Suku Bunga Di Australia Naik Malah Menguntungkan Untuk Properti, Kenapa?

Wahyu Ardiyanto25 Mei 2022

RumahCom – Peningkatan suku bunga di Australia justru menguntungkan untuk sektor properti ditambah kenaikan bahan material dan kelangkaan tenaga kerja sektor konstruksi. Hal in akan membuat unit apartemen di Australia kian terbatas yang memicu harga sewa sehingga menjadi  lebih menguntungkan untuk kalangan investor.

Bank Sentral Australia pada awal bulan Mei ini menaikan tingkat suku bunga yang akan berdampak langsung pada kenaikan harga unit apartemen secara progresif selama beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, suplai unit apartemen di Australia juga tengah mengalami keterbatasan pasokan bahan baku hingga kekurangan tenaga kerja di sektor konstruksi.

Menurut Iwan Sunito, Komisaris dan CEO Crown Group, perusahaan pengembang Australia, situasi ini membuat konsumen harus bersiap dengan kenaikan harga yang akan mencapai double digit khususnya untuk proyek pembangunan apartemen baru pada tahun-tahun mendatang.

“Di sisi lain hal ini akan membuat kalangan investor kembali masuk ke pasar karena harga sewa unit apartemen yang akan meningkat dan untuk mengimbangi kenaikan suku bunga dilakukan dengan kenaikan harga sewa. Hal lainnya ketersediaan unit apartemen off the plan dan apartemen yang telah selesai dibangun akan terus berkurang dan ini artinya owner-occupiers dan investor sangat aktif di pasar,” katanya.

Dengan situasi ini juga menjadi masuk akal bila konsumen terlihat bergegas untuk membeli produk properti guna menghindari kenaikan harga double digit yang disebabkan meningkatnya biaya konstruksi, material, hingga keterbatasan tenaga kerja. Hal ini menjadi situasi yang baik bagi investor dari luar negeri khususnya China dan Indonesia untuk mendapatkan unit properti dengan harga yang masih terjangkau.

“Saya sangat percaya kalau timing saat ini merupakan momentum terbaik untuk melakukan pembelian pasca pandemi. Pasar properti di Sydney tidak pernah berhenti bergerak maju dan investor dari luar negeri khususnya Indonesia merupakan komunitas investor terbesar kedua bagi Crown Group yang telah merasakan betapa menguntungkannya berinvestasi properti di Australia,” imbuhnya.

Dengan menyegerakan pembelian pada saat ini artinya kalangan investor bisa mengunci harga sambal terus menabung untuk melalukan pembelian di masa mendatang. Di sisi lain, Australia juga masih mengalami housing shortage, jumlah penduduk Australia yang mencapai 26 jutaan jira dengan rata-rata peningkatan populasi 1 persen setiap tahunnya.

Data dari Treasury.au, dengan tren saat ini populasi Australia diprediksi akan mencapai 35,9 juta pada tahun 2050. Migrasi dari luar negeri juga terus berkurang dan Indonesia menjadi salah satu komunitas migran terbesar yang tinggal di Australia.

“Pasokan hunian yang terbatas dan peningkatan jumlah pembeli berarti banyak konsumen yang tidak sanggup memiliki rumah tapak dan unit apartemen menjadi pilihan yang lebih terjangkau. Situasi ini akan membuat tahun-tahun yang akan dating akan lebih banyak unit apartemen yang terjual dibandingkan rumah tapak,” beber Iwan.

Manakah jenis properti yang cocok untuk kamu, Rumah atau Apartemen? Temukan jawabannya di video berikut ini, yuk!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ruko Hingga Business Loft Banyak Dicari Di Township Gading Serpong

RumahCom – Produk komersial di kawasan prospektif seperti Gading Serpong masih dibutuhkan pasar. Pengembang Paramount Land kembali menghadirkan produk komersial Maggiore Junction dan Maggiore Busine

Lanjutkan membaca24 Mei 2022

Pengembang Kembali Hadirkan Hunian Post Pandemic

RumahCom – Township Asya, Jakarta Timur, menghadirkan hunian yang dikonsep post pandemic terkait pandemi Covid-19. Beberapa penerapannya antara lain memaksimalkan sirkulasi udara-cahaya hingga penye

Lanjutkan membaca24 Mei 2022

Bisnis Properti Asia Pasifik Naik 20 Persen

RumahCom – Bisnis properti untuk kawasan Asia Pasifik terus menunjukan penguatan. Riset JLL Capital Tracker untuk periode kuartal pertama 2022 menunjukan sektor real estat di kawasan ini meningkat h

Lanjutkan membaca25 Mei 2022

Sinergi Dan Kolaborasi Bank-Pengembang Harus Terus Ditingkatkan

RumahCom – Bank BTN mengajak kalangan pengembang yang tergabung di asosiasi REI untuk terus meningkatkan sinergitas terkait pengembangan perumahan. Sinergi yang baik antara bank dan pengembang bisa

Lanjutkan membaca25 Mei 2022

Kementerian PUPR Dorong Pembangunan Rusun Untuk Pondok Pesantren

RumahCom – Kementerian PUPR kembali menyelesaikan pembangunan rusun yang ditujukan untuk Pondok Pesantren Al Hidayah di Temanggung. Rusun merupakan salah satu bagian program perumahan yang terus did

Lanjutkan membaca25 Mei 2022

Masukan