Cara Mudah Lapor SPT Tahunan, Termasuk Lapor Harta Properti

Tim Editorial Rumah.com
RumahCom – Melaporkan SPT adalah kewajiban Anda sebagai warga negara yang baik dan kewajiban yang sudah diatur dalam undang-undang. Jika Anda lalai dalam melaporkan SPT maka Anda bisa mendapatkan sanksi administratif atau denda lain yang ditentukan berdasarkan dari jenis SPT.
Meskipun demikian, ada banyak masyarakat yang masih awam dan belum memahami apa itu SPT dan apa saja jenis, fungsi hingga berbagai cara untuk melaporkannya. Oleh karena itulah pada artikel kali ini akan dibahas secara tuntas mengenai:
  1. Mengenal Apa Itu SPT dan Jenisnya
    1. SPT Masa
    2. SPT Tahunan
  2. Website DJP Online
  3. Mengenal Pengertian dari E-Filing
  4. Hal yang Harus Anda Siapkan Sebelum Melapor SPT
    1. Mendapatkan Kode EFIN Pajak
    2. Mendaftarkan Akun DJP Online
  5. Langkah-langkah Pengisian E-Filing

1. Mengenal Apa Itu SPT

Setiap orang harus mengetahui apa pengertian dari SPT (Foto: Pixabay)
Setiap orang harus mengetahui apa pengertian dari SPT (Foto: Pixabay)
Dilansir dari Online Pajak, SPT adalah surat yang digunakan oleh Anda sebagai wajib pajak untuk melakukan pelaporan penghitungan pajak, penghasilan, harta, objek pajak ataupun kewajiban pajak lainnya yang sudah disebutkan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. Setiap warga negara yang sudah memenuhi syarat diharuskan untuk melaporkan penghitungan pajaknya.
SPT juga memuat berbagai informasi mengenai jumlah pajak terutang serta pelunsan pajak yang telah dilakukan oleh Anda dalam sebuah periode waktu tertentu. Anda harus menyampaikan segala informasi pada SPT secara jelas, benar dan lengkap agar terhindari atas laporan palsu. Termasuk juga melapor atas kepemilikan harta baik harta properti, uang tunai, kendaraan, investasi, dan lainnya.
Anda sebagai wajib pajak harus bertanggung jawab secara penuh atas informasi yang tertera pada SPT yang Anda laporkan. Apabila terdapat informasi yang tidak sesuai dengan apa yang Anda buat, maka Ditjen Pajak sebagai penyelenggara kegiatan pajak akan meminta keterangan dan pertanggung jawaban Anda sebagai wajib pajak.
SPT juga mempunyai dua jenis yang berbeda, yaitu:

a. SPT Masa

SPT jenis ini digunakan untuk melaporkan pajak dalam suatu kurun waktu tertentu dan biasanya bulanan. Jenis pajak yang bisa Anda laporkan setiap bulannya melalui SPT Masa adalah Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, Pajak Pertambahan Nilai hingga Pajak Atas Penjualan Barang Mewah.
SPT Masa yang dilaporkan masing-masing mempunyai tarif dan objek pajak yang berbeda-beda. Tidak hanya itu saja, batas pelaporan waktu tiap jenis SPT Masa juga berbeda. SPT Masa PPh harus dilaporkan paling lambat tanggal 20 setiap bulannya. Kemudian, SPT Masa PPn wajib Anda laporkan pada setiap akhir bulan pada bulan berikutnya.

b. SPT Tahunan

Persis sama dengan namanya, SPT Tahunan wajib Anda laporkan setiap tahunnya. SPT Tahunan ini dibagi menjadi SPT Tahunan Perorangan dan SPT Tahunan Badan. Batas waktu pelaporan SPT Tahunan terbagi menjadi dua, yaitu tiga bulan setelah masa pajak perorangan dan empat bulan setelah masa pajak bagi badan usaha.
Jika anda melewati batas waktu pelaporan SPT pada waktu yang telah ditetapkan maka Anda akan dikenakan denda sebesar Rp100.000. Namun, apabila badan usaha yang terlambat melapor maka akan terancam denda 10 kali lebih besar daripada WP pribadi.
Pembayaran denda juga mempunyai waktu tenggatnya sendiri. Rentang tenggatnya juga berkisar antara satu hingga dua bulan dan terhitung sejak tanggal penerbitan surat. Jika sampai akhir waktu Anda telat membayar denda maka Anda bisa menerima Surat Paksa sebagai bentuk tagihan lanjutan.
Laporan SPT yang telat juga tidak harus menunggu jadwal pelaporan tahun berikutnya. Jika Anda ingat dan sempat segeralah laporkan SPT Anda. Laporan tersebut masih akan tetap diterima meskipun Anda belum membayar denda per tahun keterlambatan Anda.

2. Website DJP Online

Anda bisa dengan mudah membayar pajak secara online (Foto: Pixabay)
Anda bisa dengan mudah membayar pajak secara online (Foto: Pixabay)
Dilansir dari Ajaib, pemerintah melalui Direktorat Jendral Pajak (DJP) semakin mempermudah Anda untuk menunaikan kewajiban dalam membayar pajak. Untuk memanjakan Anda, DJP meluncurkan sebuah aplikasi yang diberikan nama DJP Online.
Sejak awal DJP Online diluncurkan, penggunanya terus meningkat secara drastis oleh para pelapor wajib pajak dan berhasil menunjukkan meningkatnya angka kepatuhan perpajakan di Indonesia. Sejak keluarnya DJP Online juga berhasil membuat pelaporan SPT Tahunan menjadi sangat mudah, cepat dan praktis, proses membayar dan melapor pajak menjadi lebih cepat.
Dengan adanya aplikasi DJP Online membuat Anda tidak perlu repot untuk datang dan antri di kantor pajak. Anda juga tidak perlu lagi untuk mengandalkan jasa kurir yang membuat kemungkinan terjadinya gagal lapor dan membuat Anda harus mengulang membuat laporan pajak.
DJP Online adalah sebuah situs resmi milik Direktorat Jendral Pajak yang menyediakan berbagai pelayanan pajak online. Melalui situs pelayanan pajak online ini, Anda bisa melaporkan SPT dan membayar pajak Anda dimana saja dan kapan saja. Selain itu juga DJP membutuhkan waktu yang lama dalam prosesnya karena semua harus dilakukan secara manual.

Tips Rumah.com

Bukalah website DJP Online pada jam yang tidak terlalu sibuk untuk mengurangi terjadinya perlambatan saat Anda melakukan lapor SPT

3. Mengenal Pengertian dari E-Filing

E-Filing mempercepat proses Anda dalam melaporkan pajak. (Foto: Pixabay)
E-Filing mempercepat proses Anda dalam melaporkan pajak. (Foto: Pixabay)
Dilansir dari DJP Online, E-Filing adalah sebuah cara penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik yang dilakukan secara online melalui sebuah portal internet pada situs Direktorat Jendral Pajak atau Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan. Aplikasi online ini sudah ditetapkan oleh DJP pada peraturan DJP Nomor PER-03/PJ/2015.
Dengan menggunakan E-Filing atau lapor pajak secara online, diharapkan agar bisa mengurangi penumpukan dan antrian di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang biasanya selalu diramaikan oleh masyarakat yang ingin menunaikan kewajibannya dalam mengurus perpajakan. Latar belakang diberlakukannya E-Filing ini adalah sebuah transformasi terhadap sistem administrasi perpajakan di Indonesia yang tradisional dan membutuhkan untuk Anda langsung datang mengurusnya langsung.
Proses E-Filing juga DJP mempunyai beban administrasi yang sangat besar dalam melakukan prosesnya. Beban biaya untuk penerimaan, pengolahan data, hingga pengarsipan SPT sepanjang tahunnya sangatlah membebani DJP.
Meskipun prosesnya yang mudah, Anda juga harus memiliki perencanaan yang baik saat hendak melakukan E-Filing. Semakin awal Anda melaporkan SPT maka akan semakin baik. Karena, semakin mendekati batas waktu pelaporan SPT akan semakin banyak masyarakat lain yang turut melaporkan pada waktu yang sama. Jika ada banyak yang menggunakan fasilitas E-Filing secara bersamaan bisa mengakibatkan melambatnya halaman situs DJP Online dan membuat proses pelaporan Anda menjadi lebih susah.
Jika Anda melakukan input SPT secara terburu-buru juga bisa mengakibatkan adanya formulir yang diisi secara tidak lengkap dan tidak sesuai. Alhasil Anda harus mencoba isi kembali hingga berhasil.

4. Hal yang Harus Anda Siapkan Sebelum Melapor SPT

Ada tahapan yang harus Anda ikuti sebelum bisa melapor SPT (Foto: Unsplash)
Ada tahapan yang harus Anda ikuti sebelum bisa melapor SPT (Foto: Unsplash)
Pada saat Anda akan menggunakan layanan DJP Online, Anda harus melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mempunyai akun DJP Online. Pahami dan ikutilah beberapa hal yang perlu Anda siapkan sebelum melapor SPT.

a. Mendapatkan Kode EFIN Pajak

Sebelum melapor SPT, Anda akan membutuhkan kode EFIN Pajak (Electronic Filing Identification Number). Anda bisa langsung mendatangi kantor pajak untuk melakukan aktivasi EFIN.
Bawalah fotokopi KTP dan fotokopi NPWP Anda pada kantor pajak. Isilah formulir EFIN dan serahkan formulir tersebut pada Loket Aktivasi EFIN. Jika kode EFIN Anda telah aktif, simpanlah seluruh dokumen yang memuatnya dengan rapih agar bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

b. Mendaftarkan Akun DJP Online

Tiga hal yang Anda butuhkan untuk mendaftar pada DJP Online adalah NPWP, akun email aktif dan Kode EFIN yang sudah Anda minta sebelumnya. Bukalah situs DJP Online dan masukkan seluruh data Anda secara lengkap dan benar. Setelah seluruh data sudah lengkap Anda isi, lakukanlah verifikasi melalui email Anda yang terdaftar. Jika registrasi berhasil maka Anda bisa melakukan login ke akun DJP Online Anda dengan mengisikan nomor NPWP dan Password yang sudah Anda daftarkan.
Khusus untuk Anda yang merupakan seorang pengusaha perorangan dan masuk ke dalam kategori pengusaha kena pajak akan membutuhkan kepemilikan sertifikat elektronik. Sertifikat elektronik ini berisikan tanda tangan elektronik dan identitas Anda sebagai wajib pajak dalam kategori PKP yang sudah diterbitkan oleh DJP.
Pengusaha yang dikategorikan masuk ke dalam PKP adalah pengusaha dengan nilai omzet minimal sebesar Rp4,8 milliar kecuali memang jika Anda memilih untuk masuk menjadi PKP.

5. Langkah-langkah Pengisian E-Filing

Proses pengisian E-Filing yang sangat mudah dan cepat. (Foto: Unsplash)
Proses pengisian E-Filing yang sangat mudah dan cepat. (Foto: Unsplash)
Agar Anda bisa melakukan lapor pajak dan menggunakan E-Filing, berikut ini caranya:
  1. Log-in ke halaman DJP Online dengan akun yang telah Anda buat sebelumnya.
  2. Klik “E-Filing” dan akan muncul halaman “Daftar SPT”.
  3. Kliklah tombol “Buat SPT” untuk menuju halaman selanjutnya.
  4. Selanjutnya, Anda akan ditanyakan mengenai jenis formulir apa yang akan Anda gunakan dan laporkan (SPT 1770, 1770-S atau 1770-SS).
  5. Lalu, Anda bisa memilih apakah ingin mengisikan SPT melalui formulir atau dengan menggunakan pertanyaan bantuan.
  6. Isilah semua halaman hingga selesai. Bacalah petunjuk disebelah kiri situs sebagai panduan untuk mengisi SPT.
  7. Jangan lupa isi harta properti, kendaraan, uang tunai, investasi dan lainnya untuk mempermudah Anda di kemudian hari.
  8. Setelah selesai, klik “Di sini” untuk meminta kode verifikasi yang nantinya akan dikirim melalui email Anda.
  9. Klik “Kirim SPT” dan simpan data yang sudah diisi dengan klik tombol “Simpan”.
Jangan bingung untuk membayar PBB Anda sendiri! Simak video berikut untuk mempelajari cara bayar PBB secara online!
Itulah beberapa cara lapor SPT Tahunan yang bisa Anda praktekkan dengan mudah tanpa harus susah untuk mengantri. Laporkan pajak Anda secara tertib karena dengan uang pajak tersebut Anda bisa menikmati berbagai fasilitas negara dengan nyaman dan aman. Selamat mencoba ya.
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini