Cerita Rumah Lita dan Tanto: Beli Rumah Hibah dan Bikin Rumahnya Jadi Indah

“Burung saja punya sarang, sudah semestinya manusia juga punya rumah untuk pulang. Jadi punya rumah harus diusahakan. Sesulit apapun, seprihatin apapun.” - Cerita Rumah Lita dan Tanto
Cerita Rumah Lita dan Tanto: Beli Rumah Hibah dan Bikin Rumahnya Jadi Indah
Lita dan Tanto merasa beruntung dan bangga dengan rumah mereka yang indah, berudara sejuk, dengan pemandangan hijau berlatar Gunung Salak yang indah.

Bagi pasangan yang bekerja dan menghabiskan sebagian besar kegiatannya di Jakarta, tinggal di luar kota kemungkinan besar akan jadi opsi terakhir. Bayangkan jarak tempuh, waktu tempuh, dan juga biaya transportasinya. Begitu pula mulanya yang jadi pertimbangan Lita dan Tanto.

Cerita Lita dan Tanto akhirnya bisa punya rumah di Bogor bisa dibilang tanpa kesengajaan. Perjalanan pasangan suami istri.yang membangun rumah di kawasan Bogor Nirwana Residence, Bogor, ini benar-benar tidak pernah direncanakan sebelumnya. Semua bermula dari permintaan Ibunda Lita agar mereka mau menempati aset rumahnya

Pertimbangan sang ibu kala itu, daripada harus tinggal dirumah kontrakan di Jakarta, lebih baik mereka menempati sekaligus menjaga rumah tersebut. Dan yang tak kalah penting, sekaligus supaya tetap dekat dengan kedua orang tua Lita. Maklum sebagai anak bungsu Lita paling dekat dengan kedua orangtuanya.

Mau punya rumah di Bogor seperti Lita dan Tanto yang aksesnya mudah ke Jakarta dengan kesejukan udaranya yang tersohor? Cek aneka pilihan rumahnya harga di bawah Rp600 jutaan di sini!

Seiring bergulirnya waktu, rumah tersebut pun jadi milik mereka. Rumah yang lokasinya tidak pernah terlintas dalam bayangan mereka sebelumnya itu akhirnya malah mereka beli. Bahkan kini Lita dan Tanto justru merasa beruntung dan bangga dengan rumah mereka yang indah, berudara sejuk, dengan pemandangan hijau berlatar Gunung Salak yang indah.

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Tinggal di Rumah Orang Tua Daripada Rumah Kontrakan

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Tinggal di Rumah Orang Tua Daripada Rumah Kontrakan

Pasangan ini memutuskan menetap di Bogor, di rumah orang tua Lita. Awalnya mereka berdua diminta menempati sekaligus menjaga rumah orang tua Lita.

Idealnya untuk sebuah tempat tinggal memang dekat dari tempat beraktivitas, seperti dekat tempat kerja dan sekolah. Saat Lita dan Tanto baru menikah dulu, harga rumah di kawasan ibu kota memang sudah melonjak gila-gilaan. Kalau pun kekeuh atau memaksakan diri untuk tetap menetap di Jakarta, maka tinggal di rumah kontrakan adalah pilihan yang paling masuk akal.

“Tapi kita pikir-pikir kalau ngontrak sayang uangnya juga,” sambung Lita. “Apalagi mama saya dari dulu punya prinsip, ‘Burung saja punya sarang, masa manusia enggak punya rumah,’ karena itulah  kita pikir ya sudahlah kita turuti sarannya tinggal di rumah ibu.”

Tanto, sang suami, mengenang kembali reaksinya saat diminta untuk tinggal di rumah milik sang mertua di Bogor, setelah menikahi Lita yang merupakan anak paling bungsu dalam keluarganya.

Piawai Mempersiapkan Rumah Pertama

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

Piawai Mempersiapkan Rumah Pertama

“Waktu awal diminta menempati rumah mertua di Bogor, saya juga sempat enggan. Karena kalau dihitung waktu, energi, dan biaya transport untuk perjalanan Bogor-Jakarta-Bogor setiap hari itu lumayan banget nilainya,” kata Tanto.

Namun pada akhirnya pasangan ini memutuskan menetap di Bogor, di rumah orang tua Lita. Saat itu sekitar tahun 2007. Awalnya mereka berdua diminta menempati sekaligus menjaga rumah tersebut, yang memang dekat dari rumah orang tua Lita, hanya sekitar 10 menit jaraknya. Cocok, mengingat Lita memang anak yang paling dekat dengan kedua orang tuanya.

Setelah sekitar 5 tahun tinggal di sana, pada tahun 2012 sang Ibu akhirnya memutuskan untuk menghibahkan rumah tersebut ke anak bungsunya, Lita. Sang ibu sebelumnya bukan tidak menawarkan hibah rumah kepada ketiga kakak-kakak Lita.

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Putuskan Membeli Rumah Hibah Orang Tua

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Putuskan Membeli Rumah Hibah Orang Tua

Pasangan ini memutuskan menetap di Bogor, di rumah orang tua Lita. Awalnya mereka berdua diminta menempati sekaligus menjaga rumah orang tua Lita.

Mereka semua pernah ditawari dan menolak dengan alasannya masing-masing. Ada yang sudah punya rumah, dan ada yang tidak sreg karena lokasinya. Lita sendiri ketika ditawarkan hibah tersebut memang sudah merasa betah tinggal di rumah itu. “Apalagi mama bilang kalau ini adalah tanah leluhurnya, jadi ingin ada keturunannya yang tinggal di sini,” jelas Lita.

“Tapi kami menimbang untuk membeli rumahnya saja. Karena Lita ini empat bersaudara. Jadi enggak enak kalau kita tinggal terima rumah hibah begitu aja,” jelas Tanto. Inilah momen di mana mereka memutuskan untuk membeli rumah yang sebenarnya diniatkan dihibahkan oleh orang tua Lita.

Ada beberapa alasan hingga akhirnya Lita dan Tanto memutuskan untuk membeli rumah yang sebenarnya telah dihibahkan kepada mereka. Selain agar tak menjadi masalah dengan sanak saudara di kemudian hari, alasan lainnya adalah supaya mereka betul-betul merasa bahwa ini adalah rumah mereka sendiri, karena memang mereka beli.

Mengenal Hibah Properti Agar Proses Pengalihan Lancar

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum, dan Pajak Properti

Mengenal Hibah Properti Agar Proses Pengalihan Lancar

Pasangan ini sebenarnya memang bercita-cita punya rumah sendiri sejak memutuskan akan menikah dulu. “Kita memang ada rencana mengajukan KPR untuk membeli rumah. Jadi kalaupun enggak ada rumah ini, kami memang sudah berniat membeli di lokasi lain,” jelas Lita.

“Jadi kami mengurus proses pelaksanaan hibah lebih dulu. Syaratnya menyerahkan data tanah seperti PBB asli selama 5 tahun terakhir berikut bukti bayar, sertifikat tanah asli, IMB asli, bukti pembayaran listrik, telpon, dan air,” jelas Tanto.

“Setelah semua data tanah lengkap, kita lalu membuat akta hibah di PPAT. Prosedurnya, kami mengisi dan menandatangani formulir permohonan di atas materai. Menyerahkan fotokopi KTP dan KK, menyerahkan sertifikat asli dari properti yang dihibahkan, fotokopi SPPT PBB tahun berjalan yang telah dikroscek dengan aslinya oleh petugas loket, lalu izin memindahkan hak di mana di sertifikat dinyatakan hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan seizin instansi yang berwenang," jelas Tanto.

Tanto menambahkan, "Lalu bukti Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (SBB), juga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk hibah tanah lebih dari Rp60 juta. Kita juga menyerahkan surat pernyataan tidak dalam sengketa, surat penguasaan fisik yang ditandatangani oleh pemberi hibah, dalam hal ini ibu mertua saya, dan dilegalisir notaris.”

"Namun hal ini belum selesai, setelah terbit akta hibah, kami harus mengurus proses peralihan properti tersebut di kantor pertanahan (Badan Pertanahan Nasional). Tujuannya supaya status dari properti itu menjadi hak milik kami," terang Tanto.

“Kami pun melakukan proses peralihan properti ke kantor pertanahan. Syarat dan dokumen yang diserahkan sama ditambah akta hibah dari PPAT, mengisi dan menandatangani formulir permohonan di atas materai, dan menyiapkan biaya pembuatan akta hibah,” papar Tanto lagi.

Proses pengajuan KPR untuk membeli rumah yang dihibahkan tersebut pun terbilang lancar. Setelah pengurusan soal hibah rumah selesai, mereka lanjut mengurus KPR ke bank. Beruntung, Lita bekerja di broker asuransi. Kantornya punya fasilitas sehingga urusan pengajuan KPR menjadi begitu lancar.

Berbeda dengan proses pengajuan beli rumah yang biasa, karena beli dan negosiasinya dengan orang tua sendiri, jadi tidak dikejar oleh bank harus buru-buru. Untuk harga rumahnya juga di bawah harga pasaran saat itu.

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Perjuangan Masa Awal Menyicil Rumah

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Perjuangan Masa Awal Menyicil Rumah

Berdoa dan berusaha. Begitulah cara keduanya menjalani masa-masa awal mereka mengambil cicilan rumah.

“Enggak bertele-tele, kok. Jadi waktu surat hibah sudah selesai, baru kita urus ke bank bersama orang tua juga sebagai penjual sampai semuanya beres,” kata Lita. Justru, proses yang lebih lama justru ada di saat mengurus hibah rumahnya. Tepatnya saat diskusi siapa yang kiranya akan mendapatkan rumah hibah tersebut.

Tantangan yang sesungguhnya baru muncul setelah KPR disetujui dan tagihan-tagihan cicilan mulai datang silih berganti. Ditambah dengan biaya transportasi perjalanan Bogor-Jakarta-Bogor yang membengkak. “Belum servis mobilnya. Ya jadi agak mengencangkan ikat pinggang, sih hahaha,” ujar Tanto.

Untuk mengakali tingginya biaya pengeluaran mereka, pasangan ini pun mencari cara membuat pengeluaran agar lebih efisien. “Ya jadinya kita mesti bawa makan siang dari rumah sampai puasa Senin Kamis untuk ngirit makan,” tambah Lita.

7 Tips Cicil Rumah yang Efektif dan Cepat Lunas

Mengajukan KPR dan Mengatur Cicilan

7 Tips Cicil Rumah yang Efektif dan Cepat Lunas

Ketika itu, Lita dan Tanto memang belum punya keleluasaan finansial. “Saat itu gaji saya dan gaji Lita digabung juga masih defisit. Tiap bulan Lita pasti nangis, kok kita kurang?” kenang Tanto. Apalagi di masa itu mereka juga langsung dikaruniai buah hati. “Jadi mesti tambah biaya dokter setiap bulannya.”

Berdoa dan berusaha. Begitulah cara keduanya menjalani masa-masa awal mereka mengambil cicilan rumah. Mulai dari rumah ditempati seadanya sampai kini mereka bisa melakukan renovasi sana-sini. Membuat rumah mereka semakin nyaman, yang sesuai keinginan mereka.

“Kita terima rumah ini apa adanya. Masih ada barang-barang mama. Buat beli mebel kita juga belum ada dananya. Jadi kita pikir ya sudah kita pakai barang-barang mama dulu,” kenang Lita tentang rumahnya yang memiliki luas tanah 135 m2 dan luas bangunan 80 m2.

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Menerapkan Perencanaan Keuangan yang Ketat

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Menerapkan Perencanaan Keuangan yang Ketat

Lantai di area belakang rumah mereka perluas. Hasilnya tercipta ruang tambahan semi outdoor yang kemudian mereka fungsikan sebagai ruang makan.

Rumah memang bukan sekadar bangunan fisik. Untuk menjadi rumah yang sesungguhnya, ada suasana yang harus diciptakan. Entah itu lewat perabot atau penataan ulang rumah, sesuai dengan karakter mereka yang tinggal di dalamnya. Supaya rumah terasa hangat dan nyaman.

Inilah tantangan selanjutnya bagi perjalanan cerita rumah Lita dan Tanto. Sebab rumah tersebut dahulu bukan rumah yang ditinggali sehari-hari. Maka penataan dan perabot yang tersedia di sana, tidak seluruhnya memadai.

Inget banget, dulu rumah ini terasa dingin. Tapi pelan-pelan kita ikhtiar dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang kita alami, kita mulai tuh renovasinya,” jelas Tanto.

Tip Rumah
Dalam masa mencicil KPR Rumah, penting untuk menerapkan perencanaan keuangan yang ketat. Jika perlu melakukan renovasi, lakukan secara bertahap. Dan untuk amannya, perhitungkan pembengkakan bujet hingga 30% untuk biaya tak terduga.

Dari yang tadinya tidak punya ruang makan, akhirnya punya. Lantai di area belakang rumah mereka perluas. Hasilnya tercipta ruang tambahan semi outdoor yang menarik. Ruang inilah yang kemudian mereka fungsikan sebagai ruang makan.

Dengan perencanaan keuangan yang ketat—baik dalam proses masa cicilan KPR maupun renovasi—akhirnya mereka pelan-pelan bisa mewujudkan rumah yang sesungguhnya. Rumah yang resik, nyaman, praktis, dan pas.

“Kita punya rumah ini enggak langsung jadi ada, semua sudah ada. Benar-benar pelan-pelan prosesnya,” tegas Lita.

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Renovasi Rumah Mandiri Tanpa Jasa Desain Rumah

Cerita Lita dan Tanto: Renovasi Rumah Mandiri Tanpa Jasa Desain Rumah

Mereka memulai renovasi dari hal yang paling darurat. Seperti daun jendela mereka yang kacanya sudah melorot, nyaris tanggal.

Form follows function, follows budget. Itu adalah mantra Lita dan Tanto dalam proses mereka melakukan serangkaian renovasi rumah. Bagi pasangan ini, segala hal terkait renovasi rumah mesti berdasarkan bujet.

Dalam perencanaan bujet tersebut, biasanya mereka juga memperhitungkan pembengkakan bujet hingga 30%. “Misalnya ternyata setelah dihitung itu total renovasi sekitar Rp30 juta, maka yang kita siapkan Rp40 juta - Rp45 juta. Enggak bisa ngepas,” jelas Tanto.

Pembengkakan itu dimasukkan ke dalam perencanaan karena memperhitungkan biaya-biaya tak terduga. Entah itu penambahan bahan baku, biaya revisi, atau biaya tambahan untuk tukang. “Karena pas praktik itu nanti ada aja yang belah, ada yang kurang,” lanjutnya.

Pakai Jasa Desain Rumah Ternyata Menguntungkan dan Murah

Tips Rumah dan Apartemen

Pakai Jasa Desain Rumah Ternyata Menguntungkan dan Murah

Apalagi mereka berkomitmen tidak menggunakan jasa desain rumah. Sehingga, perhitungan mereka pun jadi tidak presisi. Semisal saat mereka membuat rancangan wastafel granit sendiri. Ternyata pengukuran mereka tidak tepat.

Untuk mengganti itu, bukan hanya tambahan biaya yang dikeluarkan. Tetapi ngotot-ngototan juga tak terhindarkan. “Sudah beres, ternyata kerannya mesti diganti juga. Untung tukangnya bisa ngakalin hahaha,” kata Tanto lagi. Kasus-kasus seperti itulah yang membutuhkan perhitungan biaya tak terduga.

Setelah perencanaan biaya beres, yang mereka lakukan adalah merunut prioritas berdasarkan fungsi. Mereka memulai renovasi dari hal yang paling darurat. Seperti daun jendela mereka yang kacanya sudah melorot, nyaris tanggal. Setelah daun jendela selesai baru renovasi pindah ke ruang makan dan carport, taman depan dan belakang, hingga yang terakhir selesai adalah renovasi dua kamar mandi.

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Bikin Rumah 'Baru' Belajar Hal-hal Baru

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Bikin Rumah 'Baru' Belajar Hal-hal Baru

Mengeksekusi renovasi rumah secara mandiri juga membuat keduanya lebih eksploratif dan kreatif dalam memilah perabot.

Dari situ barulah Lita dan Tanto akan mencari referensi terkait desain yang diinginkan. Kemudian mereka meneruskan risetnya ke pilihan material, pemilihan tukang, hingga survei harga. Semuanya dilakukan secara mandiri berdasarkan informasi terkait renovasi rumah yang mereka dapatkan dari  laman panduan properti di Rumah.com.

Untuk urusan survei harga, Lita dan Tanto juga sampai membandingkan harga yang mereka dapatkan, antara jikalau ambil dari langganan tukang dibandingkan jika mereka mengambil sendiri ke toko. Mana yang lebih sesuai, itu yang diambil.

Melakukan serangkaian renovasi rumah secara mandiri agar tampilan rumahnya terlihat 'baru' dan fresh, juga membuat mereka belajar banyak hal-hal baru. Mereka jadi lebih aware dengan material yang dipilih. Pun membuat mereka jadi lebih mengenali tiap-tiap sudut rumah. Sehingga mereka tahu bagaimana membuatnya lebih nyaman.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Misalnya ketika mereka memutuskan untuk sekalian merenovasi kamar mandi belakang. Keputusan itu lahir secar tidak sengaja saat sedang merenovasi kamar mandi depan.

“Ketika kita renovasi kamar mandi depan, otomatis kita mandinya jadi di belakang. Di situ kami sadar betapa prihatinnya kamar mandi belakang,” kata Tanto yang kemudian sekaligus merenovasinya.

Mengeksekusi renovasi rumah secara mandiri juga membuat keduanya lebih eksploratif dan kreatif dalam memilah perabot. Tidak jarang, mereka membuat mebel custom untuk memenuhi selera, fungsi, dan ketersediaan ruang yang ada.

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Kolaborasi Sisi Estetika dan Praktis yang Manis

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Kolaborasi Sisi Estetika dan Praktis yang Manis

Kombinasi itu membuat renovasi mereka berbuah sesuai keinginan. Baik dari segi visual maupun fungsi.

Salah satunya ketika mereka mendesain sendiri rak sepatu yang ada di depan meja makan. “Melihat deretan sepatu ketika makan, kok rasanya enggak enak. Akhirnya kami desain sendiri rak sepatu dengan tutup. Jadi dari luar terlihat seperti kabinet, dan di atasnya bisa digunakan untuk menaruh pajangan,” jelas Lita.

Proses renovasi rumah menjadi semakin seru bagi Lita dan Tanto karena merupakan kolaborasi dua ide dari dua kepala. Di satu sisi ada Lita yang punya visi estetika akan rumah idaman mereka, di sisi lain ada Tanto yang praktis dan presisi dalam memperhitungkan eksekusinya.

Kombinasi itu membuat renovasi mereka berbuah sesuai keinginan. Baik dari segi visual maupun fungsi. Semua pas dan cukup layak. Biarpun awalnya ada saja selisih paham. Apalagi saat selera Lita dipertemukan dengan perspektif praktis Tanto. Seperti ketika mereka akan merenovasi kamar mandi.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, KPR, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

“Suami saya bilang kita pasang pembatas kaca, tapi saya enggak mau karena kan akan sempit ya. Cuma dipikir-pikir ya betul supaya enggak basah ke mana-mana,” jelas Lita.

Kini proyek renovasi terbaru mereka adalah dapur. “Kalau itu sudah, kayaknya cukup dulu. Karena sudah nyaman,” lanjutnya. Toh bukan berarti keduanya berhenti memikirkan cara membuat rumah menjadi semakin nyaman untuk keluarga kecil mereka.

Tips Renovasi Rumah Mandiri ala Lita dan Tanto

  • Buat perkiraan kebutuhan biaya dan prioritas renovasi, mana yang paling urgent untuk dibenahi.
  • Buat perencanaan keuangan secara ketat, lakukan efisiensi di lini-lini pengeluaran yang lain.
  • Riset dan survei langsung material yang akan digunakan demi mendapatkan hasil yang sesuai.
  • Ukur setiap sudut area yang akan direnovasi untuk membuat rancangan dan hitungan yang presisi.
  • Selera estetis harus mengikuti ketersediaan ruang dan biaya, agar hasil yang diinginkan pas.

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Rangkaian Renovasi di Masa Awal Pandemi

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Rangkaian Renovasi di Masa Awal Pandemi

Rumah Lita dan Tanto kini menjadi homebase jikalau ada berbagai kegiatan. Entah itu makan malam dengan tim kantor atau acara arisan keluarga.

Di belakang rumah mereka kini terbentang sepetak tanah kosong. Ketika sedang duduk-duduk di ruang makan, menghadap ke halaman, tebersit di benak mereka untuk membeli pula tanah itu. Nantinya untuk memperluas taman yang sudah ada.

“Rasanya pengin terus doing something dengan rumah ini. Padahal kita sudah melakukan banyak hal dengan rumah ini,” kata Lita menengok kembali serangkaian renovasi yang mereka kerjakan selama masa awal pandemi COVID-19 di tahun 2020.

Biarpun kecil, mereka merasa bahwa rumah ini sudah menjadi rumah yang sesungguhnya buat mereka. Sehingga, mereka tidak punya bayangan untuk membeli rumah baru yang lebih besar. “Berpikirnya malah yang ada sekarang kita bagusin lagi supaya lebih betah hahaha,” sambung Tanto.

17 Desain Interior Rumah Minimalis Beragam Tipe Rumah

Tips Rumah dan Apartemen

17 Desain Interior Rumah Minimalis Beragam Tipe Rumah

Kerja keras mereka melakukan berbagai renovasi ternyata memang membuat suasana lebih hangat dan nyaman. Bukan hanya kata mereka, tetapi juga kata setiap tamu yang mampir. Bahkan, rumah mereka kini menjadi homebase jikalau ada berbagai kegiatan. Entah itu makan malam dengan tim kantor atau acara arisan keluarga.

Interior tiap ruangan yang dibuat berbeda, memang membuat suasana tidak membosankan. Berpindah dari ruang makan, ruang tengah, ke teras, akan menawarkan kesegaran suasana. Tetapi dengan kenyamanan yang sama.

Bukan hanya suasana rumah, suasana lingkungan perumahan yang asri juga mendukung. Paduan cuaca yang selalu sejuk dengan pemandangan hijau berlatar Gunung Salak memang membuat orang gampang betah tinggal berlama-lama.

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Rencana-rencana Pengembangan Rumah selanjutnya

Cerita Rumah Lita dan Tanto: Rencana-rencana Pengembangan Rumah Selanjutnya

Berpegang pada prinsip almarhumah Ibunda Lita, keduanya terus mengupayakan untuk membuat rumah yang nyaman.

“Dulu saya di teras bisa melihat Gunung Salak dari teras sambil minum kopi sama singkong rebus. Orangtua saya juga senang menginap di sini karena mengingatkan dia sama kampung halaman,” kata Tanto.

Urusan transportasi yang dulu jadi kendala pun kini sudah teratasi. Perjalanan pulang-pergi Bogor-Jakarta kini sudah lebih efisien. Jika dulu mereka bisa menghabiskan 2-3 jam di jalan, maka kita satu perjalanan ke Jakarta bisa mereka tempuh dalam 45 menit sampai satu jam saja.

Perjalanan yang lebih singkat sekarang disebabkan pengembangan dan efisiensi rute Tol Jagorawi. Jika dulu ada tol Gardu Miring yang merupakan salah satu titik kemacetan untuk menuju Jakarta, kini sudah dibongkar sehingga perjalanan bisa lebih lancar dan efisien.

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

AreaInsider

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

Kombinasi itu semua membuat rumah ini terasa semakin nyaman buat mereka. Namun mereka sadar bahwa proses penciptaan rumah adalah suatu hal yang berkelanjutan, bukan sekali jadi. Dan berpegang pada prinsip almarhumah Ibunda Lita, keduanya terus mengupayakan untuk membuat rumah yang nyaman.

Mereka kini fokus pada rencana-rencana pengembangan rumah selanjutnya. Target mereka jelas: dapur yang proper dan halaman yang luas. “Sekalian juga, kita ingin membuat parkir yang lebih luas sehingga tiga mobil bisa masuk semua,” kata Tanto.

Bagaimana dengan perluasan bangunan? “Kita belajar dari orangtua kita yang punya rumah besar. Mungkin waktu tinggal sama anak-anak rasanya ramai, tetapi ketika sudah tinggal berdua saja ternyata malah sepi. Jadi kami pikir, rumah ini sudah cukup untuk kami,” ujar Lita.

Kini, seperti yang dulu mereka sudah lakukan untuk mengerjakan serangkaian renovasi, mereka kembali berdoa dan berikhtiar. Semua demi menciptakan rumah kecil yang resik nan nyaman untuk keluarga kecil mereka.

Itulah cerita perjuangan Lita dan Tanto yang sempat melewati masa-masa sulit demi melunasi cicilan KPR rumah hibah. Rumah yang bertahap mereka bangun hingga menjelma jadi rumah yang indah. Masih banyak lagi kisah seputar perjuangan mewujudkan mimpi punya rumah sendiri lainnya yang juga tak kalah menginspirasi. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

 

Teks: Shuliya Ratanavara, Foto: Tody Harianto

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Pilihan Rumah Baru di Bogor Berpemandangan Indah

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan