Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Punya Rumah Gara-gara Memperjuangkan Cinta dan Restu Orang Tua

Wahyu Ardiyanto
Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Punya Rumah Gara-gara Memperjuangkan Cinta dan Restu Orang Tua
"Rumah adalah tempat terbaik untuk kembali. Tidak masalah jika ukurannya mungil, yang penting nyaman dan bikin penghuninya berseri." – Cerita Rumah Aldi dan Vipie
Terkadang, cinta memang membutakan seseorang. Namun tidak jarang pula cinta menghadirkan energi positif. Energi yang membuat berbagai target dalam hidup jadi lebih mudah digapai. Itulah yang dirasakan oleh pasangan muda, Aldi Septian dan Vipie Lestrya Wulansari.
Memiliki rumah sendiri, seperti diceritakan oleh Vipie, memang target paling prioritas bagi pasangan suami istri ini. Tidak tanggung-tanggung, target tersebut sudah dicanangkan bahkan sejak keduanya masih duduk di bangku SMA. Aldi dan Vipie meyakini bahwa kisah cinta mereka akan berlanjut hingga ke jenjang berumah tangga bersama.
“Saya dan suami sudah dekat sejak sekolah. Ketika itu, orang tua tidak menyetujui hubungan kami. Orang tua berharap saya bisa mendapat suami yang sudah mapan, punya rumah sendiri. Itu yang menjadi tantangan kami,” ungkap Vipie.
Kini, Aldi, Vipie, dan anaknya yang bernama Andini sangat menikmati rumah yang mereka cita-citakan sejak di bangku SMA. Meski sederhana, tangan dingin Aldi dan Vipie menjadikan rumah mereka terasa nyaman dan terlihat aesthetic. Rumah yang akhirnya membawa pasangan suami istri ini menjadi content creator seputar home decor di media sosial.
Cari rumah yang harganya sangat terjangkau namun area huniannya juga mudah dijangkau dan punya fasilitas lengkap seperti rumah milik Aldi dan Vipie di Parung Panjang, Bogor? Temukan pilihan huniannya di bawah Rp700 juta di sini!

Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Lulus Sekolah Pilih Bekerja Daripada Kuliah Demi Cepat Beli Rumah

Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Lulus Sekolah Pilih Bekerja Daripada Kuliah Demi Cepat Beli Rumah
Dengan posisi yang sudah sama-sama bekerja, Aldi dan Vipie mulai menyusun rencana untuk membeli rumah.
Kisah cinta Aldi dan Vipie terbilang cukup berliku. Menjalin asmara sejak sekolah, bukan restu yang didapat dari orang tua, malah sebuah larangan yang diperoleh Vipie. Akan tetapi, Vipie berpikir cukup bijak meski di usia yang masih belia. Baginya, larangan orang tua menjadi tantangan yang harus dijawab dengan prestasi, dengan bukti.
Tentu bukan anak muda kalau tidak “berontak”. Dilarang pacaran, Vipie malah ambil jalan “backstreet” untuk tetap bisa dekat dengan Aldi. Kala itu yang ada di pikiran Vipie adalah bertekad mewujudkan keinginan orang tua, yakni memiliki rumah sendiri, walau pasangannya belum mencapai kondisi mapan.
“Ceritanya, saya pacaran pas kelas tiga SMA. Pacar saya waktu itu masih duduk di kelas dua alias adik kelas. Jadi saya dapat brondong, ha…ha…ha…. Saya cerita, dong, ke ibu kalau saya dekat dengan seseorang. Rupanya ibu melarang saya pacaran dengan orang yang belum mapan. Terpaksa, kami pun ‘backstreet’, ha…ha…ha…,” kenang Vipie.
Lulus dari sekolah, alih-alih melanjutkan kuliah seperti yang ditawarkan sang orang tua, Vipie lebih memilih untuk bekerja. Beruntung, Vipie bisa langsung bekerja di sebuah tenant yang beroperasi di dalam mall. Sementara Vipie bekerja, Aldi masih duduk di kelas 3 SMA. Keduanya tetap menjalin hubungan dekat.
Begitu lulus sekolah, Aldi mengikuti jejak Vipie, yakni memilih langsung kerja. Dengan posisi yang sudah sama-sama bekerja, Aldi dan Vipie mulai menyusun rencana untuk membeli rumah. Hal ini menjadi prioritas utama mereka demi mendapatkan restu dari orang tua.
“Karena kami sudah bekerja semua, kami bikin planning. Ya, masa, sih, harus backstreet terus, hahaha…. Akhirnya saya dan Aldi coba mendatangi pameran rumah yang kebetulan digelar di mall tempat saya bekerja. Kami berdua melihat-lihat berbagai tipe rumah yang kira-kira mampu kami beli,” kata Vipie.

Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Pilih Beli Rumah Subsidi Agar Cepat Punya Rumah Sendiri

Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Pilih Beli Rumah Subsidi Agar Cepat Punya Rumah Sendiri
Meski berstatus masih berpacaran, Aldi dan Vipie bertekad mengambil rumah subsidi. Mereka bahkan mempersiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan dalam rentang waktu satu tahun.
Dengan melihat pameran rumah, Aldi dan Vipie mendapatkan pandangan tentang rumah idaman. Akan tetapi, menyadari kondisi finansial masing-masing, maka keduanya memilih untuk bersikap realistis. Jika memang harus segera punya rumah sendiri, alternatifnya adalah membeli rumah subsidi.
“Yang ada di benak kami waktu itu kan rumah subsidi harganya terjangkau dengan cicilan yang ringan. Nah kami coba konsultasi dengan salah seorang marketing yang menawarkan rumah subsidi. Ternyata rumah subsidi memang murah, tapi persyaratannya banyak, hahaha….,” jelas wanita yang selalu tampak riang ini.
Meski berstatus masih berpacaran, Aldi dan Vipie bertekad mengambil rumah subsidi. Mereka tertarik untuk membeli rumah subsidi di Griya Artha Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Untuk itu, pasangan ini mempersiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan dalam rentang waktu satu tahun.
Persyaratan membeli rumah subsidi memang sedikit berbeda dengan rumah nonsubsidi. Cari tahu syarat-syarat pengajuan KPR rumah subsidi di video ini
“Kami survei langsung ke Griya Artha Rajeg. Setelah melihat kompleksnya kami pun merasa cocok. Padahal waktu itu belum ada rumahnya, ha…ha…ha…,” giliran Aldi yang mengungkapkan bagaimana pengalaman pertama mereka ketika survei rumahnya dulu.
Demi sebuah rumah idaman, Aldi dan Vipie tidak hanya menyiapkan dokumen persyaratan, tapi juga uang sejumlah Rp20 jutaan sebagai uang muka. Untungnya, uang DP bisa dicicil selama pembangunan rumah masih berlangsung. Dua sejoli ini pun berupaya keras menabung agar bisa melunasi uang DP sesegera mungkin.
“Kami harus nabung sebulan kira-kira satu jutaan rupiah. Nah itu kita bagi dua, masing-masing nabung sekian. Kami tidak berpikir apakah ke depan akan putus hubungan atau tidak. Nekat benget, deh, ha…ha…ha…. Rencana kami pokoknya punya rumah… rumah …rumah,” ungkap Vipie penuh semangat.

Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Serah Terima Kunci Rumah Subsidi Bikin Hubungan Direstui

mah Aldi dan Vipie: Serah Terima Kunci Rumah Subsidi Bikin Hubungan Direstui
Aldi dan Vipie mempunyai pertimbangan tersendiri ketika harus memilih rumah subsidi. Selain mengukur kemampuan finansial, berbagai persyaratan lainnya terbilang cukup mudah dipenuhi.
Seringkali hambatan membeli rumah biasanya terkait masalah keuangan. Nah, salah satu cara menyiasati keterbatasan dana adalah melalui kredit pemilikan rumah (KPR) yang difasilitasi oleh bank. Uang DP yang relatif terjangkau plus cicilan dengan tenor yang panjang menjadi solusi untuk mewujudkan harapan memiliki rumah sendiri.
Begitu pula dengan program rumah subsidi yang memang bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memiliki rumah. Hanya saja mereka yang memenuhi syarat tertentu yang bisa membeli rumah subsidi, terutama yang memiliki keterbatasan finansial.
Aldi dan Vipie mempunyai pertimbangan tersendiri ketika harus memilih rumah subsidi. Selain mengukur kemampuan finansial, berbagai persyaratan lainnya terbilang cukup mudah dipenuhi oleh pasangan suami istri ini. Keduanya merasa beruntung karena meskipun syarat-syaratnya cukup banyak tapi mereka tidak menemui kendala berarti.
Besaran uang DP misalnya, bisa mereka lunasi dengan tepat waktu. Persyaratan administrasi pun tidak dirasa berat dalam memenuhinya. Kegigihan Aldi dan Vipie berbuah hasil. Awal tahun 2017, setelah berhasil melunasi uang DP dan langsung menerima kunci rumah subsidi dengan tipe 30/60. Respon orang tua Vipie awalnya tidak percaya bahwa anaknya bisa punya rumah sendiri.
“Setelah saya ajak untuk melihat wujud rumah dan kunci yang sudah diserahterimakan ke kami, mereka langsung merestui hubungan kami. Dan tahun itu juga kami berdua menikah. Namanya juga jodoh, ya, ha…ha…ha….!” kenang Vipie.
“Syarat pengajuan rumah subsidi memang banyak, tapi mudah. Kebetulan usia kami waktu itu baru 22 tahun dan belum punya tanggungan ataupun cicilan macam-macam. Selain itu, saya juga sudah berstatus sebagai karyawan tetap. Jadi, saat mengajukan KPR, bank langsung menyetujuinya," jelas Aldi.

Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Salah Strategi Take Over Rumah Subsidi dan Nyaris Frustrasi

Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Salah Strategi Take Over Rumah Subsidi dan Nyaris Frustrasi
Ada alasan tertentu mengapa Aldi dan Vipie membeli rumah subsidi di Griya Artha Rajeg. Kala itu, Aldi berharap bisa mendapat kerja di kawasan industri yang dekat dari kawasan perumahan tersebut.
Perasaan bahagia seketika muncul tatkala KPR yang diajukan oleh Aldi dan Vipie disetujui pihak bank. Setelah DP dilunasi, Aldi dan Vipie memiliki kewajiban untuk mencicil sisa utang di bank dengan tenor 20 tahun. “Jumlah cicilan per bulannya tidak terlalu memberatkan, kurang dari satu juta rupiah, kok,” tambah Aldi.
Ada alasan tertentu mengapa Aldi dan Vipie membeli rumah subsidi di Griya Artha Rajeg. Kala itu, Aldi berharap bisa mendapat kerja di kawasan industri yang dekat dari kawasan perumahan tersebut. Namun takdir berkata lain, Aldi dan Vipie mendapat kesempatan bekerja di Bumi Serpong Damai (BSD).
Setelah menikah, Aldi dan Vipie tidak lantas tinggal di rumah barunya. Keduanya memilih untuk tinggal di rumah orang tua terlebih dulu sambil sesekali menengok rumahnya setiap libur kerja. Angan-angan untuk segera tinggal di rumah sendiri semakin tertunda ketika Vipie mengandung anak pertamanya.
Lagi cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya pada laman AreaInsider
Orang tua tidak mengizinkan Vipie tinggal di Rajeg selama kehamilannya karena waktu tempuh ke tempat kerja yang relatif lama, hampir 2 jam perjalanan. Mereka pun berpikir untuk menjual rumah tersebut. Baru memasuki tahun kedua cicilan, Aldi dan Vipie benar-benar melepas rumah subsidi miliknya ke pembeli dengan skema over kredit. Dari hasil penjualan rumah, Aldi dan Vipie memperoleh uang sebesar Rp50 juta.
“Waktu menjual rumah, kami memang nggak berpikir panjang dulu. Kami lupa bahwa rumah subsidi hanya bisa dibeli satu kali saja seumur hidup. Kami coba untuk ambil rumah subsidi di kawasan lain, ternyata ditolak karena nama kami tercantum sebagai pengambil rumah subsidi yang di Rajeg. Mau ambil rumah komersial, kami belum sanggup,” jelas Aldi.
Di tengah penyesalan dan nyaris frustrasi betapa sulitnya memperoleh rumah dengan harga dan cicilan yang terjangkau, Vipie bertemu seorang marketing perumahan. Vipie diberi saran untuk membeli rumah secara over kredit dari orang lain. Kabar gembira itu tentu saja membangkitkan harapan Aldi dan Vipie untuk punya rumah lagi.

Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Over Kredit Rumah Subsidi Lagi, Renovasi Dikerjakan Sendiri

Lagi, Renovasi Dikerjakan Sendiri
“Kami diajak ke Puri Harmoni 8 di Parung Panjang oleh orang marketing tersebut untuk cari rumah subsidi yang tersedia. Nah, ada nih yang mau over kredit, tapi penjualnya menawarkan harga Rp70 juta rupiah. Kebetulan dana kami kurang. Setelah, mencoba negosiasi untuk mencicil kekurangannya, orang marketing-nya setuju. Alhamdulillah, kami akhirnya bisa punya rumah lagi,” ujar Vipie.
Tahun 2018 akhir, Aldi dan Vipie resmi memiliki rumah subsidi tipe 30/60 di Puri Harmoni 8, Parung Panjang, Kab. Bogor. Skema cicilan tidak berbeda dengan rumah pertama mereka, yakni sekitar Rp800 ribu per bulan dengan tenor sekitar 15 tahun karena meneruskan dari pemilik sebelumnya.
“Kenapa pilih Puri Harmoni 8 karena dekat dengan stasiun KA dan akses ke pasar tradisional cukup dekat. Mau ke mall juga cukup dekat, kok, termasuk ke tempat-tempat rekreasi. Dan yang nggak kalah penting, lingkungannya enak dan nyaman, sangat mendukung buat perkembangan anak,”papar Vipie.
Sebelum ditempati, Aldi dan Vipie melakukan renovasi terhadap rumah barunya secara bertahap. Tanpa perlu tenaga ahli, Aldi sendiri yang mengerjakan proses renovasi rumahnya, mulai dari mengecat hingga membuat dekorasi dengan tema kekinian. Keterbatasan dana tidak menyurutkan mereka untuk menghadirkan rumah yang nyaman dan aesthetic.
Ruang tamu misalnya, Aldi dan Vipie terinspirasi dengan gaya modern sehingga ruang tamunya ‘disulap’ menjadi nampak elegan lengkap dengan tungku perapian minimalis yang cantik. Beralih ke teras, Aldi dan Vipie menghadirkan nuansa pantai ala Pulau Dewata lengkap dengan atap dari kayu dolken puspa dan payung khas Bali.
Energi kreatif Aldi dan Vipie seolah tidak ada habisnya. Dapur yang berukuran mungil pun mendapat sentuhan ala kafe kekinian sehingga terkesan luas. Meja, kursi, hiasan dinding, serta pencahayaan yang berpadu manis dengan cat dinding membuat orang yang melihatnya langsung mengingat sebuah kafe yang cozy untuk hang out.

Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Kreatif Membuat Home Decor, Kini Jadi Content Creator

Decor, Kini Jadi Content Creator
Berawal dari sekadar sharing hasil foto dan video home decor, akun miliknya kebanjiran follower. Hanya dalam waktu lima bulan, followers andini_home sudah menyentuh 8 ribu lebih.
Hebatnya lagi, semua renovasi dikerjakan oleh Aldi seorang diri di tengah kesibukannya bekerja. Vipie pun tak ingin ketinggalan memberi kontribusi pada rumahnya. Ia selalu memposting tiap ruangan yang telah selesai direnovasi di akun pribadi Instagram-nya, @andini_home.
“Selama masih bisa dikerjakan sendiri, ya dikerjakan sendiri. Kalau beli tungku perapian kan mahal, ya. Akhirnya suami bikin sendiri. Begitu juga ruangan dapur dan teras, semuanya hasil karya sendiri. Semua kita bikin dengan cara nyicil. Kalau ada rezeki, baru renovasi sambil dekorasi,” terang Vipie.

Tips Rumah.com

Ada banyak alasan orang membeli rumah dengan cara over kredit. Terpenting ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar sistem ini tetap aman dan menguntungkan. Carilah rumah yang memiliki nilai yang menjanjikan dengan ekspektasi harga jual kembali yang lebih tinggi. Periksa baik-baik kondisi rumah, baik secara fisik maupun riwayat kreditnya, juga kelengkapan surat-surat legalitas kepemilikannya.

Siapa sangka, berawal dari sekadar sharing hasil foto dan video home decor, akun miliknya kebanjiran follower. Hanya dalam waktu lima bulan, followers andini_home sudah menyentuh 8 ribu lebih. Menjadi conten creator yang produktif dan inspiratif, tawaran sebagai endorser bermacam produk pun berdatangan ke Aldi dan Vipie.
“Alhamdulillah, awalnya hanya hobi dan iseng posting di instagram. Eh, banyak yang nawarin jadi endorser. Saya bingung ketika diminta rate card karena memang nggak paham. Akhirnya saya gratiskan aja, ha…ha…ha….. Selain itu, ada juga yang minta dibikinin material untuk home decor ke suami. Alhamdulillah banget, deh!” ungkap Vipie dengan nada bahagia.

Cerita Rumah Aldi dan Vipie: Rumah Nyaman Ditinggali, Berharap Bisa Beli Rumah Lagi

rita Rumah Aldi dan Vipie: Rumah Nyaman Ditinggali, Berharap Bisa Beli Rumah Lagi
Aldi dan Vipie menyimpan harapan untuk bisa membeli rumah lagi. Rencana pun mulai disusun, terutama fokus pada soal pendanaan.
Aldi dan Vipie tipikal pasangan yang senang berkreasi dengan tampilan rumahnya. Tidak heran jika mereka sudah beberapa kali mengganti tema home decor untuk rumahnya. Urusan cat misalnya, diakui Vipie sudah beberapa kali ganti warna sesuai dengan kesukaan mereka berdua.
Aldi dan Vipie tidak dapat menyembunyikan perasaan senang dan bahagianya mendapati rumah yang nyaman ditinggali. Apresiasi atas hasil jerih payah berdua mereka tunjukkan dengan kesungguhan dalam merawat dan mempercantik rumahnya.
“Tentu saja sangat bahagia bisa punya rumah sendiri. Ini murni pencapaian kami berdua. Manis dan pahit perjalanan mendapatkan rumah kami lalui dengan terus berharap agar bisa lebih baik lagi di masa yang akan datang,” kata Vipie.
Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, KPR, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com
Aldi dan Vipie menyimpan harapan untuk bisa membeli rumah lagi. Rencana pun mulai disusun, terutama fokus pada soal pendanaan. Kali ini, Aldi dan Vipie memiliki berbagai referensi dalam memilih rumah. Selain lewat pameran, mereka juga mengaku cukup senang bisa mengenal Rumah.com, portal properti yang banyak memberikan wawasan terkait prospek properti dan dekorasi.
“Ya, kami, sih, memang ada rencana ingin beli rumah lagi. Waktu itu di sebelah rumah kami ada yang dijual, tapi kami pikir jangan beli di sini lagi, deh. Inginnya kan beli rumah yang lebih modern, dekat dengan pusat kota agar akses transportasi dan fasilitas umum mudah dijangkau. Rumahnya ngga perlu besar, yang penting nyaman,” pungkas Vipie.
Itulah cerita perjuangan Aldi dan Vipie yang bertekad punya rumah demi memperjuangkan cinta dan restu orang tua. Rumah subsidi jadi opsi yang berhasil ‘disulap’ menjadi cantik dan menginspirasi. Masih ada banyak lagi kisah seputar perjuangan mewujudkan mimpi punya rumah sendiri lainnya yang juga tak kalah menginspirasi. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Teks: Aris Hendrawan, Foto: Zaki Muhamad

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini