Ada Bendungan Ini, Bandung Nggak Banjir Lagi

Wahyu Ardiyanto19 Jan 2022

RumahCom – Berbagai proyek infrastruktur khususnya untuk pengendali banjir juga terus dilakukan. Kementerian PUPR telah membangun berbagai infrastruktur pengendali banjir untuk wilayah Bandung seperti floodway, kolam retensi, dan beberapa polder yang akan mengurangi risiko banjir khususnya di wilayah Bandung bagian selatan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah kapasitas infrastruktur pengendalian banjir di Bandung sesuai amanat Presiden Joko Widodo melalui Perpres No. 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Setelah Terowongan Nanjung, sodetan (floodway) Cisangkuy dan Kolam Retensi Cieunteung, saat ini juga telah dirampungkan pembangunan Kolam Retensi Andir dan empat polder di Kabupaten Bandung sebagai tambahan tampungan pengendali banjir untuk mengurangi risiko banjir khususnya di Kawasan Bandung Selatan.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, keberhasilan Program Citarum Harum memerlukan sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat yang telah disepakati dalam rencana aksi yang mengatur tanggung jawab masing-masing stakeholder.

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja yang juga Juru Bicara Kementerian PUPR mengatakan, pembangunan kolam retensi Andir dan empat polder menjadi bagian dari proyek penanggulangan banjir Kabupaten Bandung yang sudah direncanakan.

“Selain proyek pengendalian banjir ini, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan Sodetan Cisangkuy, Kolam Retensi Cieunteung dan beberapa normalisasi anak sungai Citarum yang lainnya. Dengan begitu bila ada curah hujan yang tinggi alirannya akan bisa lebih terkendali,” katanya.

Endra juga mengatakan, pembangunan kolam retensi Andir dan empat polder merupakan kerja sama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menanggulangi banjir musiman di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah di Kabupaten Bandung. Sejak era tahun 1980-an, kawasan Bandung Selatan seperti Dayeuh Kolot, Baleendah, hingga Rancaekek telah menjadi kawasan langganan banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter.

Selain itu banjir yang kerap terjadi di kawasan-kawasan ini juga bisa berlangsung lama sehingga masyarakat sangat dirugikan aktivitas sosial maupun ekonominya. Karena itu keberadaan berbagai infrastruktur pengendali banjir ini sangat dibutuhkan.

Kolam Retensi Andir dirancang dan dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Ditjen Sumber Daya Air untuk mampu menampung genangan banjir sebanyak kurang lebih 160 ribu m3. Banjir yang biasa menggenangi wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah nantinya bisa ditampung oleh kolam retensi ini dan dipompa ke sungai setelah kondisinya normal.

Kolam retensi Andir dibangun dengan luas daerah tangkapan air (catchment area) 149 hektar dan dilengkapi pompa tiga unit berkapasitas masing-masing 500 liter/detik. Selain itu juga telah dibangun empat polder yakni Polder Cipalasari-1 dengan catchment area seluas 22 hektar dan volume tampungan 1.250 m3; Polder Cipalasari-2 dengan catchment area 21 hektar dan volume 1.250 m3; Polder Cijambe dengan catchment area 137 hektar dan volume 1.250 m3, dan Polder Cisangkuy dengan catchment area 8 hektar dan volume 450 m3.

“Saya juga menekankan pentingnya perhatian kita pada aspek estetika. Untuk itu lansekap Kolam Retensi Andir harus dilengkapi dengan tanaman yang indah, rindang, dan produktif, seperti pohon pulai, angsana, manggis, duren, mangga dan lain-lain,” pungkas Endra.

Sebelumnya Kementerian PUPR juga telah melakukan pembangunan Kolam Retensi Cieunteung dengan luas genangan 4,75 hektar dan volume tampung 190.000 m3. Tujuan pembangunan Kolam Retensi yang selesai pada tahun 2018 lalu ini untuk mereduksi banjir seluas 91 hektardan memiliki potensi sebagai area wisata.

Selanjutnya juga telah dirampungkan pembangunan floodway Cisangkuy dan Cisangkuy yang akan mengalirkan debit banjir sebesar 230 m3/detik yang semula bermuara ke Dayeuhkolot menjadi bermuara ke Pameungpeuk sehingga mengurangi lama genangan dan luas genangan di daerah Dayeuhkolot, Baleendah, Andir, dan sekitarnya.

Mau membeli apartemen, sebaiknya pahami langkah mengajukan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) lewat video berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pembiayaan KPR Untuk Pekerja Informal Akan Ditingkatkan

RumahCom – Bank BTN akan lebih fokus menyalurkan KPR untuk kalangan pekerja informal menggunakan skema BP2BT.  Pekerja informal menjadi fokus Bank BTN karena potensinya sangat besar bahkan lebih ba

Lanjutkan membaca17 Jan 2022

Bisnis Properti Asia Pasifik Tahun 2022 Oke Banget

RumahCom – Berbagai perusahaan riset global melaporkan situasi bisnis properti di kawasan Asia Pasifik yang akan terus berkembang pada tahun 2022. Ada banyak faktor pendorong seperti kinerja proyek

Lanjutkan membaca18 Jan 2022

Pandemi Bikin Segmen Penjualan Rumah Bergeser

RumahCom – Rumah tapak menjadi produk yang paling banyak dibeli saat pandemi. IPW mencatat, periode tahun 2021, nilai penjualan untuk segmen rumah tapak menurun di sisi lain unit rumah yang terjual

Lanjutkan membaca18 Jan 2022

Program Sejuta Rumah Tercapai 1.105.707 Unit

RumahCom – Kementerian PUPPR kembali merilis capaian program sejuta rumah pada tahun 2021 yang tercapai hingga lebih dari 1,1 juta unit. Program sejuta rumah diluncurkan sejak tahun 2015 untuk terus

Lanjutkan membaca18 Jan 2022

Penyaluran KPR Subsidi Diyakini Bakal Lebih Besar Tahun Ini

RumahCom – Bank BTN kembali melakukan akad kredit masal untuk 6.000 debitur KPR sejahtera pada awal tahun ini. Hal ini menjadi pendorong dan keyakinan kalau KPR subsidi FLPP akan kembali bisa disalu

Lanjutkan membaca19 Jan 2022

Masukan