Di Tengah Berbagai Kendala, Sepanjang Tahun 2022 Sektor Properti Masih Cukup Baik

Wahyu Ardiyanto2 Des 2022

RumahCom – Tahun 2022 yang akan segera berakhir mencatatkan kinerja untuk bisnis properti yang relatif baik. Di tengah berbagai kendala bisnis seperti krisis global, inflasi, hingga pandemi, bisnis properti di Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Tahun 2022 segera berakhir dan berganti dengan tahun 2023. Berbagai prediksi terkait situasi bisnis tahun 2023 telah dipaparkan oleh banyak pihak, tentu ada yang pesimistis dan optimistis, namun untuk sektor properti umumnya menyatakan optimismenya kalau sektor ini masih akan terus berkembang.

Di sisi lain, kendati ada banyak kendala perekonomian seperti perang Rusia-Ukraina hingga krisis karena pandemi Covid-19, situasi perekonomian di Indonesia masih relatif baik dan ini menjadi pondasi yang oke khususnya untuk sektor properti terus berkembang.

Riset JLL Indonesia terkait situasi perekonomian di Indonesia antara lain ditopang oleh terus meningkatnya mobilias maupun aktivitas bisnis dan sosial sehingga mendorong berbagai kegiatan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga cukup baik sekitar 5,01 persen di kuartal pertama 2022 dan terus meningkat hingga 5,02 persen menjelang akhir tahun ini.

“Nilai tukar rupiah masih cukup fluktuatif bahkan menyentuh nilai terendah dibandingkan dollar Amerika namun ini diikuti dengan tingginya nilai transaksi dari ekspor. Bank Indonesia (BI) secara cermat juga menaikkan suku bunga acuannya dan ini tidak langsung direspon oleh perbankan yang langsung menaikkan suku bunga kreditnya sehingga penyaluran KPR relatif tidak terganggu,” ujar Yunus Karim, Head of Research JLL Indonesia.

Melihat situasi bisnis properti sepanjang tahun 2022 ini, Yunus menyebut untuk kinerja bisnis sektor apartemen pada paruh pertama 2022 masih cenderung lambat. Hal ini bukan hanya disebabkan karena pandemi tapi juga adanya bulan Ramadan, Lebaran, hingga libur sekolah sehingga masyarakat lebih fokus ke hal-hal ini.

Di sisi lain, produk-produk properti yang banyak diserap juga memiliki beberapa ciri yang semakin menonjol. Diantaranya, produk dengan segmen harga affordable dan berada di kawasan mixed use yang didukung dengan kedekatan transportasi publik telah menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat untuk membeli. Preferensi seperti ini juga akan tertap berlanjut di tahun 2023.

“Mayoritas pengembang masih sangat berhati-hati untuk masuk ke pasar khususnya untuk proyek apartemen dan lebih fokus untuk memasarkan produk eksistingnya. Pengembang terus melanjutkan untuk mengamati respon pasar dengan cermat namun kita juga bisa berharap dengan pelonggaran yang terus terjadi situasi ini akan menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Cek lima langkah mudah mengurus balik nama sertifikat rumah lewat video berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Dibayangi Resesi, Pengembang Menatap Optimistis Bisnis Properti 2023

RumahCom – Perekonomian global dibayangi resesi memasuki tahun 2023 dan pastinya akan berdampak pada situasi bisnis di Indonesia. Untuk bisnis properti, kalangan pengembang masih menatap optimistis

Lanjutkan membaca1 Des 2022

Penyaluran KPR Subsidi Diyakini Bisa Tembus Target Tahun Ini

RumahCom – KPR subsidi FLPP dianggarkan sebesar 200 ribu unit tahun ini telah tersalurkan mencapai 195 ribuan unit. BP Tapera optimistis target KPR FLPP akan bisa tercapai pada tahun ini dan target

Lanjutkan membaca1 Des 2022

Beberapa Faktor Yang Menjelaskan Sektor Properti Tetap Cerah Tahun 2023

RumahCom – Ekonomi global yang dibayangi resesi tahun 2023 tidak akan berlaku untuk sektor properti di Indonesia. Sektor properti di Indonesia menunjukan tren pertumbuhan yang akan berlanjut pada ta

Lanjutkan membaca1 Des 2022

200 Unit Rumah Instan Dibangun Untuk Masyarakat Terdampak Gempa Cianjur

RumahCom – Kementerian PUPR bekerja cepat membangun sarana hunian untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Sebanyak 200 unit rumah di atas lahan 2,5 hektar akan diban

Lanjutkan membaca1 Des 2022

Jokowi Bagian Lebih 1,5 Juta Sertifikat Tanah Untuk Masyarakat

RumahCom – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat di 33 provinsi Indonesia. Pembagian sertifikat tanah sebanyak 1,5 jutaan ini merupakan bagian dari prog

Lanjutkan membaca1 Des 2022

Masukan