Rumah Kumuh Di Atas Laut Kota Tanjungpinang Dibedah

Agustus 30, 2021

RumahCom – Program penataan rumah yang tidak layak huni di kawasan kumuh juga dilakukan oleh SMF sebagai penugasan khusus dari Kementerian Keuangan. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Ditjen Cipta Karya sekaligus untuk mendorong perekonomian masyarakat yang terkendala karena pandemi.

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali melakukan pembenahan rumah kumuh untuk 18 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Sinergi ini merupakan realisasi dari penugasan khusus Kementerian Keuangan kepada SMF yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Kolaborasi Penanganan Rumah Tidak Layak Huni Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau oleh Walikota Tanjung Pinang Rahma, Direktur SMF Trisnadi Yulrisman, dan Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Jonannes Wahju Kusumosusanto.

Menurut Trisnadi, kolaborasi ini merupakan wujud dari komitmen SMF dalam mendukung program pemerintah melalui Ditjen Cipta Karya dalam mewujudkan permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan dengan meningkatkan akses terhadap perumahan dan pelayanan di permukiman kumuh perkotaan.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui ketersediaan hunian yang layak serta menciptakan lingkungan rumah yang sehat. Kami juga melihat pentingnya membangun sistem yang terpadu untuk penanganan permukiman kumuh yang bersinergi dengan para pemangku kepentingan dalam perencanaan maupun implementasinya serta mengedepankan partisipasi masyarakat,“ katanya.

Tanjungpinang sendiri menjadi kota kedua yang dilakukan program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh oleh SMF pada tahun 2021 ini. Secara total, ini menjadi kota ke-9 di mana sebelumnya SMF juga telah berkolaborasi dengan Program Kotaku Ditjen Cipta Karya  untuk melakukan perbaikan di Kelurahan Mauk, Tangerang, Purwokinanti, Yogyakarta, Mlatibaru dan Rejomulto, Semarang, Krapyak Pekalongan, Siantan Hulu Pontianak, Aur Tanjungkang Tengah Sawah dan Pakan Kurai Bukittinggi, Bira Makassar, dan Rahma di Lubuk Linggau.

Pembangunan rumah di daerah kumuh tersebut nantinya akan menggunakan dana Bina Lingkungan (BL) SMF yang disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang kemudian dimanfaatkan untuk membenahi RTLH Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang telah disurvei sebelumnya.

Untuk program ini SMF mengalirkan bantuan senilai Rp 1,7 miliar untuk membenahi 18 rumah di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota  Tanjungpinang, Kepulaua Riau. Kampung pemukiman nelayan ini telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi dari 13 pemukiman kumuh di Kota Tanjungpinang sejak tahun 2019.

Rencananya di daerah dengan luas wilayah mencapai 36,89 hektar dengan luas pemukiman 7,14 hektar tersebut akan dilakukan pembenahan pemukiman kumuh yang dipadati oleh 1.423 jiwa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Ada sedikit tantangan untuk melakukan penataan di kawasan ini karena pembenahan dilakukan pada pemukiman warga yang dibangun di atas permukaan laut sehingga membutuhkan perencanaan serta pengelolaan yang baik.

Melalui kolaborasi ini diharapkan bisa terus meningkatkan kualitas hunian masyarakat dan meningkatkan taraf perekonomiannya. Kolaborasi yang dilakukan SMF ini juga untuk terus menunjukan komitmen perusahaan khususnya guna mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat dan sebagai bagian dalam upaya mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Program peningtkatan kualitas rumah di daerah kumuh ini menjadi salah satu penugasan khusus yang dimandatkan Kementerian Keuangan selaku pemegang saham SMF untuk mendukung program pemerintah dalam menangani pemukiman kumuh. Ini juga bagian dari program pembangunan berkelanjutan (sustainability development goals) khususnya pada aspek perumahan,” imbuh Trisnadi.

Banyak lika liku yang dihadapi saat membeli rumah namun tetap bisa terwujudkan. Simak cerita para pencari rumah di video singkat berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pengembang Terus Tunjukan Komitmen Pengembangan Proyeknya Saat Pandemi

RumahCom – Pengembang terus memenuhi komitmen pengembangan proyeknya di tengah berbagai kendala karena pandemi. Intiland berhasil melaksanakan topping off untuk tower kedua 57 Promenade dan akan ter

Lanjutkan membacaAgustus 27, 2021

Tidak Sesuai Target, 17 Bank Dikurangi Kuota KPR FLPP-nya

RumahCom – Evaluasi kembali dilakukan PPDPP untuk 41 bank penyalur KPR subsidi FLPP periode triwulan ketiga 2021. Ada 17 bank penyalur yang mendapatkan pengurangan kuota FLPP karena penyalurannya ti

Lanjutkan membacaAgustus 27, 2021

Bank Ini Wajibkan Setiap Rumah Yang Dibiayai Ditanam Satu Pohon

RumahCom – Berbagai upaya terus dilakukan untuk ikut menjaga lingkungan misalnya dengan berbagai program green. Hal itu dilakukan oleh Bank BJB melalui program KPR Green yang mewajibkan setiap rumah

Lanjutkan membacaAgustus 27, 2021

Upaya Mewujudkan Hunian Cerdas Dengan Kualitas Konstruksi Tahan Gempa

RumahCom – Kementerian PUPR mendorong semua pihak untuk membangun perumahan dan berbagai sarananya dengan memerhatikan standarisasi (SNI) struktur yang tahan gempa terkait kualitas bangunan. Standar

Lanjutkan membacaAgustus 30, 2021

Rumah Open Plan Di Bawah Rp1 Miliar Diminati Milenial

RumahCom – Pengembang terus menyasar kalangan milenial sebagai segmen pasar utama yang banyak mencari rumah. Selera kalangan ini dipenuhi salah satunya dengan konsep rumah open plan dengan sedikit s

Lanjutkan membacaAgustus 30, 2021

Masukan