Cerita Rumah Randy: Rumah Subsidi untuk Dihuni, Jadi Investasi, dan Rencana Beli Rumah Lagi

Wahyu Ardiyanto
Cerita Rumah Randy: Rumah Subsidi untuk Dihuni, Jadi Investasi, dan Rencana Beli Rumah Lagi
“Rumah adalah tempat menetap, bukan sekadar tempat singgah sementara. Rumah adalah kehidupan bagi suatu keluarga,” – Cerita Rumah Randy.
Punya rumah sendiri menjadi salah satu cita-cita Randy Imam Pratama sebelum menikah. Ketika berencana menikah dengan Atika Putri, ia mulai bergerak mencari rumah untuk tempat tinggalnya bersama istri dan keluarganya kelak.
Dengan bekal dana yang masih terbatas, Randy harus rela jika rumah pertamanya tidak sepenuhnya dapat memenuhi kriteria rumah impiannya. Perumahan subsidi tipe 36/60 yang berada di kawasan Parung Panjang, Bogor, menjadi pilihan Randy dan pasangan sebagai rumah pertama mereka.
Tapi sekalipun belum bisa punya rumah yang sesuai kriteria, punya rumah sendiri memang tak ada ruginya. Selain bisa ditinggali, rumah sendiri bebas didekorasi, dan yang tak kalah pentingnya juga bisa jadi aset investasi yang nilainya akan terus naik tinggi.
Cari rumah yang harganya sangat terjangkau, area huniannya mudah dijangkau, didukung fasilitas lengkap seperti rumah milik Randy di Parung Panjang, Bogor? Temukan pilihan huniannya di bawah Rp700 jutaan di sini!

Cerita Rumah Randy: Mulai Bekerja Langsung Siapkan Dana Beli Rumah, Persiapan Menikah

Cerita Rumah Randy: Mulai Bekerja Langsung Siapkan Dana Beli Rumah, Persiapan Menikah
Sebelum perburuan rumah dilakukan, Randy menentukan kriteria rumah yang diinginkannya. Kriteria utama adalah dari sisi harga rumah.
Setelah lulus kuliah dan langsung bekerja pada tahun 2016, Randy yang saat itu berusia 23 tahun, mulai mempersiapkan dana untuk uang muka membeli rumah dengan menyisihkan 20 persen dari penghasilannya. Sekitar setahun bekerja, Randy dan kekasihnya, Atika, mantap mengikat hubungannya ke jenjang pernikahan.
Rencana menikah juga bikin Randy tergerak untuk segera mencari rumah untuk tempat tinggal bersama istrinya nanti. Sebelum perburuan rumah dilakukan, ia menentukan kriteria rumah yang diinginkannya. Kriteria utama adalah dari sisi harga rumah.
Pertimbangannya saat itu, dana untuk uang muka pembelian rumahnya masih terbatas. Apalagi terhitung baru bekerja dan mulai dikumpulkan hanya dalam waktu satu tahun saja. Bersamaan, ia juga harus siapkan dana untuk pernikahannya.
Untuk skema pembayaran rumah yang akan dibelinya, Randy berencana memanfaatkan program KPR dari bank. Hasil perhitungan nilai plafon sesuai kemampuan finansialnya saat itu, ia menetapkan harga rumah yang akan diambil tidak boleh melebihi dari Rp200 juta.
Berdasarkan ketentuan dana tersebut, Randy tak bisa memenuhi keinginannya untuk membeli rumah di daerah Jakarta Selatan atau Tangerang Selatan yang dekat kantornya di bilangan Bintaro. Harga rumah di daerah tersebut terhitung jauh di atas bujet rumah yang telah ditentukan oleh Randy. Pilihan lokasi pun bergeser ke area yang mudah menjangkau tempat kerjanya, namun dengan harga yang lebih terjangkau.
Cikarang dan Bogor adalah dua lokasi yang masuk radar Randy. “Orangtua Atika, istri saya, tinggal di Bekasi. Sedangkan orangtua saya, tinggal di Depok. Kami terpikir tinggal di salah satu daerah tersebut yang dekat salah satu orangtua kami,” ujar lulusan S2 Manajemen Bisnis ini.

Cerita Rumah Randy: Rumah Subsidi Menarik Hati, Rp158 Juta Langsung Beli Tak Cari Lagi

 Langsung Beli Tak Cari Lagi
Setelah dicek langsung ke lokasi perumahannya, tanpa pikir panjang lagi Randy langsung memutuskan untuk mengambil unit di perumahan tersebut.
Dengan kriteria rumah tersebut, Randy mengawali pencarian rumah dengan mengunjungi pameran properti akbar di JCC Senayan. Setelah keliling pameran tersebut, ia menemukan dua kandidat rumah subsidi yang menarik hati dan menurutnya layak untuk ditindaklanjuti. Pertama di daerah Cikarang, Bekasi, dan kedua di Parung Panjang, Bogor.
Sebelum survei kedua kandidat rumah tersebut, Randy juga menelusuri listing properti di jual di Rumah.com untuk mencari pilihan rumah lainnya. Selain itu, ia juga mencari informasi tentang potensi area Cikarang dan Parung Panjang, mencari tahu rekam jejak pengembang perumahan tersebut, juga bertanya seputar pengalaman dari para penghuni perumahan tersebut.
Dari hasil pencariannya tersebut, Randy memprioritaskan untuk survei ke perumahan Savana Alam Serpong II yang berada di Parung Panjang, Bogor. Setelah dicek langsung ke lokasi perumahannya, tanpa pikir panjang lagi Randy langsung memutuskan untuk mengambil unit di perumahan tersebut.
Persyaratan membeli rumah subsidi memang sedikit berbeda dengan rumah nonsubsidi. Cari tahu syarat-syarat pengajuan KPR rumah subsidi di video ini
“Pengembangnya cukup terpercaya karena ini tahap pembangunan kedua. Sebelumnya mereka telah membangun Savana Alam Serpong I. Meskipun jumlah unit rumahnya sangat banyak, tetapi habis terjual dengan cepat,” papar Randy yang bekerja di bidang health technology ini.
Dari 600 unit rumah yang disediakan pada perumahan tahap II ini, hanya tersisa sedikit. Padahal pembangunannya belum dilakukan, baru sebatas denah pembagian tanah kavling. Namun, Randy telah mantap untuk mengambil rumah ini, dan tidak tertarik melakukan survei ke kandidat rumah yang lain.
Sebagai rumah subsidi pemerintah, harga rumah di Savana Alam Serpong II cukup terjangkau dibandingkan perumahan komersial di area tersebut. Untuk luas bangunan 36m2 dan luas tanah 60m2, rumah ini dihargai Rp148 juta. Adapun penambahan biaya untuk pasang pompa air dan lainnya totalnya jadi Rp158 juta.

Cerita Rumah Randy: DP Rumah Subsidi Bisa Dicicil Sampai Serah Terima Kunci

a Rumah Randy: DP Rumah Subsidi Bisa Dicicil Sampai Serah Terima Kunci
Beruntung Randy mendapatkan rumah yang menghadap ke fasilitas umum. Keuntungan lain yang diperoleh sebagai pembeli kloter pertama.
“Pertimbangan lain, perumahan subsidi ini memberikan penawaran bunga KPR yang flat selama 10 tahun. DP atau uang muka juga ditawarkan kemudahan yaitu 5 persen dari harga rumahnya dan bisa dibayar bertahap atau dicicil sampai serah terima kunci. Nilai cicilannya pun tidak ditentukan, tergantung kemampuan pembeli,” ungkap Randy. Kemudahan itulah yang memperkuat keputusan Randy untuk mengambil rumah tersebut.
Berdasarkan rencana tata ruang kota yang diriset oleh Randy, kawasan Parung Panjang diproyeksi akan mengalami pengembangan cukup pesat ke depan, seiring dengan pembangunan jalan tol JORR-3 Bogor-Serpong yang menghubungkan Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Kota Tangerang Selatan, Banten melalui Parung Panjang. Selain itu, Parung Panjang terletak dekat kawasan BSD yang berkembang sangat pesat.
“Letak perumahan Savana Alam Serpong II mudah diakses dengan kendaraan umum, antara lain dekat stasiun KRL hanya sekitar lima menit. Lebar jalan di dalam perumahan cukup lega sekitar 10 meter. Dari segi spesifikasi bangunan, kualitasnya cukup baik meskipun harga rumahnya cukup terjangkau,” ujar penggemar olahraga sepakbola ini.
Tersedia pula fasilitas umum, khususnya taman untuk dapat dipergunakan anak-anak bermain di perumahan tersebut. Beruntung pula, Randy masih mendapatkan rumah yang menghadap ke fasilitas umum. Keuntungan lain yang diperoleh sebagai pembeli kloter pertama adalah mendapatkan rumah dengan bagian dapur yang sudah dibangun rapi dan siap pakai.
Tahun 2018 pihak pengembang melakukan groundbreaking yang kemudian pembangunan rumah pun dimulai. Randy mengajukan KPR atas pembelian rumahnya. Proses yang dilaluinya berjalan mulus tanpa kendala.
Dalam waktu dua bulan, ia menerima kabar bahwa pengajuan KPR-nya telah disetujui. Pihak bank meminta akad kredit dilakukan setelah serah terima kunci rumah. Namun, uang muka telah dibayarkan secara bertahap agar pembangunan rumah mulai dilakukan.

Cerita Rumah Randy: Cicilan Rp1,150 Juta Bayar Rp1,3 Juta, Rumah Jadi Pilih Tinggal di Bekasi

erita Rumah Randy: Cicilan Rp1,150 Juta Bayar Rp1,3 Juta, Rumah Jadi Pilih Tinggal di Bekasi
Ketika rumah mereka di Parung Panjang selesai dibangun, buah hati mereka telah lahir.
Pihak pengembang menjanjikan proses pembangunan rumah sekitar 1,5 tahun. Ternyata, waktunya mundur dari yang dijanjikan akibat terdampak pandemi. Di bulan Oktober 2020, rumah baru selesai dibangun, dan serah terima kunci oleh pengembang, kemudian dilanjutkan proses akad kredit dengan pihak bank.
“Kami mengambil KPR dari BTN dengan jangka waktu kredit atau tenor 15 tahun, dan angsuran kredit Rp1,150 juta per bulan. Tetapi kami setorkan ke rekening BTN setiap bulan Rp1,3 juta supaya ada spare untuk potongan biaya admin dari bank,” jelas Randy.
Ketika rumah masih tahap pembangunan, bulan September 2019, Randy melangsungkan pernikahan dengan Atika. Tak sesuai rencana, setelah menikah mereka tidak bisa langsung menempati rumah milik mereka sendiri karena pembangunannya tidak tepat waktu.
Kemudian, Randy bersama sang istri diminta untuk menempati rumah orangtua Atika yang kosong di Perumahan Bintara Jaya Permai, Bekasi, dan kebetulan tak jauh dari rumah orangtua Atika. Mereka berencana tinggal sementara di rumah tersebut.
Ketika rumah mereka di Parung Panjang selesai dibangun, buah hati mereka telah lahir. “Akhirnya kami putuskan untuk tetap lanjut tinggal di Bekasi supaya memudahkan kalau orangtua ingin menengok cucunya, atau sebaliknya kami ingin menengok orangtua. Padahal, rumah yang kami beli itu sebenarnya sudah siap huni,” tutur Randy.
Lantaran jaraknya yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka di Bekasi, rumah tersebut jarang dikunjungi. Alhasil, rumahnya seperti tak terawat, semisal halaman depan yang dipenuhi rumput liar dan warna cat dinding yang memudar.
“Setelah terkumpul cukup dana, tahun 2021 kami renovasi sedikit. Seperti pasang kanopi dan keramik di teras depan dan bagian carport. Kami perdalam septic tank, dan membuat dak untuk pasang torrent air. Dinding juga kami cat ulang,” jelas Randy yang mengeluarkan bujet Rp29 juta untuk renovasi tersebut.

Cerita Rumah Randy: Rumah di Parung Panjang Dihuni Setelah Renovasi, Atau Beli Rumah Lagi

Cerita Rumah Randy: Rumah di Parung Panjang Dihuni Setelah Renovasi, Atau Beli Rumah Lagi
Randy merenovasi rumahnya seperti memasang kanopi dan keramik di teras depan dan bagian carport.
Usai rumah direnovasi, Randy dan istri belum berniat untuk pindah ke rumah milik mereka sendiri tersebut. Justru dengan mempertimbangkan sang anak, mereka akan mengubah rencana tempat tinggal.
“Pertimbangan punya anak masih kecil, apalagi anak kami adalah cucu pertama, kami sangat terbantu kalau tinggal dekat rumah orangtua. Sewaktu-waktu orangtua butuh bantuan, atau kami yang butuh bantuan orangtua untuk ikut menjaga anak kami, mobilitas kami bisa cepat karena jaraknya dekat. Terbayang kalau kami tinggal di Parung Panjang sementara orangtua di Bekasi,” ujar penyuka games dan film ini.
Sebenarnya kantor Randy yang berada di kawasan Bintaro jaraknya lebih dekat jika mereka pindah ke Parung Panjang. Namun, Randy bersama istri memutuskan untuk sementara tetap tinggal di rumah orangtua mereka di Bekasi.
“Kami punya dua rencana ke depan yang sedang dipersiapkan finansialnya. Pertama, kami pindah ke Parung Panjang. Tetapi sebelumnya kami akan renovasi total rumahnya supaya lebih besar dan nyaman sebagai tempat tinggal kami sekeluarga untuk jangka panjang,” papar Randy.
Rencana kedua adalah mereka tetap tinggal di Bekasi supaya dekat orangtua yang berarti mereka akan membeli rumah kedua di daerah sana. Rumah pertama akan dipertahankan sebagai aset investasi yang produktif. “Harga pasaran rumah di Bekasi memang tidak setinggi area lain di Jabotabek, apalagi rawan banjir. Kalau kami beli rumah di Bekasi, kriteria utamanya tentu harus bebas banjir,” jelas Randy.
Nah, bagaimana dengan rumah mereka di Parung Panjang yang telah direnovasi? “Kebetulan usai direnovasi, ada kerabat kami yang ingin menyewa rumah tersebut. Jadi, rumah itu kami sewakan saja dengan harga ‘saudara’ daripada dibiarkan kosong. Rumah kosong biasanya lebih cepat rusak kalau tidak rutin dirawat,” ungkap Randy menutup cerita.
Itulah cerita perjuangan Randy punya rumah sebelum menikah. Lulus kuliah langsung bekerja, setiap bulan langsung sisihkan dana dari penghasilannya buat beli rumah. Masih ada banyak lagi kisah seputar perjuangan mewujudkan mimpi punya rumah sendiri lainnya yang juga tak kalah menginspirasi. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Teks: Siti Rahmah, Foto: Boris Yeitsman

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini