KPR BTN Terlengkap dan Terbaru Tahun 2020

kpr bank btn

RumahCom - Membeli rumah memang jadi salah satu tolok ukur pencapaian sebagian besar orang, apalagi buat mereka yang sudah berkeluarga. Namun sayangnya dana pembelian rumah terbilang cukup besar sehingga menyulitkan proses pembayaran. Untuk itulah, bank-bank menyediakan program KPR atau Kredit Pemilikan Rumah.

Dari sekian banyak bank yang ada di Indonesia, KPR Bank BTN  hingga kini masih menjadi pilihan favorit masyarakat dalam hal pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Alasannya, karena lebih terpercaya dan punya tingkat suku bunga yang sedikit lebih rendah.

Lalu, bagaimana cara mengajukan dan apa saja syarat KPR BTN? Untuk ketahui lebih detail, maka artikel ini akan membahas tentang;

  1. KPR BTN Terbaru dan Terlengkap
    1. Fasilitas Kredit Bank BTN
    2. Keunggulan Fasilitas KPR BTN
    3. Syarat KPR BTN
    4. Jenis-jenis KPR BTN
    5. Cara Pengajuan KPR BTN dan Syarat-syaratnya
    6. Simulasi Cicilan KPR BTN
  2. Membeli Rumah Seken dengan KPR BTN
  3. Syarat Mengajukan KPR Rumah Seken BTN
  4. Proses Pengajuan KPR Rumah Seken
  5. Dana Ekstra Saat Beli Rumah
    1. Memperdalam Sumur Air dan Memperlebar Septic Tank
    2. Mengganti Daun Pintu dan Engsel
    3. Renovasi Dapur
    4. Pengecatan Ulang
    5. Biaya Penambahan Sanitair
    6. Uang Tanda Jadi
    7. Uang Muka
    8. Biaya Notaris
    9. Angsuran

Tanpa panjang lebar, yuk cek selengkapnya di bawah ini!

1. KPR BTN Terbaru dan Terlengkap

a. Fasilitas Kredit Bank BTN

Melalui situs resmi BTN, per 2019, fasilitas Kredit Bank terbagi dalam berbagai jenis. Namun, untuk kredit yang berkaitan dengan perumahan dan kepemilikan lahan, terdapat dua jenis utama, yakni Kredit Konsumer dan Kredit Komersil.

Keduanya, terbagi lagi dalam beberapa jenis produk berikut:

A. Kredit Konsumer

  1. KPR BP2BT: Kredit kepemilikan rumah bersubsidi ini merupakan bentuk kerjasama dengan Kementerian PUPR Indonesia. Program ini memberi subsidi pada uang muka kepada masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya. Subsidi ini mencapai Rp. 32,4 juta.
  2. KPR BTN Subsidi: fasilitas ini diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan. Rumah yang diincar pun tetap pada standar rumah sejahtera tapak maupun susun. Uang muka untuk KPR ini hanya 1 persen.
  3. KPR BTN Mikro: kemudahan membeli lahan atau rumah ditawarkan dalam KPR ini. Termasuk membangun serta merenovasi rumah secara bertahap. Pembayaran dapat dilakukan harian, mingguan bahkan bulanan, dengan jangka waktu hingga 10 tahun
  4. KPR BTN Platinum: fasilitas yang diperuntukan untuk nasabah yang membeli rumah dari developer atau non-developer, baik rumah baru siap huni dan belum jadi. Nasabah yang ingin melakukan take over kredit dari Bank lain pun termasuk dalam fasilitas ini. KPR ini meliputi asuransi dari kebakaran, serta jangka waktu hingga 25 tahun.
  5. Kredit Pemilikan Apartemen: fasilitas satu ini tentunya, sesuai nama, adalah ketika Anda ingin membeli apartemen baru, atau second, yang siap huni dan belum jadi. Kredit ini memiliki jangka waktu 25 tahun juga.
  6. Kredit Agunan Rumah (KAR) BTN: fasilitas ini berfokus pada Anda yang ingin memenuhi kebutuhan konsumtif, seperti renovasi dan perluasan rumah.
  7. Kredit Ringan BTN: Fasilitas cicilan ringan ini diperuntukan untuk karyawan perusahaan atau instansi tanpa agunan, hanya dengan mengajukan SK pegawai.
  8. Kredit Bangun Rumah: Nah, hampir sama dengan KPR, bedanya adalah kredit ini khusus bagi Anda yang sebelumnya sudah memiliki tanah atau lahan kosong. Kemudian, Anda ingin membangun rumah, maka kredit ini adalah opsi Anda.

B. Kredit Komersil

  1. Kredit Kepemilikan Lahan: Fasilitas kredit BTN ini diperuntukan untuk badan usaha berbadan hukum untuk membeli lahan perumahan bersubsidi. Bangunan yang dikredit ini harus dibangun dengan menggunakan fasilitas KMK konstruksi BTN.
  2. Kredit Konstruksi BTN: Berkaitan dengan poin pertama, kredit ini memberi kemudahan bagi Anda untuk melakukan pembangunan bangunan horizontal maupun vertikal/high rise building berikut sarana dan prasarananya.
  3. Kredit Investasi: Fasilitas kredit ini tentunya membantu Anda yang sedang dalam proses merintis usaha atau perusahaan Anda. BTN akan mewujudkan pembiayaan investasi untuk perluasan usaha, modernisasi mesin dan perluasan lahan, yang berkaitan dengan poin pertama, Kredit Kepemilikan Lahan.

b. Keunggulan Fasilitas KPR BTN

Berbicara soal kredit rumah KPR menjadi salah satu fasilitas yang diunggulkan bank, dan juga banyak digunakan oleh masyarakat. Bagi Anda yang tertarik mau menggunakan fasilitas KPR BTN, berikut ini beberapa keunggulan yang akan Anda dapatkan, berdasarkan kompilasi fasilitas kredit BTN:

  1. Suku bunga kompetitif.
  2. Proses cepat dan mudah.
  3. Jangka waktu cicilan fleksibel, bisa sampai 25 tahun.
  4. Perlindungan asuransi mencakup asuransi jiwa, asuransi kebakaran dan gempa bumi.
  5. Memiliki jaringan kerjasama yang luas dengan pengembang di seluruh wilayah Indonesia.
  6. Fleksibilitas pemilihan lokasi lahan atau rumah impian.
  7. Perhitungan debit efektif, yang membuat kredit bisa berlangsung harian, mingguan atau bulanan (untuk beberapa fasilitas khusus).

c. Syarat KPR BTN

Untuk dapat menikmati fasilitas KPR BTN, Anda harus memenuhi beberapa syarat berikut, antara lain:

  1. Warga negara Indonesia, dengan usia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun--pada saat kredit jatuh tempo.
  2. Syarat pendapatan:
    1. Tidak lebih dari Rp 4 Juta untuk Rumah Sejahtera Tapak.
    2. Tidak lebih dari Rp 7 Juta untuk Rumah Sejahtera Susun.
  3. Sudah bekerja minimal satu tahun, atau lama usaha/profesi satu tahun juga.
  4. Memiliki eKTP, NPWP dan SPT Tahunan.
  5. Syarat pengembang atau rumah pilihan:
    1. Pengembang Rumah Sejahtera Tapak & Susun harus terdaftar di Kementerian PUPR.
    2. Pengembang memiliki fasilitas asuransi.
  6. Khusus nasabah KPR Platinum:
    1. Asuransi jiwa personal nasabah harus sudah ditutup -- karena BTN akan menyediakan asuransi terkait ketika ajuan kredit diterima.
    2. Pembayaran angsuran dilakukan secara auto debet dari rekening pemohon.
    3. Menandatangani perjanjian kredit dan APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).
  7. Spesifikasi rumah harus sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia.

d. Jenis-jenis KPR BTN

Khusus KPR, BTN berfokus pada nasabah atau calon nasabah perorangan. Jenis KPR ini terbagi atas:

  1. KPR BP2BT: Kredit kepemilikan rumah bersubsidi ini merupakan bentuk kerjasama dengan Kementerian PUPR Indonesia. Program ini memberi subsidi pada uang muka kepada masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya. Subsidi ini mencapai Rp32,4 juta.
  2. KPR BTN Subsidi: fasilitas ini diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan. Rumah yang diincar pun tetap pada standar rumah sejahtera tapak maupun susun. Uang muka untuk KPR ini hanya 1 persen.
  3. KPR BTN Mikro: kemudahan membeli lahan atau rumah ditawarkan dalam KPR ini. Termasuk membangun serta merenovasi rumah secara bertahap. Pembayaran dapat dilakukan harian, mingguan bahkan bulanan, dengan jangka waktu hingga 10 tahun
  4. KPR BTN Platinum: fasilitas yang diperuntukan untuk nasabah yang membeli rumah dari developer atau non-developer, baik rumah baru siap huni dan belum jadi. Nasabah yang ingin melakukan take over kredit dari Bank lain pun termasuk dalam fasilitas ini. KPR ini meliputi asuransi dari kebakaran, serta jangka waktu hingga 25 tahun.

e. Cara Pengajuan KPR BTN dan Syarat-syaratnya

Setelah mengetahui syarat serta jenis-jenis KPR BTN, bagi Anda yang sudah tertarik dengan fasilitas ini, maka Anda wajib tahu cara pengajuan KPR-nya berikut ini:

  • KPR BTN Subsidi/Mikro/BP2BT:
    1. Pemohon mencari lokasi rumah yang diinginkan sendiri.
    2. Lokasi rumah juga dapat dicari melalui btnproperti.co.id, info di Outlet BTN, pemeran properti dan sebagainya.
    3. Dokumen lengkap.
    4. Berkas permohonan akan diproses BTN, antara lain sistem layanan informasi keuangan (SLIK), verifikasi data dan analisa.
    5. Melakukan akad Kredit.
    6. Memulai proses pencairan.
  • KPR BTN Platinum:
    1. Pengajuan kredit dilakukan langsung ke kantor cabang bank BTN.
    2. Formulir lengkap (berdasarkan pengisian di KCP BTN).
    3. Berkas lengkap dan diproses oleh BTN.
    4. Bila mendapat persetujuan kredit, langsung mempersiapkan biaya pra realisasi kredit pada rekening tabungan pemohon.
    5. Penandatanganan perjanjian kredit dan akta jual beli.

Memang terlihat rumit, tapi apabila persyaratan dilengkapi satu per satu, akan terasa mudah. Kosongkan satu hari kerja Anda, untuk melakukan pengajuan, ya.

f. Simulasi Cicilan KPR BTN

Nah, kalau Anda belum yakin betul apakah mampu membayar cicilan atau tidak, sebagai panduan Anda sebelum mengajukan KPR BTN, simak simulasi cicilannya melalui Kalkulator KPR yang ada di Rumah.com.

Situasi: Anda adalah pegawai swasta yang telah bekerja selama 5 tahun dalam profesi Anda. Gaji Anda sudah mencapai Rp 12 Juta. Anda ingin mengambil KPR BTN Platinum karena rumah impian Anda dari developer idaman Anda. Rumah impian Anda senilai Rp  350 Juta.

Jenis Pengeluaran/Cicilan/Dana Nasabah

Jumlah (Rp.)/(Tahun)/(%)

Gaji

12,000,000

Harga Rumah

350,000,000

Uang muka (10%)

35,000,000

Tenor

15 tahun

Suku bunga tetap (3 tahun)

8,88%

Suku bunga mengambang (tahun keempat sampai angsuran usai)

10%

Biaya Angsuran per bulan

3,761,118

 

Biaya Bank & Notaris

Jumlah (Rp)

Appraisal

1,000,000

Provisi

1,575,000

Akta APHT

3,150,000

Perjanjian HT

3,150,000

Total

8,875,000

Pembayaran Pertama:

(Angsuran + DP + Total Biaya Bank + Total Biaya Notaris ) = Rp47.636.118

2. Membeli Rumah Seken dengan KPR BTN

Membeli rumah seken bisa dicicil menggunakan KPR BTN. Sebab tidak hanya untuk rumah baru, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Platinum pun dapat dimanfaatkan untuk pembelian rumah seken. Sayangnya, memang belum banyak masyarakat yang tahu bahwa ada angsuran atau KPR untuk rumah seken. Seperti diutarakan Agung Wiranto dalam Tanya Properti di Rumah.com.

3. Syarat Mengajukan KPR Rumah Seken BTN

Mengutip laman resmi Bank BTN, beberapa syarat yang harus dipenuhi saat akan mengajukan KPR rumah seken BTN adalah:

  • WNI dengan usia min 21 tahun atau telah menikah, memiliki status karyawan tetap/wiraswasta/professional.
  • Lama bekerja karyawan min 1 tahun, lama usaha/profesi min 1 tahun.
  • Usia Pemohon tidak melebihi 65 tahun.
  • Pemohon wajib menutup asuransi (jiwa dan kebakaran) dengan syarat Banker Clause.
  • Bersedia menandatangani perjanjian kredit dan APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).
  • Pembayaran angsuran secara autodebet dari rekening Pemohon yang bersangkutan di Bank BTN.

Selain itu, lengkapi sejumlah dokumen berikut agar pengajuan KPR rumah seken bisa disetujui dengan cepat.

Form Aplikasi Kredit

Fotokopi KTP Pemohon

Fotokopi KTP Suami/Istri

Fotokopi Kartu Keluarga

Fotokopi Surat Nikah/Cerai

Fotokopi NPWP/ SPT tahunan*

Fotokopi SK Pengangkatan Pegawai Tetap*

 

 

Asli Slip Gaji satu bulan terakhir/ Surat Keterangan Penghasilan*

 

 

Fotokopi SIUP**

 

 

Fotokopi TDP**

 

 

Fotokopi Akta Pendirian/Perubahan**

 

 

Fotokopi Akta Pengesahan Menteri Kehakiman**

 

 

Data Keuangan Perusahaan

 

 

Fotokopi Izin Praktek

 

 

Fotokopi Rekening Koran atau Tabungan 3 bulan terakhir*

Pas Foto Pemohon dan Pasangan (Apabila telah menikah)

*Catatan: Untuk joint income suami dan istri, dokumen pasangan harus dilampirkan.

Inilah keuntungan beli rumah dengan KPR, selengkapnya simak di video berikut ini.

 

4. Proses Pengajuan KPR Rumah Seken

Secara garis besar, prosedur pengajuan tidak jauh berbeda dengan saat mengajukan KPR untuk rumah baru. Berikut ini tahap-tahapnya.

  • Ajukan permohonan Kredit KPR BTN Platinum ke Kantor Cabang Bank BTN terdekat.
  • Isi formulir aplikasi permohonan dengan benar dan lengkap.
  • Lengkapi seluruh berkas permohonan Kredit KPR BTN  Platinum dan serahkan kepada Petugas Loan Service yang ada pada Kantor Cabang.
  • Apabila telah mendapatkan persetujuan kredit, segera persiapkan biaya pra realisasi kredit pada rekening tabungan pemohon.
  • Penandatanganan perjanjian kredit dan akta jual beli.

5. Dana Ekstra Saat beli Rumah

Saat membeli rumah seken pun akan membutuhkan dana ekstra. Kendati rumah telah ditempati, namun rupanya Anda tetap harus menyisihkan tabungan untuk ongkos perbaikan, layaknya yang diperlukan oleh rumah baru.

Menurut Elga Devanya, Administrator KPR in House sebuah perumahan di Cileungsi, ternyata tidak sedikit konsumen yang merenovasi rumah mereka setelah habis waktu tenggat pengaduan 100 hari usai serah terima unit rumahnya.

Maka, berikut daftar biaya yang umumnya harus Anda siapkan pasca pembelian rumah seken:

a. Memperdalam Sumur Air dan Memperlebar Septic Tank

Pada kondisi tertentu, Anda mungkin harus membuat atau memperdalam sumur untuk mendapatkan kualitas air yang baik. Misalnya layanan Perusahaan Air Minum (PAM Jaya) yang belum menyentuh kawasan perumahan Anda. Untuk rumah yang berpenghuni empat orang sebaiknya memiliki septic tank selebar 2 meter.

b. Mengganti Daun Pintu dan Engsel

Setelah membeli rumah seken, periksa kondisi daun pintunya. Menurut Elga, kebanyakan konsumen banyak yang mengganti daun pintu dengan alasan keamanan. Penggantian daun pintu juga membuat konsumen merasa lebih aman, karena kunci rumahnya pun turut diganti.

c. Renovasi Dapur

Beberapa perumahan tidak menutup bagian dapur mereka. Hal ini membuat konsumen harus merenovasi dapur dengan penambahan material bangunan.

e. Pengecatan Ulang

Pemilik rumah seken biasanya mengecat ulang interior dan eksterior rumah untuk merasakan nuansa yang sesuai dengan harapannya. Biasanya, pengguna harus menyiapkan bujet sekitar Rp30.000/meter persegi untuk pengecatan dinding.

Cara Investasi Rumah dengan KPR

Investasi Properti

Cara Investasi Rumah dengan KPR

f. Biaya Penambahan Sanitair

Saat membaca spesifikasi bangunan pada brosur, Anda mungkin merasa tidak cocok dengan pilihan merek sanitair yang telah ditetapkan developer. Namun, untuk rumah seken, Anda harus menyiapkan dana ekstra untuk mengganti shower (sekitar Rp200.000), kloset (sekitar Rp3.000.000) dan wastafel (sekitar Rp500.000).

g. Uang Tanda Jadi

Umumnya, jumlah uang tanda jadi ini ditentukan pengembang, kisarannya 10% - 20%. Anda akan mendapat formulir pemesanan unit dengan jadwal pembayaran tanda jadi dan pelunasan uang muka. Jadwal harus disetujui oleh kedua pihak.

h.  Uang Muka

Pembayaran uang muka dapat diangsur dengan jadwal tertentu. Sebaiknya, pembayaran uang muka ini dilakukan setelah akad kredit KPR Anda disetujui bank.

i. Biaya Notaris

Notaris menjadi pihak yang penting dalam kepemilikan rumah Anda. Seperti yang diketahui, biaya notaris berguna untuk mengikat kredit secara hukum. 

j. Angsuran

Perlu dicatat bahwa angsuran KPR–ditambah angsuran lain–jangan sampai lebih dari sepertiga gaji Anda. Anda bisa mencoba simulasi KPR yang ada di situs web Rumah.com.

Ketika membeli rumah seken, prinsip kehati-hatian sangat perlu digunakan. Di sisi fisik, kondisi rumah tergantung material bangunan yang dipakai dan perawatan yang dilakukan pemilik sebelumnya. Di sisi lain, lokasi, harga, dan legalitas juga perlu diketahui.

Selain jeli mencari rumah yang berkualitas, Anda juga harus pintar mencari waktu dan peluang yang tepat untuk mendapatkan rumah yang tepat. 

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Hunian Terbaru Nyaman di Tangerang

Masukan