Mengenal BP2BT dan Bedanya dengan Bantuan Pembiayaan Perumahan Lain

BP2BT atau Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan adalah program bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk membeli rumah.
Alt Text - Mengenal BP2BT dan Bedanya dengan Bantuan Pembiayaan Perumahan Lain
Program BP2BT merupakan program yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) baik formal maupun sektor informal.

RumahCom – Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 telah mencanangkan peningkatan akses rumah layak huni dari 56,75 persen menjadi 70 persen. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menyalurkan bantuan pembiayaan perumahan Tahun Anggaran 2021 untuk 222.876 unit. Program ini juga ditujukan untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).  Dengan demikian, masyarakat MBR juga dapat meningkatkan kualitas hidup dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman.

Melansir penjelasan Kementerian PUPR, bantuan pembiayaan perumahan TA 2021 bagi MBR terdiri dari empat program yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang juga diberikan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT),  dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Rinciannya, Alokasi FLPP sebanyak 157.500 unit senilai Rp 16,66 triliun dilengkapi SBUM senilai Rp630 miliar, BP2BT 39.996 unit senilai Rp 1,6 triliun,  dan Tapera dari dana masyarakat untuk 25.380 unit senilai Rp2,8 triliun.

Secara khusus, artikel kali ini akan membahas soal Program Rumah Subsidi BP2BT. Program ini ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) baik formal maupun sektor informal yang mempunyai penghasilan perorangan di bawah Rp6 juta atau gabungan suami istri  dengan kisaran Rp6 juta – Rp8,5 Juta. Seperti misalnya PNS, TNI, POLRI, karyawan BUMN, swasta, hingga ojek dan driver online, petani, pekerja pabrik dan lainnya.

Berdasarkan informasi Bank Tabungan Negara, skema BP2BT dinilai lebih menarik dibandingkan dengan FLPP. Sebagai perbandingan, kalau bantuan FLPP merupakan subsidi suku bunga yang menjadi 5 persen selama tenor kreditnya, maka BP2BT memberi bantuan besaran mencapai Rp40 juta. Suku bunga yang dikenakan kepada Anda memang komersial. Namun, karena outstanding kreditnya lebih kecil secara umum, besaran cicilannya juga tidak terlalu besar dibandingkan skema FLPP.

Sebagai gambaran, kalau Anda membeli rumah senilai Rp150 juta dengan mengajukan program BP2BT senilai Rp40 juta. Maka, outstanding kredit yang dimiliki tinggal Rp110 juta. Pinjaman bisa dipermudah dengan tawaran promo dari bank agar selama dua tahun pertama cicilannya bisa lebih ringan dibandingkan skema FLPP.

  1. BP2BT Adalah
  2. Beda BP2BT Dengan Bantuan Pembiayaan Perumahan Lainnya
  3. Keunggulan BP2BT
    1. Bantuan Diberikan di Muka
    2. Bisa Dialokasikan untuk DP Rumah
    3. Pagu Bantuan Hingga Rp40 Juta
    4. Cicilan Nyaris Setara FLPP
  4. Suku Bunga BP2BT
Kenali Plafon KPR, Faktor, dan Tips Memilihnya

Mengajukan KPR Dan Mengatur Cicilan

Kenali Plafon KPR, Faktor, dan Tips Memilihnya

BP2BT Adalah

Dana BP2BT ini dapat digunakan untuk pembiayaan uang muka untuk kepemilikan Rumah Tapak, Sarusun atau sebagian dana untuk Pembangunan Rumah Swadaya.Sumber: Pexels - Cottonbro

Dana BP2BT ini dapat digunakan untuk pembiayaan uang muka untuk kepemilikan Rumah Tapak, Sarusun atau sebagian dana untuk Pembangunan Rumah Swadaya.Sumber: Pexels - Cottonbro

Apa arti BP2BT? BP2BT atau singkatan dari Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan adalah adalah program bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang telah mempunyai tabungan dalam rangka pemenuhan sebagian uang muka perolehan Rumah atau sebagian uang muka perolehan Rumah atau sebagian dana untuk pembangunan Rumah swadaya melalui kredit atau pembiayaan bank pelaksana.

Dana BP2BT dari  pemerintah diberikan satu kali untuk pembayaran uang muka atas pembelian rumah atau sebagian biaya atas pembangunan rumah swadaya melalui BP2BT yang disalurkan kepada MBR yang memenuhi persyaratan. Dana BP2BT ini dapat digunakan untuk pembiayaan uang muka untuk kepemilikan rumah tapak, sarusun atau sebagian dana untuk pembangunan rumah swadaya.

Besaran dana BP2BT yang diberikan kepada MBR ditentukan dari penghasilan kelompok sasaran dan nilai rumah atau Rencana Anggaran biaya (RAB) dengan nilai paling besar Rp32,4 juta dan paling sedikit Rp21,4 juta. Besaran uang muka untuk kepemilikan rumah yang diberikan BP2BT paling sedikit 20 persen dan paling banyak 50 persen dari nilai rumah, dimana uang muka yang disediakan oleh kelompok sasaran paling sedikit 5 persen. Termasuk untuk besaran dana pembangunan rumah swadaya yang diberikan BP2BT paling sedikit 20 persen dan paling banyak 50 persen dari RAB, dengan dana pembangunan rumah swadaya yang disediakan oleh kelompok sasaran paling sedikit 5 persen.

Batasan penghasilan kelompok sasaran BP2BT terbagi menjadi 3 (tiga) zona wilayah dengan ketentuan yang berbeda. Zona I terdiri atas Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa (kecuali Jabodetabek), dan Sulawesi. Zona II, yakni Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Terakhir Zona III, Papua dan Papua Barat.

Beda BP2BT Dengan Bantuan Pembiayaan Perumahan Lainnya

Pemerintah memberikan perhatian pada sektor perumahan dalam berbagai bentuk dengan total alokasi anggaran APBN Rp33,1 triliun pada 2021. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Pemerintah memberikan perhatian pada sektor perumahan dalam berbagai bentuk dengan total alokasi anggaran APBN Rp33,1 triliun pada 2021. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Sektor perumahan menjadi prioritas pemerintah untuk segera dipulihkan setelah ikut terimbas dampak pandemi Covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan resmi menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian pada sektor perumahan dalam berbagai bentuk dengan total alokasi anggaran APBN Rp33,1 triliun pada 2021.

Bantuan yang dialokasikan tersebut untuk program Bantuan pembiayaan perumahan yang berbasis tabungan atau BP2BT serta belanja anggaran APBN melalui bantuan stimulan perumahan swadaya, pembangunan rumah susun, pembangunan rumah khusus dan pembangunan rumah susun sederhana, rumah umum, subsidi bantuan uang muka sebesar 4 juta rumah, subsidi selisih bunga dengan beban bunga masyarakat untuk yang berpendapatan rendah. APBN juga menggunakan instrumen transfer ke daerah dalam bentuk  Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk pembangunan rumah secara swadaya dan memberikan dana bergulir fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan.

Lantas, apa saja perbedaan skema bantuan pembiayaan tersebut? Berikut ini tabel penjelasannya

-          Pemerintah hanya menyediakan bantuan uang muka 30 s.d. 40 juta rupiah per-rumah untuk rakyatnya yang mau rumah subsidi, sisa harga rumah sekitar 100 juta-an di KPR-kan ke bank dengan bunga komersial.

-          Besaran Angsuran bulanan sekitar Rp1,1 juta - Rp1,2 juta..

 

-Pemerintah menyediakan dana ke bank penyalur FLPP dengan bunga nol persen dan bank meminjamkan dalam bentuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga maksimal 5 persen. Dana dari pemerintah sekitar 70 %, dan 30% disediakan bank. Jadi yang disubsidi adalah pihak bank agar dapat menawarkan kreditnya  dengan suku bunga murah yaitu 5%.

-Pemerintah membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ke developer yang jual rumah FLPP, diharapkan rumah jadi murah dan terjangkau sesuai harga yg ditetapkan.

-Pemerintah menyediakan dana Rp3 juta rupiah per-rumah FLPP bagi developer untuk membangun jalan perumahan subsidi. Diharapkan bisa menekan biaya dan developer dapat untung dengan harga rumah yang diterapkan untuk rakyatnya yang dapat fasilitas KPR FLPP.

-Pemerintah menyediakan bantuan uang muka (DP) 4 juta rupiah per-rumah untuk rakyatnya, sehingga beban DP bisa dibantu dan masyarakat bisa mendapatkan FLPP. Harga rumah 150 juta rupiah, DP dari konsumen 3,5 juta rupiah, DP subsidi 4 juta rupiah, KPR 142,5 juta rupiah dengan bunga subsidi 5 persen, angsuran sekitar Rp900.000 sampai dengan Rp1  per bulan.

 

- Bank menyediakan dengan uang bank, uang hasil mengumpulkan dana tabungan, deposito masyarakat. Misal rata-rata bunga tabungan dan deposito 6 persen per-tahun, bank  mengenakan ke masyarakat dalam bentuk KPR dengan bunga pasar 10 persen hingga 11 persen per tahun. Khusus rumah subsidi, bank dapat memberikan suku bunga 5 persen dengan selisihnya ditanggung oleh negara sebesar 5 persen - 6 persen.

- Mulai tahun 2020, program ini dihapus. Bagi yang sudah menjalankan program ini dari tahun-tahun sebelumnya pemerintah tetap memberikan subsidi ini tiap bulan. Tapi untuk konsumen baru, pemerintah sudah tidak menyediakan lagi.

 

BP2BT bisa dibilang skema baru Kredit Pemilikan Rumah Subsidi Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau KPR Subsidi. Mau punya rumah yang sesuai kemampuan di Pamulang, Tangerang Selatan? Cek pilihan rumahnya dengan harga mulai dari Rp400 jutaan di sini!

Keunggulan BP2BT

Skema BP2BT masyarakat kelas menengah ke bawah dapat memiliki rumah dengan nilai cicilan yang lebih murah. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Skema BP2BT masyarakat kelas menengah ke bawah dapat memiliki rumah dengan nilai cicilan yang lebih murah. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Selama ini, bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) masih tidak populer di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pertama, karena sebenarnya suku bunga BP2BT adalah komersial. Kemudian, sertifikat laik fungsi (SLF) yang diminta Dinas PU daerah justru belum siap dilaksanakan seluruh daerah. Selain itu, ketentuan yang mengatur bahwa minimum posisi tabungan untuk konsumen MBR dalam jangka waktu 6 bulan sejak pengajuan juga dinilai memberatkan.

Oleh karena itu, sejumlah bank termasuk BTN mulai menawarkan program menarik untuk bisa menarik MBR memanfaatkan program ini. Yakni skema baru KPR Subsidi BP2BT yang menawarkan masa fixed rate hingga 10 tahun, berubah dari yang sebelumnya hanya 2 tahun. Dengan skema tersebut, masyarakat kelas menengah ke bawah dapat memiliki rumah dengan nilai cicilan yang lebih murah.

Bank BUMN tersebut juga telah merancang fitur graduated payment mortgage (GPM) dalam KPR BP2BT. Fitur yang diluncurkan pada tahun lalu tersebut menawarkan keringanan angsuran berjenjang dengan suku bunga fixed sebesar 10 persen selama tiga tahun pertama. Untuk pemilikan hunian tersebut, KPR BP2BT juga memberikan bantuan uang muka sebesar 45 persen dari harga rumah atau maksimal Rp40 juta. Kemudian, uang muka mulai 1 persen dan tenor kredit hingga 20 tahun.

Sejauh ini, batasan harga hunian yang bisa menggunakan KPR BP2BT akan bergantung pada zona lokasi yang ditetapkan Kementerian PUPR. Untuk rumah tapak mulai dari Rp150 juta hingga Rp219 juta. Kemudian untuk rumah susun mulai Rp288 juta hingga Rp385 juta. Lalu, untuk rumah yang dibangun secara swadaya berkisar Rp120 juta hingga Rp155 juta.

Sesuai aturan yang ditetapkan Kementerian PUPR, masyarakat yang bisa mengakses skema KPR BP2BT yakni yang belum memiliki rumah dan  belum pernah mendapatkan subsidi atau bantuan perumahan dari pemerintah. Kemudian, ada batasan penghasilan yang ditetapkan untuk bisa menikmati fasilitas KPR tersebut, baik sendiri maupun bersama pasangan. PUPR mengatur nilai penghasilan itu sesuai dengan zona wilayah yaitu penghasilan berkisar Rp6 juta hingga Rp8,5 juta.

Meski tak terlalu populer, jangan sampai Anda melewatkan manfaat bantuan BP2BT. Skema ini justru memiliki sejumlah keunggulan, lho. Apa saja misalnya?

1. Bantuan Diberikan di Muka

Sesuai dengan tujuannya, kredit pemilikan rumah ini bertujuan memberikan subsidi uang muka kepada masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya. Oleh karena itu bantuan diberikan di muka.

2. Bisa Dialokasikan untuk DP Rumah

Karena bantuan diberikan di muka maka bantuan tersebut bisa digunakan untuk Anda alokasikan pembayaran uang muka. Dengan lebih banyak uang muka yang dibayarkan, cicilan per bulan juga bisa menjadi lebih ringan.

3. Pagu Bantuan Hingga Rp40 Juta

Melalui skema KPR BP2BT, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memiliki hunian dengan bantuan hingga Rp40 juta dari pemerintah. Dengan nilai bantuan tersebut akan mengurangi nilai angsuran KPR para MBR.

4. Cicilan Nyaris Setara FLPP

BP2BT diklaim jauh lebih menguntungkan dari FLPP. Dia mencontohkan, saat ini harga rumah bersubsidi senilai Rp 140 juta per unit. Dengan uang muka senilai Rp 7 juta ditambah subsidi uang muka Rp 40 juta dari program BP2BT, maka konsumen tinggal membayar Rp 133 juta. Adapun untuk pembayaran angsuran tiap bulan, bunga tetap dan tidak ada potongan.

Tip Rumah
Untuk pemilikan hunian, KPR BP2BT juga memberikan bantuan uang muka sebesar 45 persen dari harga rumah atau maksimal Rp40 juta. Kemudian, uang muka mulai 1 persen dan tenor kredit hingga 20 tahun.

Suku Bunga BP2BT

Suku bunga BP2BT mengikuti bunga pasar dengan batasan maksimal  sebesar  (SUN 10 tahun + Marjin). Sumber: Pexels - Mikhail Nilov

Suku bunga BP2BT mengikuti bunga pasar dengan batasan maksimal  sebesar  (SUN 10 tahun + Marjin). Sumber: Pexels - Mikhail Nilov

Dalam BP2BT terdapat tiga komponen utama yakni dana masyarakat minimal 5 persen dari nilai rumah/RAB dengan saldo minimal Rp2 juta – Rp5  juta. Kemudian dana BP2BT sebesar sebesar 6,4 % - 38,8 % dari nilai rumah. Serta terakhir melibatkan pembiayan atau KPR dari bank.

Jangka waktu KPR dengan skema ini maksimal sebesar 20 tahun dengan suku bunga komersial. Yakni suku bunga pasar dengan batasan maksimal  sebesar  (SUN 10 tahun + Marjin). Namun pada umumnya, berlaku besaran suku bunga tahun pertama adalah sebesar 10 persen. Suku bunga tahun kedua yakni 11 persen, diikuti suku bunga tahun ketiga sebesar 12 persen. Namun untuk suku bunga tahun keempat berlanjut dengan floating dan tetap memperhatikan batas tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Tonton video yang informatif berikut ini untuk mempelajari tips beli rumah lelang bank yang bisa Anda ikuti dengan mudah!

 

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan