujar Jokowi.

Jalan tol ini dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jakarta Toll Road Development Jaya Pratama dan kontraktor KSO PT Jaya Konstruksi-PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Total biaya konstruksi proyek tol ini mencapai Rp3,16 triliun dan biaya investasi Rp4,88 triliun. Pola pembiayaannya dilakukan dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Jokowi juga berharap skema-skema pembiayaan alternatif seperti KPBU ini bisa terus dilanjutkan untuk berbagai pembiayaan proyek infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia untuk terus mengurangi ketimpangan antar daerah. Pembangunan infrastruktur jalan tol seperti ini juga bisa mempercepat konektivitas nasional kita.

Sementara itu pembangunan enam ruas jalan tol ini dibagi menjadi tiga tahap: pertama segmen Kelapa Gading-Pulo Gebang (9,3 km) dan Semanan-Kelapa Gading (20,38 km), tahap kedua segmen Duri Pulo-Kampung Melayu (12,65 km) dan Kemayoran-Kampung Melayu (9,6 km), dan tahap tiga Ulujami-Tanah Abang (8,7 km) dan Pasar Minggu-Casablanca (9,16 km).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, enam ruas jalan tol dalam kota ini memiliki panjang 70 km dan yang sudah beroperasi ruas Kelapa Gading-Pulo Gebang sekitar 9 km. Ruas jalan tol ini akan melengkapi lima ring yang ada di Jabodetabek yaitu enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta, Jakarta Intra Urban Toll Road (JIUT), JORR I, JORR II, dan JORR III.

“Untuk Jakarta dan wilayah Bodetabek lainnya, keberadaan jaringan jalan tol akan mengurangi tekanan lalu lintas jarak jauh pada manajemen lalu lintas lokal. Bagi pergerakan orang dan barang secara regional dan nasional jaringan jalan tol akan memperlancar arus barang dan jasa sehingga menaikkan daya saing komoditas. Pergerakan barang dari Sumatera ke wilayah tengah dan timur Jawa dan sebaliknya juga akan lebih efektif tanpa membebani lalu lintas lokal di Jabodetabek,” katanya.

Enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta juga secara khusus dipersiapkan untuk mengakomodasi lajur angkutan umum masal. Dengan demikian, ruas ini akan memberikan kelancaran lebih bagi angkutan umum penumpang di wilayah Jakarta sehingga manfaat ruas jalan tol bisa dinikmati tidak saja oleh pemilik kendaraan pribadi melainkan juga bagi pengguna angkutan umum.

Penting sebelum beli rumah, pahami 5 hal yang penting perlu dipertimbangkan saat membeli rumah agar tak salah pilih. Selengkapnya lihat di video berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Jangan Tunda Punya Rumah Di Masa Pandemi

RumahCom – Himbauan untuk menyegerakan membeli rumah saat pandemi Covid-19 kembali disuarakan oleh SMF. Selain ada banyak kemudahan, rumah memiliki fungsi strategis saat pandemi untuk isolasi mandir

Lanjutkan membaca24 Agu 2021

Sektor Pergudangan dan Industri Akan Terus Meningkat Hingga 2025

RumahCom – Kawasan Asia Pasifik dan khususnya Indonesia akan mengalami pertumbuhan populasi yang besar hingga beberapa tahun mendatang. Hal ini akan terus mendorong sektor industri, pergudangan, mau

Lanjutkan membaca25 Agu 2021

Perlu Didorong Pengembangan Hunian MBR Berskala Besar

RumahCom – Pemerintah akan mendorong pengembangan perumahan dan kawasan pemukiman berskala besar yang menyasar khusus kalangan MBR. Selama ini pengembangan township yang dilakukan kalangan pengemban

Lanjutkan membaca25 Agu 2021

Pandemi Tidak Mengurangi Minat Masyarakat Terhadap Hunian Maupun Ruang Usaha

RumahCom – Perayaan kemerdekaan setiap bulan Agustus dijadikan momentum bagi perusahaan developer untuk mengeluarkan program promo seperti yang dilakukan Paramount Land. Di sisi lain, pandemi dan pe

Lanjutkan membaca25 Agu 2021

Kebutuhan Produk Properti Masih Besar Saat Pandemi

RumahCom – Kalangan pengembang masih membukukan kinerja bisnis yang cukup baik saat situasi bisnis terkendala berbagai kendala akibat pandemi Covid-19. Pengembang Summarecon Agung masih mencatatkan

Lanjutkan membaca25 Agu 2021

Masukan