Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Investasi Tanah

Sebelum berencana untuk memilih investasi tanah, pastikan terlebih dahulu Anda sudah mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Berikut adalah cara investasi tanah yang bisa menghasilkan keuntungan bagi Anda.
melirik potensi jakarta barat

RumahCom - Cara investasi tanah yang menguntungkan ditentukan dari proses awal pembeliannya. Kenapa begitu? Tentu saja agar bisa dapat keuntungan yang maksimal ketika tanahnya dijual. Namun, faktor keamanan juga harus mendapat prioritas untuk kamu perhatikan. Jangan sampai keuntungan baru hanya sebatas angan tapi tanah yang dibeli malah melayang.

Jika kamu investor pemula yang ingin berinvestasi di bidang properti, investasi tanah merupakan salah satu pilihan yang tepat karena risiko yang dimiliki relatif lebih kecil. Selain itu, biaya yang dibutuhkan juga lebih murah jika dibandingkan investasi rumah, apartemen, ataupun pergudangan.

Pada pemaparan artikel kali ini, Anda akan mengetahui beberapa hal sebagai berikut:

  1. Investasi Tanah Adalah Investasi Menguntungkan
  2. Modal yang Dibutuhkan dalam Investasi Tanah
  3. Kelebihan Investasi Tanah
    1. Nilai Investasi Tanah Terus Naik
    2. Investasi Tanah Tidak Butuh Banyak Maintenance
    3. Investasi Tanah Minim Kompetisi
    4. Investasi Tanah untuk Dijual Lagi secara Utuh atau per Kavling
    5. Investasi Tanah Bisa Digunakan untuk Berbagai Jenis Usaha
    6. Peningkatan Permintaan akan Tanah yang Terus Meningkat
    7. Risiko Kehilangan Lebih Kecil
  4. Kekurangan Investasi Tanah
    1. Daya Jual Investasi Tanah Tergantung Lokasi
    2. Investasi Tanah Tak Bisa Dijadikan Sumber Pemasukan Tetap
    3. Ada Kemungkinan Cicilan KPT Ditolak
    4. Risiko “Penyerobotan” Tanah Kosong
    5. Persoalan Legalitas Investasi Tanah Terkait Dokumen Awal
  5. Cara Investasi Tanah yang Menguntungkan
    1. Pilih Lokasi Prospektif saat Investasi Tanah
    2. Periksa Peruntukan Status Tanah
    3. Lakukan Perbandingan Harga
    4. Usahakan Mendapatkan Harga Terbaik
    5. Jangan Lupa Cek Legalitas Investasi Tanah
    6. Amankan Lokasi Investasi Tanah dan Legalitasnya
    7. Pelajari Kenaikan Harga dan Tarif Sewa
  6. Tips Agar Transaksi Jual Beli Tanah Berjalan Mulus
    1. Pastikan Keaslian Bukti Kepemilikannya
    2. Cek Status Kepemilikannya
    3. Periksa Detail Tanahnya
    4. Biaya Lain-lain
    5. Seriuskan Investasi Tanah dengan Tanda Jadi
    6. Pembuatan Akta Jual-Beli
    7. Cara Pembayaran

1. Investasi Tanah Adalah Investasi Menguntungkan

Investasi Tanah Adalah Investasi Menguntungkan

Investasi tanah adalah investasi yang menguntungkan. (Foto: Freepik.com)

Dalam investasi tanah memanglah sangat menjanjikan jika Anda bisa melihat peluangnya di masa mendatang. Apalagi, jika harga properti saat ini teruslah meroket karena permintaannya yang semakin meningkat. Investasi tanah bisa memberikan Anda keuntungan yang tidak tanggung-tanggung, bahkan bisa berkali-kali lipat.

Inilah yang menjadi daya tarik karena bermodalkan kesabaran, Anda bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah yang menggiurkan. Selain bisa menambah penghasilan, investasi yang bisa dikelola dengan baik akan menambah tabungan Anda di masa mendatang.

2. Modal yang Dibutuhkan dalam Investasi Tanah

Modal yang Dibutuhkan dalam Investasi Tanah

Harga tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor. (Foto: Freepik.com)

Kebanyakan orang menghindari investasi tanah karena berpikir harus memiliki modal yang sangat besar. Namun, ternyata sudah banyak tanah yang dijual murah di Jakarta dan daerah lainnya. Bahkan di bawah Rp100 juta Anda sudah memiliki investasi tanah. Dalam menentukan modal membeli tanah, Anda harus memperhatikan beberapa faktor yang bisa mempengaruhi harga dari tanah tersebut.

Misalnya saja jika tanah itu berada di lokasi yang strategis, keuntungan harga jual yang bisa Anda peroleh akan sebanding dengan harga beli tanah tersebut. Selain faktor lokasi, faktor lainnya seperti legalitas dari tanah tersebut juga mempengaruhi harga tanah. Bagi Anda yang sedang mencari tanah untuk bisa diinvestasikan, berikut adalah daftar tanah murah di Jakarta yang dijual di bawah Rp450 juta.

3. Kelebihan Investasi Tanah

Kelebihan Investasi Tanah

Ada banyak kelebihan yang didapatkan ketika berinvestasi tanah. (Foto: Freepik.com)

Investasi tanah dapat dikatakan sebagai salah satu investasi termudah dan termurah jika Anda tertarik menanam uang di bidang ini. Meski bisa menghasilkan keuntungan besar, akan tetap ada risiko yang mesti Anda tanggung. Untuk itu, ketahui dulu kelebihan dalam investasi tanah berikut ini.

  • Nilai Investasi Tanah Terus Naik

Faktor inilah yang membuat harga tanah akan terus naik, apalagi jika berada di lokasi “emas” atau terpengaruh dengan perencanaan pembangunan infrastruktur pemerintah di masa depan. Jika Anda memilih lokasi yang tepat, capital gain atau keuntungan modal untuk investasi tanah bisa berlipat hingga 200% dalam beberapa tahun saja. 

  • Investasi Tanah Tidak Butuh Banyak Maintenance

Hal ini mungkin banyak dialami oleh Anda yang menjadi pemilik rumah kontrakan atau apartemen sewaan seperti tap rusak, pipa air bocor, hingga rangka rumah dimakan rayap. Pengeluaran seperti ini tidak akan Anda temui jika memilih investasi tanah kosong. Biaya yang mungkin Anda keluarkan hanyalah biaya perawatan rumput, pagar, dan penjagaan keamanan lingkungan.

  • Investasi Tanah Minim Kompetisi

Investasi tanah cenderung tidak terlalu kompetitif, berbeda dengan properti rumah atau apartemen yang lebih bersaing saat ingin menjual atau menyewakannya. Percaya atau tidak, pesaing Anda di bidang investasi tanah kosong akan cenderung sedikit jika dibandingkan dengan investasi properti lainnya. Justru Anda yang mungkin akan dicari-cari pembeli.

Cara Mengurus Akta Jual Beli Tanah

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum, dan Pajak Properti

Cara Mengurus Akta Jual Beli Tanah

  • Investasi Tanah untuk Dijual Lagi secara Utuh atau per Kapling

Jika memiliki tanah dengan area yang luas, Anda bisa mempertimbangkan untuk menjualnya secara utuh atau menjualnya sebagai kompleks per kapling. Ya, Anda bisa menaikkan daya jual tanah Anda dengan merancangnya sebagai kompleks perumahan model cluster.

Jika ini adalah rencana Anda sedari awal, pastikan saja Anda memilih tanah dengan lokasi yang strategis, akses terjangkau, serta didukung dengan infrastruktur yang baik.

  • Investasi Tanah Bisa Digunakan untuk Berbagai Jenis Usaha

Namanya juga investasi, tentu Anda akan menunggu waktu yang tepat untuk melepas tanah pada harga terbaiknya. Selagi menunggu target keuntungan modal tercapai, Anda bisa memanfaatkan tanah untuk berbagai jenis usaha.

Misalnya, Anda bisa menggunakannya sebagai penyewaan lahan parkir, lokasi rumah makan tenda (yang tak perlu bangunan utuh), hingga tempat untuk menyelenggarakan pernikahan outdoor.

  • Peningkatan Permintaan akan Tanah yang Terus Meningkat

Persediaan untuk tanah tidak akan tumbuh dan bertambah, tetapi untuk permintaannya teruslah meningkat. Kebutuhan akan lahan untuk tempat tinggal, menjadikan orang-orang beramai-ramai untuk membeli tanah. Untuk itulah dengan investasi tanah akan sangat menguntungkan Anda.

  • Risiko Kehilangan Lebih Kecil

Risiko yang dimiliki ketika Anda investasi tanah sangatlah kecil. Rumah atau ruko mungkin saja mengalami penurunan nilai investasi ketika mengalami kerusakan, tetapi tidak dengan tanah. Investasi lainnya seperti emas atau perhiasan juga rawan dengan pencurian atau perampokan yang memiliki risiko lebih tinggi. Selama Anda memiliki surat atau bukti kepemilikan yang jelas, maka dalam kondisi apapun tanah tersebut tetap menjadi milik Anda.

4. Kekurangan Investasi Tanah

Kekurangan Investasi Tanah

Jika ada kelebihan maka tentu juga ada beberapa kekurangan dalam setiap investasi. (Foto: Freepik.com)

Meskipun ada banyak keuntungan dalam investasi tanah, tentu juga ada risiko yang perlu Anda persiapkan. Setelah membahas apa saja keuntungan dari investasi tanah, berikut adalah beberapa kekurangannya yang harus Anda ketahui.

a. Daya Jual Investasi Tanah Tergantung Lokasi

Ada beberapa kesalahan dalam investasi properti, salah satunya adalah kurang jeli “membaca” lokasi. Faktor ini yang memiliki peran penting dalam permainan investasi tanah. Sama seperti ketika Anda berinvestasi properti lain, lokasi adalah hal krusial yang menentukan daya jual dan capital gain tanah Anda.

Sebagai contoh, tanah yang berada di lokasi rawan banjir cenderung dibanderol dengan harga murah. Karena itulah, Anda memang harus ekstra berhati-hati dalam membeli tanah. Lebih baik makan waktu untuk mencari tahu sedetail-detailnya, daripada makan hati di kemudian hari.

b. Investasi Tanah Tak Bisa Dijadikan Sumber Pemasukan Tetap

Memutuskan untuk investasi tanah butuh modal cukup besar. Lalu, bagaimana kalau Anda mendadak butuh uang? Berbeda dengan investasi bidang finansial, seperti emas, saham, atau deposito, investasi bidang properti cukup sulit untuk langsung dicairkan dengan segera. Karena itu, pastikan Anda tidak menjadikan investasi tanah sebagai sumber pemasukan utama sejak awal.

c. Ada Kemungkinan Cicilan KPT Ditolak

Memiliki likuiditas yang rendah adalah salah satu kerugian investasi tanah. (Foto: Freepik.com)

Sama halnya seperti KPR Rumah, KPT (Kredit Pemilikan Tanah) juga memerlukan syarat yang serupa. (Foto: Freepik.com)

Anda yang tak punya dana untuk membeli tanah, bisa memanfaatkan fasilitas cicilan dari bank dengan nama Kredit Pembelian Tanah (KPT). Namun, tak serta merta pengajuan kredit Anda akan disetujui pihak bank. Sama seperti pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), bank akan melakukan analisis mengenai kemampuan finansial Anda, nilai tanah, hingga status legalitas tanah.

Jika kondisi finansial kurang mendukung, ada baiknya Anda menunda berinvestasi daripada kesulitan mengangsur di tengah proses. Karena itu, sebelum membeli tanah, Anda wajib mengetahui prosedur beli tanah terlebih dahulu.

d. Risiko “Penyerobotan” Tanah Kosong

Ini juga menjadi salah satu risiko memiliki tanah kosong di lokasi yang jauh dari jangkauan Anda. Kalau tidak dijaga atau dikunjungi dari waktu ke waktu, bukan tak mungkin tanah Anda bisa dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mendirikan bangunan tidak tetap atau dijadikan lahan parkir setempat tanpa izin.

Belum lagi kalau Anda tidak mendirikan pagar atau batas tanah yang permanen. Bisa saja ada orang berniat kurang baik dan mengurangi luas tanah dengan memainkan patok tanah.

e. Persoalan Legalitas Investasi Tanah Terkait Dokumen Awal

Saat membeli, Anda harus mengetahui status legalitas hukum atas tanah tersebut. Apakah tanah tersebut sudah memiliki status kepemilikan yang kuat? Hindari membeli tanah dengan yang masih berupa tanah girik.

Pastikan tanah Anda memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk status yang jelas dan kemudahan pengurusan proses jual-beli. Punya investasi tanah dengan kelengkapan Akta Jual Beli (AJB)? Anda bisa melihat keaslian dokumen tersebut di Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat. Jangan lupa untuk segera mengurus SHM begitu Anda membelinya.

f. Investasi Tanah Memiliki Likuiditas yang Rendah

Memiliki likuiditas yang rendah adalah salah satu kerugian investasi tanah. (Foto: Freepik.com)

Memiliki likuiditas yang rendah adalah salah satu kerugian investasi tanah. (Foto: Freepik.com)

Likuiditas adalah kemampuan suatu instrumen investasi untuk dijadikan uang. Investasi tanah memiliki likuiditas yang rendah, karena kemungkinan Anda tidak bisa mendapatkan uang tunai dalam waktu yang singkat. Ketika datang untuk mencari pembeli tanah, Anda membutuhkan waktu dan proses. Investasi ini akan cukup sulit bagi investor yang memiliki arus kas cukup terhambat.

g. Kemungkinan Terjadinya Penyerobotan Tanah

Bukan tidak mustahil, ketika Anda memiliki tanah yang tidak dijaga sama sekali, akan dimanfaatkan oleh pihak lain. Misalnya saja dijadikan lahan parkir atau bahkan pendirian bangunan tanpa izin dari Anda. Jika tanah Anda dibiarkan begitu saja tanpa pagar, bisa juga ada orang yang kemungkinan memainkan patok tanah.

Memiliki sebidang tanah sebagai bentuk investasi memang menjanjikan kemudahan dalam hal perawatan dan juga keuntungan modal yang didapat bisa berlipat. Agar sukses dalam investasi tanah dan terhindar dari beberapa kerugian seperti yang disebutkan di atas, Anda bisa mempelajari cara investasi tanah yang menguntungkan dari Rumah.com.

5. Cara Investasi Tanah yang Menguntungkan

Investasi tanah dengan cara tepat akan menghasilkan keuntungan. (Foto: Freepik.com)

Investasi tanah dengan cara tepat akan menghasilkan keuntungan. (Foto: Freepik.com)

Dalam berinvestasi, tentu hal yang diinginkan adalah keuntungan untuk menabung di masa depan. Maka jangan sembarangan memilih lokasi dan jenis properti yang hendak Anda beli. Untuk itu, simak ulasan Rumah.com mengenai cara investasi tanah yang menguntungkan di bawah ini.

a. Pilih Lokasi Prospektif saat Investasi Tanah

Lokasi prospektif dapat menghasilkan nilai tambah bila di atasnya dapat dibangun rumah, ruko, maupun jenis properti lainnya. Selain itu, coba perhatikan perkembangan nilai jual propertinya sehingga Anda memiliki informasi yang cukup jika sewaktu-waktu akan menjual atau menyewakannya. Simak juga review properti yang kami sajikan sebagai referensi untuk menilai rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harganya.

b. Periksa Peruntukan Status Tanah

Sebelum membeli ada baiknya untuk memeriksa lokasi tersebut dengan rencana tata kota yang berlaku. Apabila menurut ketentuan lokasi tersebut hendak dijadikan sebagai lokasi hunian, maka sebaiknya gunakan untuk perumahan.Tetapi jika tidak digunakan sebagai non-hunian, maka dirikanlah ruko atau properti komersial lainnya. Hindari lokasi yang hendak digunakan untuk jalan atau fasilitas umum lainnya.

c. Lakukan Perbandingan Harga

Sebelum melakukan negosiasi harga dengan pemilik tanah, ada baiknya Anda melakukan perbandingan harga dengan tanah sekitar yang baru saja dijual atau tanya langsung dengan agen properti spesialis area. Setelah mengetahui harga pasaran, Anda punya data yang kuat untuk melakukan tawar-menawar harga. Pastikan harga yang didapat bisa memberi keuntungan investasi yang cukup.

Bagaimana cara raup untung dari investasi tanah? Simak tips selengkapnya melalui tayangan berikut ini.

 

d. Usahakan Mendapatkan Harga Terbaik

Untuk mendapatkan harga terbaik Anda bisa perhatikan ketentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Bila harga tanah di bawah NJOP, maka harga tersebut merupakan harga terbaik. Hal tersebut bisa saja terjadi apabila ternyata pemilik tanah sedang membutuhkan uang cepat. Sedangkan untuk harga yang cukup adil yakni berkisar satu setengah kali lipat dari harga NJOP.

e. Jangan Lupa Cek Legalitas Investasi Tanah

Indikator legalitas tanah bisa ditinjau dari status tanah dan landasan hukumnya. Sebaiknya, belilah tanah yang dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atau HGU (Hak Guna Usaha). Setelah itu, periksa masa berlakunya. Jika diperlukan perpanjangan masa berlaku, maka pantau tenggat waktunya. Agar aman, Anda juga bisa menggunakan jasa notaris untuk memeriksa legalitas tanah.

f. Amankan Lokasi Investasi Tanah dan Legalitasnya

Ketika Anda sudah membeli tanah, jangan lupa untuk segera mengurus balik nama sertifikat setelah membeli menjadi Sertifikat Hak Milik atau SHM. Lalu, amankan lokasi dengan cara memagari tanah sebagai tanda batas. Hal ini perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya aksi penyerobotan oleh pihak lain.

g. Pelajari Kenaikan Harga dan Tarif Sewa

Secara umum, rental yield adalah 5% dari harga jual properti. Sementara kenaikan harga tanah per tahun yang ideal antara 5% sampai 20%. Sambil menunggu pembeli, tanah yang kosong tersebut bisa juga disewakan sebagai lokasi kafe, lahan parkir, atau pangkalan taksi agar tetap menghasilkan uang.

6. Tips Agar Transaksi Jual Beli Tanah Berjalan Mulus

Agar transaksi jual beli berjalan ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan. (Foto: Freepik.com)

Agar transaksi jual beli berjalan ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan. (Foto: Freepik.com)

Pertimbangkan dengan seksama mulai dari lokasi, biaya, detail sertifikat tanah. Jangan buru-buru membeli sebelum melakukan cek mendalam supaya tak ada penyesalan di kemudian hari. Selanjutnya, agar transaksi jual beli tanah berjalan mulus, Anda bisa perhatikan 8 hal berikut ini:

a. Pastikan Keaslian Bukti Kepemilikannya

Cara praktis untuk cek keaslian bukti kepemilikan adalah dengan mengeceknya secara online. Caranya, unduh aplikasi Sentuh Tanahku. Aplikasi resmi yang diluncurkan BPN ini memiliki fitur notifikasi, info berkas, plot bidang tanah, info sertifikat, lokasi bidang tanah, dan info layanan. Melalui fitur-fitur ini Anda bisa mengecek keaslian sertifikat, mengecek proses pembuatan balik nama sertifikat, hingga mendapatkan informasi dan biaya untuk mengurus sertifikat.

b. Cek Status Kepemilikannya

Status kepemilikan tanah diatur dalam Undang–Undang Pertanahan No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria. Terdapat beberapa macam hak atas tanah yang diatur dalam UU tersebut, antara lain: Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai. Dengan mengetahui status kepemilikan tanah akan membantu Anda menentukan nilai tanah atau properti itu sendiri.

c. Periksa Detail Tanahnya

Menurut Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 09/KPTS/M/1995 Tahun 1995 tentang Pedoman Pengikatan Jual Beli Rumah, diatur bahwa objek pengikatan jual beli harus diuraikan secara jelas di dalam suatu perjanjian pengikatan jual beli yang terdiri dari luas bangunan, luas tanah, lokasi tanah, dan harga rumah dan tanah. Maka pastikan semua komponen ini tidak merugikan kedua pihak. Penting untuk Anda memeriksa secara detail tentang ukuran, batas, bentuk, dan luas tanah yang tercantum dalam sertifikat sesuai dengan kondisi di lapangan.

d. Biaya Lain-lain

Selain harga tanah itu sendiri, ada biaya-biaya lain yang harus disiapkan pembeli dan penjual.

1.

Uang jasa/honor PPAT dan saksi

Tidak lebih dari 1% harga transaksi yang tercantum di akta.

Ditanggung bersama (pembeli dan penjual) atau sesuai kesepakatan

2.

BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan)

 

Maksimal 5% dari nilai transaksi/NJOP dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak.

Pembeli

3.

PPh (Pajak Penghasilan)

5% dari harga tanah

Penjual

4.

Pengecekan sertifikat

Rp 50.000

Pembeli

5.

Balik nama

 

Bila mengurus sendiri, biayanya tergantung NJOP tanah, yang bisa Anda cek di BPN. Namun bila Anda menggunakan jasa notaris, biaya balik nama Sudah termasuk dalam uang jasa notaris/PPAT.

Pembeli

6.

PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)

Sebesar 1 per seribu/per mill dari NJOP tanah. Dan dibayarkan sekaligus saat pengajuan balik nama.

Pembeli

 

e. Seriuskan dengan Tanda Jadi

Uang tanda jadi berbeda dengan uang tanda muka. Uang muka biasanya sebesar 10-30 persen dari harga jual. Uang tanda jadi lebih kecil jumlahnya, nilainya di bawah Rp10 juta dan biasanya akan memotong jumlah pembayaran uang muka bila jual beli berjalan mulus. Tujuan uang tanda jadi adalah untuk menunjukkan keseriusan pembeli saat melakukan jual beli tanah. Jumlahnya juga jangan terlalu besar karena biasanya uang tanda jadi ini tidak bisa dikembalikan bila kontrak dibatalkan.

f. Pembuatan Akta Jual Beli

Akta jual beli (AJB) menjadi bukti transaksi jual beli tanah. Proses ini harus dilakukan di hadapan notaris atau pejabat pembuat akta tanah agar memiliki kekuatan hukum. Ada dokumen dan kewajiban yang harus disiapkan penjual dan pembeli sebagai persyaratan.

Penjual:

  • Sertifikat tanah asli
  • Izin mendirikan bangunan (IMB)
  • KTP dan surat persetujuan suami/istri jika sudah menikah
  • Jika suami/istri meninggal, harus ada akta kematian
  • Bukti bayar PBB 10 tahun terakhir
  • Kartu keluarga
  • Surat pernyataan tanah tidak dalam sengketa
  • Kewajiban: membayar PPh sebesar Nilai Jual Objek Pajak/harga jual x 5%.

Pembeli:

  • KTP
  • Kartu keluarga
  • Kewajiban: melunasi BPHTB sebesar NJOP/(harga beli – nilai tidak kena pajak) x 5%.

g. Cara Pembayaran

Pilih cara pembayaran yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Bila memungkinkan, Anda bisa membayarkan secara tunai di kantor notaris sesaat setelah penandatanganan AJB. Namun, bila membawa uang cash dalam jumlah banyak merepotkan, Anda bisa membayarkan dengan cara transfer ke rekening penjual sebagaimana sesuai kesepakatan bersama. Selain itu, Anda juga bisa memilih menggunakan Kredit Pemilikan Tanah (KPT) yang ditawarkan oleh bank.

Itulah tadi kelebihan, kekurangan dan bagaimana cara investasi tanah yang tepat. Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalam di Rumah.com.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah 

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Bangunan dan Tanah Terjangkau di Bogor

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan