Akta Jual Beli Tanah: Penjelasan, Syarat, dan Cara Membuat

Tim Editorial Rumah.com
Akta Jual Beli Tanah: Penjelasan, Syarat, dan Cara Membuat
RumahCom – Ketika membeli properti, ada sejumlah dokumen dan pajak yang harus diurus agar transaksi dianggap sah di mata hukum. Salah satunya Akta Jual Beli (AJB) tanah. Tidak bisa sembarangan, proses pembuatan AJB harus dilakukan melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) agar dianggap legal.
Bagi Anda yang baru pertama kali ingin membeli tanah/bangunan, simak artikel ini karena tim Rumah.com akan mengupas lebih dalam mengenai akta jual beli tanah dengan penjabaran sebagai berikut:
  • Apa Itu Akta Jual Beli Tanah?
  • Fungsi Akta Jual Beli Tanah
  • Syarat Akta Jual Beli Tanah
  • Cara Membuat Akta Jual Beli Tanah
  • Biaya Pembuatan Akta Jual Beli Tanah dan Cara Menghitungnya
Yuk langsung cari tahu penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Akta Jual Beli Tanah?

AJB tanah jadi bukti sah terjadinya transaksi jual beli lahan.(Foto: Pexels – Fauxels)
Akta jual beli tanah adalah akta otentik yang dibuat oleh notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Dokumen akta jual beli tanah biasanya akan berisi detail aktivitas jual beli properti yang meliputi nama penjual, pembeli, tanggal waktu penyerahan, poin kesepakatan, serta keterangan lahan/bangunan yang menjadi objek transaksi.
Pembuatan AJB tanah hanya berhak dilakukan oleh PPAT dan proses penandatanganannya harus dilakukan serta didampingi PPAT. Dengan membuat Akta Jual Beli tanah, kepemilikan sebuah lahan sudah bisa dialihkan serta dibalik nama dan dianggap sah secara hukum.
Sementara itu, ada pula PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli. Secara fungsi, PPJB merupakan dokumen yang menyatakan proses peralihan hak atas tanah atau rumah melalui proses jual beli.
Namun dibandingkan dengan AJB tanah, PPJB bersifat non-otentik dan dibuat oleh pihak penjual atau pembeli tanpa melibatkan notaris dan PPAT. Jadi bisa disimpulkan PPJB bersifat tidak wajib namun bisa dibuat sebagai pengikat calon penjual agar menjual lahan miliknya pada calon pembeli sesuai dengan kesepakatan yang telah ditulis.

Tips Rumah.com

Dalam mengurus AJB, pilih Notaris/PPAT yang memiliki kredibilitas tinggi dan dokumentasikan proses penandatanganan dokumen.

Fungsi Akta Jual Beli Tanah

Akta jual beli tanah harus dibuat dan disahkan PPAT. (Foto: PIP Semarang Kota)
Pada poin sebelumnya telah dijelaskan pengertian Akta Jual Beli tanah dimana AJB adalah dokumen yang tidak bisa dilewatkan ketika Anda melakukan proses jual beli tanah dan bangunan. Akta Jual Beli tanah memiliki beberapa fungsi yang harus dipahami di antaranya:
  1. AJB tanah menjadi bukti sah atas transaksi jual beli tanah atau bangunan yang disepakati dengan harga tertentu dan ketentuan yang tertera di dalamnya telah disetujui pihak penjual serta pembeli.
  2. Bukti perkara apabila salah satu pihak dalam jual beli tidak mampu memenuhi kewajibannya
  3. Bukti sah bagi penjual dan pembeli yang menyatakan kedua belah pihak telah memenuhi hak serta kewajiban masing-masing.

Syarat Akta Jual Beli Tanah

Serahkan sertifikat tanah asli ke PPAT untuk diperiksa keasliannya sebelum membuat AJB.
Sama seperti pengurusan dokumen lainnya, akta jual beli tanah juga memiliki persyaratan dokumen yang harus dipenuhi agar permohonan bisa diproses. Sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah.
Disebutkan pada Pasal 37 dimana peralihan hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun melalui proses jual beli hanya dapat dibuktikan melalui akta yang dibuat oleh PPAT dengan ketentuan yang berlaku.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi penjual dan pembeli dalam membuat akta jual beli tanah adalah:

1. Data Lahan

  • Sertifikat tanah asli
  • Bukti pembayaran PBB 5 tahun terakhir beserta STTS (Surat Tanda Terima Setoran)
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB) asli
  • Bukti pembayaran PBB, tagihan listrik, dan air
  • Surat roya atau bukti pelunasan jika properti pernah menjadi jaminan bank
  • Bukti pemeriksaan keaslian sertifikat tanah ke BPN (poin ini dapat diurus sendiri atau dengan bantuan Notaris/PPAT)

2. Persyaratan Penjual

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi Surat Nikah (Jika sudah berkeluarga)

3. Persyaratan Pembeli

  • Fotokopi KTP suami dan istri (Jika sudah berkeluarga)
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi Akta Nikah (jika ada)
  • Fotokopi NPWP
  • Salinan keterangan WNI atau ganti nama (jika ada, untuk WNI keturunan)
Selain syarat-syarat di atas, jika lahan merupakan hasil warisan, maka perlu dilampirkan surat yang menyatakan persetujuan jual yang telah ditandatangani dari ahli waris lain. Penting juga bagi penjual untuk menyatakan jika tanah atau bangunan tidak dalam sengketa sehingga pembeli tidak kesulitan di kemudian hari.

Cara Membuat Akta Jual Beli Tanah

Proses tanda tangan AJB harus didampingi oleh saksi dari kantor PPAT. (Foto: Pexels – Matthias Zomer)
Jika syarat dokumen telah lengkap, selanjutnya pihak penjual dan pembeli bisa langsung membawa sertifikat asli ke kantor Notaris/PPAT untuk dibuat akta jual beli tanah. Apabila proses pembelian rumah dilakukan melalui skema KPR, maka biasanya pihak bank lah yang akan menunjuk Notaris/PPAT sesuai lokasi properti berada. Setelah itu, Anda tinggal mengikuti prosedur pembuatan AJB tanah seperti ini:
  1. Setelah memberikan persyaratan dokumen, petugas PPAT akan memeriksa kelengkapan berkas dan mengecek bukti bayar PBB untuk memastikan tidak ada tunggakan pajak oleh petugas PPAT;
  2. Petugas PPAT memeriksa keaslian sertifikat tanah ke BPN (jika penjual/pembeli belum memeriksa) untuk memastikan tanah sedang tidak dalam sengketa atau menjadi jaminan;
  3. Pemeriksaan surat persetujuan penjualan dari suami dan istri (jika penjual telah menikah). Jika tanah adalah waris, ahli waris harus menunjukkan surat keterangan kematian. Sementara apabila suami atau istri telah meninggal dunia maka anak dari penjual wajib hadir dan memberikan persetujuan;
  4. Penyerahan bukti pembayaran pajak seperti pajak penghasilan (PPh) sebesar 5% dari harga transaksi dan BPHTB;
  5. Setelah dokumen diverifikasi dan dianggap tidak ada masalah, tahap selanjutnya adalah penandatanganan akta yang harus dihadiri oleh pihak penjual, pembeli, dan saksi yang berasal dari kantor PPAT.
Proses pembuatan AJB jika tidak ada masalah atau sengketa dapat memakan waktu kurang lebih 1 bulan tergantung banyaknya permohonan yang masuk di kantor PPAT. Setelah itu, tanah atau bangunan dapat berlanjut ke proses balik nama yang memakan waktu 1 sampai 3 bulan. Ketika proses tanda tangan AJB, pihak penjual atau pembeli bisa membawa keluarga sebagai saksi. Bila proses jual beli melalui KPR, saksi dari pihak bank juga akan mendampingi Anda ketika tanda tangan dokumen.
Apa Sanksi Tidak Membayar PBB? Temukan Jawabannya di Sini!

Apa Sanksi Tidak Membayar PBB? Temukan Jawabannya di Sini!

Biaya Pembuatan Akta Jual Beli Tanah dan Cara Menghitungnya

Selain biaya AJB tanah, siapkan juga biaya pengurusan pajak penghasilan dan BPHTB
Saat Anda memutuskan untuk membeli tanah atau rumah, selain uang untuk membayar lahan jangan lupa siapkan juga dana pengurusan dokumen seperti akta jual beli tanah. Untuk AJB, biaya yang harus dikeluarkan beragam sebagaimana telah diatur oleh Kementerian ATR/BPN dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 33 Tahun 2021 tentang Uang Jasa Pejabat Pembuat Akta Tanah.
Dijelaskan dalam pasal 1, uang jasa PPAT terkait pembuatan AJB tidak boleh lebih dari satu persen harga transaksi. Biaya tersebut sudah harus mencakup honor saksi dalam pembuatan akta.
Jika dilandaskan pada nilai ekonomis dari harga transaksi, maka detail persenan biaya pembuatan AJB harus mengikuti ketentuan berikut:
  • Nilai transaksi kurang dari sampai dengan Rp500 juta, biaya pembuatan akta paling banyak 1 persen
  • Nilai transaksi > Rp500 juta sampai Rp1 miliar, biaya pembuatan akta paling banyak 0,75 persen
  • Nilai transaksi > Rp1 miliar sampai dengan Rp2,5 miliar, biaya pembuatan akta paling banyak 0,5 persen
  • Nilai transaksi >Rp2,5 miliar, biaya pembuatan akta paling banyak 0,25 persen
Karena pembuatan AJB harus dilakukan di Notaris/PPAT, maka sebelum membayar biaya pembuatan akta, PPAT biasanya akan meminta Anda melunasi pajak penghasilan (PPh) sebesar 5% dari harga lahan yang dibayarkan, pajak penjual, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5% setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).
Itulah pembahasan lengkap tentang akta jual beli tanah termasuk syarat dan tata cara pembuatannya. Semoga artikel ini dapat membantu dan memperluas wawasan Anda di bidang properti ya!
Akta jual beli tanah merupakan salah satu dokumen penting dalam membuktikan status kepemilikan properti atau tanah. Sama halnya saat membeli rumah Anda juga harus memperhatikan akta jual beli rumah dan status kepemilikannya. Berikut daftar hunian di Jawa Tengah di atas Rp1 miliar yang bisa jadi pilihan Anda!
Tonton video berikut ini untuk mengenal PPAT dan perbedaannya dengan Notaris!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini