Cara Investasi Rumah dengan KPR

Tim Editorial Rumah.com

RumahCom – Faktanya, investasi rumah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mulai dilakukan banyak orang. Dengan KPR, seorang investor tidak perlu memiliki uang miliaran rupiah untuk bisa memiliki sebuah rumah. Mengapa demikian? Misalnya, sebuah rumah klaster di Depok dijual seharga Rp350 juta. Bila ingin dimiliki untuk investasi rumah dengan KPR, investor hanya diminta untuk membayar uang mukanya saja sebesar 15% atau Rp52,5 juta.

Selanjutnya untuk rumah kedua di Bogor seharga Rp400 juta, dengan KPR investor cukup mengeluarkan uang untuk DP sebanyak Rp60 juta. Jika ditotal untuk kepemilikan atas nama dua rumah, seorang investor cuma membayar Rp112,5 juta saja. Tanpa perlu membayar harga rumah secara penuh di awal. Akan tetapi, perhatikan juga strategi mencicil rumah kedua saat KPR pertama belum lunas.

Di dalam artikel ini akan dibahas cara investasi rumah dengan KPR yang terbagi ke dalam poin-poin sebagai berikut:

  1. Cara Investasi Rumah dengan KPR
    1. Investasi yang Menguntungkan
    2. Digunakan sebagai Penghasilan Pasif
    3. Cobalah Cari Informasi Lokasi yang Berkembang
    4. Cocokkan Bujet
    5. Penggunaan RPI
  2. Keunggulan KPR
  3. Contoh Surat Keterangan Kerja untuk Ajukan KPR
    1. Dokumen KPR Standar
    2. Dokumen Tambahan untuk Karyawan
    3. Dokumen Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional
    4. Surat Keterangan Kerja untuk KPR
    5. Menghitung Cicilan KPR

Yuk, simak ulasan lengkap cara investasi rumah dengan KPR di bawah ini!

1. Cara Investasi Rumah dengan KPR

Picture1
Cara investasi rumah dengan KPR yang bisa memberi keuntungan (Sumber: Freepik)

Membeli rumah adalah investasi yang menjanjikan, terlebih bila investor bisa memilih lokasi dan melihat peluang tersebut. Nilai yang terus naik seiring waktu membuat properti menjadi investasi yang kebal inflasi.

Jadi, tidak ada ruginya membeli properti sebagai investasi. Apalagi jika investasi rumah dengan KPR, sama saja dengan menabung investasi jangka panjang yang pasti menguntungkan. Berikut adalah beberapa cara investasi rumah dengan KPR.

a. Investasi yang Menguntungkan

Sebagai contoh, investor membayar cicilan KPR untuk jangka waktu 15 tahun. Selang satu tahun saja, harga rumah yang dibeli saat ini pasti akan melonjak minimal 7%. Di lokasi premium, kenaikan harga rumah bahkan bisa naik mencapai 10% – 15% dalam waktu satu tahun.

b. Digunakan sebagai Penghasilan Pasif

Tidak hanya itu, investasi rumah dengan KPR juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan pasif. Jika rumah tidak ditempati, investor bisa menyewakan rumahnya sekitar Rp2 juta – Rp3 juta per bulan. Dengan begitu, uang yang didapat dari hasil sewa bisa dipakai untuk menambah maupun membayar cicilan KPR. Jadi bisa dibilang, properti bisa didapat secara gratis. Menarik, bukan?

c. Cobalah Cari Informasi Lokasi yang Berkembang

Istilah prospektif tak harus selalu identik dengan kisaran harga sangat mahal atau sangat murah. Biasanya hal ini lebih identik dengan kondisi daerah dimana banyak orang tertarik untuk bertempat tinggal di sana dengan berbagai macam alasan. Dilansir juga dari MoneyTalkNews, carilah lokasi yang memiliki daya tarik yang spesial atau dekat dengan transportasi umum seperti commuter line, sekolah, rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Untuk urusan satu ini, ketahui mana lokasi hunian yang bagus hanya dengan membaca review properti di

d. Cocokkan Bujet

Investor yang andal harus mampu mencocokan bujet yang dimiliki dengan daerah yang sedang dicari oleh banyak orang sebagai tempat tinggal. Jika berencana membeli properti untuk disewakan, pahami dulu tren pasang yang sedang berlangsung. Buka mata lebih lebar, pahami potensi keuntungan dan kerugian dengan banyak berkonsultasi oleh para ahli ataupun menyimak Rumah.com Property Index (RPI).

e. Penggunaan RPI

Penggunaan RPI membantu para pencari hunian menemukan rumah idamannya berdasarkan referensi harga yang wajar sesuai dengan sentimen pasar. RPI menyajikan informasi properti secara komprehensif, mulai dari lokasi properti favorit konsumen, hingga ke akhir harga hunian baik perumahan maupun apartemen di Indonesia. Data Rumah.com Property Index ini sendiri merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti yang diakses 3,4 juta pengunjung setiap bulan. Jadi konsumen bisa tahu timing buyer, kenapa harga turun, hingga penyebab yang mendasarinya.

2. Keunggulan KPR

Keunggulan sistem KPR untuk investasi rumah (Sumber: Freepik)
Keunggulan sistem KPR untuk investasi rumah (Sumber: Freepik)

KPR tentu bukan satu-satunya cara untuk membeli rumah dengan harga yang lebih murah. KPR rumah merupakan salah satu bentuk pembiayaan yang paling banyak digunakan sekaligus disarankan oleh penasehat keuangan. Ada beberapa alasan lain mengapa Anda harus memilih KPR untuk pembelian rumah.

  • Bersifat Legal. Bank hanya membiayai pembelian rumah yang dilengkapi sertifikat. Sebelum menerima sertifikat itu, bank mengecek keabsahannya lewat Badan Pertanahan Nasional (BPN). Artinya, legalitas rumah yang Anda beli aman dan terjamin.
  • Siap Huni. Karena membeli dengan pembiayaan kredit perumahan KPR berarti Anda bisa langsung menghuni rumah itu, bahkan sebelum cicilan pinjaman lunas. Kecuali apabila rumah yang dibeli adalah inden (dalam proses pembangunan).
  • Investasi Jangka Panjang. Rumah yang dibeli dengan kredit perumahan KPR bisa Anda manfaatkan pula sebagai aset investasi jangka panjang. Terlebih jika rumah yang dibeli berada di lokasi strategis, sehingga nilai rumah bisa dipastikan akan meningkat setiap tahun.
  • Bisa Disewakan. Apabila Anda menyewakan rumah yang dibeli dengan pembiayaan kredit perumahan, maka Anda bisa menggunakan uang sewa itu untuk membayar cicilan bulanan. Dengan kata lain Anda bisa memperoleh rumah secara gratis.
  • Angsuran Fleksibel. KPR rumah dengan angsuran tertentu setiap bulannya lebih memudahkan Anda untuk mengatur keuangan. Sementara bagi peminat KPR dari kalangan pegawai kantoran yang sebelumnya sudah mengontrak rumah, maka biasanya akan lebih mudah lagi karena sudah rutin menyisihkan gaji bulanan. KPR juga memiliki jenis-jenis tersendiri dengan cara angsuran yang berbeda pula.
  • Cicilan Semakin Ringan. Meski angsurannya relatif tetap, namun lama-lama nilainya secara riil menurun akibat inflasi atau karena penghasilan Anda umumnya naik secara periodik. Biaya cicilan semakin lama akan terasa semakin ringan. Bahkan banyak diantaranya yang mampu melunasi perumahan KPR -nya sebelum tenor berakhir
  • Aset Untuk Agunan Kredit. Perumahan KPR bisa dimanfaatkan sebagai solusi agunan kredit di kala Anda membutuhkan pinjaman bank. Karenanya, belum lunas pun jika menurut bank Anda merupakan debitur yang baik, bank tak akan segan menawarkan kredit lain untuk keperluan usaha atau hal lainnya.

3. Contoh Surat Keterangan Kerja untuk Ajukan KPR

Persyaratan dokumen persyaratan ketika mengajukan KPR  (Sumber: Freepik)
Persyaratan dokumen persyaratan ketika mengajukan KPR (Sumber: Freepik)

Surat keterangan kerja memang menjadi salah satu dari sekian syarat yang dibutuhkan dalam mengajukan KPR. Untuk itu, penting bagi Anda mencari tahu contoh surat keterangan kerja yang baik. Saat mengajukan KPR, setidaknya ada sejumlah syarat lain yang harus diketahui dan dipenuhi oleh Anda sebagai calon nasabah. Dokumen yang diperlukan diantaranya sebagai berikut:

a. Dokumen KPR Standar

  1. Usia tidak lebih dari 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR
  2. Fotokopi KTP pemohon
  3. Akta nikah atau cerai
  4. Kartu keluarga
  5. Surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan)
  6. Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB)
  7. Dokumen Tambahan untuk Karyawan

b. Dokumen Tambahan untuk Karyawan

  1. Slip Gaji
  2. Surat keterangan dari tempat bekerja
  3. Buku rekening tabungan yang menampilkan kondisi keuangan 3 bulan terakhir
  4. Dokumen Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional

c. Dokumen Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional

  1. Bukti Transaksi Keuangan Usaha
  2. Catatan rekening bank
  3. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  4. SIUP
  5. Surat izin usaha lainnya, seperti Surat Izin Praktik untuk para dokter
  6. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Masih bingung perbedaan antara SHM dan HGB. Simak videonya berikut ini.

d. Surat Keterangan Kerja untuk KPR

Jika sudah siap untuk segera mengajukan KPR, berikut adalah contoh surat keterangan kerja untuk mengajukan KPR yang bisa Anda pergunakan.

(logo perusahaan resmi)
Surat Keterangan
202/HR-IR/IV/2019
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Boy Supriyanto
Jabatan : Human Resources Senior Manager
Perusahaan : PT Sentosa Makmur Damai
Gedung Baru lantai 5, Jalan TB Simatupang Kav 12
Jakarta 12560
Dengan ini menyatakan bahwa :
Nama : Wahyo Richmon
Departemen : Graphic Designer
No. KTP : 314xxxxx
Alamat : Jalan Indah Raya No. 26, Tangerang, Banten
Adalah karyawan tetap PT Ramai Sentosa Adil yang merupakan anak perusahaan PT Sentosa Makmur Damai sejak tanggal 28 Juli 2015 sampai dengan sekarang.
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan dalam syarat pengajuan KPR. Dan semua hal yang berkaitan dengan pembayaran atas tagihan KPR ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari karyawan tersebut diatas.
Jakarta, 08 April 2019
PT Ramai Sentosa Adil
Boy Supriyanto
Human Resources Senior Manager

e. Menghitung Cicilan KPR

Selain harus memenuhi syarat yang diantaranya adalah melampirkan surat keterangan kerja untuk KPR, sebelum mengajukan kredit rumah maka ada baiknya hitung terlebih dahulu kesanggupan dalam mencicil rumah melalui Kalkulator KPR.

Lewat fitur ini Anda akan dijelaskan lama waktu angsuran yang ideal termasuk batas pinjaman maksimum. Besarnya cicilan KPR ditentukan dari besarnya uang muka dan jangka waktu KPR. Bila ingin mendapat plafon kredit tinggi dengan cicilan rendah, bayarlah uang muka dengan nilai besar.

Sebaliknya, jika tak mampu membayar uang muka dengan jumlah besar, agar cicilan tetap rendah pilih KPR dengan jangka waktu panjang. Tetapi perlu diingat, semakin panjang jangka waktu cicilan, makin banyak pula uang yang harus Anda bayarkan.

Misalnya nilai KPR yang hendak diajukan adalah rumah seharga Rp350 juta dengan bunga efektif 9% per tahun. Maka jika jangka waktu cicilan 15 tahun, Anda perlu mencicil pinjaman pokok ditambah bunga sebesar Rp4.112.500 per bulan.

Ini berarti total uang yang harus Anda setor ke bank sebesar Rp4.112.500 x 180 bulan = Rp740.250.000.

Apabila jangka waktu kredit diperpanjang menjadi 20 tahun, cicilan per bulan hanya sekitar Rp3.675.000. Tetapi, coba hitung dengan teliti, berapa banyak total uang yang harus dibayarkan ke bank? Jumlahnya adalah Rp3.675.000 x 240 bulan = Rp882 juta.

Selanjutnya, jika sudah sepakat dengan rumah yang akan dibeli dan memenuhi syarat-syarat mengajukan KPR, ikuti proses mengajukan KPR berdasarkan Perum Perumnas berikut ini.

  • Datangi bank, lengkapi syarat KPR yang diminta.
  • Wawancara dengan bank, dimana bank akan mengecek kemampuan Anda untuk melunasi cicilan (minimal 30% dari penghasilan).
  • Membayar uang muka ke pengembang properti, kemudian menunggu keluarnya Surat Persetujuan Perjanjian Kredit (SPKK).
  • Setelah SPKK Anda terima, saatnya menemui notaris untuk menandatangani akta kredit dan mengurus sertifikat.
  • Serah terima kunci.
  • Sampai di sini, sertifikat rumah Anda dipegang oleh bank dan baru bisa Anda terima setelah seluruh cicilan KPR lunas.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalam Panduan dan Referensi.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini