Cerita Rumah Cici dan Andri: Galau Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri, Rumah Subsidi Jadi Solusi

Wahyu Ardiyanto
Rumah Flamingo, begitulah sebutan hunian pasangan Cici Medyna dan Andri Rismawan, serta buah hati mereka, Arumi (7 bulan). Sesuai namanya, berbagai pernak-pernik Flamingo menghiasi rumah subsidi tipe 27/60 di Taman Sari Residence 1 yang terletak di kawasan Ciapus, Bogor, Jawa Barat.
Cici dan Andri berhasil menyiasati keterbatasan lahan rumahnya menjadi hunian yang nyaman dan fungsional, namun tetap memperhatikan estetika. Akun-akun dekorasi rumah di media sosial Instagram menjadi acuan mereka untuk merenovasi rumah meski dengan keterbatasan dana.
Mau punya rumah di area Ciapus, Bogor, seperti rumah Cici dan Andri yang kawasannya masih asri, berudara sejuk, dengan harga terjangkau? Temukan pilihan rumahnya dengan harga di bawah Rp500 jutaan di sini!
Meskipun belum sepenuhnya memenuhi kriteria rumah impian mereka, namun Cici dan Andri bersyukur dapat mewujudkan cita-cita mereka untuk tinggal di rumah sendiri setelah menikah. Bahkan saking inspiratifnya gaya dekorasi Rumah Flamingo mereka yang low budget membuat akun Instagram @cicimedyna milik Cici memiliki followers lebih dari 6K.

Cerita Rumah Cici dan Andri: Rencana Menikah dan Niat Membeli Rumah

Cerita Rumah Cici dan Andri: Rencana Menikah dan Niat Beli Rumah
Ada perbedaan pendapat soal beli rumah. Andri mempertimbangkan beli rumah jadi, sedangkan Cici mau bangun rumah dari nol, beli tanah dan bangun rumah sendiri.
Tiga bulan pacaran, Andri dan Cici ingin serius melangkah ke jenjang pernikahan. Dengan syarat yang diajukan Cici, setelah menikah harus punya tempat tinggal sendiri supaya mandiri. Perihal beli atau kontrak rumah tak masalah buat Cici. Andri pun sepakat. Sebelum bertemu Cici, Andri memang berniat membeli rumah sebagai pembuktian.
“Saya anak bungsu, di keluarga dianggap tukang main, tukang ngabisin duit, nggak bisa nabung. Saya mau buktikan hasil kerja ke keluarga saya. Tapi masih galau, simpanan mau dipakai buat DP rumah atau nikah,” cerita Andri yang bekerja di perusahaan perbankan ini.
Namun, ada perbedaan pendapat soal beli rumah. Andri mempertimbangkan beli rumah jadi, sedangkan Cici mau bangun rumah dari nol, beli tanah dan bangun rumah sendiri sehingga bisa sesuai keinginan. Nah, perhitungan Andri, rencana Cici akan butuh biaya lebih besar dan proses lebih panjang daripada beli rumah jadi.
Lantaran tabungan masih terbatas, Andri memberikan opsi. Kalau mau bangun rumah sendiri yang butuh biaya besar, risikonya rencana untuk menikah bisa tertunda. Alasannya, dana yang ada akan terpakai untuk beli tanah, sehingga harus mengumpulkan dana lagi untuk bangun rumah dan biaya menikah.
Saat itu, kebetulan teman Andri baru membeli rumah di perumahan subsidi dengan harga cukup terjangkau. Perumahan bernama Taman Sari Residence 1 tersebut menyediakan satu tipe rumah dengan luas bangunan 27m2 dan luas tanah 60m2 seharga Rp130 juta.
Ada beberapa unit yang berada di hook dengan ukuran tanah lebih luas yaitu 90m2. Sang teman menyarankan Andri untuk mengambil rumah di perumahan itu juga, selain harga rumahnya murah supaya bisa jadi tetangga juga. Andri terpikir rumah subsidi bisa jadi solusi dari galau yang dihadapi.
“Sayangnya total 186 unit di perumahan subsidi itu sudah terjual habis. Kalau mau beli, saya harus menunggu ada calon pembeli yang batal semisal pengajuan KPR-nya tidak disetujui. Saya sampaikan ke Cici tentang opsi beli rumah subsidi ini. Tapi saat itu dia masih keukeuh pilih bangun rumah sendiri,” tutur Andri.

Cerita Rumah Cici dan Andri: Tertarik Beli Rumah Subsidi Setelah Survei Lokasi

Cerita Rumah Cici dan Andri: Tertarik Beli Rumah Subsidi Setelah Survei Lokasi
Setelah melihat rumah yang akan dibeli, membuat Cici mendukung keputusan Andri membeli rumah subsidi.
Saat itu sebenarnya Andri sudah merasa gagal membeli rumah subsidi, namun tiba-tiba teman Andri memberi info ada rumah yang batal dibeli di blok yang sama dengannya. Jadi kalau Andri berminat, dia harus cepat menghubungi pihak pengembang, bayar booking fee, dan siapkan dokumen yang dibutuhkan. Andri pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Andri mengaku nekad membeli rumah subsidi tersebut, padahal Cici belum sepenuhnya setuju. “Rumah subsidi bisa dibilang solusi paling realistis saat itu. Karena DP-nya kecil, sisa tabungan masih cukup untuk biaya nikah,” pikir Andri.
Dengan opsi membeli rumah subsidi, Andri berkeyakinan jadi bisa beli rumah dan rencana menikah tetap jalan. Kalaupun ternyata mereka tidak berjodoh, Andri berpikir tidak ada ruginya membeli rumah. Bisa dijadikan investasi dan pembuktian hasil kerjanya ke keluarga.
Meskipun telah terpincut harga rumah subsidi yang murah, namun Andri tetap melakukan survei ke perumahannya. Secara lokasi, Taman Sari Residence 1 kebetulan dekat rumah orangtuanya. Lokasinya mudah diakses, kawasan sekitarnya juga sudah ramai. Ketika survei, Andri mengajak Cici dengan harapan akan membuat hatinya luluh.
“Untuk rumah subsidi dengan harga terjangkau, kualitas bangunan Taman Sari Residence 1 cukup bagus. Seperti dinding antar rumah dibuat double. Kebetulan rumah yang mau dibeli ada di blok jalan buntu dan cuma ada delapan rumah. Suasananya tenang, dan letaknya dekat pintu utama,” jelas Cici.
Benar saja, setelah melihat rumah yang akan dibeli membuat Cici mendukung keputusan Andri. Dapat lampu hijau, Andri tambah semangat menemui pengembang untuk mengurus dokumen persyaratannya.
“Dokumen yang harus disiapkan adalah KTP saya dan ibu saya, kartu keluarga, surat keterangan kerja dan sebagai karyawan tetap, surat keterangan belum punya rumah, slip gaji tiga bulan terakhir dengan nilai sesuai ketentuan termasuk bukti PPH21 atau pajak penghasilan per tahun. Selain itu, membayar booking fee sebesar Rp1,5 juta,” papar Andri.

Cerita Rumah Cici dan Andri: Tunda Renovasi Rumah Agar Tak ganggu Biaya Menikah

Cerita Rumah Cici dan Andri: Tunda Renovasi Rumah Agar Tak ganggu Biaya Menikah
Karena punya pertimbangan agar dana pernikahan tidak terganggu renovasi, akhirnya Cici dan Andri memutuskan melakukan renovasi setelah menikah.
Rumah subsidi tersebut peruntukkannya memang ditujukan bagi warga yang berdomisili di Bogor yang belum punya rumah dengan penghasilan tidak lebih dari Rp4 juta per bulan. Menyadari nilai gajinya di atas ketentuan, Andri sempat ragu bisa memenuhi syarat. Namun setelah dibantu hitung-hitungannya oleh pihak pengembang, nilai PPH21 Andri masih sesuai persyaratan.
Andri lega mendengarnya karena harapan bisa memiliki rumah subsidi tersebut kembali terbuka. Seluruh dokumen lengkap diserahkan ke pengembang untuk diteruskan ke pihak bank penyedia KPR yang bekerjasama. Setelah verifikasi dokumen oleh pihak bank sekitar satu bulan, kemudian Andri dikonfirmasi bahwa pengajuan KPR-nya disetujui dan akan segera dilakukan akad kredit dengan notaris.
“Dari nilai rumah Rp130 juta, saya bayar DP Rp16 juta. Untuk cicilan KPR-nya Rp1,1 juta per bulan dengan tenor 15 tahun. Akhirnya akad kredit dilakukan pada bulan April 2019. Banyak orang bilang, beli rumah itu jodoh-jodohan. Dan saya memang membuktikan sendiri, kalau memang sudah berjodoh, jalannya benar-benar mudah,” jelas Andri.
Rumah tipe 27/60 dengan dua kamar tidur terbilang cukup untuk ditempati keluarga kecilnya. Namun, bagian belakang dan depan rumah masih perlu direnovasi agar lebih nyaman ditempati, apalagi setelah kehadiran anaknya nanti.
Namun untuk renovasi, pengembang menentukan syarat tidak boleh menambah lantai untuk ditingkat, dan tidak mengubah bagian fasad rumah seperti motif keramik di dinding, kusen pintu, serta jendela.
Dengan rencana pernikahan yang akan dilaksanakan pada September 2019, artinya jika ingin langsung menempati rumahnya setelah menikah maka renovasi harus dilakukan sebelumnya. Namun karena punya pertimbangan agar dana pernikahan tidak terganggu renovasi, akhirnya mereka putuskan melakukan renovasi setelah menikah.
“Tapi ada godaan cuci gudang toko furnitur. Jadi kami sudah beli furnitur seperti tempat tidur, lemari, meja rias, dan kursi, padahal rumah belum direnovasi. Beli furnitur dulu sebelum renovasi bikin repot saat renovasi karena ada barang-barang. Untungnya, kamar tidak kami renovasi, jadi semua barang bisa disimpan di kamar,” pungkas Cici.

Cerita Rumah Cici dan Andri: Renovasi Demi Privasi, Dananya dari Angpao Nikah

Cerita Rumah Cici dan Andri: Renovasi Demi Privasi, Dananya dari Angpao Nikah
“Di dalam rumah menjadi area privat. Kalau ada tamu kenalan suami, saya dan anak bisa tetap nonton TV di ruang santuy, tidak perlu mengungsi ke kamar,” ujar Cici.
Cici dan Andri akhirnya menikah pada Desember 2019, mundur dari rencana yang awalnya September 2019. “Alhamdulillah kami dapat rezeki dari angpao nikah. Kami berbagi ke orangtua dan saudara-saudara sebagai tanda terima kasih telah membantu pernikahan kami. Dan ternyata masih ada sisa angpao juga yang bisa dimanfaatkan jadi dana renovasi rumah,” ungkap Andri.
Dengan sisa dana sekitar Rp30 juta, mereka segera renovasi dengan bantuan Ayah Cici yang berpengalaman sebagai kontraktor. Kebetulan, Cici juga senang mengamati desain rumah. Ia juga memperbanyak referensi tentang renovasi dari laman Panduan Properti Rumah.com serta inspirasi dekor rumah dari Instagram.
Hasil dari melihat-lihat itulah, Cici bersama Andri mencoba memodifikasi dan menerapkan dalam rumahnya. “Setelah diskusi dengan Ayah dan tukang, renovasi yang kami inginkan diperkirakan butuh dana lebih dari Rp 30juta. Jadi kami mesti menyiapkan dana tambahan yang sudah kami tetapkan bujet totalnya tidak lebih dari Rp50 juta,” papar Cici.
Untuk menjaga privasi di rumah yang luasnya terbatas, renovasi yang mereka lakukan adalah menjadikan teras sebagai area ruang tamu. Sedangkan yang seharusnya menjadi ruang tamu dialih-fungsikan sebagai tempat yang mereka sebut ruang ‘santuy’ keluarga.
Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, KPR, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com
“Di dalam rumah menjadi area privat. Kalau ada tamu kenalan suami, saya dan anak bisa tetap nonton TV di ruang santuy, tidak perlu mengungsi ke kamar,” ujar Cici yang pernah bekerja di perusahaan otomotif ini.
Tapi ada risiko menempatkan ruang tamu ke teras, seperti terkena debu atau asap kendaraan dari jalan. Namun, posisi rumah mereka di jalan buntu yang tidak ramai lalu lalang kendaraan dapat meminimalisir risikonya. Sebagai antisipasi agar tak mudah kotor, mereka memilih bahan kursi tamu yang mudah dibersihkan.
Area depan rumah yang awalnya terbuka direnovasi dengan ditutup kanopi, dinding dan pagar. Teras dibuat menarik dilihat, seperti dinding teras dengan roaster yang estetis. Untuk menekan bujet, mereka lakukan modifikasi roaster yang ramah biaya. Selain dekor di dinding, teras dihiasi tanaman dan patung Flamingo sebagai ikon.

Cerita Rumah Cici dan Andri: Strategi Renovasi Rumah Agar Tidak Over-Budget

Cerita Rumah Cici dan Andri: Strategi Renovasi Rumah Agar Tidak Over-Budget
Keuntungan perumahan yang terletak dekat Gunung Salak ini, airnya difilter dan disalurkan dari Gunung Salak. Penghuni tinggal membayar jumlah pemakaian air ke pengelola.
Di area belakang rumah yang awalnya terbuka juga direnovasi,ditutup dan dijadikan dapur, ruang cuci dan setrika, serta tempat makan. “Dapur pakai kitchen set supaya rapi. Biar hemat ruang makan, kami siasati pakai meja makan lipat. Ada laundry room juga supaya mesin cuci tidak cepat rusak kalau ditaruh di kamar mandi,” papar Cici.
Kamar mandi pun dibongkar total untuk dipasang kloset duduk, keramik dinding, dan dilengkapi water heater. Keuntungan perumahan yang terletak dekat Gunung Salak ini, airnya difilter dan disalurkan dari Gunung Salak. Penghuni tinggal membayar jumlah pemakaian air ke pengelola.
Supaya rumah terkesan luas dan lantai berkilau, Ayah Cici menyarankan menggunakan lantai granit. Karena harga granit lebih mahal, mereka siasati prioritas pemakaian granit untuk area yang terlihat saja. Seperti kamar tidur yang lantainya banyak tertutup ranjang tidur ,belum diganti agar tak melebihi bujet renovasi yang telah dialokasikan.
Selama renovasi, Andri dan Cici sementara tinggal di rumah orangtua. Renovasi dengan bantuan dua orang tukang ini butuh waktu satu setengah bulan dengan total biaya mencapai Rp45 juta.

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

“Kami sangat dibantu oleh bapak mertua saat renovasi. Kami sama-sama masih bekerja, beliau yang jadi mandor memantau proses renovasi. Supaya selesai tepat waktu, kita pakai sistem harian. Bersyukur kami dapat tukang yang cekatan dan serba bisa,” ungkap Andri.
Cici dan Andri punya strategi sendiri terkait renovasi, seperti saat pengerjaan, prosesnya tetap dipantau sendiri atau dibantu orang kepercayaan sehingga terhindar dari hasil tidak seperti yang diharapkan. Terpenting, mencari tukang yang berpengalaman dan profesional sehingga bisa mengetahui batasan kemampuannya. Bisa berisiko jika mengerjakan sesuatu yang tidak kita pahami.
Agar biaya renovasi rumah tidak over-budget, mereka juga punya beberapa tips lainnya lagi. “Misalnya menentukan tema sehingga bisa dijadikan sebagai panduan renovasi. Dalam hal ini saya juga menentukan tema warna agar secara instan tampilan rumah terlihat perubahannya. Kemudian diskusikan desain yang diinginkan dengan pemborong untuk menghitung estimasi bujet. Jika over-budget, diskusikan untuk mendapatkan solusinya,” papar Cici.

Cerita Rumah Cici dan Andri: Rumah Subsidi Paling Apik dan Estetik

Cerita Rumah Cici dan Andri: Rumah Subsidi Paling Apik dan Estetik
Pekerjaan mempercantik rumah mereka mulai dari bagian terluar dulu. Misalnya mengatur tanaman pada bagian depan rumah, atau mempercantik pagar.
Cici juga membeli material langsung dalam jumlah besar supaya harganya lebih murah. Untuk mengakali harga material agar murah, Andri melakukan riset. Caranya, mencari bahan bangunan langsung ke distributornya, misalnya beli keramik langsung ke agen keramik, beli pasir langsung di pangkalan pasir.
Dari tambahan tips renovasi sesuai bujet yang dibaca pada sebuah artikel Panduan Properti di Rumah.com, Cici juga mengaplikasikannya pada proses renovasi rumahnya tersebut. Misalnya dengan membagi pekerjaan menjadi proyek-proyek kecil. Mana yang didahulukan, apakah dapur dulu, kamar mandi, atau kamar tidur.
Untuk mendapatkan hasil instan, pekerjaan mempercantik rumah mereka mulai dari bagian terluar dulu. Dalam hal ini bisa berupa mengatur tanaman pada bagian depan rumah, atau mempercantik pagar. Dan saat menemui kesulitan, mereka tinggal mencari inspirasi atau solusinya lewat video do-it-yourself yang mudah ditemukan secara online untuk berbagai tips dekorasi rumah.
“Ketika hampir kehabisan dana, kita mengakali renovasi secara bertahap. Kanopi dan pagar rumah adalah yang terakhir dipasang. Saya sampai minta dapat arisan duluan buat bayar pagar, ha ha ha,” jelas Cici.
Rumah subsidi milik Cici dan Andri kini telah disulap menjadi hunian yang cantik, apik, dan hangat bagi keluarga kecil ini. Mereka merasa nyaman, meski masih punya rencana renovasi susulan sembari mengumpulkan dana lagi.
“Saat ini carport baru disemen saja. Kalau ada dana mau dipasang keramik. Plafon rumah juga agak pendek, jadi mau dibuat lebih tinggi supaya aliran udara lebih enak. Satu lagi, kalau ada rezeki lebih, kami mau ganti lantai kamar dengan granit supaya lantai sama semua,” harap Andri yang disetujui Cici, sekaligus menutup percakapan yang hangat di rumah berdekorasi Flaminggo.
Itulah cerita pengalaman Cici dan Andri untuk punya rumah sendiri. Sempat galau beli rumah jadi atau bangun rumah sendiri, kini rumahnya malah banyak menginspirasi. Masih banyak lagi kisah seputar perjuangan mewujudkan mimpi punya rumah sendiri, yang juga tak kalah menginspirasi. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Teks: Siti Rahmah, Foto: Muhamad Arif Rohman

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini