Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Rumah Subsidi Jadi Solusi Harga Rumah Mahal di Perantauan

Wahyu Ardiyanto
Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Rumah Subsidi Jadi Solusi Harga Rumah Mahal di Perantauan
"Rumah adalah tempat yang paling nyaman. Ada kehangatan dari pasangan, orang tua, saudara, dan yang lainnya." – Cerita Rumah Ilham dan Ririn
Banyak kalangan beranggapan bahwa generasi milenial sulit untuk memiliki rumah. Pasalnya, harga rumah yang terus melambung dari hari ke hari tidak diimbangi dengan penghasilan dan gaya hidup para anak-anak muda masa kini. Alih-alih menabung, pendapatan yang diperoleh terkadang habis untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup semata.
Namun, perspektif lain dilontarkan oleh Ilham Alhakimi dan Ririn Wiraniska. Pasangan milenial ini meyakini masih banyak generasi milenial yang cukup mampu membeli rumah sendiri, meski penghasilannya tidak besar, harus sambil membantu orang tua dan saudara, sehingga pengeluaran jadi tinggi.
“Menurut saya lebih kepada alasan pribadi masing-masing orang. Kalau memang ada niat sungguh-sungguh untuk beli rumah, pasti akan mencari caranya. Ada juga kasus yang sering disebut sebagai ‘generasi sandwich’, yakni bekerja untuk membantu orang tua dan saudara-saudaranya, maka membeli rumah boleh jadi belum masuk prioritas utama,” ucap Ilham.
Ilham dan Ririn, demikian pasangan suami istri ini dipanggil, yang terlahir sebagai generasi milenial telah menepis anggapan di atas. Keduanya membuktikan bahwa dengan niat yang kuat disertai usaha yang maksimal, mereka akhirnya bisa membeli rumah sendiri di Puri Harmoni 9 Extension, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
Cari rumah yang harganya tidak mahal, cicilan terjangkau, di area dengan potensi yang bagus di masa depan seperti rumah milik Ilham dan Ririn di Cileungsi, Bogor? Temukan pilihan huniannya harga di bawah Rp500 jutaan di sini!

Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Sama-sama dari Sumatera Barat, Menikah Setelah Perkenalan Singkat

Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Sama-sama dari Sumatera Barat, Menikah Setelah Perkenalan Singkat
Melalui media sosial mereka berkenalan, kemudian menjalin hubungan, hingga mereka sepakat melanjutkan ke jenjang pernikahan.
Jodoh memang di tangan Tuhan. Tak perlu dikejar, bisa jadi malah datang sendiri. Begitu juga dengan kisah percintaan Ilham dan Ririn. Meski sama-sama berasal dari tanah Sumatera Barat atau dikenal dengan Minangkabau, keduanya malah ‘menyatu’ di tanah rantau, Jakarta.
Baik Ilham maupun Ririn tergolong ke dalam generasi milenial muda yang masih 20-an tahun. Sebagai generasi kekinian di era modern, keduanya juga mengikuti perkembangan teknologi terkini. Tak heran jika Ilham dan Ririn sangat terbiasa menggunakan perangkat teknologi sebagai sarana bersosialisasi.
Kecanggihan teknologi membuat segalanya menjadi cukup mudah, tak terkecuali soal perjodohan. Ya, Ilham dan Ririn merasakan hal itu. Melalui media sosial mereka berkenalan, kemudian menjalin hubungan, hingga mereka sepakat melanjutkan ke jenjang pernikahan.
“Di zaman digital ini, ketemu jodoh bisa lebih mudah. Awalnya saya mengenal istri lewat perantara teman. Setelah itu, saya follow up di Instagram, eh dapat respons, ha…ha…ha…. Lanjut ke pertemuan dan ngobrol-ngobrol, ternyata kami berasal dari daerah yang sama. Saya dari Sawahlunto, istri dari Pariaman, sama-sama Sumatera Barat,” kenang Ilham.
Tidak butuh waktu lama bagi Ilham untuk meyakinkan Ririn bahwa ia siap menjadi suaminya. Tepat bulan Maret 2022, Ilham dan Ririn melangsungkan pernikahan setelah menjalani masa perkenalan selama kurang lebih lima bulan.
Sebelum menikah, Ilham sebenarnya bercita-cita ingin punya rumah terlebih dahulu. Hal itu dilakukan agar kelak tidak repot lagi jika sudah berumah tangga. “Saya memang bertekad punya rumah di kompleks perumahan sejak dari sebelum menikah. Tapi ternyata istri sudah beli rumah di Cileungsi. Jadi, saya tinggal ikut meneruskan saja,” ungkap Ilham.

Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Meski di Masa Pendemi, Keinginan Punya Rumah Tetap Bersemi

einginan Punya Rumah Tetap Bersemi
Ketika banyak orang menahan diri untuk membelanjakan uangnya di masa pandemi, Ririn malah bertekad mewujudkan mimpinya, yakni memiliki rumah sendiri.
Awal tahun 2020, dunia digemparkan dengan kasus virus misterius yang kemudian diketahui sebagai COVID-19. Setiap hari, tidak ada tanda-tanda kasus mereda, malah kian meningkat. Dunia pun memasuki masa pandemi COVID-19, lockdown di mana-mana sehingga memaksa berbagai aktivitas kehidupan terhenti guna meminimalisir wabah yang melanda.
Salah satu yang paling terdampak oleh pandemi adalah kondisi ekonomi. Bisnis runtuh, terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK), yang melanda banyak sektor. Krisis keuangan dialami hampir setiap keluarga yang mengakibatkan daya beli otomatis menurun. Sektor perumahan pun tidak luput dari hempasan dahsyat badai pandemi.
Beruntung, Ilham dan Ririn tidak termasuk dalam daftar yang terkena PHK. Ilham bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta yang relatif aman dari gelombang pandemi. Sementara Ririn merupakan salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di RS Pelni, Jakarta, sebuah profesi yang sangat dibutuhkan saat pandemi.
Membeli rumah subsidi memang sedikit berbeda dengan rumah nonsubsidi. Cari tahu syarat-syarat pengajuan KPR rumah subsidi di video ini
Ketika banyak orang menahan diri untuk membelanjakan uangnya di masa pandemi, Ririn malah bertekad mewujudkan mimpinya, yakni memiliki rumah. Di tengah kesibukan sebagai tenaga kesehatan yang kala itu ‘super sibuk’, Ririn mulai mencari-cari perumahan yang sesuai harapan dan juga kemampuan, terutama dari segi bujet.
“Ternyata tidak mudah mencari rumah yang cocok, apalagi kalau sudah bicara harga. Saya coba melihat beberapa referensi, mulai dari brosur hingga pencarian di internet, salah satunya melalui Rumah.com, pilihan akhirnya jatuh pada rumah subsidi. Saya pikir tidak masalah rumah subsidi yang penting bisa punya rumah,” ucap Ririn.
Dalam upayanya mencari rumah, Ririn mendapat informasi dari temannya yang sudah melakukan survei ke beberapa perumahan. Ririn kemudian memantapkan pilihan untuk membeli rumah subsidi di Puri Harmoni 9 Extension. “Sekitar Agustus 2020, setelah persyaratan terpenuhi, akhirnya kami bisa memiliki rumah sendiri,” lanjut Ririn dengan raut bahagia.

Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Harga Rumah Subsidi Tidak Mahal, Cocok Buat Anak Milenial

Tidak Mahal, Cocok Buat Anak Milenial
Ilham dan Ririn tidak menampik bahwa keunggulan rumah subsidi lebih kepada harganya yang tidak mahal.
Rumah yang dipilih Ilham dan Ririn merupakan tipe 29/60 dengan harga Rp168 juta rupiah. Untuk bisa mendapatkan rumah tersebut, mereka menyetorkan uang muka atau DP sebesar Rp12 juta rupiah. Dengan skema KPR, cicilan setiap bulan yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp1.050.000 dengan tenor 20 tahun.
Diakui oleh Ilham dan Ririn, tidak ada kendala yang berarti ketika menjalani proses pembelian rumah subsidi. Ya, rumah subsidi tentu berbeda dengan rumah komersial pada umumnya. Dalam prosesnya, dibutuhkan beberapa persyaratan khusus untuk bisa memiliki rumah subsidi.
“Meski relatif mudah, kelengkapan dokumen, mulai dari surat keterangan RT/RW hingga kelurahan, tidak boleh terlewat. Bagian mengurus dokumen inilah yang sedikit memerlukan waktu dan energi yang lebih. Kalau dari sisi persyaratan KPR cukup lancar. Asal semua persyaratan sudah terpenuhi, langsung disetujui oleh bank,” jelas Ilham yang diiyakan Ririn.
Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, KPR, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com
Ilham dan Ririn tidak menampik bahwa keunggulan rumah subsidi lebih kepada harganya yang tidak mahal. Program rumah subsidi yang digulirkan pemerintah memang menyasar mereka yang berpenghasilan tidak besar. Dengan begitu diharapkan dapat memiliki rumah yang layak huni tanpa membebani pengeluaran.
“Beli rumah subsidi terbilang mudah. Bangunannya sudah ada dan layak huni. Yang jelas, harganya pun tidak mahal, cocok untuk kaum milenial, seperti kami, ha…ha…ha…. Angsuran tiap bulannya tidak memberatkan. Dan insya Allah kalau nanti ada rezeki, kami ingin segera bisa melunasi,” kata Ilham, optimis.
Yang menggembirakan, Ilham dan Ririn kini tengah menyambut kehadiran sang buah hati. Ya, usia kandungan Ririn saat ini sudah menginjak bulan ke-8. Jika tidak ada aral melintang, maka awal tahun 2023 menjadi masa-masa yang membahagiakan bagi pasangan suami istri ini karena akan kehadiran sosok yang paling dinanti-nanti.

Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Fasilitas Lengkap dan Lingkungan yang Asri, Siap Menyambut si Buah Hati

Perumahan subsidi yang ditinggali Ilham dan Ririn memiliki lingkungan yang masih asri dan komunitas warga yang sudah terjalin hubungan dengan baik.
Sejak awal kehamilan, Ilham dan Ririn tidak tinggal menetap di Puri Harmoni 9 Extension. Demi alasan menjaga kesehatan si jabang bayi, Ilham dan Ririn sementara ini mengontrak rumah di Jakarta. Cara itu dilakukan agar jarak tempuh ke tempat kerja masing-masing tidak terlalu menghabiskan waktu dan tenaga.
“Secara jarak, dari rumah ke kantor kan memang jauh, maka untuk menghemat tenaga dan waktu, kami kontrak rumah dulu. Khawatir kalau terlalu lelah akan mengganggu kandungan istri. Kalau kondisi fit dan aman, biasanya setiap libur pekanan kami pulang, sekalian refreshing,” ucap Ilham, tersenyum.
Sebenarnya kompleks perumahan yang ditinggali Ilham dan Ririn memiliki akses yang cukup baik. Pintu tol terdekat misalnya, hanya berjarak 10-15 menit sehingga cukup memudahkan keduanya untuk menuju tempat kerja. Kondisi jalan pun terbilang mulus dengan lalu lintas yang boleh dibilang cukup terkendali.
Selain akses, fasilitas yang terdapat di sekitar perumahan dinilai oleh Ilham dan Ririn cukup lengkap. “Di sekitar perumahan ada banyak sekolah. Fasilitas kesehatan juga tersedia, seperti klinik. Kalau rumah sakit, relatif masih mudah dijangkau, kok. Dan yang terpenting, sistem keamanan aktif 24 jam. Jadi kita merasa aman dan nyaman tinggal di rumah,” ujar Ilham.
Ilham melanjutkan, perumahan subsidi yang ditinggalinya memiliki lingkungan yang masih asri dan komunitas warga yang sudah terjalin hubungan dengan baik. Hal ini tentunya membuat Ilham dan Ririn merasa tenang dalam membesarkan buah hatinya kelak.
Kalau ada hal yang patut disyukuri, maka salah satunya adalah memiliki rumah dari hasil jerih payah sendiri. Begitu kira-kira yang dirasakan oleh Ilham dan Ririn. Sebagai bagian dari generasi milenial, bisa membeli rumah merupakan pencapaian yang sangat diharapkan.

Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Renovasi Sesuai Kondisi agar Rumah Subsidi Jadi Inspirasi

Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Renovasi Sesuai Kondisi agar Rumah Subsidi Jadi Inspirasi
Sambil menyiapkan anggaran, Ilham dan Ririn mulai memilah-milah bagian rumah mana yang patut didahulukan untuk dilakukan renovasi.
“Setiap orang punya tantangan hidup masing-masing, termasuk kami. Kalau kami berpikir, ‘ah sepertinya sulit buat beli rumah’, pasti kami tidak punya semangat untuk mencapainya. Kami belajar dari banyak orang bagaimana menemukan solusi dalam menghadapi setiap persoalan,” terang Ilham ketika disinggung soal pencapaian dalam memiliki rumah.
Melalui perhitungan yang cermat dalam hal finansial, Ilham dan Riri sejauh ini tidak menemui kesulitan yang berarti untuk membeli rumah yang sejak lama memang diniatkan. Keinginan yang muncul kemudian setelah serah terima kunci, seperti dikatakan oleh Ilham, adalah melakukan renovasi secara bertahap.
Ilham dan Ririn tidak ingin memaksakan diri untuk merenovasi rumah secara menyeluruh. Sambil menyiapkan anggarannya, keduanya mulai memilah-milah bagian mana yang patut didahulukan untuk dilakukan renovasi.
Sekitar dua bulan setelah resmi mendapati rumahnya, Ilham dan Ririn mulai merenovasi bagian belakang alias dapur. Selesai bagian belakang, giliran bagian kamar mandi, kamar tidur, hingga ruang tamu mendapat sentuhan tambahan. Terakhir, tinggal bagian depan yang dirasa oleh Ilham dan Ririn juga perlu diubah tampilannya.
“Prinsip kami, renovasi perlu dilakukan jika memang dibutuhkan atau sesuai kondisi. Kami pun melakukan dengan nyicil. Belakang dulu, kemudian bagian dalam rumah, setelah itu bagian depan. Pelan-pelan saja supaya bisa menghasilkan inspirasi, setidaknya buat kami. Misalnya, nilai apa yang bisa kita peroleh dengan merenovasi bagian-bagian rumah,” papar Ilham.
Sudah sejak lama rumah kerap dijadikan salah satu instrumen investasi yang potensial. Hal ini berangkat dari nilai jual tanah yang tidak pernah mengalami penurunan. Sebaliknya, harga tanah selalu naik setiap tahun bahkan hingga berkali-kali lipat dalam jangkau waktu tertentu. Tak heran jika kemudian banyak orang melirik untuk berinvestasi di sektor properti.

Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Beli Rumah Sekarang untuk Investasi Jangka Panjang

Cerita Rumah Ilham dan Ririn: Beli Rumah Sekarang untuk Investasi Jangka Panjang
Menyadari bahwa rumah bisa dijadikan investasi, Ilham dan Ririn pun bercita-cita untuk bisa membeli rumah kedua.
Sebelum membahas soal investasi properti yang memang menjanjikan, Ilham dan Ririn memiliki pandangan mengenai betapa pentingnya memiliki rumah guna memenuhi kebutuhan dasar. “Kami berdua merantau ke Jakarta. Saya pribadi pernah menyewa rumah untuk tempat tinggal. Setiap bulan bayar sewa, tapi kami tidak pernah bisa memiliki rumahnya,” ungkap Ilham.
Menurut Ilham, dengan memberanikan diri ‘mengambil’ rumah yang uang angsurannya setara dengan sewa rumah, rumah tersebut kelak menjadi milik sendiri. “Itu kan keuntungan yang luar biasa. Nah bagi kami, membeli rumah adalah investasi jangka panjang yang tidak selalu bernilai materi, tapi juga kehangatan bersama keluarga. Misal, ada saudara datang dari jauh, kita bisa mengajaknya tinggal sementara di rumah kita,” Ilham menambahkan.
Menyadari bahwa rumah bisa dijadikan investasi, Ilham dan Ririn pun bercita-cita untuk bisa membeli rumah kedua. “Insya Allah jika memang ada rezeki, kami ingin bisa punya rumah lagi. Sementara, sambil memupuk harapan, kami berusaha membuat nyaman dulu rumah yang ada sekarang,” ujar Ririn, penuh senyum.
“Lagi pula, mencari rumah impian saat ini jauh lebih mudah. Lewat internet, kita cukup ketik kata kunci dari rumah yang kita inginkan, muncul banyak pilihan. Bisa juga buka Rumah.com sebagai referensi, hampir semua jenis hunian tersedia,” tambah Ilham.
Mendengar cerita Ilham dan Ririn tentang semangatnya dalam memiliki rumah sendiri seolah menghapus stigma “generasi milenial sulit mempunya rumah”. Apalagi di perumahan tempat tinggal mereka ternyata cukup banyak penghuni yang berasal dari kalangan milenial.
“Kembali lagi ke niat, siapa pun bisa punya rumah. Jadi, kita beli rumah sekarang bisa untuk investasi jangka panjang. Tidak perlu besar dan mewah, yang penting nyaman. Nah, rasa nyaman itu kan kita yang ciptakan,” pungkas Ilham.
Itulah cerita perjuangan Ilham dan Ririn, pasangan yang berjuang untuk punya rumah di perantauan. Rumah subsidi dan usaha maksimal jadi solusi harga rumah yang mahal. Masih ada banyak lagi kisah seputar perjuangan mewujudkan mimpi punya rumah sendiri lainnya yang juga tak kalah menginspirasi. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Teks: Aris Hendrawan, Foto: Boris Yeitsman

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini