Cerita Rumah Dira: Ditolak Sales Marketing Saat Survei Pembelian Rumah Kedua

“Memiliki rumah sendiri itu sangat penting untuk kehidupan keluarga. Karena itu kami rela tidak mengadakan pesta pernikahan besar, bahkan menjual mobil demi mendapatkan rumah di lingkungan yang kami inginkan.”
Cerita Rumah Dira: Ditolak Sales Marketing, Saat Survei Pembelian Rumah Kedua
Cerita menemukan rumah idaman mereka memang tidak mudah. Mulai dari keputusan pembelian rumah pertama di lokasi kurang tepat sehingga mereka harus mengontrak, diremehkan sales marketing perumahan saat survei, dan gagal menyelesaikan akad kredit.

Untuk meraih impian diperlukan usaha yang terkadang tidak mudah, ada saja rintangannya di tengah jalan. Begitu pula bagi Dira Febriana dan istrinya, Lavenia Juniarti, yang berusaha menggapai mimpi mereka untuk bisa memiliki rumah sendiri di lingkungan cluster.

Tapi, perjalanan menemukan rumah idaman mereka memang tidak mudah. Mulai dari keputusan pembelian rumah pertama di lokasi kurang tepat sehingga mereka harus mengontrak, diremehkan sales marketing perumahan saat survei, dan gagal menyelesaikan akad kredit.

Tapi, perjalanan yang dijalani Dira dan Lavenia yang sabar membuahkan hasil. Sejak tahun 2019, mereka berhasil menempati rumah mereka sendiri di perumahan Zamzam Park, di daerah Ciomas, Bogor.

Rumah ini tidak hanya memenuhi impian mereka untuk tinggal di lingkungan cluster, tapi juga dekat dengan berbagai fasilitas pendukung. Misalnya, fasilitas kesehatan seperti dokter umum, serta sarana olahraga seperti kolam renang.

Mau punya rumah di kawasan Ciomas, Bogor. dengan harga di bawah Rp500 juta? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

“Bagi kami, rumah yang ideal itu selain berada di lingkungan yang bersih dan aman, juga terjangkau dan dekat dari mana-mana,” kata Dira.      

Cerita membeli rumah tanpa mempertimbangkan lokasi secara matang

Cerita membeli rumah tanpa mempertimbangkan lokasi secara matang

Dira memutuskan membeli rumah subsidi itu karena harganya terjangkau.Tapi karena letaknya jauh dari tempat kerja sang istri, mereka memutuskan untuk tidak tinggal di rumah subsidi yang baru mereka beli.

Cita-cita untuk memiliki rumah sendiri menjadi prioritas bagi Dira dan Lavenia. Demi mewujudkan keinginan tersebut, mereka memilih tidak mengadakan pesta yang besar saat pasangan ini menikah pada tahun 2014.

Alasannya? Agar tabungan mereka bisa digunakan untuk membeli rumah. Tiga bulan kemudian, usai melangsungkan pernikahan mereka berhasil membeli rumah subsidi di daerah Cigombong, Lido, Bogor.

“Awalnya kami memutuskan membeli rumah subsidi itu karena harganya terjangkau. Selain itu, lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat kerja saya dan pada waktu itu istri saya tidak bekerja, jadi kami pikir bisa tinggal di sana,” ujar Dira yang sehari-hari bekerja di Ciawi, Bogor

Setelah mendapatkan rumah subsidi tersebut, ternyata Lavenia mendapat pekerjaan di Bogor Trade Mall. Karena jarak yang cukup jauh antara Cigombong dan Bogor Trade Mall, yaitu sekitar 50 menit perjalanan, mereka memutuskan untuk tidak tinggal di rumah subsidi yang baru mereka beli.

Mereka memutuskan tinggal bersama nenek Lavenia di Ciomas, Bogor. Dari rumah neneknya ini, Lavenia hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 30 menit saja ke tempat kerja. Lebih dari setahun tinggal di rumah nenek Lavenia, musibah datang. Nenek Lavenia meninggal dunia.

Untuk mencegah timbulnya suasana yang tidak enak sepeninggal nenek Lavenia, pasangan ini kemudian memutuskan untuk mencari kontrakan yang tidak terlalu jauh dari sana. Tapi, ketika akan menempati kontrakan, mereka baru merasa tidak cocok dengan lokasinya, sehingga urung untuk tinggal di rumah tersebut.

Tiga Pilar Utama Sebelum Membeli Hunian

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

Tiga Pilar Utama Sebelum Membeli Hunian

“Kesalahannya, waktu itu kami terlalu percaya perkataan orang yang bilang bahwa daerah itu akan ramai. Karena kami ingin cepat dapat kontrakan, kami langsung ambil kontrakan di sana. Barang-barang kami baru dibawa setengah, mau ditinggali malah tidak jadi karena lingkungannya terlalu sepi,” ujarnya.

Cerita Dira memilih rumah cluster saat membeli rumah kedua

Cerita alasan memilih rumah cluster saat membeli rumah kedua

Hal lain yang menjadi impian Dira dan Lavenia adalah memiliki rumah di lingkungan cluster. Di lingkungan cluster menurut mereka keamanannya lebih terjaga dan juga bersih.

Dira mengakui, pada waktu itu mereka terlalu terburu-buru memilih kontrakan tersebut sehingga kurang hati-hati menilai lokasinya. Akhirnya mereka hanya membayar sewa kontrakan, tapi tidak jadi menempatinya, melainkan mencari kontrakan baru.

Sebulan kemudian, pasangan ini mendapatkan kontrakan baru di daerah Pagelaran, Ciomas, Bogor. Setelah setahun Dira dan Lavenia mengontrak rumah, mereka pun mulai terpikir untuk membeli rumah kedua. Pelan-pelan mereka mencari referensi rumah, salah satunya dengan menjadi follower akun Instagram @Rumah.com.

Berkat pengalaman membeli rumah subsidi sebelumnya, mereka kini lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan lokasi rumah yang akan dibeli. Kali ini mereka telah mantap untuk mencari rumah di sekitar Ciomas dan Ciapus, Bogor.

Selain dekat dengan tempat kerja Lavenia, daerah itu bukan kota besar sehingga harga rumahnya relatif tidak semahal di kota Bogor. Meskipun bukan di kota besar, daerah itu terbilang ramai, terdapat fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah, serta akses ke pusat kota Bogor cukup mudah.

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

AreaInsider

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

Hal lain yang menjadi impian Dira dan Lavenia adalah memiliki rumah di lingkungan cluster. “Kami berdua mendambakan punya rumah sendiri di lingkungan cluster yang keamanannya lebih terjaga dan lingkungannya bersih,” kata Dira. Selain itu, yang menjadi pertimbangan mereka adalah suasana kehidupan bertetangganya.

“Kami lebih suka jika tinggal di lingkungan pekerja, yang orang-orangnya sibuk di luar rumah, tapi masih memiliki aktivitas bersama,” tambah Dira lagi. Mereka mengaku kurang cocok dengan kehidupan bertetangga yang ‘kekeluargaannya terlalu erat’ sehingga terkadang terlalu intens dan melewati batas privasi.

Cerita Dira ditolak sales marketing saat survei rumah

Cerita Dira ditolak sales marketing saat survei rumah

Wwaktu itu Dira dan istri berniat survei rumah yang mereka taksir, untuk melihat-lihat dulu. Ternyata tanggapan sales marketing perumahannya kurang baik.

Di hari Minggu mereka biasanya meluangkan waktu berkeliling Ciomas dan Ciapus, Bogor, untuk survei dan mendatangi secara langsung bagian pemasaran berbagai perumahan dengan berbekal informasi yang mereka kumpulkan dari internet.

“Jadi sebelumnya saya kumpulkan referensi awal dari internet, lalu survei. Biasanya saya lihat dulu lokasinya, memperkirakan apakah akan bagus prospeknya,” papar Dira. Survei secara langsung ini berguna untuk bisa mempertimbangan secara matang mengenai lokasi dan lingkungan di sekitarnya.

“Karena sekarang banyak pembangunan rumah yang baru pembukaan lahan, lalu proses ke depannya lama sekali. Saya biasanya lihat siapa pengembangnya, terkenal atau tidak, di mana lagi mereka melakukan pembangunan, dan bagaimana rekam jejaknya,” itulah tips mencari rumah Dira.

Tips Memilih Pengembang Properti yang Baik

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

Tips Memilih Pengembang Properti yang Baik

Saran ini adalah buah dari pengalaman mereka membeli rumah subsidi sebelumnya yang selama hampir 3 tahun terpaksa dibiarkan kosong, dan juga tips yang didapat Dira dari Panduan Rumah.com. “Menurut saya, perkembangan di sekitar lokasi rumah subsidi itu sangat lama, sehingga sulit mencari orang yang mau mengontrak di sana,” ujar Dira.

Namun, proses survei tersebut juga ada suka dukanya. Mereka pernah mengalami momen yang kurang mengenakkan ketika bertemu sales marketing atau bagian pemasaran di salah satu perumahan yang mereka datangi.

“Sebagai orang yang bekerja di bagian pemasaran, kita seharusnya menghargai orang yang datang, terlepas apakah orang tersebut jadi membeli atau tidak. Tapi, pada waktu kami datang, kami telah ditolak secara halus. Kami merasa tidak dihargai, seolah tidak boleh ambil rumah di situ karena kami dianggap tidak layak," keluh Dira.

Padahal waktu itu Dira dan istri berniat survei rumah yang mereka taksir, untuk melihat-lihat dulu. Ternyata tanggapan sales marketing perumahannya kurang baik.

"Tentu saja kami langsung mencoret perumahan itu dari daftar perumahan pilihan kami. Karena kami pikir kalau sudah tidak cocok dengan orangnya, bagaimana nanti dalam mengurus proses pembeliannya yang akan banyak berurusan dengan bagian pemasaran," tambah Dira.

"Jadi, langsung kami putuskan untuk tidak membeli di sana,” cerita Dira yang juga bekerja di bidang pemasaran salah satu perusahaan tembakau terbesar di Indonesia.

Cerita sewa rumah kontrakan hampir habis, akad kredit pengajuan KPR tak kunjung disetujui

Cerita sewa rumah kontrakan hampir habis, akad kredit pengajuan KPR tak kunjung disetujui

Sudah sekitar lima bulan menunggu, status akad kredit mereka belum juga ada keputusan akan disetujui atau tidak.

Dari hasil survei secara langsung dan mengumpulkan berbagai referensi selama 2 tahun, pilihan Dira dan istri mengerucut menjadi tiga perumahan yang masing-masing berlokasi di daerah Ciapus, di daerah Ciomas Rahayu, dan terakhir di daerah Sukamakmur.

Untuk perumahan yang berlokasi di Ciapus, kekurangannya adalah lokasi tanah yang berkontur dan kurangnya area kosong di halaman rumah. Sedangkan perumahan yang berada di Ciomas Rahayu, harganya lebih tinggi daripada yang lain karena termasuk dalam Kotamadya Bogor.

Ditambah lagi Dira tidak bisa mendapatkan DP promo karena sudah memiliki rumah subsidi. Akhirnya, pilihan mereka jatuh pada perumahan di daerah Sukamakmur selain karena lokasinya yang dekat dengan tempat kerja Lavenia, harganya pun sesuai anggaran mereka.

Begitu mereka yakin dengan pilihan perumahan di Sukamakmur, Dira dan Lavenia segera mengajukan KPR dan menjual mobil mereka yang baru lunas untuk pembayaran booking fee serta DP rumah. Setelah penyerahan data-data dan proses verifikasi, mereka hanya perlu menunggu akad kredit mereka disetujui oleh pihak bank.

Tapi, proses ini pun tak berjalan mulus. Sudah sekitar lima bulan menunggu, status akad kredit mereka belum juga ada keputusan akan disetujui atau tidak. Justru karena jaraknya yang sudah terlalu lama dari proses verifikasi awal, sehingga mereka harus melalui proses verifikasi ulang.

Ini membuat Dira dan Lavenia cemas karena masa sewa kontrakan mereka juga hampir habis, artinya jika proses ini lebih lama lagi, mereka tentu perlu memperpanjang masa kontrak yang mengakibatkan ada penambahan biaya lagi.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Dalam ketidakpastian tersebut, agen properti perumahan yang mengurus pembelian mereka mereferensikan pada temannya yang menjadi agen properti perumahan Zamzam Park, di daerah Pagelaran, Ciomas.

“Saat itu, saya belum tahu sama sekali tentang perumahan itu. Tapi, begitu kami survei tempatnya, kami langsung merasa cocok karena berbentuk cluster yang tidak terlalu besar, berisi kurang dari 100 rumah, tertutup dan cukup aman, serta lingkungannya bersih,” kata Dira.

Cerita booking fee hangus dan proses pengajuan KPR yang mudah

Cerita booking fee hangus dan proses pengajuan KPR yang mudah

Proses pengajuan KPR Dira di perumahan Zamzam Park ternyata lancar, bahkan bisa dibilang cukup cepat, hanya memakan waktu sekitar tiga bulan Dira dan Lavenia telah bisa menempati rumah baru mereka.

Mereka kemudian membatalkan proses pengajuan kredit yang sebelumnya dan memutuskan untuk mengajukan kredit rumah di Zamzam Park tersebut. Tak hanya dekat dari tempat kerja Lavenia, jaraknya sekitar 30 menit perjalanan, harga rumah di Zamzam Park juga masih dalam rentang anggaran mereka, yaitu sekitar 450 juta.

Kelebihan lainnya, pada saat itu rumah di Zamzam Park juga sudah jadi dan siap ditinggali. “Kami sudah keburu kesal karena lama tidak beres urusannya, jadi kami cari rumah lain. Belum lagi pada perumahan pertama itu juga sistemnya rumah inden, jadi setelah akad selesai masih harus tunggu dibangun, paling cepat 4 bulan," tukas Dira.

"Artinya harus melewati proses yang lama lagi sedang kami butuh tempat tinggal. Padahal rencana kami adalah pindah rumah ke lokasi yang lebih bagus agar tidak mengontrak rumah lagi. Jadi, dana untuk bayar sewa rumah kontrakan bisa dialihkan untuk angsuran rumah,” sambung Dira lagi.

Konsekuensi dari keputusannya, meskipun uang muka atau DP rumah yang telah dibayarkan bisa kembali, booking fee dianggap hangus. Dan pada saat meminta berkas-berkas yang pernah dilampirkan saat pengajuan KPR perumahan yang sebelumnya untuk pengajuan kredit baru di Zamzam Park, ternyata ada masalah lain.

Buku rekening tabungan asli milik Lavenia hilang di bank tempat pengajuan kredit. Akibatnya, Lavenia harus mengurus ke cabang bank tempat dia dulu membuat rekening tersebut, yaitu di Jakarta.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Untunglah setelah itu proses pengajuan KPR lancar, bahkan bisa dibilang cukup cepat, hanya memakan waktu sekitar tiga bulan Dira dan Lavenia telah bisa menempati rumah baru mereka.

“Entah kenapa, kami sendiri tidak mengerti. Padahal data yang kami ajukan di kedua kredit tersebut sama, pengajuannya sama, dan harga rumah dikisaran yang sama. Tapi, entah bagaimana pengajuan kredit yang pertama tidak kunjung selesai, sementara yang kedua prosesnya sangat cepat,” kata Dira.

Cerita Dira tentang strategi finansial untuk membeli rumah idaman

Cerita Dira tentang strategi finansial untuk membeli rumah idaman

Bagi Dira dan Lavenia, setelah membeli rumah subsidi, mereka perlu menabung lagi dari awal agar bisa membeli rumah cluster yang mereka idamkan.

Menurut Dira, jika seseorang mengalami kendala saat pengajuan KPR, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah pindah ke bank lain. “Terutama, penuhi persyaratan yang diberikan dari bank. Jika semua syarat sudah lengkap tapi pengajuan kredit tetap sulit, bisa jadi kesalahannya bukan pada data yang kita berikan."

Dira juga memberi saran, "Pada kasus-kasus tertentu, bank tempat pengajuan kredit rumahnya mungkin memang belum bekerjasama dengan pihak pengembangnya. Itu juga yang membuat pengajuan KPR sulit untuk disetujui. Ada baiknya coba mengajukan kredit ke bank lain.”.

Menabung adalah salah satu cara untuk bisa membeli rumah yang diinginkan. Bagi Dira dan Lavenia, setelah membeli rumah subsidi, mereka perlu menabung lagi dari awal agar bisa membeli rumah cluster yang mereka idamkan.

“Idealnya, menabung 30 persen dari penghasilan. Memang itu tidak mudah, kami berusaha membedakan apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan. Selain itu, kami juga menabung dalam bentuk barang yaitu dengan mencicil mobil,” kata Dira berbagi tip.

Setelah cicilan mobil tersebut lunas dalam empat tahun, mobil lalu dijual dan 75 persen dari hasil penjualannya itu digunakan untuk membayar DP rumah, sementara sisanya digunakan untuk renovasi dapur yang belum beratap.

Tip Rumah
Untuk membeli rumah, idealnya menabung 30 persen dari penghasilan. Memang tidak mudah, untuk itu penting untuk mampu membedakan apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan agar tujuan bisa tercapai.

“Dari awal kami telah memperhitungkan bahwa dapur perlu renovasi, setidaknya perlu dibuatkan atap agar tidak kehujanan. Untuk renovasi itu kami pakai dari sisa hasil penjualan mobil, sedikit kekurangannya baru kami tambahkan dari tabungan,” kata Dira lagi.

Selain bagian atapnya, bagian lantai dapur juga diperluas. Selanjutnya, di samping rumah juga dibuat gudang kecil untuk menyimpan peralatan.

Cerita Dira tentang rumahnya yang sejuk dengan pemandangan Gunung Salak

Cerita Dira tentang rumahnya yang sejuk dengan pemandangan Gunung Salak

Kini mereka tersenyum bahagia menghabiskan waktu bersama di rumah milik mereka sendiri.

Namun sejak Lavenia tidak lagi bekerja karena faktor kesehatan, mereka memerlukan strategi lain untuk membayar cicilan KPR mengingat kini ada dua rumah dengan kredit yang sedang berjalan. Rumah pertama mereka di Cigombong telah dikontrakkan dan hasilnya digunakan untuk menutup sebagian besar cicilan rumah tersebut.

Sementara itu, Lavenia juga memulai beberapa unit usahanya sendiri dari rumah, di antaranya berjualan mie dan jual beli ponsel online. Prinsip mereka, apa pun yang bisa menjadi bisnis, akan diusahakan.

Temukan agen terbaik dan spesialis di setiap area

Cari Agen

Temukan agen terbaik dan spesialis di setiap area

“Mobil memang belum terbeli lagi, mungkin nanti kalau ada rezeki lebih bisa beli mobil lagi. Sekarang prioritasnya tetap rumah dulu, apalagi sebentar lagi anak kami memasuki usia sekolah,” kata Dira.

Akhirnya perjalanan Dira dan Lavenia yang cukup berliku untuk wujudkan rumah idaman yang selama ini hanya menggayut di angan telah menjadi kenyataan. Kini mereka tersenyum bahagia menghabiskan waktu bersama di rumah milik mereka sendiri.

Terkadang mereka menghabiskan waktu dengan bersepeda di sekitar lingkungan rumah. Dan ketika harus work from home di awal masa pandemi COVID-19, Dira mempergunakan waktunya dengan membuat kolam ikan untuk memperindah halaman depan sekaligus sebagai sarana edukasi sang buah hati.

“Cita-cita saya nantinya di atas bisa dibangun kamar tambahan dan balkon, karena di sini selain udaranya sejuk, pemandangannya juga indah sekali, bisa memandang Gunung Salak jika dibuat balkon di atas,” tutup Dira.

Itulah cerita perjalanan Dira yang sampai dua kali membeli rumah demi wujudkan rumah idamannya yang selama ini cuma ada diangannya. Dan masih ada banyak lagi kisah seputar perjuangan mewujudkan mimpi punya rumah sendiri lainnya yang juga tak kalah menginspirasi. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

 

Teks: Primanila Serny, Foto: Zaky Muhamad

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Pilihan Perumahan Paling Rekomendasi di Bogor di Bawah Rp750 Juta

Masukan