7 Ide Kamar Tidur Anak Sesuai RUU Ketahanan Keluarga

Berdasarkan draft RUU Ketahanan keluarga, setiap keluarga wajib memiliki kamar tidur yang tetap dan terpisah antara orang tua dan anak, serta terpisah antara anak laki-laki dan anak perempuan. Untuk itu simak 7 ide kamar tidur anak sesuai RUU Ketahanan Keluarga.
7 Ide Kamar Tidur Anak Sesuai RUU Ketahanan Keluarga
RUU mewajibkan setiap keluarga memiliki kamar tidur yang tetap dan terpisah antara orang tua dan anak, serta terpisah antara anak laki-laki dan anak perempuan.

Salah satu pasal dalam Rancangan Undang-undang atau RUU Ketahanan Keluarga yang tengah ramai dibicarakan belakangan ini salah satunya mengatur tentang pemisahan kamar tidur anak dan orang tua yang harus dipisah. Pun antara anak laki-laki dan anak perempuan.

Poin tersebut tercantum dalam Bab Pemenuhan Aspek Ketahanan Fisik, Pasal 33, Ayat 2, poin B. Jika RUU tersebut ditafsirkan secara harfiah berarti bahwa orang tua wajib menyediakan kamar tidur anak. Kamar tidur yang terpisah dengan orang tuanya, dan juga kakak atau adiknya yang jenis kelaminnya berbeda.

Butuh informasi lengkap seputar perkembangan dan potensi kawasan hunian incaran? Simak info lengkapnya di AreaInsider.

RUU Ketahanan Keluarga Tentang kamar Tidur Anak

RUU Ketahanan Keluarga Tentang kamar Tidur Anak

Dalam Bab Pemenuhan Aspek Ketahanan Fisik dipaparkan soal tanggung jawab keluarga.

Pada dasarnya draft RUU tentang Ketahanan Keluarga ini mengupayakan soal ketahanan fisik keluarga. Termasuk didalamnya mengatur soal pemisahan kamar tidur anak dan orang tua, dan juga pemisahan kamar tidur anak laki-laki dan anak perempuan.

Jadi dalam Bab Pemenuhan Aspek Ketahanan Fisik dipaparkan soal tanggung jawab keluarga. Keluarga bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Berikut  bunyi pasalnya:

Pasal 33
(1) Setiap Keluarga bertanggung jawab untuk memenuhi aspek ketahanan fisik bagi seluruh anggota keluarga, berupa antara lain:
a. memenuhi kebutuhan pangan, gizi dan kesehatan, sandang, dan tempat tinggal yang layak huni;
b. mengikutsertakan anggota Keluarga dalam jaminan kesehatan; dan
c. menjaga kesehatan tempat tinggal dan lingkungan.

Selain itu, RUU ini juga mengatur soal karakteristik tempat tinggal layak huni, yaitu tempat tinggal yang memiliki sirkulasi udara yang baik hingga tempat tidur orang tua yang terpisah dengan anaknya.

(2) Tempat tinggal yang layak huni sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a memiliki karakteristik antara lain:
a. memiliki sirkulasi udara, pencahayaan, dan sanitasi air yang baik;
b. memiliki ruang tidur yang tetap dan terpisah antara Orang Tua dan Anak serta terpisah antara Anak laki-laki dan Anak perempuan;
c. ketersediaan kamar mandi dan jamban yang sehat, tertutup, dapat dikunci, serta aman dari kejahatan seksual.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tapi mengapa kamar tidur anak harus dipisah dari orang tuanya? Dan mengapa kamar tidur anak laki-laki dan perempuan juga harus dipisah?

Pentingnya Kamar Tidur Anak Laki dan Perempuan Dipisah

Pentingnya Kamar Tidur Anak Laki dan Perempuan Dipisah

Pemisahan kamar tidur anak ini bisa membantu anak untuk belajar mandiri, mengatur dirinya. Kapan belajar, waktunya tidur.

Menurut Psikolog dr. Rose Mini A Prianto MPsi., RUU Ketahanan Keluarga tersebut seyogianya dapat disikapi secara bijaksana sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing keluarga.  Idealnya memang bisa dimulai dari mengatur dan memberikan kamar yang terpisah antara anak dengan orang tuanya.

"Menciptakan ruang kamar tidur anak bagi pengembangan anak juga mencegah timbulnya pertanyaan di luar dugaan dari anak ketika di kamar orang tuanya dia melihat hal yang belum pantas untuk anak seusianya," ujarnya.

Pemisahan kamar tidur anak juga dinilai memiliki dampak positif secara psikologis bagi anak. Pasalnya, hal itu bisa merangsang dan menumbuhkan sikap mandiri dan bertanggung jawab untuk dirinya sendiri. Bisa belajar dini untuk pergi ke kamar mandi sendiri tanpa harus membangunkan orang tuanya, merapikan tempat tidurnya sendiri, dan lain-lain.

Melakukan Pemisahan Kamar Anak Memang Sewajarnya Dilakukan Orang Tua

Pasar Properti

Melakukan Pemisahan Kamar Anak Memang Sewajarnya Dilakukan Orang Tua

Pemisahan kamar tidur anak laki-laki dengan perempuan juga menjadi bagian dari pendidikan seks dan reproduksi. Hal itu memungkinkan setiap anak perempuan dan laki-laki memiliki privasinya masing masing. "Anak memang dari awal harus diajarkan bagaimana mengenal tubuh dan dirinya sendiri," jelas dr. Rose.

dr. Rose menyarankan bagi keluarga yang belum bisa memisahkan kamar tidur anak maka bisa memulai dengan mengajarkan pendidikan reproduksi. Menurutnya menjadi hal penting bagi anak untuk belajar dan mampu mempertahankan dirinya agar jangan sampai dilecehkan baik oleh kakak ataupun adiknya.

Tip Rumah
Pemisahan kamar tidur anak memiliki dampak positif secara psikologis bagi anak. Bisa merangsang dan menumbuhkan sikap mandiri dan bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.

Pendidikan yang baik juga mengajarkan agar anak bisa membantu dirinya dalam mempertahankan diri. Namun, lanjutnya, jangan sampai pemisahaan kamar yang sudah dilakukan diikuti dengan penggunaan gadget dan pemberian informasi tidak layak diberikan ke anak baik sengaja ataupun tidak sengaja.

"Jadi RUU Ketahanan keluarga pada dasarnya bertujuan agar anak mendapatkan haknya sebagai anak. Dan orang tua memiliki kewajiban memberikan apa yang dibutuhkan anak," pungkasnya

Lantas bagaimana menyiasati RUU Ketahanan Keluarga terkait pemisahan kamar tidur anak dan orang tua, dan juga pemisahan kamar tidur anak laki-laki dan anak perempuan ini? Untuk mudahnya simak 7 ide kamar tidur anak yang sesuai RUU Ketahanan Keluarga berikut ini.

1. Ide Kamar Tidur Anak dengan Konsep Rumah Tumbuh

1. Kamar Tidur Anak dengan Konsep Rumah Tumbuh

Rumah tumbuh menjadi solusi bagi Anda yang baru menikah, belum berkeluarga, atau keluarga kecil, dan ingin memiliki rumah dengan harga lebih terjangkau.

Idenya adalah tidak harus langsung cari rumah dengan tiga kamar tidur, apalagi kalau anak masih belum dua, atau masih kecil-kecil. Dan rumah tumbuh adalah salah satu konsep rumah yang marak ditawarkan pengembang akhir-akhir ini.

Rumah ini biasanya memiliki luas tanah yang besar namun luas bangunan yang kecil, biasanya hanya terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Selain itu, pondasi bangunannya juga dibuat dengan kemampuan untuk menyangga rumah dua lantai.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Rumah tumbuh menjadi solusi bagi Anda yang baru menikah, belum berkeluarga, atau keluarga kecil, dan ingin memiliki rumah dengan harga lebih terjangkau namun bisa dikembangkan, baik melebar ataupun ke atas (ditingkat).

  • Tips membangun Rumah Tumbuh ke Samping

Rumah tumbuh melebar ke samping tentunya cocok jika lahannya luas, dan tidak membutuhkan struktur bangunan yang sangat kuat. Jadi saat anggota keluarga bertambah, pemilik rumah bisa memanfaatkan lahan terbuka yang ada.

Penambahan ruang untuk kamar anak ini bisa disesuaikan dengan sisa lahan yang ada, baik ke sisi samping, ke depan, atau ke belakang bangunan rumah. Proses pembangunan rumah tumbuh ke samping pun cenderung lebih cepat dan mudah.

  • Tips Membangun Rumah Tumbuh ke Atas

Ide penambahan kamar tidur anak dengan konsep rumah tumbuh lainnya adalah secara vertikal atau tambah ruangan ke atas. Jenis rumah ini paling banyak disediakan oleh developer karena tak memakan banyak lahan. Jika memang Anda memiliki rencana menambah lantai, membeli rumah tumbuh vertikal bisa menjadi pilihan.

Terpenting, untuk pengembangan rumah tumbuh vertikal ini harus direncanakan dengan sangat matang, terutama kekuatan struktur bangunannya. Jadi saat anggota keluarga bertambah, Anda bisa menambah tingkat rumah untuk ruang tambahan kamar tidur anak.

2. Ide Kamar Tidur Anak di Rumah Mungil

Ide Kamar Tidur Anak di Rumah Mungil

Tempat tidur dapat dibuat di atas rak dan meja belajar, menyerupai mezanin. Hal ini akan menghemat tempat sangat signifikan.

Dalam mendesain kamar tidur anak adakalanya dimensi ruang menjadi kendala, terutama bagi Anda yang punya rumah berukuran kecil. Akan tetapi dengan imajinasi dan kreativitas, kamar anak nan mungil pun bisa optimalkan.

Berdasarkan fungsi, kamar anak bisa dibagi menjadi empat area:

  • Tempat tidur,
  • Meja belajar,
  • Lemari,
  • Rak dan meja pajangan.

Tempat tidur dapat dibuat di atas rak dan meja belajar, menyerupai mezanin. Hal ini akan menghemat tempat sangat signifikan. Untuk menambah kesan luas, letakkan cermin berukuran besar tanpa frame di dinding, berhadapan dengan meja belajar.

Di sisi lain, letakkan lemari pakaian dengan pintu geser kaca di sebelah meja belajar. Pintu geser akan menghemat ruang, sementara bahan kaca akan membuat ruangan terkesan lebih luas.

3. Ide Bermain Warna untuk Kamar Tidur Anak

Ide Bermain Warna untuk Kamar Tidur Anak

Warna kuning lembut melambangkan semangat dan energi yang positif.

Anak yang tengah dalam masa tumbuh kembang memang sepatutnya punya kamar sendiri, mulai diajarkan untuk tidur sendiri, melatih mereka untuk mandiri. Dan kebanyakan anak-anak usia SD memang masih takut untuk tidur sendiri. Karena itu, penting bagi orang tua untuk membuatkan suasana kamar yang menyenangkan dan disukai anak.

Salah satu cara terbaik untuk membuat anak nyaman berada di kamarnya ialah dengan memilih warna cat dinding yang tepat. Yuk, simak warna apa saja yang cocok untuk dekorasi kamar anak Anda.

  • Lavender

Warna ini sangat cocok diaplikasikan pada kamar tidur anak perempuan. Warna ini dapat memicu kreativitas dan membangun karakter yang menyenangkan pada ruangan  apabila digabungkan dengan beberapa furnitur lain. 

  • Biru tua

Warna biru tua dapat memberikan ketenangan sehingga membantu proses istirahat dan relaksasi, cocok untuk kamar tidur anak laki-laki. Warna biru tua juga dapat menonjolkan warna-warna lain di sekitarnya sehingga membuat ruang terlihat lebih cerah dan berkarakter. 

  • Kuning pastel

Warna kuning pastel cocok diaplikasikan pada kamar anak perempuan maupun laki-laki. Warna kuning lembut melambangkan semangat dan energi yang positif. Warna ini akan meningkatkan kemampuan berpikir dan mengalirkan energi positif pada anak. Efektif meningkatkan produktivitas belajar anak.

  •  Peach

Warna peach sangat cantik cocok diaplikasikan pada kamar tidur anak yang masih balita. Warna ini akan memberikan kehangatan dan kelembutan yang membuat anak merasa nyaman dan aman. Dengan begitu anak tak akan takut lagi ketika ditinggal sendiri di kamarnya.

  • Hijau mint

Warna hijau mint akan membuat ruang tampak lebih segar dan cerah. Warna ini cukup netral untuk dapat bertahan lama mengikuti perkembangan usia sang anak. Anda dapat memadukan dekorasi apapun ke dalam warna ini. Warna ini juga dapat memantulkan cahaya dengan baik yang dapat membuat kamar sempit terlihat lebih luas.

4. Ide Kamar Tidur Anak Bersama-sama

Ide Kamar Tidur Anak Bersama-sama

Cara menyimpan barang yang bisa Anda coba adalah dengan menggunakan rak ambalan yang dapat ditempelkan ke dinding.

Bagi Anda yang punya anak dengan jenis kelamin yang sama setidaknya PR Anda tidak sebesar mereka yang punya anak laki-laki dan perempuan. Ya, Anda bisa buat kamar bersama untuk mereka. Ini juga bisa jadi solusi untuk keterbatasan ruang.

Nah, tantangan yang dihadapi ketika membuat kamar tidur anak seperti ini adalah: menggabungkan dua karakter (atau lebih) dimana setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Tantangan lain yang juga tak kalah pentingnya adalah mengakomodir tempat penyimpanan buku dan mainan untuk masing-masing anak.

  • Ide Kamar Tidur Anak dengan Perbedaan Usia Cukup Jauh

Bagaimana bila usia anak terpaut jauh seperti umur 8 tahun dengan adik yang baru berumur 4 tahun? Salah satu yang harus diperhatikan adalah pemilihan serta penempatan perabotan. Ciptakan sebuah area agar kedua anak bisa bermain dengan tenang.

Tandai area dengan menggunakan alas karpet, bantal besar, dan juga permainan besar seperti sebuah kuda-kudaan dari kayu. Simpan mainan anak yang besar sedikit lebih tinggi agar tidak terjangkau adiknya. Sebaliknya, simpan beberapa mainan yang memang untuk bayi di rak yang rendah.

  • Ide Kamar Tidur Anak dengan Penyimpanan Bersama

Konsep kamar tidur anak bersama-sama tentunya akan membuat ruangan sedikit terasa lebih sempit bila terlalu banyak barang dan lemari didalamnya. Padahal, anak memiliki kebutuhan untuk banyak bergerak.

Cara menyimpan barang yang bisa Anda coba adalah dengan menggunakan rak ambalan yang dapat ditempelkan ke dinding. Selain itu, menyimpan barang di bawah tempat tidur juga bisa menjadi pilihan.

Itulah 7 ide kamar tidur anak yang disesuaikan dengan draft RUU Ketahanan Keluarga. Lagi cari rumah dengan 3 kamar tidur dengan harga di bawah Rp700 juta di Bekasi? Cek aneka pilihannya di sini!

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

4 Pilihan Hunian untuk Keluarga Paling Rekomendasi di Bekasi

Masukan