Sektor Properti Komersial Masih Terpukul

Agustus 26, 2021

RumahCom – Bisnis properti khususnya sektor komersial terpukul sangat dalam karena pandemi Covid-19. Pusat perbelanjaan dan hotel masih harus menerapkan berbagai adaptasi maupun strategi untuk bisa bertahan di masa pandemi maupun nanti pasca pandemi.

Sektor komersial khususnya pusat belanja menjadi sektor properti yang paling terpukul saat pandemi Covid-19. Hal ini ditandai dengan tidak adanya pasokan baru untuk pusat belanja maupun mal selama periode semester pertama 2021 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Berdasarkan laporan Marketbeat Semester I 2021 Cushman & Wakefield Indonesia, pada semester kedua 2020 ada pasokan baru di wilayah Bodetabek seperti Paradise Walk Serpong, Omotesando Bintaro, dan Greenwalk Mall yang akan menambah luas pusat perbelanjaan menjadi 2.681.500 m2.

Menurut Arief Rahardjo, Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, pada bulan Mei 2021 dua pemain ritel besar yaitu Giant Supermarket dan Centro Department Store mengumumkan penutupan seluruh gerainya. Itu berarti ada 395 gerai Giant Supermarket yang tutup dan hingga saat ini baru berganti menjadi lima gerai Ikea dan Supermarket Hero sementara sisanya tutup permanen. Centro bahkan menyatakan kondisi yang pailit.

“Hingga akhir Juni 2021 tingkat hunian ritel di wilayah Bodetabek tercatat 76,9 persen atau turun 2,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini membuat harga sewa masih akan sama sejak awal pandemi yaitu Rp451.800/m2/bulan dengan biaya service charge Rp133.500/m2/bulan,” ujarnya.

Kondisi ini akhirnya membuat para peritel atau tenant mengajukan keringanan pembayaran dan oleh landlord masih diberlakukan keringanan-keringanan secara kasuistis. Penangguhan pembayaran sewa maupun pengurangan harga sewa juga akan kembali dilakukan oleh pemilik pusat belanja.

Untuk sektor hotel, ketidakpastian pasar akibat pandemi juga banyak membuat pembangunan hotel baru tertunda. Untuk kamar hotel di Jakarta masih tercatat sebanyak 41.423 kamar dan angka ini belum berubah sejak semester kedua tahun 2020 dengan tingkat hunian yang mulai membaik. Hal ini terutama didorong oleh karantina pasien Covid-19 maupun wisatawan yang mulai datang dari luar negeri.

Secara umum tarif harian rata-rata  (average daily rate) hotel di Jakarta telah mengalami pertumbuhan mencapai 37,9 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp1.039.382/hari. Peningkatan tarif yang cukup signifikan ini terjadi khususnya pada hotel bintang lima yang sebelumnya turun paling drastis. Sementara untuk hotel bintang empat rata-rata tarif menjadi Rp556.477/hari atau naik 8,9 persen yoy, dan bintang tiga menjadi Rp367.973 (naik 25 persen).

“Penerapan PPKM yang terus berlanjut dan bertambahnya periode karantina untuk wisatawan asing dari lima hari menjadi delapan hari membuat bisnis hotel menjadi sektor yang paling tidak stabil akibat cepatnya perubahan kebijakan dan sulit diprediksi. Hal ini masih membutuhkan skenario maupun strategi untuk bersaing di masa pandemi maupun nanti pasca pandemi,” imbuh Arief.

Kota mandiri memang dibangun untuk jangka panjang, tetapi berpotensi baik untuk diinvestasikan kemudian. Simak jurus investasinya di video berikut ini, ya!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pandemi Tidak Mengurangi Minat Masyarakat Terhadap Hunian Maupun Ruang Usaha

RumahCom – Perayaan kemerdekaan setiap bulan Agustus dijadikan momentum bagi perusahaan developer untuk mengeluarkan program promo seperti yang dilakukan Paramount Land. Di sisi lain, pandemi dan pe

Lanjutkan membacaAgustus 25, 2021

Kebutuhan Produk Properti Masih Besar Saat Pandemi

RumahCom – Kalangan pengembang masih membukukan kinerja bisnis yang cukup baik saat situasi bisnis terkendala berbagai kendala akibat pandemi Covid-19. Pengembang Summarecon Agung masih mencatatkan

Lanjutkan membacaAgustus 25, 2021

Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang Diresmikan, Manfaatnya Bukan Hanya Untuk Kendaraan Pribadi Tapi Transportasi Publik

RumahCom – Kementerian PUPR kembali meresmikan ruas jalan tol baru di Kelapa Gading-Pulo Gebang sepanjang 9,3 km. Jalan tol ini menjadi bagian dari enam ruas jalan tol dalam kota hingga JIUT dan JOR

Lanjutkan membacaAgustus 25, 2021

Rasio KPR Dari 2,9 Persen Akan Ditingkatkan Jadi 4 Persen Hingga 2024

RumahCom – Sektor properti dan khususnya perumahan telah berhasil menjadi instrumen yang tangguh di saat perekonomian melemah. Untuk itu pemerintah akan memberikan fokus yang lebih besar terhadap se

Lanjutkan membacaAgustus 25, 2021

Anak Muda Harus Lebih Peduli Perumahan

RumahCom – Pentingnya sektor properti khususnya perumahan harus membuat generasi muda lebih perhatian terhadap industri ini. Setiap anak muda harus paham kalau perumahan merupakan kebutuhan pokok da

Lanjutkan membacaAgustus 25, 2021

Masukan