Mengenal Manajemen Konstruksi, Fungsi, Tujuan, Serta Tahapannya

Tim Editorial Rumah.com
Rumah.Com – Manajemen konstruksi adalah suatu proses mengatur atau mengelola pekerjaan pembangunan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan dari pembangunan tersebut.
Manajemen konstruksi meliputi mutu fisik konstruksi, biaya dan waktu. Manajemen material dan manajemen tenaga kerja yang akan lebih ditekankan. Hal itu dikarenakan manajemen perencanaan berperan hanya 20% dan sisanya manajemen pelaksanaan termasuk didalamnya pengendalian biaya dan waktu proyek.
Agar Anda bisa mengetahui apa itu manajemen konstruksi, fungsi, tujuan, serta tahapannya, maka artikel kali ini akan membahas mengenai:
  1. Pengertian Manajemen Konstruksi
  2. Fungsi Manajemen Konstruksi
    1. Perencanaan (Planning)
    2. Pengorganisasian (Organizing)
    3. Pengarahan (Actuating)
    4. Pengendalian (Controlling)
  3. Tujuan Manajemen Konstruksi
    1. Pengelolaan Biaya
    2. Pengelolaan Waktu
    3. Pengelolaan Kualitas
    4. Pengelolaan Risiko
    5. Pengelolaan SDM
  4. Tugas dan Tahapan Manajemen Konstruksi
    1. Agency Construction Management (ACM)
    2. Extended Service Construction Manajemen (ESCM)
    3. Owner Construction Management (OCM)
    4. Guaranteed Maximum Price Construction Management (GMPCM)

Pengertian Manajemen Konstruksi

Manajemen konstruksi meliputi mutu fisik konstruksi, biaya dan waktu. (Foto: Pixabay –  Jarmoluk).
Manajemen konstruksi meliputi mutu fisik konstruksi, biaya dan waktu. (Foto: Pixabay – Jarmoluk).
Secara umum, pengertian manajemen konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktikkan aspek-aspek terkait manajerial dan teknologi industri konstruksi. Hal ini dilakukan agar setiap proses pembangunan memiliki perencanaan yang matang.
Pendapat lain mengatakan, manajemen konstruksi merupakan sebuah model bisnis yang dilakukan oleh jasa konsultan konstruksi dengan memberikan arahan, nasihat, dan bantuan terhadap sebuah proyek pembangunan.
Dengan pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan, manajemen konstruksi adalah suatu proses mengatur atau mengelola pekerjaan pembangunan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan dari pembangunan tersebut.
Manajemen konstruksi juga dapat diartikan sebagai jasa yang diberikan oleh konsultan konstruksi dalam bentuk nasehat dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan. Mau punya rumah yang cantik dengan harga dibawah Rp600 jutaan di kawasan yang tengah giat membangun? Cek pilihan rumahnya di kawasan Bojongsari, Depok, di sini!

Fungsi Manajemen Konstruksi

Salah satu fungsi manajemen konstruksi adalah sebagai quality control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan. (Foto: Pixabay – Anna Pictures).
Salah satu fungsi manajemen konstruksi adalah sebagai quality control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan. (Foto: Pixabay – Anna Pictures).
Secara umum, manajemen konstruksi menerapkan fungsi manajemen dari suatu proyek dengan memanfaatkan sumber daya secara lebih efektif dan efisien demi mencapai tujuan. Berikut 4 fungsi manajemen konstruksi:

1. Perencanaan (Planning)

Dari segi perencanaan, manajemen konstruksi berfungsi dalam menentukan proyek pembangunan yang seperti apa yang akan dikerjakan, kapan dan bagaimana caranya. Seorang manajer konstruksi wajib menjadi pengambil keputusan atas rencana pembuatan konstruksi.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Manajemen konstruksi berfungsi untuk membentuk organisasi atau divisi-divisi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan sebuah proyek sesuai yang sudah direncanakan. Manajer memiliki hak untuk memberikan penempatan beberapa tim atau anggota kerja ke dalam suatu divisi.

3. Pengarahan (Actuating)

Adanya manajemen konstruksi maka dapat melakukan pembinaan atau pengarahan seperti memberikan pelatihan, bimbingan dan bentuk arahan lainnya agar setiap tanggung jawab yang diberikan terlaksana dengan baik.

4. Pengendalian (Controlling)

Manajemen konstruksi bertindak sebagai pengawas terhadap kegiatan proyek dan melakukan evaluasi jika saja terjadi penyimpangan dalam suatu divisi selama proyek berlangsung. Maka seorang manajer akan melakukan pencegahan dan upaya antisipasi terhadap penyimpangan yang terjadi.
Selain 4 fungsi manajemen konstruksi diatas, ada beberapa fungsi lain dari manajemen, yaitu:
  • Cost control(pengendalian biaya).
  • Quality control (pengawasan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan).
  • Time control (pengendalian waktu).
Tonton video yang informatif berikut seputar surat tanah Petok D, agar investasi properti aman di kemudian hari!

Tujuan Manajemen Konstruksi

Manajemen konstruksi dapat mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal. (Foto: Pixabay – Jarmoluk).
Manajemen konstruksi dapat mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal. (Foto: Pixabay – Jarmoluk).
Tujuan Manajemen Konstruksi, adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan (spesification).
Untuk keperluan pencapaian tujuan ini, perlu diperhatikan pula mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan Dalam rangka pencapaian hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengawasan mutu (quality control), pengawasan biaya (cost control) dan pengawasan waktu pelaksanaan (time control).

1. Pengelolaan Biaya

Mengatur biaya agar hemat dan tepat sasaran merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh tim manajemen konstruksi pada setiap proyek. Dengan sistem manajemen konstruksi yang baik maka pengelolaan biaya proyek dapat sesuai dengan yang telah dianggarkan dan mencegah terjadinya pengeluaran yang tidak perlu.

2. Pengelolaan Waktu

Sama halnya dengan biaya, pengelolaan waktu yang baik juga menjadi hal yang sangat penting dalam suatu proyek pembangunan. Pengaturan alur kerja, jenjang komunikasi, serta pelaksanaan yang terjadwal akan membuat proses kerja sesuai dengan yang ditetapkan.

3. Pengelolaan Kualitas

Sistem manajemen konstruksi juga bertujuan agar kualitas pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, kualitas yang dimaksud adalah hasil kerja suatu proyek pembangunan, baik dari sisi tampilan maupun kekuatan struktur bangunannya.

4. Pengelolaan Risiko

Setiap proyek pembangunan pasti memiliki risiko, sesuai dengan tingkat kesulitan pekerjaannya. Sistem manajemen konstruksi dibuat dengan tujuan agar dapat mengidentifikasi, menganalisis, memperkirakan, dan pencegahan terhadap setiap risiko yang mungkin timbul.

5. Pengelolaan SDM

Manajemen sumber daya manusia berhubungan dengan fungsi mengarahkan para tenaga kerja selama proses pembangunan. Hal ini mencakup pengadaan SDM, jenjang komunikasi dalam proyek, dan lain sebagainya.

Tips Rumah.com

Agar terhindar dari setiap risiko yang mungkin muncul, ketahui segala perencanaan dan persiapan yang matang dari tim proyek, dan mintalah agar selama proses kerja dilakukan pengawasan yang ketat.

Tugas dan Tahapan Manajemen Konstruksi

Salah satu tugas manajemen konstruksi adalah mengawasi proses pekerjaan di lapangan dan memastikan pelaksanaan kerja sesuai dengan metode konstruksi yang benar. (Foto: Pixabay – Jarmoluk).
Salah satu tugas manajemen konstruksi adalah mengawasi proses pekerjaan di lapangan dan memastikan pelaksanaan kerja sesuai dengan metode konstruksi yang benar. (Foto: Pixabay – Jarmoluk).
Tugas manajemen konstruksi adalah:
  1. Mengawasi proses pekerjaan di lapangan dan memastikan pelaksanaan kerja sesuai dengan metode konstruksi yang benar
  2. Meminta penjelasan pekerjaan dan laporan progres dari kontraktor secara tertulis
  3. Manajemen konstruksi berhak untuk menegur atau bahkan menghentikan proses pekerjaan bila tidak sesuai dengan yang telah ditentukan
  4. Melakukan rapat rutin (mingguan dan bulanan) dan melibatkan konsultan perencana, wakil pemilik proyek, dan kontraktor dalam rapat tersebut
  5. Bertanggung Jawab langsung kepada pemilik proyek atau wakilnya dalam menyampaikan informasi progres pekerjaan proyek
  6. Bertanggungjawab dalam pengesahan material yang akan digunakan dalam proyek
  7. Mengelola, mengarahkan, dan mengkoordinasi pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor dalam aspek mutu dan waktu
  8. Bertanggungjawab dalam pengesahan adanya perubahan kontrak yang diajukan oleh kontraktor
  9. Melakukan pemeriksaan pada shop drawing dari kontraktor sebelum dilakukan pelaksanaan pekerjaan
  10. Memastikan metode pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor agar sesuai dengan syarat K3LMP (kesehatan dan keselamatan kerja, lingkungan, mutu, dan pengamanan)
  11. Bertanggungjawab dalam memberikan instruksi tertulis jika ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mempercepat jadwal namun tidak disebutkan dalam kontrak
Tak hanya itu, manajemen konstruksi juga dibagi menjadi 4 peran. Berikut penjelasannya:

1. Agency Construction Management (ACM)

Pada sistem ini konsultan manajemen konstruksi mendapat tugas dari pihak pemilik dan berfungsi sebagai koordinator “penghubung” (interface) antara perancangan dan pelaksanaan serta antar para kontraktor.
Konsultan manajemen konstruksi dapat mulai dilibatkan mulai dari fase perencanaan tetapi tidak menjamin waktu penyelesaian proyek, biaya total serta mutu bangunan. Pihak pemilik mengadakan ikatan kontrak langsung dengan beberapa kontraktor sesuai dengan paket-paket pekerjaan yang telah disiapkan.

2. Extended Service Construction Management (ESCM)

Jasa konsultan manajemen konstruksi dapat diberikan oleh pihak perencana atau pihak kontraktor. Apabila perencana melakukan jasa Manajemen Konstruksi, akan terjadi konflik-kepentingan, karena peninjauan terhadap proses perancangan tersebut dilakukan oleh konsultan perencana itu sendiri, sehingga hal ini akan menjadi suatu kelemahan pada sistem ini.

3. Owner Construction Management (OCM)

Dalam hal ini pemilik mengembangkan bagian manajemen konstruksi profesional yang bertanggungjawab terhadap manajemen proyek yang dilaksanakan.

4. Guaranteed Maximum Price Construction Management (GMPCM)

Konsultan ini bertindak lebih kearah kontraktor umum daripada sebagai wakil pemilik. Disini konsultan GMPCM tidak melakukan pekerjaan konstruksi tetapi bertanggungjawab kepada pemilik mengenai waktu, biaya dan mutu. Jadi dalam Surat Perjanjian Kerja/ Kontrak konsultan GMPCM tipe ini bertindak sebagai pemberi kerja terhadap para kontraktor (sub kontraktor).
Itulah pengertian manajemen konstruksi, fungsi, tujuan, serta tahapannya. Manajemen konstruksi memiliki peran sentral dalam sebuah pembangunan agar apa yang diharapkan dapat sesuai.
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini