Pemerintah Dorong Sektor Properti, Intervensi Lima Juta Rumah Hingga Tata Kawasan Kumuh

Wahyu Ardiyanto7 Feb 2022

RumahCom – Pemerintah menjadikan sektor properti sebagai lokomotif perekonomian untuk mendorong program perumahan sekaligus meningkatkan ekonomi. Pemerintah juga membangun lima juta unit rumah dan berbagai program lainnya untuk menjadi stimulus yang mendorong sektor properti bisa terus berkembang.

Sektor properti merupakan salah satu sektor bisnis yang diandalkan untuk mendorong perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kerap menyatakan, pembangunan infrastruktur dan properti sangat mendurkung berbagai upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Karena itu pemerintah terus mendorong dukungan dari berbagai sektor usaha untuk terus memaksimalkan peran aktifnya dan bersama-sama mensukseskan berbagai program pembangunan terlebih sektor properti yang digalakkan memiliki banyak kendala khususnya keterbatasan anggaran dari APBN.

Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, pemerintah terus mengupayakan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini dengan mendorong pembangunan infrastruktur dan perumahan. Khusus sektor properti bahkan dijadikan lokomotif perekonomian karan ada banyak industri terkait yang akan ikut berkembang melalui sektor properti.

“Pemerintah juga terus berupaya supaya masyarakat bisa ikut terlibat aktif dalam proses pembangunan maupun program perumahan. Misalnya melalui skema padat karya dan mendorong sektor perbankan untuk terus memperbesar penyaluran kredit pembiayaan perumahan (KPR) khususnya untuk segmen KPR subsidi,” ujarnya.

Dana APBN yang sangat terbatas untuk sektor perumahan hingga saat ini belum mampu menyelesaikan berbagai permasalahan perumahan kita. Karena itu pemerintah sangat aktif dengan menggandeng seluruh stakeholder khususnya dari kalangan asosiasu pengembang, sektor swasta, perbankan, dan masyarakat untuk terus membangun sektor properti.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2020, angka defisit atau backlog kepemilikan perumahan mencapai 12,75 juta. Backlog ini belum termasuk pertumbuhan angka keluarga baru dari kalangan yang menikah mencapai 700 ribu-800 ribu setiap tahunnya.

Pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan penurunan daya beli masyarakat khususnya di segmen menengah ke bawah yang juga mengakibatkan penurunan daya beli rumah yang dibangun oleh pihak perusahaan pengembang. Berbagai kendala ini menjadi concern pemerintah untuk terus diupayakan solusinya.

Dalam target pembangunan jangka menengah Kementerian PUPR, salah satu rencana strategis yang akan terus diwujudkan yaitu akses masyarakat secara bertahap kepada perumahan yang layak, aman, sehat, dan terjangkau. Juga untuk terus mewujudkan kota yang inklusif dan layak huni dengan target 70 persen masyarakat bisa bertempat tinggal di hunian yang layak pada tahun 2024 mendatang.

Pemerintah telah melakukan intervensi langsung dengan membangun sebanyak lima juta unit hunian dan enam juta hunian secara tidak langsung. Bantuan tidak langsung ini berupa fasilitas maupun bantuan serta subsidi perbaikan, peningkatan akses layanan infrastruktur dasar, pemberdayaan komunitas, peningkatan keandalan bangunan, hingga penanganan kawasan kumuh.

Untuk memenuhi target lima juta intervensi langsung, Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan fokus pada kebijakan penyelenggaraan perumahan sementara Ditjen Pembiayaan Infrastruktur fokus pada kebijakan pembiayaan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan melalui berbagai program subsidi seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), subsidi selisih bunga (SSB), dan subsidi bantuan uang muka (SBU).

“Kami juga terus mendorong seluruh stakeholder untuk bersama-sama meningkatkan pertumbuhan yang signifikan di sektor perumahan. Perumahan merupaka kebutuhan pokok dan sektor ini juga bisa mempercepat pemulihan perekonomian nasional, untuk itu dibutuhkan komitmen seluruh stakeholder dan pemerintah akan terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan suplai dan demand perumahan di Indonesia,” tandas Iwan.

Temukan alasan mereka membeli rumah menggunakan KPR lewat video berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kerja Sama Platform Hotel-Pemprov Siapkan Desa Wisata Di NTB

RumahCom – Berbagai inovasi terus dilakukan untuk mendorong kinerja bisnis. Untuk sektor perhotelan, platform hotel RedDoorz bekerja sama dengan Pemprov NTB untuk mendorong aktivitas pariwisata di w

Lanjutkan membaca4 Feb 2022

Tip Beli Properti Dari Orang Bank

RumahCom – Ada banyak kemudahan untuk membeli produk properti khususnya rumah pertama bagi kalangan milenial. Kita bisa belajar tip beli properti yang dipaparkan salah satu direksi Bank Mandiri yang

Lanjutkan membaca4 Feb 2022

Sasar Rp1,6 Triliun Dari IPO, Ini Yang Bakal Dilakukan Pengembang TOD

RumahCom – Pengembang proyek TOD LRT City, PT Adhi Commuter Properti akan menerbitkan saham melalui penawaran saham perdana (IPO) dengan target Rp1,6 triliun. Dana ini akan digunakan untuk pengemban

Lanjutkan membaca4 Feb 2022

Kinerja Bisnis 2021 Meningkat, Pengembang Kian Confident Jalani Bisnis Tahun Ini

RumahCom – Pengembang Agung Podomoro mencatatkan peningkatan kinerja bisnis pada tahun 2021 lalu. Hal ini menjadi landasan yang baik untuk terus meningkatkan kinerja bisnis pada tahun ini khususnya

Lanjutkan membaca4 Feb 2022

Kampung Wisata Ini Jadi Keren Setelah Direvitalisasi

RumahCom – Program revitalisasi kampung Kementerian PUPR bisa memberikan dampak ganda yaitu penataan kawasan, menjaga tradisi budaya, hingga peningkatan perekonomian masyarakat. Program ini salah sa

Lanjutkan membaca4 Feb 2022

Masukan