Biaya-biaya yang Harus Disiapkan Jika Beli Apartemen

7152934 - kuala lumpur is the capital city of malaysia.
7152934 - kuala lumpur is the capital city of malaysia.

RumahCom - Biaya-biaya yang harus disiapkan jika beli apartemen apa saja, sih?! Nah, pertanyaan seperti ini tentunya bisa jadi bagian dari persiapan bagi Anda yang tengah berencana untuk membeli apartemen.

Ya, sama seperti membeli rumah tapak, di samping harga apartemen yang harus dibayarkan—baik tunai atau menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)—Anda juga harus menyediakan biaya tambahan setidaknya 10% dari harga apartemennya untuk membayar pajak dan biaya-biaya tambahan lainnya.

Lantas, apa saja biaya-biaya yang harus disiapkan jika beli apartemen? Simak perinciannya berikut ini:

  • PPN

Menurut peraturan pemerintah hanya properti yang harganya di bawah Rp42 juta saja yang dibebaskan dari PPN atau Pajak Pertambahan Nilai. Dan asal tahu saja, harga apartemen yang paling murah saja berada di kisaran Rp200 jutaan.

Dengan begitu maka pembelian apartemen akan dikenakan biaya PPN 10% dari harga jual. PPN biasanya dibayarkan melalui developer, termasuk pelaporannya dilakukan oleh developer. Simulasikan juga cicilan KPA Anda perbulannya lewat kalkulator KPA persembahan Rumah.com.

  • BPHTB

Biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ini dikenakan terhadap semua transaksi apartemen, baik apartemen baru maupun lama, baik yang dibeli dari developer atau perorangan.

Karena itu, maka pembeli wajib membayar BPHTB 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi nilai jual obyek pajak tidak kena pajak (NJOPTKP). Seandainya Anda membeli apartemen di Jakarta, maka NJOPTKP yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta sebesar Rp60 juta.

Jadi, untuk apartemen seharga Rp100 juta, maka biaya BPHTB yang harus Anda bayarkan adalah 5% x (Rp100 juta – Rp60 juta) = Rp2 juta.

Proses pembelian apartemen tentunya berbeda dengan rumah tapak. Agar tak menemukan kendala, simak video panduannya berikut ini.

  • PPnBM

Pada tahun 2015, pemerintah merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 253/PMK.03/2008 mengenai pajak barang mewah. Pemerintah bakal menambah obyek pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) atas barang sangat mewah, yaitu properti di atas Rp2 miliar (sebelumnya properti di atas Rp10 miliar).

Akan tetapi, pajak ini hanya dikenakan bagi apartemen yang dibeli dari developer—bukan perseorangan. Besarnya 20% dari harga jual yang dibayar saat transaksi.

  • AJB, Pertelaan, dan BBN

Umumnya dalam pembayaran AJB (akta jual-beli), Pertelaan, dan BBN (biaya balik nama) dibayar dalam satu paket. Besarannya kurang lebih 1% dari harga apartemen untuk ketiga biaya tersebut.

Pertelaan sendiri merupakan dokumen apartemen yang berisi keterangan atau penjelasan dalam bentuk gambar, uraian, dan batas-batasnya dalam arah vertikal dan horizontal yang mengandung nilai perbandingan proporsional.

Itulah biaya-biaya yang harus disiapkan jika beli apartemen. Jadi mau beli apartemen? Untuk kenyamanan dan keamanan manfaatkan saja jasa agen properti dengan spesialisasi apartemen.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Wahyu Ardiyanto
Penulis adalah editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Wahyuardiyanto@rumah.com atau melalui Twitter: @orang_rumah.

Baca Selanjutnya

Masukan