Sektor Real Estat Bisa Jadi Pionir Untuk Perbaikan Perubahan Iklim

September 23, 2021

RumahCom – Pesatnya pembangunan dan aktivitas manusia yang boros energi telah mempercepat kerusakan global khususnya yang terkait emisi dan perubahan iklim. Sektor real estat bisa menjadi panglima untuk menerapkan proses pembangunan yang lebih berkelanjutan dan mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak secara global dan seluruh negara-negara dunia masih terus berupaya untuk menangani pandemi sekaligus mendorong aktivitas ekonominya untuk segera pulih. Hal lainnya yang juga menjadi tren global yaitu pendekatan yang lebih berwawasan lingkungan untuk melakukan berbagai aktivitas pembangunan dengan konsep yang berkelanjutan untuk mengatasi perubahan iklim yang di depan mata.

Menurut Badan Energi Internasional, sektor bangunan dan konstruksi bertanggung jawab atas lebih dari sepertiga konsumsi energi final secara global dan hampir 40 persen dari total emisi karbon (CO2) dihasilkan dari aktivitas pembangunan baik langsung maupun tidak langsung.

Tingginya tingkat emisi di sektor bangunan dan konstruksi juga telah diingatkan oleh laporan perubahan iklim PBB dan menjadi kebutuhan mendesak untuk terus mendorong dekarbonisasi khususnya untuk sektor properti. Aktivitas dalam sektor ini juga telah menyebabkan pemanasan global di atas tingka pra-industri hingga 1,2 derajat celcius yang akan memberikan dampak buruk pada seluruh ekosistem yang mengancam kesehatan manusia, lingkungan, hingga perekonomian.

“Tidak diragukan lagi, sektor real estat memiliki peran mendasar dalam memitigasi dampak perubahan iklim dan di sisi lain untuk membantu pemulihan ekonomi khususnya pasca pandemi. Ada kebutuhan nyata untuk mengoordinasikan berbagai upaya kita dalam melakukan konsep pembangunan yang berkelanjutan menuju dunia yang netral karbon di masa depan,” ujar Natalie Craig, Managing Director Cushman & Wakefield Services Singapura.

Saat ini berbagai perubahan tengah terjadi dan itu membutuhkan momentum yang lebih besar untuk kembali mencatat emisi karbon dioksida global yang disebabkan berbagai aktivitas manusia dan perlu terus diturunkan setidaknya hingga 45 persen. Aktivitas ini telah dilakukan sejak tahun 2010 lalu dengan target yang sangat progresif hingga tahun 2030 dan nantinya akan lebih bersih pada tahun 2050 (nol bersih).

Nol bersih merupakan situasi yang mengacu pada keadaan di mana tidak ada lagi tambahan gas rumah kaca yang akan merusak lingkungan. Untuk mencapai hal ini, emisi dari pembangunan dan pengoperasian bangunan harus dikurangi secara maksimal sementara emisi yang terisisa diimbangi melalui berbagai langkah yang lain.

Craig menyebut, sektor real estat akan menjadi pemain kunci dalam mendorong perubahan dan itu akan membutuhkan komitmen yang besar khususnya dari seluruh stakeholder termasuk pembuat kebijakan, pemilik, investor, hingga pengguna.  Di Singapura misalnya, pemerintah telah mengumumkan inisiatif 10 tahun yang disebut Rencana Hijau Singapura 2030.

Rencana Hijau Singapura 2030 memetakan agenda pembangunan berkelanjutan secara nasional. Tujuannya supaya 80 persen gedung baru di Singapura menjadi gedung super rendah energi pada tahun 2030 dan peningkatan 80 persen dalam efisiensi energi dibandingkan baseline tahun 2005 lalu.

“Transisi ke masa depan yang lebih netral karbon berarti mempertimbangkan analisis siklus karbon ke dalam pengembangan dan perbaikan proyek bangunan. Sebagai penyedia layanan manajemen fasilitas properti yang terintegrasi, kami juga menganggap penting bagi pemilik dan penghuni untuk melakukan penilaian komprehensif terhadap operasional gedung dan untuk itu perlu dibuat indikator seperti kinerja, keamanan, kesehatan, penanganan limbah, energi, iklim dan komunitas,” beber Craig.

Masih bingung cara menghitung bunga KPR? temukan jawabannya di video berikut ini, yuk!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Aplikasi Pemantauan Konstruksi Rumah Subsidi Segera Diterapkan

RumahCom – PPDPP akan menerapkan aplikasi  pemantauan konstruksi (SiPetruk) dengan menentukan proyek percontohan. Aplikasi ini untuk memastikan rumah subsidi yang dibangun kalangan pengembang telah

Lanjutkan membacaSeptember 22, 2021

Dana Triliunan Untuk Infrastruktur Pemukiman, Apa Saja Yang Dibangun?

RumahCom – Pemerintah telah mengalokasi dana triliunan rupiah sebagai modal kerja untuk Kementerian PUPR membangun berbagai sarana infrastruktur pemukiman. Berbagai proyek infrastruktur yang dibangu

Lanjutkan membacaSeptember 23, 2021

Bisa Dilirik Milenial Nih, Rumah Sehat Di Legok Mulai Rp300 Juta

RumahCom – Pengembang terus menghadirkan hunian yang mengusung konsep desain dan kawasan yang sehat. Pengembang GNA Group untuk proyek yang kesekian kalinya menawarkan rumah tapak di Legok, Tangeran

Lanjutkan membacaSeptember 23, 2021

Kementerian PUPR Bangun Rusun Untuk ASN Kemenkumham Bali

RumahCom – Hunian vertikal bisa menjadi solusi fasliitas hunian karena bisa memaksimalkan lahan yang sempit untuk sarana hunian. Kementerian PUPR membangun Rusun untuk ASN Kantor Imigrasi Kemenkumha

Lanjutkan membacaSeptember 23, 2021

Milenial Pencari Properti Secara Online Meningkat Pesat

RumahCom – Teknologi telah memudahkan pemasaran properti sehingga masyarakat yang mencari informasi juga dimudahkan untuk mendapatkan informasi awal terkait perumahan yang diinginkannya. Pencarian h

Lanjutkan membacaSeptember 23, 2021

Masukan