5 Cara Membuat Tie-Dye yang Mudah di Rumah

Tie dye bisa mempercantik pakaian yang Anda gunakan. Cek tips dan cara membuat tie dye Anda sendiri di rumah pada artikel ini.
5 Cara Membuat Tie-Dye yang Mudah di Rumah
Tie dye sangatlah indah dan mudah untuk Anda lakukan. (Foto: Pexels - Teona Swift)

RumahCom - Cara membuat tie dye tidaklah rumit dan Anda bisa mencoba membuatnya sendiri. Tie dye merupakan salah satu seni menghias pakaian dengan menggunakan tinta untuk menghasilkan sebuah pola yang unik dan menarik. Tie dye umumnya menggunakan kombinasi warna yang cerah untuk menghasilkan warna pakaian yang lebih hidup dan menarik untuk dilihat. Supaya Anda bisa mengetahui cara membuat tie dye sendiri, artikel kali ini akan membahas mengenai:

  1. Apa Itu Tie Dye?
  2. Perbedaan Tie Dye dengan Teknik Ikat Celup
  3. Langkah 1: Siapkan Bahan
  4. Langkah 2: Pastikan Area Berkreasi Aman
  5. Langkah 3: Tentukan Jenis Motif Tie Dye
    1. Teknik Crumple
    2. Teknik Rainbow Spiral
    3. Teknik Stripes Tie Dye
    4. Teknik Folding Tie Dye
  6. Langkah 4: Lakukan Penyimpanan yang Tepat
  7. Langkah 5: Proses Finishing
4 Keunggulan SHM atau Sertifikat Hak Milik, Hak Terkuat atas Tanah di Indonesia

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum, dan Pajak Properti

4 Keunggulan SHM atau Sertifikat Hak Milik, Hak Terkuat atas Tanah di Indonesia

1. Apa Itu Tie Dye?

Tie Dye bisa menghasilkan pakaian yang unik dan berbeda dari orang lain. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Tie Dye bisa menghasilkan pakaian yang unik dan berbeda dari orang lain. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Definisi tie dye itu sendiri, menurut kamus Oxford Languages, ialah proses membentuk beberapa pola pada kain atau pakaian dengan cara membentuk dan mengikatnya, lalu diberikan warna. Pada tahun 1960-an, kain tie dye ini merupakan sebuah bentuk ekspresi kebebasan dari norma sosial yang ketat pada tahun 1950-an. Dengan kombinasi warna-warna yang mencolok, memang dapat membangkitkan rasa semangat dan keceriaan bagi siapapun yang melihat maupun menggunakannya.

Selain itu, seperti yang dilansir dari The Wall Street Journal, motif kain tie dye yang beragam dan individual menjadikan aktivitas membuat kain ini menjadi pilihan untuk mengisi waktu di rumah selama lockdown. Tidak heran, bahwa kain tie dye yang pertama kali populer pada tahun 1960-an ini, menjadi tren saat pandemi mulai menyerang dunia pada tahun 2019 hingga 2020.

Tie dye merupakan tren fesyen yang bisa dibilang tak lekang oleh waktu dan sangat digemari masyarakat, terutama generasi muda. Mau punya rumah yang desainnya kekinian namun ta lekang oleh zaman? Cek pilihan rumahnya di kawasan Cibinong, Bogor dengan harga di bawah Rp700 jutaan di sini!

2. Perbedaan Tie Dye dengan Teknik Ikat Celup

Kenali perbedaan teknik menghias pakaian yang ada. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Kenali perbedaan teknik menghias pakaian yang ada. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Kain tie dye seringkali diidentikan dengan kain ikat celup. Kedua jenis kain ini memang memiliki satu karakteristik yang sama, yakni sama-sama diikat terlebih dahulu sebelum di diwarnai. Namun, sebenarnya terdapat beberapa perbedaan antara kain tie dye dengan kain ikat celup. Berikut perbedaannya:

Kain tie-dye

Kain Ikat Celup

Setelah diikat, kain dibubuhi pewarna atau pencerah pakaian (bleach).

Setelah diikat, kain dicelupkan ke pewarna.

Warna yang digunakan bisa bermacam-macam.

Warna terbatas sesuai dengan warna cairan dimana kain dicelupkan.

Tidak ada bentuk baku pada motif yang dihasilkan.

Motif yang dihasilkan berbentuk baku, seperti: garis, spot, pelangi, jumputan, sesirangan.

Umumnya menggunakan pencerah pakaian (bleach) maupun pewarna tekstil bahkan bisa menggunakan pewarna makanan.

Pencelupan biasanya menggunakan zat warna yang membutuhkan proses pencelupan panas seperti zat warna direk dan zat warna sulfur.

Dilihat dari perbedaan antara kain tie dye dengan kain ikat celup di atas, maka proses membuat tie dye akan lebih mudah dilakukan di rumah, bahkan dengan bahan-bahan yang ada disekitar Anda.  Berikut ini langkah-langkah membuat pakaian tie dye di rumah.

3. Langkah 1: Siapkan Bahan

Pakaian polos bisa Anda manfaatkan untuk menjadi sebuah kanvas tie dye yang menarik. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Pakaian polos bisa Anda manfaatkan untuk menjadi sebuah kanvas tie dye yang menarik. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat tie dye di rumah bisa diperoleh dari benda-benda yang ada di sekitar Anda, yaitu:

  • Baju kaos yang akan di tie dye, paling baik berwarna putih.
  • Cuka secukupnya untuk merendam baju kaos.
  • Air secukupnya.
  • Pewarna makanan.
  • Air Es secukupnya untuk merendam baju kaos.
  • Beberapa karet gelang.
  • Botol penyemprot warna (kalau tidak ada, bisa gunakan botol plastik bekas minuman yang dilubangi sebelumnya menggunakan push pin)
  • Tas kantong plastik
  • Wadah
Tip Rumah
Cucilah kaos terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menjadi bahan tie dye. Kaos yang sudah bersih dicuci akan membuat tinta menjadi lebih mudah untuk menempel pada pakaian dan membuat tinta menjadi lebih tahan lama.

4. Langkah 2: Pastikan Area Berkreasi Aman

Buatlah tie dye di meja yang sudah dikosongkan terlebih dahulu. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Buatlah tie dye di meja yang sudah dikosongkan terlebih dahulu. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Jika Anda membuat kreasi tie dye di atas meja, sebaiknya pasanglah plastik atau kain lain untuk melindungi meja Anda dari cipratan pewarna. Selain itu, plastik atau kain pelindung ini juga dapat melindungi baju putih dari kotoran di bawahnya, sehingga hasilnya akan lebih maksimal.

5. Langkah 3: Tentukan Jenis Motif Tie Dye

Ada banyak sekali motif tie dye yang bisa Anda coba terapkan. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Ada banyak sekali motif tie dye yang bisa Anda coba terapkan. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Setelah menyiapkan alat, bahan dan tempat. Saatnya berkreasi membuat motif pada baju kaos tersebut. Setelah baju direndam di dalam larutan air dan cuka (dengan komposisi 50:50),  mulailah melipat atau meremasnya sesuai dengan motif yang diharapkan. Kemudian ikat pada beberapa bagian baju tersebut dengan menggunakan karet gelang sehingga membentuk hasil akhir yang diinginkan.

Ada beberapa teknik mengikat baju tie dye yang mudah untuk dilakukan, diantaranya adalah:

1. Teknik Crumple

Teknik ini adalah teknik pewarnaan yang paling mudah dilakukan. Selain itu, hasil akhirnya pun bervariasi. Teknik ini bisa menciptakan ciri khas bentuk motif pada baju tertentu. Pada teknik ini, langkah-langkah yang dilakukan antara lain:

  • Rendam baju di air cuka, lalu direntangkan.
  • Kemudian, kerutkan dengan menggunakan jari.
  • Setelah itu, ikat dengan beberapa karet gelang secara acak.
  • Lalu, bubuhi dengan pewarna.

2. Teknik Rainbow Spiral

Teknik ini juga merupakan teknik yang sering digunakan untuk membuat motif kain tie dye. Langkah-langkah untuk melakukan teknik ini, yaitu:

  • Gunakan tangan dengan posisi mencubit bagian tengah baju kaos.
  • Lakukan gerakan memutar secara pelan-pelan sampai seluruh bagian pakaian mengikuti arus putaran sehingga bentuknya menyerupai spiral.
  • Setelah itu, ikatlah dengan menggunakan beberapa karet gelang. Pastikan terdapat satu titik pusat ikatan-ikatan karet tersebut.
  • Setelah jumlah ikatan sesuai dengan yang diinginkan, bubuhi dengan beberapa warna sesuai selera.

3. Teknik Stripes Tie Dye

Stripes berarti garis-garis. Hasil akhirnya adalah teknik ini tampak sederhana, namun diperlukan ketelitian dalam membuat lipatannya. Langkah-langkah dalam melakukan teknik Stripes Tie Dye yaitu:

  • Rentangkan baju kaos lalu perlahan lipatlah secara memanjang dari ujung lengan kiri menuju badan hingga lengan kanan.
  • Setelah itu, ikatlah beberapa bagian baju kaos tersebut dengan gelang karet atau tali.
  • Bubuhi dengan beberapa warna. Hati-hati saat membubuhi warna, pastikan bagian kain di sekitar karet atau tali tidak diberi warna dan dibiarkan putih untuk mempertegas corak pada hasil akhir.

4. Teknik Folding Tie Dye

Folding memiliki arti melipat. Jadi inti dari teknik ini adalah melipat baju atau kain yang akan diikat dan diwarnai. Langkah-langkah untuk melakukan teknik ini adalah:

  • Lipat kain menjadi dua bagian.
  • Lipat lagi dan lakukan hingga empat kali dan ada delapan lapisan kain hasil lipatan.
  • Tuangkan pewarna hanya di pinggir lipatan. Bagian tengah tidak usah diisi pewarna.

6. Langkah 4: Lakukan Penyimpanan yang Tepat

Baju yang sudah di tie dye perlu dijemur hingga mengering. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Baju yang sudah di tie dye perlu dijemur hingga mengering. (Foto: Pexels - Teona Swift)

Setelah dibentuk, diikat dan diwarnai sesuai dengan yang diinginkan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan penyimpanan. Kain yang sudah diberikan warna dengan teknik crumple dan spiral, dapat diletakkan di dalam kantong plastik dan ditutup dengan rapat agar warnanya tidak menyebar ke benda lain di sekitarnya.

Untuk kain yang diproses dengan teknik tie dye lainnya, sebaiknya diletakkan di dalam wadah yang menyesuaikan ukuran kain tersebut agar tidak merubah bentuknya. Lamanya penyimpanan minimal 2-24 jam. Semakin lama akan semakin memberikan waktu untuk tinta warna terserap dengan baik ke serat kain.

7. Langkah 5: Proses Finishing

Pakaian yang sudah di tie dye akan terlihat lebih menarik dan tidak membosankan. (Foto: Pexels - Cameron Yartz)

Pakaian yang sudah di tie dye akan terlihat lebih menarik dan tidak membosankan. (Foto: Pexels - Cameron Yartz)

Setelah disimpan ke dalam kantong plastik atau wadah yang tertutup rapat selama minimal 2 jam, maka tiba waktunya untuk membuka baju kaos yang masih terikat. Baju tersebut akan terasa sedikit kaku. Untuk menghilangkannya, siapkan wadah yang berisi air es. Kemudian, tambahkan garam ke dalamnya. Lalu aduk perlahan. Setelah itu, masukkan baju kaos yang sudah diwarnai dan masih diikat tersebut. Biarkan beberapa saat, lalu perlahan buka ikatannya.  Baju tie dye buatan rumah pun sudah selesai dan siap untuk digunakan.

Itulah pembahasan lengkap mengenai cara membuat tie dye yang mudah Anda lakukan sendiri. Semoga artikel kali ini bisa menjadi referensi terbaik bagi Anda yang ingin mencoba membuat tie dye di rumah dengan mudah. Selamat mencoba!

Tidak perlu bingung! Melalui video yang informatif berikut ini, Anda bisa mempelajari cara mudah memahami isi dari brosur properti rumah!

 

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan