Cara Mengumpulkan DP Rumah dalam 12 Bulan

Dengan langkah yang tepat dan komitmen yang kuat, Anda bisa mengumpulkan DP rumah dalam waktu 12 bulan.
DP Rumah
Punya penghasilan memadai adalah salah satu syarat memiliki rumah DP 0 persen. (Foto: Pixabay)

RumahCom - Down payment (DP) atau uang muka rumah kerap menjadi hambatan terbesar dalam usaha seseorang membeli rumah. Mungkin termasuk Anda juga. Wajar saja, karena DP rumah nilainya cukup besar, saat ini berkisar antara 5-20% dari nilai rumah itu sendiri. Namun, dengan langkah yang tepat dan komitmen yang kuat, Anda bisa mengumpulkan DP rumah dalam waktu satu tahun.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index menunjukkan bahwa 80% calon pembeli rumah memilih menggunakan cara pembayaran cicilan, baik itu melalui bank, langsung ke pengembang, ataupun lembaga keuangan lainnya. Karena itu, DP rumah menjadi masalah penting. Terlebih karena uang muka ini harus dibayarkan pada awal proses pembelian rumah.

Supaya bisa menempati rumah seharga Rp500 juta Anda harus menyiapkan uang muka sekitar sekitar Rp25 juta hingga Rp100 juta sebagai DP-nya. Jangan lupa siapkan juga biaya ekstra seperti pajak dan sertifikat.

Jumlah tersebut tidak bisa dibilang kecil, maka mengumpulkannya pasti butuh waktu yang tidak sebentar. Idealnya, menabung DP rumah memerlukan jangka waktu kurang lebih 12 bulan.

Selama waktu menabung berlangsung, ada beberapa trik yang bisa Anda tiru demi tabungannya lekas terkumpul.

Membagi penghasilan

Membagi Penghasilan Berdasarkan Pos-nya

Refinancing dan Pelunasan Sebagian Cicilan KPR

Sebelum mulai menabung, Anda harus membagi porsi penghasilan berdasarkan posnya masing-masing, seperti konsumsi, tabungan, dan lain-lain. Ada banyak perbandingan yang dapat digunakan. Salah satunya adalah 10-10-20-30-30. Totalnya adalah 100, artinya 100 persen jumlah penghasilan Anda. Berikut penjelasan masing-masing pos, beserta simulasinya dengan penghasilan Rp8 juta (gabungan penghasilan suami-istri).

  • 10% dana kebaikan: Dana kebaikan ini adalah dana yang harus Anda sisihkan untuk orang lain, bisa melalui lembaga agama atau bantuan ke lembaga kemanusiaan yang ada. Dengan demikian, jumlahnya adalah Rp800 ribu dari gaji Anda.
  • 10% dana darurat: Ini adalah dana yang kita sisihkan untuk kejadian tak terduga seperti sakit, kerusakan kendaraan, dll. Jumlahnya juga Rp800 ribu dari gaji Anda.
  • 20% dana masa depan: Dana masa depan menyangkut tabungan, investasi, maupun tabungan untuk DP rumah. Ini artinya, Anda harus menyisihkan Rp1,6 juta dari gaji Anda.
  • 25% dana cicilan: Dana cicilan adalah total cicilan maksimal yang harus Anda bayar setiap bulan. Jika penghasilan Rp8 juta, maka batasi cicilan Anda maksimal Rp2 juta.
  • 35% dana konsumsi: Ini adalah pengeluaran untuk sehari-hari, termasuk hiburan. Totalnya Rp2,8 juta dari penghasilan.

Dari pos-pos tersebut, pos kebaikan dan darurat sebaiknya tidak diutak-atik. Sementara dana masa depan bisa Anda fokuskan untuk DP rumah dalam satu tahun ke depan.

Begitu juga dengan dana cicilan. Misalnya, Anda memiliki cicilan ponsel atau motor yang cukup besar. Coba lakukan downgrade. Jual atau oper kredit ponsel atau motor tersebut dan menggantinya dengan ponsel yang bisa dibeli tunai, atau motor dengan cicilan yang lebih rendah. Bekas pun tak masalah. Usahakan mengurangi pengeluaran cicilan hingga menjadi 15-20% dari penghasilan. Dengan demikian, Anda punya anggaran tambahan Rp1,2 juta-Rp1,6 juta per bulan.

Dengan demikian, perhitungannya dalam satu tahun akan seperti ini:

Dana masa depan: 12x1.600.000=19.200.000

Penghematan dari dana cicilan sebesar 5% dari gaji: 12x400.000= 4.800.000

Total: Rp24,000,000.

Dengan syarat DP rumah saat ini antara 5%-20%, Anda bisa mencari rumah dengan DP di kisaran 5%. Dengan bermodal uang muka Rp24,000,000. Maka lewat perhitungan kasar Anda bisa mengincar rumah dengan harga sekitar Rp400 jutaan.

Namun Rumah.com menyarankan agar Anda mencari properti di kisaran Rp300 juta-Rp325 juta, karena Anda juga harus membayar biaya pajak dan administrasi saat membeli rumah. Untuk harga properti di kisaran Rp350 juta, biayanya bisa mencapai Rp10-Rp15 juta. 

Tips Beli Rumah dengan DP Nol Persen di Jakarta

Panduan

Tips Beli Rumah dengan DP Nol Persen di Jakarta

Buka rekening tabungan autodebet

Menabung DP rumah

Menabung DP rumah bisa dimudahkan dengan mencari penghasilan tambahan.

Anda dapat melakukan salah satu cara terbaik demi mewujudkan mimpi membeli rumah yaitu membuat rekening tabungan autodebet. Sebaiknya, tabungan ini dibuka di bank yang sama dengan bank tempat kantor membayarkan penghasilan Anda.

Saat membuka tabungan autodebet, bank akan meminta persetujuan Anda untuk langsung menarik sebagian dari gaji bulanan Anda ke tabungan autodebet ini dan hanya bisa dicairkan pada waktu yang telah disetujui.

Jadi, jangan kaget jika tiba-tiba gaji Anda berkurang, itu karena sudah otomatis masuk ke tabungan autodebet. Jika Anda meminta jangka waktu 12 bulan, maka tabungan autodebet ini baru bisa ditarik setelah setoran ke-12. Penarikan sebagian atau seluruhnya sebelum waktunya akan mendapatkan penalti.

Jika gaji Anda dibayarkan secara tunai, Anda tetap bisa membuka tabungan autodebet. Syaratnya, Anda harus menyetor sebelum tanggal yang disepakati setiap bulannya. Jika telat, akan dikenakan penalti.

 Gaji Suami Istri Rp8 Juta? Ini Hunian yang Cocok

Cari Penghasilan Tambahan

Mau tak mau Anda harus menamba pundi-pundi keuangan Anda. Salah satu caranya dengan melakukan pekerjaan tambahan yang Anda kuasai, misalnya fotografi, menjadi penulis lepas, atau penerjemah.

Lakukan pekerjaan di akhir pekan atau setelah Anda pulang kantor. Menjadi reseller atau berjualan secara online juga seru untuk dicoba.

Anda juga bisa menjadi mitra transportasi online. Jika Anda tak ingin terikat dengan target, Anda bisa menjadi mitra dengan sistem hitch atau bonceng. Sistem ini memungkinkan Anda memilih hanya penumpang yang searah dengan jalur pergi-pulang kerja Anda, pada waktu yang telah ditentukan. Ini cocok bagi Anda yang punya jadwal bekerja tetap.

Tip Rumah
Bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp7 Juta, manfaatkan program rusunami subsidi dari Pemerintah

Biaya tambahan ini juga Anda perlukan untuk memenuhi biaya pajak dan administrasi.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaa

Baca Selanjutnya

Masukan