11 Cara Membuat Denah Rumah Mudah, Cocok untuk Pemula

Piti Hanifiah
RumahCom – Sungguh menyenangkan ketika Anda bisa membangun rumah sendiri dari nol. Anda bisa merancang dan membentuk rumah tersebut sesuai dengan selera dan kebutuhan keluarga Anda.
Memang usaha yang dikeluarkan lebih besar, begitu juga dengan bujet, dibanding bila membeli rumah yang sudah jadi dari pengembang. Tapi kepuasannya tentu berbeda.
Anda juga bisa membuat sendiri denah rumah, yaitu gambar yang menunjukkan lokasi-lokasi ruangan rumah. Lewat denah, Anda bisa memvisualisasikan ide-ide terhadap rumah idaman. Ternyata tak perlu keahlian khusus untuk membuat denah rumah. Ada cara membuat denah rumah yang mudah. Ikuti saja tahapan di artikel ini:
  1. Kumpulkan Referensi Denah Rumah yang Anda Inginkan
  2. Menentukan Model Rumah yang Anda inginkan
  3. Lakukan Riset Standar Kebutuhan Tiap Ruang
  4. Menentukan Jumlah Ruangan
  5. Mengukur Lahan dan Ruangan
  6. Mengatur Zonasi atau Penempatan Ruangan
  7. Membuat Sketsa Denah
  8. Memberi Nama pada Setiap Ruangan
  9. Memberikan Detail Penataan Perabot
  10. Memberikan Tekstur Sebagai Pembeda
  11. Buat Beberapa Alternatif Denah

1. Kumpulkan Referensi Denah Rumah yang Anda Inginkan

Cari referensi sebanyak-banyaknya sebelum membuat denah rumah. (Foto: Pexels - Dominika Roseclay)
Cari referensi sebanyak-banyaknya sebelum membuat denah rumah. (Foto: Pexels – Dominika Roseclay)
Referensi dan inspirasi bisa didapat dengan membaca majalah-majalah arsitektur dan desain, mengunjungi pameran-pameran perumahan, jalan-jalan, bertamu ke rumah teman, atau berselancar di internet. Padukan atau mengombinasikan lebih dari satu referensi bisa dilakukan untuk membuat denah rumah sesuai impian Anda.
Mencari referensi rumah impian memang terasa menyenangkan. Namun jika Anda tidak punya waktu untuk melakukannya, mencari rumah siap huni pun tidak masalah. Jika Anda tertarik untuk mencari rumah siap huni dengan harga dibawah Rp2 miliar di Surabaya, temukan disini pilihan terbaiknya.

2. Menentukan Model Rumah yang Anda Inginkan

Tentukan model rumah satu lantai atau dua lantai yang Anda inginkan. (Foto: Pexels - Athena)
Tentukan model rumah satu lantai atau dua lantai yang Anda inginkan. (Foto: Pexels – Athena)
Model rumah yang dimaksud apakah rumah satu atau dua lantai, atau lebih. Setiap lantai rumah memiliki denah tersendiri. Jadi bila misalnya Anda menginginkan rumah dua tingkat, maka Anda harus membuat dua denah terpisah. Dengan begitu Anda bisa menentukan ruangan apa saja yang ada di masing-masing lantai.

3. Lakukan Riset Standar Kebutuhan Tiap Ruang

Pelajari dengan cermat kebutuhan tiap ruangan. (Foto: Pexels - Vlada Karpovich)
Pelajari dengan cermat kebutuhan tiap ruangan. (Foto: Pexels – Vlada Karpovich)
Riset kebutuhan tiap ruang penting untuk memastikan penempatan setiap ruang di denah nanti akan sesuai, plus tidak akan menyebabkan gangguan. Pelajari kebutuhan mendasar dari setiap ruang.
Misalnya, untuk kamar tidur apakah perlu ruang rias, untuk dapur apakah perlu dekat ruang makan, berapa ukuran standar ruangan tersebut, dan apakah ruangan tersebut membutuhkan bukaan.

Tips Rumah.com

Cermatlah dalam mengumpulkan informasi kebutuhan setiap ruangan

4. Menentukan Jumlah Ruangan

Buat daftar secara rinci berapa jumlah kamar tidur, kamar mandi, dan ruangan lain. (Foto: Ivan - Samkov)
Buat daftar secara rinci berapa jumlah kamar tidur, kamar mandi, dan ruangan lain. (Foto: Ivan – Samkov)
Buat daftar berapa jumlah kamar tidur, dapur, ruang tamu, kamar mandi, dan lain-lain. Apa saja aktivitas yang akan dilakukan di dalam rumah tersebut, contohnya apakah perlu ruang kerja, perpustakaan mini, studio lukis, tempat bermain anak, dan sebagainya. Semakin banyak ruangan, semakin luas lahan yang dibutuhkan.
Terpenting, sesuaikan kebutuhan kamar untuk masing-masing anak. Selain membiasakan sejak dini agar anak bisa bertanggungjawab akan areanya masing-masing, juga baik untuk tumbuh kembang anak ke depannya.

5. Mengukur Lahan dan Ruangan

Pastikan total area sesuai tempat yang akan dibangun. (Foto: Pexels - Ron Lach)
Pastikan total area sesuai tempat yang akan dibangun. (Foto: Pexels – Ron Lach)
Jika Anda membangun di tanah kosong, ukurlah total area sesuai dengan rumah yang akan dibangun. Bila bangunan sudah berdiri, ukur panjang tiap dinding dan juga pintu. Tentukan pula luas setiap ruangan yang dibutuhkan, misalnya kamar mandi harus ukuran berapa agar masuk bath-up, berapa luas kamar, juga luas ruangan lainnya.
Kelebihan saat merencanakan membangun rumah sendiri salah satunya Anda dapat langsung membuat furnitur yang sesuai sehingga bisa diukur dengan tepat dan tidak menghabiskan ruang seperti jika kita membeli furnitur dari luar.
Di antara yang bisa menjadi ide membuat furnitur bersamaan dengan membangun rumah seperti lemari baju built-in, meja atau ambalan yang melekat di tembok, rak buku, rak serbaguna untuk kamar mandi, dan sebagainya.

6. Mengatur Zonasi atau Penempatan Ruangan

Pisahkan ruang privat, publik, dan servis. (Foto: Pexels - Carolina Grabowska)
Pisahkan ruang privat, publik, dan servis. (Foto: Pexels – Carolina Grabowska)
Zonasi artinya, mengatur letak ruangan sesuai dengan fungsinya. Tentukan mana yang masuk zona privat, seperti kamar tidur dan kamar mandi, dan mana yang merupakan zona umum seperti ruang tamu atau keluarga.
Lalu hubungkan kebutuhan ruang satu sama lain, misalnya kamar tidur dekat kamar mandi, dapur dekat dengan ruang makan. Lakukan dengan cermat agar tak tumpang tindih dan mengganggu kenyamanan.

7. Membuat Sketsa Denah

Denah dasar ini masih sangat mentah, sehingga masih bisa diubah. (Foto: jhmrad.com)
Denah dasar ini masih sangat mentah, sehingga masih bisa diubah. (Foto: jhmrad.com)
Untuk mempermudah pembuatan sketsa denah rumah, Anda bisa menggunakan kertas milimeter block. Mulailah dengan menggambar tapak atau lahan yang Anda miliki secara skalatis, misalnya 1 centimeter setara dengan 1 meter, dengan garis-garis tebal dan tipis yang sederhana.
Bedakan gambar pintu dan jendela, dan pastikan arahnya sudah benar. Jangan lupa untuk membayangkan Anda berada di dalam rumah nantinya, apakah flow-nya sudah enak, dan praktis dalam mobilitas antar ruangannya.
Selain itu, pelajari juga mengenai sirkulasi udara serta ventilasi yang baik seperti apa. Karena dua hal ini menjadi kunci agar tercipta rumah yang sehat. Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi yang ada di iOS atau Android Anda, lho!

8. Memberi Nama Pada Setiap Ruangan

Berikan nama yang jelas dan singkat pada denah dasar. (Foto: Pexels - Anete Lusina)
Berikan nama yang jelas dan singkat pada denah dasar. (Foto: Pexels – Anete Lusina)
Pemberian nama sangat penting agar Anda tidak bingung. Nama tak perlu panjang-panjang, singkat tapi jelas. Misalnya, kamar mandi, kamar tidur, dapur, dan lain-lain. Bila terasa terlalu panjang, Anda bisa menyingkatnya, contohnya KM utama untuk kamar mandi utama, atau KT utama untuk kamar tidur utama, dan seterusnya.

9. Memberikan Detail Penataan Perabot

Gambarlah letak furnitur dalam setiap ruangan agar bisa terlihat ruang gerak. (Foto: Misustainable.com)
Gambarlah letak furnitur dalam setiap ruangan agar bisa terlihat ruang gerak. (Foto: Misustainable.com)
Dengan menggambarkan letak furnitur atau perabot pada denah, akan terlihat seberapa besar ruang gerak yang tersisa. Anda akan bisa memperkirakan apakah ada ruang kosong atau ruang tersisa untuk penghuni rumah berlalu lalang.
Gambarkan furnitur sesuai dengan ukuran lahan yang tersedia agar ukuran furnitur bisa pas. Seperti yang sudah dijelaskan di pada sub bab 5, buatlah beberapa furnitur bulit-in yang akan membuat ruangan terlihat rapi, ringkes, dan tidak makan tempat.
Dengan mendesain langsung furnitur built-in, maka ukurannya pun lebih presisi, bisa disesuaikan dengan tema dan konsep desain, dan Anda tak perlu berkeliling toko furnitur untuk mencari perabot yang sreg di hati dan kantong Anda.

10. Memberikan Tekstur Sebagai Pembeda

Berikan arsiran dengan pola arah yang berbeda bila Anda menginginkan tekstur khas pada suatu detail ruangan. (Foto: Pixabay - Tookapic)
Berikan arsiran dengan pola arah yang berbeda bila Anda menginginkan tekstur khas pada suatu detail ruangan. (Foto: Pixabay – Tookapic)
Jika Anda ingin memberikan tekstur yang berbeda pada beberapa ruangan, seperti dinding batu bata pada ruang keluarga, atau lantai kayu pada kamar tidur, berikan arsiran dengan arah yang berbeda.
Atau Anda bisa menggambar kotak-kotak untuk ruangan yang lantainya akan diberi keramik. Anda juga bisa memberikan detail lain, seperti ketinggian lantai atau ketebalan dinding.

11. Buat Beberapa Alternatif Denah

Dengan memiliki banyak versi denah, Anda punya banyak pilihan. (Foto: Freepik.com)
Dengan memiliki banyak versi denah, Anda punya banyak pilihan. (Foto: Freepik.com)
Jangan hanya puas dengan satu denah. Cobalah membuat alternatif denah-denah lain. Anda bisa memutar denah rumah dasar, menukar posisi satu ruangan dengan yang lain, atau membalik zonasinya. Dengan begitu Anda memiliki berbagai alternatif denah rumah. Tinggal Anda pilih mana yang terbaik dan paling sesuai.
Tonton video berikut ini untuk mengetahui cara menghitung KPR!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini