Cash Keras adalah Salah Satu Cara Bayar untuk Beli Rumah, Simak Penjelasannya di Sini!

Tim Editorial Rumah.com
Cash Keras adalah Salah Satu Cara Bayar untuk Beli Rumah, Simak Penjelasannya di Sini!
RumahCom – Cash keras adalah suatu metode bayar di mana pembeli langsung melunasi barang atau jasa kepada penjual tanpa melakukan cicilan sekalipun. Dalam kaitannya di proses pembelian rumah, maka cash keras adalah cara bayar yang paling punya banyak keuntungan lantaran adanya diskon dari pengembang, bebas biaya BPHTB, dan tidak perlu pusing memikirkan angsuran KPR sampai puluhan tahun.
Umumnya, saat beli rumah dengan cash keras atau tunai, tenggat waktu yang diberikan adalah paling lambat satu bulan sejak adanya kesepakatan antara pembeli dan pengembang. Lebih lengkap mengenai cash keras dan keuntungannya akan dibahas dalam artikel berikut.
  • Apa Itu Cash Keras?
  • Cara Beli Rumah dengan Cash Keras
  • Beda Cash Keras dengan Cash Bertahap
  • Keunggulan dan Kekurangan Sistem Pembayaran Cash Keras
  • Tips Untung Beli Rumah dengan Cash Keras

Apa Itu Cash Keras?

Sistem pembayaran cash keras adalah menitikberatkan pada aktivitas pembayaran antara pembeli dan penjual.
Apa itu cash keras? Cash keras adalah sistem pembayaran tunai menggunakan uang kartal (uang kertas dan logam) sebagai alat pembayaran. Perbedaannya dengan sistem pembayaran non tunai adalah instrumen yang digunakan berupa Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), cek, bilyet giro, nota debit, maupun uang elektronik (card based dan server based).
Sistem pembayaran cash keras adalah menitikberatkan pada aktivitas pembayaran antara pembeli dan penjual. Meski terkesan sederhana, namun ada prinsip pembayaran yang harus tersedia dalam sistem ini. Oleh karena itu, Bank Indonesia sebagai lembaga yang menjalankan sistem pembayaran di Indonesia mengatur empat prinsip, termasuk dalam proses pembelian melalui cash keras.
Prinsip yang pertama adalah efisien, prinsip ini menekankan pada tingkat pelaksanaan pembayaran. Tingkat pelaksanaannya harus dilakukan secara luas dan terbuka, sehingga memudahkan banyak pihak untuk melakukan transaksi. Apabila pihak pengirim, pengguna atau penerima hendak melakukan pembayaran, biaya yang dibebankan harusnya terjangkau.
Selain itu, aktivitas pembayaran harus aman dan tak boleh memiliki resiko yang tinggi. Meski memiliki resiko, namun resiko ini harusnya bisa diminimalisir dan tak merugikan satu pihak tertentu. Karena itulah sistem pembayaran harus dikelola dengan baik dan sering dilakukan mitigasi.
Berikutnya adalah prinsip perlindungan untuk konsumen, sehingga pengguna yang melakukan transaksi merasa aman. Sistem pembayaran tunai adalah aktivitas antara dua belah pihak, jadi konsumen harus tetap mendapatkan perlindungan. Perlindungan konsumen pun bisa termasuk menjaga jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat. Uang yang ada untuk melakukan transaksi pembayaran tunai haruslah uang yang layak edar sesuai dengan money policy.
Prinsip terakhir dalam sistem pembayaran adalah kesetaraan dalam hal akses. Bank Indonesia tidak ingin ada monopoli dalam kegiatan atau sistem pembayaran yang berlangsung, baik di pihak pengguna atau penerima. Apalagi sistem pembayaran tunai adalah aktivitas transaksi yang sah, sehingga apabila tidak ada kesetaraan akses, maka praktik monopoli dan kecurangan akan terjadi.

Cara Beli Rumah dengan Cash Keras

Setelah mencapai kesepakatan, jangan lupa minta surat pemesanan rumah pada developer.
Saat memutuskan untuk membeli rumah dengan cara cash keras, tentu ada hal-hal yang harus dipertimbangkan secara matang. Sebab artinya Anda harus membayar lunas di depan, tentu ada risiko yang harus dipikirkan juga. Lantas bagaimana cara tepat saat beli rumah dengan cash keras?
Seperti diketahui pada skema cash keras, tenor yang diberikan sangat singkat yakni satu bulan. Itu artinya pembeli harus melunasi hunian dibulan yang sama ketika membeli. Untuk prosedur/tata cara jual beli rumah cash keras, pertama Anda harus mencari dulu lokasi hunian yang diinginkan, lalu pelajari kredibilitas developer, periksa sertifikat tanah, dan membayar uang muka (DP).
Setelah mencapai kesepakatan, jangan lupa minta surat pemesanan rumah pada developer yang dibubuhkan materai. Setelah itu, Anda bisa membayar sesuai dengan waktu yang ditentukan dan jika sudah lunas, segera buat AJB dan balik nama sertifikat di hadapan PPAT. Ingat, dalam metode pembayaran apapun, beberapa developer menetapkan booking fee atau uang tanda jadi. Jika tiba-tiba calon pembeli membatalkan transaksi, booking fee biasanya akan hangus. Besaran biaya ini juga bervariasi mulai dari Rp1-5 juta.
Nah, itulah penjelasan mengenai cara bayar dengan cash keras. Jika Anda ingin beli rumah dan melakukan pembayaran dengan cash keras, pilihan rumah berikut ini bisa jadi referensi Anda. Cek daftar hunian dijual di Surabaya dibawah Rp1 miliar di sini!

Beda Cash Keras dengan Cash Bertahap

Keuntungan cash keras adalah Anda tak perlu risau terkait fluktuasi suku bunga pinjaman di sistem KPR.
Bagi Anda yang punya budget besar, sistem pembayaran rumah dengan cash keras sangat direkomendasikan. Tunai keras merupakan sistem pembayaran yang dilakukan dalam waktu paling lambat satu bulan, sejak adanya kesepakatan antara pembeli dan pengembang.
Sistem ini memiliki banyak keuntungan, karena biasanya pengembang akan memberikan potongan harga rumah yang menggiurkan (sekitar 10% – 15%). Tak hanya itu, Anda juga tidak akan dipusingkan dengan urusan cicilan tiap bulannya. Selain harga rumah yang didapat sedikit lebih murah, keuntungan lain adalah Anda tak perlu risau terkait fluktuasi suku bunga pinjaman yang kerap melambung tinggi seperti di sistem KPR.
Lantas apa bedanya dengan cash bertahap? Disebut juga installment, cash bertahap adalah metode pembelian properti dengan pihak pengembang memberikan pembiayaan kepada pembeli, tanpa menggunakan pemberi pinjaman pihak ketiga. Sebagai pembeli, Anda dapat memiliki properti yang telah dipilih sambil melakukan pembayaran angsuran kepada pengembang.
Melalui skema ini, pengembang tetap memiliki hak kepemilikan yang sah atas properti tersebut sampai pembeli melunasi pinjamannya secara penuh. Barulah setelah Anda melunasi pembayaran, penjual memberikan akta yang mengalihkan hak milik yang sah kepada pembeli.
Waktu pembayaran cash bertahap biasanya berlangsung selama kurang lebih 6-24 bulan, dengan besaran bunga yang ditetapkan dari pihak pengembang. Karena jangka waktunya sangat singkat, maka pembeli diwajibkan untuk menyerahkan uang muka yang jumlahnya cukup besar. Kisarannya 30% – 50% dari harga rumah, tergantung keputusan si pengembang.

Tips Rumah.com

Bank Indonesia tidak ingin ada monopoli dalam kegiatan atau sistem pembayaran yang berlangsung, baik di pihak pengguna atau penerima. Apalagi sistem pembayaran tunai adalah aktivitas transaksi yang sah, sehingga apabila tidak ada kesetaraan akses, maka praktik monopoli dan kecurangan akan terjadi.

Keunggulan dan Kekurangan Sistem Pembayaran Cash Keras

Keuntungan sistem pembayaran cash keras adalah bisa langsung dijadikan jaminan kredit ke bank.
Membeli dengan cara tunai atau cash keras adalah cara paling baik dalam transaksi apapun terutama saat beli rumah. Tapi tentu saja Anda perlu dana besar jika ingin membeli rumah dengan cara cash keras. Oleh sebab itu, keuntungan sistem pembayaran cash keras adalah terbebas dari kewajiban utang, tidak ada biaya pengikatan kredit, dan bila diperlukan bisa langsung dijadikan jaminan kredit ke bank.
Kendati demikian, sistem pembayaran cash keras pun tak luput dari kekurangan. Diantaranya butuh waktu panjang untuk bisa memiliki produk yang diinginkan, terutama rumah yang harganya sangat tidak murah. Di lain sisi harga rumah mengalami peningkatan tiap tahunnya sehingga jika tidak segera dikejar dananya, maka impian beli rumah cash keras akan terasa sulit dicapai.
Sementara itu, produk yang dibeli secara tunai alias cash keras cukup berisiko lantaran tidak disertai asuransi. Berbeda dengan pembelian secara kredit yang biasanya sudah disertai asuransi dalam angsuran.

Tips Untung Beli Rumah dengan Cash Keras

Sebisa mungkin hindari beli rumah yang belum jadi atau masih dalam tahap pembangunan.

Memanfaatkan Jasa Agen Properti

Saat akan membeli rumah tak ada salahnya juga jika Anda memanfaatkan jasa agen properti profesional yang tergabung di Rumah.com. Di halaman Cari Agen, Anda bahkan dapat menjumpai agen properti profesional berdasarkan spesialisasinya masing-masing mulai dari agen properti dengan spesialisasi apartemen, bangunan komersial, agen properti dengan spesialisasi kawasan, atau khusus yang berbahasa Inggris maupun Mandarin.

Hindari Properti yang Belum Jadi

Dan yang harus Anda perhatikan, sebisa mungkin hindari beli rumah atau apartemen yang belum jadi atau masih dalam tahap pembangunan dengan cara cash keras. Lebih baik pilih pembayaran bertahap sesuai perkembangan kondisi bangunan.

Lakukan Negosiasi Harga ke Pengembang

Pastinya Anda tidak ingin sudah membayar lunas tapi rumahnya tidak jadi-jadi atau waktu serah terimanya jadi tidak jelas, kan?! Dan ingat, segala sesuatu bisa dinegosiasikan. Apalagi jika beli rumah cash keras, Anda punya bargaining power yang kuat. Jadi jangan sungkan-sungkan untuk menawar harganya.
Tapi jangan hanya berpatokan pada harga, untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dari beli rumah cash keras Anda juga perlu sejumlah pertimbangkan.
Tonton video berikut ini untuk mengetahui lebih detail tentang Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini